Cara Mendaftar Implementasi Kurikulum Jalur Mandiri

Satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru dan tenaga kependidikan. Tidak ada pilihan yang paling benar, yang ada pilihan yang paling sesuai kesiapan satuan pendidikan. Semakin sesuai maka semakin efektif implementasi Kurikulum Merdeka.


Pilihan 1: Mandiri Belajar

Pilihan 2: Mandiri Berubah

Pilihan 3: Mandiri Berbagi


Pilihan 1: Mandiri Belajar

Menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan.

Rekomendasi umum:

Satuan Pendidikan direkomendasikan memilih Pilihan 1 Implementasi Kurikulum Merdeka.

Belajar Mencoba penerapan komponen atau prinsip kurikulum merdeka dengan tetap menggunakan kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan 

Rekomendasi Khusus:

  1. Menyaksikan vidio Implementasi Kurikulum Merdeka per Jenjang di link: https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/ikm/
  2. Bergabung dengan kanal telegram implementasi kurikulum merdeka di https://t.me/mandiribelajarkm
  3. Mengikuti pelatihan mandiri kurikulum merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  4. Mempelajari Asesmen &Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  5. Mengikuti sesi berbagi praktik baik Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  6. Mengikuti Komunitas Belajar Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  7. Melakukan Uji Coba Parsial Kurikulum Merdeka Secara Mandiri di Satuan Pendidikan

Pilihan 2: Mandiri Berubah

Menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Rekomendasi umum:

Satuan Pendidikan direkomendasikan memilih Pilihan 2 Implementasi Kurikulum Merdeka.

Pada tahun ini (Juli 2022) menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang disediakan pada satuan Pendidikan PAUD, Kelas 1, Kelas 4, Kelas 7 dan Kelas 10.

Rekomendasi Khusus:

  1. Menyaksikan vidio Implementasi Kurikulum Merdeka per Jenjang di link: https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/ikm/
  2. Bergabung dengan kanal telegram implementasi kurikulum merdeka di https://t.me/mandiribelajarkm
  3. Mengikuti pelatihan mandiri kurikulum merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  4. Mempelajari Asesmen &Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  5. Mengadakan atau Mengikuti sesi berbagi praktik baik Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  6. Mengikuti Komunitas Belajar Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  7. Melakukan Uji Coba Parsial Kurikulum Merdeka Secara Mandiri di Satuan Pendidikan
  8. Menerapkan Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Merdeka Secara Mandiri di Satuan Pendidikan

 Pilihan 3: Mandiri Berbagi

Menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar di satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Rekomendasi umum:

Satuan Pendidikan direkomendasikan memilih Pilihan 3 Implementasi Kurikulum Merdeka.

Pada tahun ini (Juli 2022) menerapkan kurikulum merdeka dengan melakukan Pengembangan Sendiri Berbagai Perangkat Ajar  pada satuan Pendidikan PAUD, Kelas 1, Kelas 4, Kelas 7 dan Kelas 10.

Rekomendasi Khusus:

  1. Menyaksikan vidio Implementasi Kurikulum Merdeka per Jenjang di link: https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/ikm/
  2. Bergabung dengan kanal telegram implementasi kurikulum merdeka di https://t.me/mandiribelajarkm
  3. Mengikuti pelatihan mandiri kurikulum merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  4. Mempelajari Asesmen &Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  5. Mengadakan atau Mengikuti sesi berbagi praktik baik Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  6. Mengaktifkan dan Mengikuti Komunitas Belajar Kurikulum Merdeka di https://guru.kemdikbud.go.id/
  7. Mengembangkan Perangkat Ajar Mengacu pada Kerangka dan Struktur Kurikulum Merdeka Melalui Komite Pembelajaran atau Bentu Kelembagaan Lainnya.
  8. Menerapkan Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Merdeka Secara Mandiri di Satuan Pendidikan


PERSIAPAN SEBELUM MENDAFTAR

 1.      Menyiapkan Akun Kepala Sekolah

2.      Tonton cara mendaftar di : https://youtu.be/6bCQQTQ4TQc

3.  Pendaftaran dapat dilakukan mulai 12 Februari sampai 31 Maret 2022 dan diperpanjang sampai 30 April tahun  2022

4.      Tautan pendaftaran: https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id/

5.      Mengisi kuisioner

Demikian penjelasan tentang pendaftaran satuan pendidikan menjadi pelaksana kurikulum merdeka jalur madiri tahun 2022. Semoga sukses. 


 


Cara Membuat Modul Ajar Kurikulum Merdeka

 A. Konsep Modul Ajar 

Ada beberapa pengertian tentang modul ajar yang perlu kita ketahui diantaranya:  

a. Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik.

b. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran.

c. Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.

d. Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.


Dari konsep modul ajar yang dijelaskan di atas dapat disederhanakan bahwa modul ajar adalah perangkat ajar yang harus disusun guru secara sistematis dengan komponen-komponen tertentu untuk digunakan dalam melaksanakan pembelajaran. 


B.Prinsip-prinsip Penyusunan  Modul Ajar

Penyusunan Modul ajar memperhitungkan:

  • Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase.
  • Perbedaan tingkat pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar tingkat kompetensi yang bisa terjadi di setiap fase.
  • Melihat dari sudut pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik itu unik.
  • Bahwa belajar harus berimbang antara intelektual, sosial, dan personal dan semua hal tersebut adalah penting dan saling berhubungan. 
  • Tingkat kematangan setiap peserta didik tergantung dari tahap perkembangan yang dilalui oleh seorang peserta didik, dan merupakan dampak dari pengalaman sebelumnya.
  • Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Modul Ajar
  • Guru dalam satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.
  • Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunan.
  • Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan.
Lengkapnya Tonton Vidio Berikut, jangan lupa Subcribe.





B. Kriteria Penyusunan Modul Ajar

Sebelum menyusun modul ajar guru perlu memperhatikan 4 kriteria modul ajar sehingga dalam penyusunannya memenuhi standar atau  ketentuan modul ajar yang baik. Adapun empat kriteria itu adalah sebagai berikut: 

1. Esensial 

Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin

2. Menarik, Bermakna, dan Menantang

Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar, berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya

3. Relevan dan konseptual 

Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai dengan konteks di waktu dan tempat peserta didik berada

4. Berkesinambungan

Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar peserta didik.


D.  Prosedur Pengembangan Modul Ajar 

1. Menganalisis kondisi dan kebutuhan peserta didik, guru, serta satuan pendidikan.

2. Melakukan asesmen diagnostik terhadap kondisi dan kebutuhan peserta

3. Mengidentifikasi dan menentukan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang akan dicapai

4. Memilih TP dari ATP berdasarkan CP yang akan dikembangkan menjadi modul ajar.

5. Merencanakan jenis, teknik dan instrumen

asesmen.

6. Evaluasi dan Pengembangan Modul

7. Modul siap digunakan

8. Mengelaborasi kegiatan pembelajaran sesuai dengan komponen esensial.

9. Guru dapat menentukan komponen-komponen yang esensial sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

10. Menyusun modul ajar berdasarkan komponen komponen yang ditentukan.

Baca juga : Pentingnya Refleksi Dalam Pembelajaran 

E. Komponen Modul Ajar 

Komponen modul ajar terdiri dari 17 komponen, dimana komponen 1 sampai 6 adalah informasi umum, komponen nomor 7 sampai nomor 13 adalah bagian refleksi dan komponen nomor 14 sampai 17 adalah komponen lampiran. Adapun susunannya adalah sebagai berikut: 

1. Identitas sekolah

2. Kompetensi awal

3. Profil Pelajar Pancasila

4. Sarana dan Prasarana

5. Target peserta didik

6. Model yang digunakan

7. Tujuan Pembelajaran

8. Pemahaman Permakna

9. Pertanyaan Pemantik

10. Kegiatan Pembelajaran

11. Asesmen

12. Pengayaan Dan Remedial

13. Refleksi Peserta Didik Dan Guru.

14. Lembar Kerja Peserta Didik

15. Bahan bacan guru dan peserta didik

16. Glosarium

17. Daftar Pustaka 


Penjelasannya 17 komponen modul ajar adalah sebagai berikut:  

1. Identitas

a) Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya modul ajar. 

b) Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)

c) Kelas

d)  Alokasi waktu 

2. Kompetensi Awal 

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.

3. Profil Pelajar Pancasila 

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran. Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar satu atau beberapa dimensi profil pelajar Pancasila.

4. Sarana dan Prasarana 

Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga  dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam dan bermakna.

Baca juga: Implementasi Pembelajaran Berdifrensiasi Di Kelas 

5. Target Peserta Didik 

Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan

dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.

Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

6. Model Pembelajaran Dalam Modul 

Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

7. Tujuan Pembelajaran Dalam Modul 

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman. Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan.

8. Pemahaman Bermana 

Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh :

• Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.

• Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.

9. Pertanyaan Pemantik 

Pertanyaan pemantik adalah pertanyaan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan  pemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Contoh Pembelajaran dalam menulis cerpen: 

Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?

Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?

10. Kegiatan Pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dituangkan secara konkret, disertakan opsi/ pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa.

Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

11. Asesmen 

Ada tiga jenis asesmen yang harus dijelaskan guru dalam modul ajar yaitu : 

Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik).

Asesmen selama proses pembelajaran (Formatif)

Asesmen akhir pembelajaran (sumatif) 

12. Pengayaan dan Remidial 

Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

13. Refleksi 

Refleksi peserta didik dan guru, dicantumkan dalam modul ajar  berupa instrumen , pertanyaan, angket, kuisioner agar siswa dan guru dapat mencermati/merenungkan kembali kegiatan yang dilakukan 

Lampiran

14. Lembar Kerja Siswa 

Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta non-reguler

15. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik 

Bahan bacaan guru dan peserta didik igunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

16. Glosarium 

Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam

17. Daftar Pustaka 

Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.).

Demikianlah komponen  modul ajar yang perlu disusun guru. Walaupun demikian komponen modul ajar tersebut terbuka untuk dikurangi atau ditambah sesuai kebutuhan disatuan pendidikan masing-masing.  


Asesmen dan Rapor Pada Sekolah Penggerak

 Asesmen atau biasa kita sebut penilaian merupakan komponen yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran. Untuk dapat melaksanakan asesmen yang baik dalam sekolah penggerak guru perlu memahami prinsip-prinsip asesmen yang sedikit berbeda dengan prinsip penilaian yang selama ini dilakukkan pada kurikulum 2013. 

Selain dari prinsip asesmen guru juga perlu memahami jenis penilaian yang digunakan dan bentuknya, alur penilaian dan pengolahan nilai formatif dan sumatif menjadi nilai raport. Berikut ini dibahas satu persatu.  

A. Prinsip Asesmen 

Pada pembelajaran paradigma baru, pendidik diharapkan  menyelenggarakan lebih banyak asesmen formatif ( asesmen as learning dan asesmen for learning ) dari pada asesmen sumatif (asesmen of learning) untuk  meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam pelaksanaannya guru perlu memahami 5 prinsip asesmen yaitu: 

1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan  informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua dengan ketentuan:
  • Asesmen dirancang berpusat pada kompetensi siswa
  • Peserta didik dapat melanjutkan ke kelas di atasnya sesuai dengan ketercapaian tujuan  pembelajaran yang dikelompokkan ke dalam kriteria mulai berkembang, berkembang, mahir, dan  sangat mahir
  • Peserta didik diberikan intervensi sesuai dengan tingkat kompetensinya
  • Pemberian intervensi dapat dilakukan sebelum pemberian laporan kemajuan belajar maupun saat  pelaksanaan pembelajaran di tingkat selanjutnya
2. Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan. Kegiatan yang dilakukan guru seperti:
  • Mendorong proses belajar, menjadi bagian dari pembelajaran,  mengembangkan kemampuan metakognitif dan refleksi (asesmen  formatif)
  • Menilai hasil belajar dan mengambil keputusan di akhir suatu tahapan (asesmen sumatif)
  • Menentukan kebutuhan belajar dan membentuk program pembelajaran  individual peserta didik (asesmen diagnosis). Asesmen menngacu pada pencapaian pembelajaran 
3. Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta  didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah  selanjutnya yaitu:
  • Asesmen yang berkeadilan, berarti penilaian tidak menguntungkan atau  merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar  belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan  gender
  • Asesmen memiliki validitas yang tinggi sehingga informasi yang dihasilkan  terpercaya
  • Reliabel, dapat diperbandingkan hasilnya karena konsisten
  • Adil dan objektif, menggunakan kriteria dan prosedur yang logis, sistematis,  dan jelas, dengan pengaruh subjektivitas penilai yang rendah
4. Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.
  • Karakteristik mata pelajaran,
  • Karakteristik dan kemampuan peserta didik,
  • Capaian pembelajaran,
  • Tujuan pembelajaran
  • Sumber daya pendukung yang tersedia 
5. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi  yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan  mutu pembelajaran.
  • Hasil penilaian memberikan makna yang relatif sama untuk semua  mata pelajaran (misalnya nilai 100 bermakna sama antara satu  mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya)
  • Laporan kemajuan belajar mengacu pada ketercapaian kompetensi  berdasarkan hasil asesmen formatif dan sumatif
  • Asesmen mudah dipahami dan memberikan informasi yang  utuh bagi orang tua, asesmen juga harus menjawab kebutuhan  peserta didik akan umpan balik yang memotivasi untuk  mengembangkan diri.
  • Asesmen mudah dilakukan oleh Guru.
Vidio Asesmen Diagnostik, Formatif dan Sumatif



B. Jenis Asesmen 

1. Asesmen Diagnostik 
Asesmen diagonostik adalah assesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, materi prasyarat , kekuatan, kesulitan murid, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan tingkat  kompetensi dan kondisi peserta didik atau dengan kata lain sesuai kebutuhan murid. Asesmen diagonostik dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu: 
  • Asesmen non kognitif, tujuannya adalah untuk mengetahui kesejahteraan psikologi , sosial emosi siswa, karakteristik, aktivitas murid dalam belajar  dan kondisi keluarga murid
  • Asesmen kognitif, tujuannya adalah untuk mengidentifikasi capaian kompetensi murid, materi prasyarat untuk menyesuaikan pembelajaran dikelas, serta dapat digunakan untuk menentukan materi tambahan yang akan diberikan kepada murid yang belum memenuhi prasyarat.  
2. Asesmen Formatif 
Dilaksanakan bersamaan dalam proses pembelajaran yang kemudian ditindaklanjuti untuk memberi perlakuan  berdasarkan kebutuhan peserta didik serta perbaikan  proses pembelajaran. Ukuran/lingkup pelaksanaan asesmen formatif adalah selesai guru membelajarkan satu tujuan pembelajaran.  Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti  observasi, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio),  maupun tes.


Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan langsung  dengan memberikan umpan balik atau melakukan  intervensi. Pendidik dapat mempersiapkan berbagai instrumen  seperti rubrik, catatan anekdotal, lembar ceklist untuk  mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran  berlangsung.

3. Asesmen Sumatif
Sumatif dilakukan pada akhir lingkup  materi untuk mengukur kompetensi  yang dikehendaki dalam tujuan  pembelajaran dan pada akhir semester Pendidik dapat menggunakan berbagai  teknik seperti portofolio, performa  (kinerja, produk, proyek, portofolio),  maupun tes. 

Ukurang/lingkup asesmen sumatif apabila guru melakukan tes hasil belajar lebih dari satu tujuan pembelajaran.  Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti  dengan memberikan umpan balik atau  melakukan intervensi kepada peserta  didik maupun proses pembelajaran yang  telah dilakukan.

Ukuran guru dalam memberikan asesmen  hasil belajar bukan lagi per KD seperti dalam kurikulum 2013 , akan tetapi adalah ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian jika ditanyakan berapa kali guru memberikan asesmen formatif ?,  jawabannya adalah seberapa banyak tujuan pembelajaran yang dirumuskan dari capaian pembelajaran. 

Selanjutnya berapa kali guru memberikan asesmen sumatif ? , jawabannya boleh beberapa kali diberikan keleluasaan  bagi guru apakah setelah selesai dibelajarkan dua tujuan, tiga tujuan atau hanya diakhir semester. 

Namun demikian perlu tim pengembang kurikulum/sekolah  membuat rencana atau kesepakatan  berapa kali dilakukan asesmen sumatif dalam satu semester  sehingga guru dapat mempersiapkan dengan baik. 

C. Alur Pelaksanaan Asesmen

Guru perlu memahami alur pelaksanaan asesmen yang dimulai dari perencanaan hingga pengolahan hasil asesmen sebagai berikut: 
  1. Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian diidentifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan 
  2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk mengukur pembelajaran secara formatif dan sumatif
  3. Membuat Instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun model ajar
  4. Pelaksamaan asesmen formatif dan sumatif 
  5. Mengolah hasil asesmen 
C. Pengolahan  Hasil Asesmen 

Alternatif 1: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor
Alternatif 2: Mengolah beberapa  data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor, dan nilai formatif dalam bentuk kualitatif dijadikan menjadi deskripsi dalam rapor. 
Alternatif 3: Mengolah seluruh  sumatif, untuk dijadikan nilai rapor sedangkan nilai formatif digunakan sebagai pertimbangan dalam mengisi deskripsi rapor

Ketiga alternatif di atas memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangan , oleh sebab itu sekolah perlu melakukan penyesuaian kondisi dan kesepakatan alternatif mana yang dipilih. Dibawah ini dapat didownload bentuk pengolahan asesmen formatif dan sumatif serta pengolahannya dalam bentuk nilai rapor. Download  Disini 

Sampai saat ini pemerintah belum melakukan pencetakan untuk rapor peserta didik, namun sudah ada penjelasannya dalam panduan pembelajaran dan asesmen pada sekolah penggerak, seperti : 

Demikian uraian ringkas tentang asesmen dan rapor di sekolah penggerak yang dapat digunakan tahun pelajaran 2021/2022. Tentu saja rapor ini akan disesuaikan kemudian setelah ada model baru dari Kementerian Pendidikan Riset, dan Teknologi. 


Bahan Bacaan:

Panduan Pembelajaran dan Asesmen Sekolah Penggerak Tahun 2021 








Cara Membuat Makalah Tinjauan Ilmiah Bagi Guru

 Salah satu karya ilmiah yang dapat dibuat untuk diajukan naik pangkat guru adalah makalah tinjauan ilmiah . Makalah tinjauan ilmiah ini sangat menguntungkan dari sisi angka kredit  sebesar 2 per makalah dan penyusunannya tidak lah terlalu sulit, sayangnya  jenis karya ilmiah tersebut belum populer diantara guru dan kalaupun ada yang membuat sering ditolak karena tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan (buku 4 PKB dan buku 5 PKB terbitan tahun 2019).

Dari pengalaman sebagai tim penilai angka kredit guru ternyata  mereka salah persepsi atau kurang memahami konsep, kriteria dan standar karya yang satu ini sehingga sering cara penyusunan dan penulisan seperti diktat tidak menggambarkan masalah yang dibahas.  

Tulisan di bawah ini mungkin bermanfaat bagi para guru yang tertarik membuat karya  jenis makalah  tinjauan ilmiah sehingga dapat berkontribusi dalam pengumpulan angka kredit  dalam pengusulan naik panggakat.

A. Konsep Makalah Tinjauan Ilmiah Guru 

Makalah tinjauan ilmiah adalah karya tulis guru yang berisi ide/gagasan penulis dalam upaya mengatasi berbagai masalah pendidikan formal dan pembelajaran yang ada di satuan pendidikannya (di sekolahnya). Dari pengertian ini dapat terlihat ciri makalah tinjauan ilmiah seperti :

  1. Ada masalah yang ditemui atau dirasakan guru dalam ruang lingkup pendidikan formal dan pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas dilingkungan sekolah.
  2. Ada ide /gagasan dari guru untuk mengatasi  masalah  yang terjadi tersebut  
  3. Ide yang dicetuskan didukung teori/pendapat para ahli/pengalaman orang lain 
  4. Tempat terjadi masalah tersebut disekolah tempat guru mengajar (satuan pendidikannya) 

Masalah yang dimaksud seperti kesulitan siswa dalam belajar pada materi tertentu , praktik, kebiasaan yang kurang baik, disiplin , sikap dan lain-lain . Penyelesaian masalah tersebut akan menjadi masukan yang baik bagi sekolah (refrensi) dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan . 

Bukti bahwa guru bersangkutan benar membuat makalah dan terbuka dipelajari guru lain maka perlu disertakan  

  1. Surat pernyataan tentang keaslian dari kepala sekolah yang  disertai tanda tangan kepala sekolah/ dan cap sekolah
  2. Surat keterangan dari pengelola perpustakaan sekolah yang  menyatakan bahwa arsip dari makalah tersebut telah disimpan di perpustakaan sekolahnya

B. Struktur / Susunan Makalah Tinjauan Ilmiah

Struktur makalah tinjauan ilmiah terdiri dari tiga bagian seperti di bawah ini: 

Bagian Awal 

Halaman Judul, 

Lembar Persetujuan/Keaslian dari Kepala Sekolah 

Surat Keterangan dari kepala /pengelola perpustakaan 

Kata Pengantar,

Abstrak (Ringkasan)

Daftar Isi

Daftar Tabel (kalau ada)

Daftar Gambar (kalau ada)

Daftar Lampiran 

Bagian Isi  terdiri dari :

Bab I PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang Masalah 

B. Rumusan  Masalah 

C. Tujuan 

D. Manfaat

Baca juga: Langkah Analisis Dalam Penelitian 

Bab II KAJIAN TEORI /TINJAUAN PUSTAKA 

Dalam bab ini perlu dijelaskan masalah yang ditemui dalam lingkup pembelajaran/pendidikan formal disekolahnya , selanjutnya dijelaskan Teori yang dapat  mendukung pemecahan masalah  ide atau gagasan, seperti pendapat para ahli, pengalaman /hasil penelitian orang lain  dan hal lain yang terkait  dengan masalah dan pembahasannya 

Bab III PEMBAHASAN 

Uraian hasil yang dicapai dan indikator dengan menerapkan ide/gagasan tersebut .Jelaskan bahwa hasilnya dengan membanding data-data  bagaimana tindakan , cara langkah-langkah yang dilakukan guru , alat dan atau instrumen yang digunakan , tempat dan waktu 

Pihak yang mana yang menunjang pelaksanaan penyusunan makalah tinjauan ilmiah  hubungkan teori dengan yang ada . Langkah yang harus dibuat adalah inovatif dan keaslian , kecemerlangan 

Bab III PENUTUP 

A. Simpulan 

B. Saran/Rekomendasi 

Bagian Pendukung :

DAFTAR PUSTAKA 

LAMPIRAN –LAMPIRAN 


C. Alasan Makalah Tinjauan Ilmiah Sering ditolak (Tidak dapat dihitung angka kreditnya)

Makalah tinjauan ilmiah yang diajukan untuk memperoleh angka kredit dapat ditolak jika tidak sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Dalam buku Pedoman Penilaian Kegiatan Pengembanagan Keprofesian Berkelanjutan dijelaskan dua alasan penolakan. Makalah tinjauan ilmiah ditolak jika:

1. Dinyatakan sebagai Tinjauan Ilmiah, namun belum mengikuti sistematika penulisan dan alur berpikir ilmiah sebagai karya tinjauan ilmiah sesuai dengan pedoman.

Disarankan memperbaiki  publikasi ilmiah tersebut dengan memakai sistematika publikasi tinjauan ilmiah, yang terdiri atas Bagian Awal, Bagian Isi, dan Bagian Penunjang sebagaimana yang dijelaskan pada bagian terdahulu.

2. Dinyatakan sebagai Tinjauan Ilmiah, namun tidak dijumpai adanya data-data dan gagasan penulis dalam membahas/mengatasi masalah.

Disarankan memperbaiki publikasi ilmiah tersebut dengan memakai sistematika publikasi ilmiah tinjauan ilmiah, yang paling tidak memuat:

  • Bagian Awal yang  terdiri dari: halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan.
  • Bagian Isi umumnya terdiri dari beberapa bab yakni: Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah. Bab Kajian Teori/Tinjauan Pustaka. Bab Pembahasan Masalah yang didukung data-data yang ada di satuan pendidikannya. Yang sangat perlu disajikan pada bab ini adalah kejelasan ide atau gagasan asli si penulis yang terkait dengan upaya pemecahan masalah di satuan pendidikannya (di sekolahnya). Bab Kesimpulan.
  • Bagian Penunjang  sajian daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang data yang dipakai untuk menunjang tinjauan atau gagasan ilmiah.

Demikianlah pembahasan mengenai karya tulis berupa tinjauan ilmiah semoga bermanfaat. 


Tanya Jawab Seputar Perangkat Ajar

1. Apa saja langkah besar dalam penyusunan perangkat ajar?

Secara umum, ada 2 langkah besar dalam penyusunan perangkat ajar untuk suatu mata pelajaran: Penyusunan alur dan tujuan pembelajaran dan pengembangan Modul Ajar.

2. Apa fungsi perangkat ajar?

Perangkat ajar diharapkan dapat membantu guru mengajar menggunakan metode terdiferensiasi.

3. Apa yang dimaksud dengan Alur Pembelajaran (AP)?

Alur Pembelajaran (AP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur Capaian Pembelajaran.

4. Apa fungsi Alur Pembelajaran (AP)?

Fungsi Alur Pembelajaran (AP) adalah sebagai panduan guru dan siswa untuk mencapai Capaian Pembelajaran di akhir fase tersebut.

5. Apa yang harus diperhatikan dalam mengembangkan Alur Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran?

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan Alur Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran antara lain:

  • Guru berhak untuk menyusun alur pembelajaran masing-masing, yang terdiri dari rangkaian tujuan pembelajaran.
  • Pemerintah menyediakan beberapa set alur untuk digunakan sebagai contoh pengembangan kurikulum yang siap digunakan satuan pendidikan, dan panduan untuk penyusunan perangkat ajar.

6. Apa yang dimaksud dengan Tujuan Pembelajaran (TP)?

Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju Capaian Pembelajaran (CP).

7. Bagaimana rumusan Tujuan Pembelajaran (TP)?

Rumusan tujuan pembelajaran tidak hanya mencakup tahapan kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) dan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, procedural, metakognitif) tetapi juga mengikutsertakan perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif) serta profil pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri).

Baca Juga: Tanya Jawab Seputar Penyusunan Modul Ajar

8. Aspek-aspek apa saja dalam operasional komponen Tujuan Pembelajaran (TP)?

Secara operasional komponen Tujuan Pembelajaran dapat memuat tiga aspek antara lain: Kompetensi, konten, dan variasi.

9. Apa yang dimaksud dengan aspek kompetensi dalam operasional komponen Tujuan Pembelajaran (TP)?

Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh siswa atau diaktualisasikan dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang direvisi. Contoh: Peserta didik dapat menyajikan solusi utk menangani perubahan kondisi alam dipermukaan bumi akibat faktor manusia.

10. Apa yang dimaksud dengan aspek konten dalam operasional komponen Tujuan Pembelajaran (TP)?

Konten yaitu ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran. Apa ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami di akhir satu unit pembelajaran? Pertanyaan apa yang perlu dapat dijawab siswa setelah mempelajari unit tersebut? Contoh: perubahan kondisi alam di permukaan bumi akibat faktor manusia.

Baca Juga: Standar Proses Pembelajaran Dalam PP 57 Tahun2021

11. Apa yang dimaksud dengan aspek variasi dalam operasional komponen Tujuan Pembelajaran (TP)?

Variasi adalah sebuah keterampilan berpikir apa saja yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi, seperti mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan, dan lain sebagainya. Keterampilan berpikir apa saja yg perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran? Gunakan keterampilan berpikir yang bervariasi terutama HOTS.

Contoh: Menganalisa hubungan antara kegiatan manusia dengan perubahan alam dipermukaan bumi dan menarik kesimpulan penyebab-penyebab utamanya. --> Dimana untuk bisa menganalisa hubungan dan menarik kesimpulan, peserta perlu mengetahui, memahami, mengaplikasi materi tersebut.

12. Apa yang dimaksud dengan Alur Tujuan Pembelajaran?

Alur Pembelajaran (AP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur CP.

13. Apa prinsip-prinsip Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)?

Prinsip-prinsip Alur Tujuan Pembelajaran diantaranya: sederhana dan informatif, esensial dan konseptual, berkesinambungan, pengoptimalan tiga aspek kompetensi, Merdeka Belajar, operasional dan aplikatif, dan adaptif dan fleksibel.

14. Apa yang dimaksud dengan prinsip sederhana dan informatif dalam Alur Tujuan Pembelajaran?

Yang dimaksud dengan prinsip sedehana dan informatif dalam Alur Tujuan Pembelajaran adalah perumusan ATP dipahami oleh penulis sendiri maupun pengguna/pembaca. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan istilah atau terminologi yang umum dan tidak bermakna ambigu atau tafsir ganda. Untuk penggunaan istilah khusus, penulis dapat menyertakan penjelasan secukupnya dalam bentuk glosarium.

15. Apa yang dimaksud dengan prinsip esensial dan konseptual dalam Alur Tujuan Pembelajaran?

Yang dimaksud dengan prinsip esensial dan konseptual dalam Alur Tujuan Pembelajaran adalah memuat aspek pembelajaran yang sangat mendasar atau penting yakni kompetensi, Esensial dan Kontekstual konten, dan hasil pembelajaran. Selain itu, juga mempertimbangkan penyediaan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan atau dunia nyata berupa aktivitas yang menantang, menyenangkan dan bermakna.

Baca Juga: Seputar Asesmen Formatif dan Sumatif 

16. Apa yang dimaksud dengan prinsip berkesinambungan dalam Alur Tujuan Pembelajaran?

Yang dimaksud dengan prinsip berkesunambungan dalam Alur Tujuan Pembelajaran adalah antarfase dan antartujuan pembelajaran saling terkait dan merupakan capaian secara runtut, sistematis, dan berjenjang untuk memeroleh Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan dalam setiap mata pelajaran. Penyusunan dilakukan secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.

17. Apa yang dimaksud dengan prinsip pengoptimalkan tiga aspek kompetensi dalam Alur Tujuan Pembelajaran?

Yang dimaksud dengan prinsip pengoptimalkan tiga aspek kompetensi dalam Alur Tujuan Pembelajaran adalah Pengoptimalan tiga aspek kompetensi yaitu: pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berjenjang selaras dengan tahapan kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) serta dimensi pengetahuan (faktual – konseptual – prosedural – metakognitif). Pengoptimalan juga dilakukan pada penumbuhan kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif) serta P3 (Beriman, berkebinekaan global, bergotong-royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri).

18. Apa yang dimaksud dengan prinsip Merdeka Belajar dalam Alur Tujuan Pembelajaran?

Yang dimaksud dengan prinsip Merdeka Belajar dalam Alur Tujuan Pembelajaran adalah prinsip utama penyusunan ATP adalah pemahaman istilah merdeka belajar antara lain: (1) Memerdekakan siswa dalam berpikir dan bertindak pada ranah akademis dan bertanggung jawab secara moral,

(2) Memfasilitasi dan menginspirasi kreativitas siswa dengan mempertimbangkan keunikan individualnya (kecepatan belajar, gaya dan minat). (3) Mengoptimalkan peran dan kompetensi guru dalam merumuskan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

19. Apa yang dimaksud dengan prinsip Operasional dan Aplikatif dalam Alur Tujuan Pembelajaran?

Yang dimaksud dengan prinsip operasional dan aplikatif dalam Alur Tujuan

Pembelajaran adalah rumusan ATP memvisualisasikan dan mendeskripsikan proses pembelajaran dan penilaian secara utuh yang dapat menjadi acuan operasional yang aplikatif untuk merancang modul ajar.

20. Apa yang dimaksud dengan prinsip Adaptif dan fleksibel dalam Alur Tujuan Pembelajaran?

Yang dimaksud dengan prinsip adaptif dan fleksibel dalam Alur Tujuan Pembelajaran adalah sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, dan karakteristik satuan pendidikan serta mempertimbangkan alokasi waktu dan relevansi antarmata pelajaran serta ruang lingkup pembelajaran yakni intra kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler.

21. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran?

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran antara lain:

  • Perumusan dan penyusunan Alur dan Tujuan Pembelajaran berfungsi mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, terarah dan terukur.
  • Penggunaan kata kerja operasional dalam rumusan tujuan pembelajaran memfasilitasi guru dalam mengidentifikasi indikator atau kegiatan/aktivitas pembelajaran yang tentunya sangat terkait dengan pemilihan materi ajar dan jenis evaluasi pembelajaran baik formatif maupun sumatif.

22. Apa saja langkah-langkah yang menjadi Prosedur dalam Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran?

Ada tujuh langkah-langkah yang menjadi prosedur dalam Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran antara lain:

  • Melakukan analisis Capaian Pembelajaran yang memuat materi dan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
  • Identifikasi kompetensi-kompetensi di akhir fase dan kompetensi-kompetensi sebelumnya yang perlu dikuasai peserta didik sebelum mencapai kompetensi di akhir fase.
  • Melakukan analisis setiap elemen dan atau subelemen Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan mata pelajaran dan Capaian Pembelajaran pada Fase tersebut. Ada enam dimensi, yaitu: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha, Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.
  • Berdasarkan  identifikasi  kompetensikompetensi  inti  di  akhir  fase, rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi yang akan dicapai, pemahaman bermakna yang akan dipahami dan variasi keterampilan berpikir apa yang perlu dikuasai siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  • Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan, susun tujuan pembelajaran secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari.
  • Tentukan lingkup materi dan materi utama setiap tujuan pembelajaran (setiap tujuan pembelajaran dapat memiliki lebih dari satu lingkup materi dan materi utama).
  • Berdasarkan perumusan TP tentukan jumlah jam pelajaran yang diperlukan. Contoh: TP untuk mencapai suatu kompetensi pengetahuan 120 menit, keterampilan 480, dan sikap 120 menit.

23. Apa saja prinsip-prinsip Pembelajaran?

Ada lima macam prinsip-prinsip Pembelajaran antara lain:

  • Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
  • Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, mendorong pengembangan kapasitas belajar.
  • Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik.
  • Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
  • Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

24. Apa saja prinsip-prinsip Asesmen?

Ada lima macam prinsip-prinsip Asesmen antara lain:

  • Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.
  • Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan.
  • Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.
  • Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.
  • Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran.

25. Prinsip-prinsip Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua dalam prinsip-prinsip Asesmen?

  • Guru merancang pembelajaran berdasarkan hasil asesmen.
  • Asesmen dikembangkan sejak awal perencanaan pembelajaran, sehingga kegiatan asesmen terintegrasi dan berkaitan erat dengan pembelajaran.
  • Keterkaitan antara tujuan pembelajaran dengan asesmen yang dirancang: Termasuk dengan kriteria penilaian hasil belajar siswa, Asesmen yang targeted sesuai kebutuhan belajar, dan Asesmen memberikan pengaruh pada apa dan bagaimana peserta didik belajar, dan juga sebaliknya.

26. Prinsip-prinsip Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan dalam prinsip-prinsip Asesmen?

  • Asesmen dapat digunakan untuk: mendorong proses belajar, menjadi bagian dari pembelajaran, mengembangkan kemampuan metakognitif dan refleksi (asesmen formatif); menilai hasil belajar dan mengambil keputusan di akhir suatu tahapan (asesmen sumatif); menentukan kebutuhan belajar dan membentuk program pembelajaran individual peserta didik (asesmen diagnosis).
  • Mengacu pada Capaian Pembelajaran.

27. Bagaiman Asesmen dirancang secara adil, valid, dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya dalam prinsip-prinsip Asesmen?

  • Asesmen yang berkeadilan, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
  • Asesmen memiliki validitas yang tinggi sehingga informasi yang dihasilkan terpercaya.
  • Reliabel, dapat diperbandingkan hasilnya karena konsisten.
  • Adil dan objektif, menggunakan kriteria dan prosedur yang logis, sistematis, dan jelas, dengan pengaruh subjektivitas penilai yang rendah.

30. Bagaimana Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan dalam prinsip-prinsip Asesmen?

Guru diberikan otonomi yang luas dalam merencanakan dan menggunakan jenis dan teknik asesmen dengan mempertimbangkan: Karakteristik mata pelajaran, karakteristik dan kemampuan peserta didik, Capaian pembelajaran, Tujuan pembelajaran, dan Sumber daya pendukung yang tersedia.

Baca juga: Implementasi Pembelajaran Berdifrensiasi di Kelas 

31. Bagaimana laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran dalam prinsip-prinsip Asesmen?

Hasil penilaian memberikan makna yang relatif sama untuk semua mata pelajaran (misalnya nilai 100 bermakna sama antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya). Laporan kemajuan belajar mengacu pada ketercapaian kompetensi berdasarkan hasil asesmen formatif dan sumatif.

Asesmen mudah dipahami dan memberikan informasi yang utuh bagi orang tua, asesmen juga harus menjawab kebutuhan peserta didik akan umpan balik yang memotivasi untuk mengembangkan diri. Asesmen mudah dilakukan oleh Guru.

32. Apa keterkaitan Asesmen dengan Prinsip Pembelajaran? Keterkaitan Asesmen dengan prinsip pembelajaran antara lain:

  • Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
  • Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  • Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik.
  • Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan, menghargai budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
  • Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

33. Bagaimana pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka dalam keterkaitan Asesmen dengan Prinsip Pembelajaran?

  • Asesmen dirancang berpusat pada kompetensi siswa.
  • Peserta didik dapat melanjutkan ke kelas di atasnya sesuai dengan ketercapaian tujuan pembelajaran yang dikelompokkan ke dalam kriteria mulai berkembang, berkembang, mahir, dan sangat mahir.
  • Peserta didik diberikan intervensi sesuai dengan tingkat kompetensinya.
  • Pemberian intervensi dapat dilakukan sebelum pemberian laporan kemajuan belajar maupun saat pelaksanaan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

34. Bagaimana pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka dalam keterkaitan Asesmen dengan Prinsip Pembelajaran?

Menanamkan growth-mindset (pola pikir bertumbuh). Harapannya, asesmen bisa membangun kesadaran bahwa proses mencapai tujuan pembelajaran lebih penting daripada hasil akhir. Untuk itu, guru diharapkan mampu menerapkan prinsip pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) dalam asesmen, sebagai berikut:

  • Guru dan peserta didik perlu membangun budaya ‘tidak takut salah dalam belajar’.
  • Belajar bukan tentang kecepatan, tetapi tentang pemahaman yang mendalam.
  • Menerapkan penilaian diri (self assessment), penilaian antara teman (peer assessment), refleksi diri, dan pemberian umpan balik antar teman (peer feedback).
  • Pemberian umpan balik dari Guru kepada peserta didik yang dilakukan dengan mendeskripsikan usaha terbaik untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh dan memotivasi peserta didik.

35. Bagaimana kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik dalam keterkaitan Asesmen dengan Prinsip Pembelajaran?

  • Asesmen sebagai bagian dari pembelajaran mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait.
  • Menerapkan nilai-nilai yang sesuai untuk mengembangkan karakter dan kompetensi yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila.
  • Sequence pembelajaran yang logis dan relevan dengan tingkat kesulitan yang sesuai untuk peserta didik.
  • Menstimulasi kemampuan berpikir tahap tinggi.

36. Bagaimana pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan, menghargai budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra dalam keterkaitan Asesmen dengan Prinsip Pembelajaran?

  • Asesmen dirancang berpusat pada anak, mempertimbangkan di mana kehidupan dan latar belakang keluarga peserta didik.
  • Orangtua dan masyarakat dilibatkan dalam proses-proses pengambilan keputusan terkait pembelajaran dan asesmen.
  • Lingkungan belajar dengan iklim yang positif untuk semua peserta didik, sehingga setiap individu merasa aman untuk berada di lingkungan belajar.

Baca Juga: Tanya Jawab Seputar Profil Pelajar Pancasila 

37. Bagaimana   pembelajaran   berorientasi   pada   masa   depan   yang berkelanjutan dalam keterkaitan Asesmen dengan Prinsip Pembelajaran?

  • Membangun wawasan peserta didik tentang isu-isu ini dalam tingkat global dan menumbuhkembangkan rasa peka mereka terhadap masalah-masalah ini dan kesadaran akan kebutuhan diri sendiri, lingkungan, dan dunia yang lebih baik.
  • Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan asesmen.
Demikian tanya jawab tentang Perangkat Ajar (AP) semoga ada manfaatnya.

Bahan Tulisan: Materi pelatihan Program Sekolah Penggerak

Tanya Jawab Seputar Penyusunan Modul Ajar

Salah satu materi dalam sekolah pengerakadalah pengembangan modul, apa yang dimaksud dengan modul ajar dan langkah-langkah penyusunannya dapat dijelaskan dari hasil  tanya jawab berikut:  

1. Apa yang dimaksud dengan Pengembangan Modul Ajar?

Seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), namun dilengkapi dengan berbagai materi pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan asesmen untuk mengecek apakah tujuan pembelajaran dicapai siswa.

2. Apa saja Konsep Modul Ajar? 

Konsep Modul Ajar antara lain:

  • Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik.
  • Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran.
  • Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
  • Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.

Baca juga: Tanya Jawab Seputar Assesmen Formatif dan Sumatif

3. Apa saja Prinip-prinsip Penyusunan Modul Ajar? 

Pendekatan melalui tahap perkembangan ini memperhitungkan:

  • Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase.
  • Perbedaan tingkat pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar tingkat kompetensi yang bisa terjadi di setiap fase.
  • Melihat dari sudut pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik itu unik.
  • Bahwa belajar harus berimbang antara intelektual, sosial, dan personal dan semua hal tersebut adalah penting dan saling berhubungan.
  • Tingkat kematangan setiap peserta didik tergantung dari tahap perkembangan yang dilalui oleh seorang peserta didik, dan merupakan dampak dari pengalaman sebelumnya.

4. Kriteria apa saja yang harus dimiliki dalan Penyusunan Modul Ajar? 

Kriteria dalam penyusunan Modul Ajar antara lain:

  • Esensial: Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.
  • Menarik, Bermakna, dan Menantang: Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar, berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.
  • Relevan dan konseptual: Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai dengan konteks di waktu dan tempat peserta didik berada.
  • Berkesinambungan: Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar peserta didik.

Baca Juga: Tanya Jawab Seputar Profil Pelajar Pancasila

5. Enam langkah-langkah/prosedur apa saja yang harus ditempuh dalan Penyusunan Modul Ajar?

Enam langkah-langkah/prosedur yang harus ditempuh dalam penyusunan Modul Ajar antara lain:

  • Analisis kondisi dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan Guru perlu mengetahui kondisi dan kebutuhan peserta didik berdasarkan latar belakang serta sarana dan prasarana sekolah. Pengembangan modul ajar disesuaikan dengan kemampuan dan kreatifitas guru.
  • Identifikasi dan tentukan dimensi Profil Pelajar Pancasila
  • Guru memilih dimensi Profil Pelajar Pancasila yang paling memungkinkan untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran.
  • Tentukan Alur Tujuan Pembelajaran yang akan dikembangkan menjadi Modul Ajar
  • Guru dapat memilih Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan oleh sekolah atau mengacu pada Alur Tujuan Pembelajaran yang ada.
  • Susun Modul Ajar berdasarkan komponen yang tersedia
  • Selain komponen inti, guru dapat memilih komponen sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  • Pelaksnaan pembelajaran. 
  • Guru melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan Modul Ajar yang telah disusun.
  • Tindak lanjut

Setelah guru melakukan pembelajaran, guru melakukan evaluasi efektifitas modul ajar dan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya.

6. Apa saja komponen Modul Ajar? 

Komponen Modul Ajar antara lain:

  • Guru dalam satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.
  • Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunan.
  • Komponen modul ajar dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran.
  • Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan.

7. Apa saja komponen Informasi Umum Modul Ajar? 

Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari:

  •  Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.
  • Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
  • Kelas
  • Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing).

8. Apa Kompetensi Awal Modul Ajar?

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.

9. Apa Profil Pelajar Pancasila Modul Ajar?

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran.

Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.

Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam): materi/isi pelajaran, pedagogi, dan/atau kegiatan projek atau asesmen. Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Cara Membuat Handout Berkualitas

10. Bagaimana Sarana dan Prasarana dalam Modul Ajar?

Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam dan bermakna.

11. Apa Target Peserta Didik dalam Modul Ajar? 

Peserta didik yang menjadi target yaitu:

  • Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. 
  • Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
  • Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

12. Bagaimana Model Pembelajaran dalam Modul Ajar?

Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

13. Apa Tujuan Pembelajaran dalam Modul Ajar?

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman. Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan.

Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

14. Apa saja komponen Informasi Umum dalam Modul Ajar? 

Komponen informasi umum dalam Modul Ajar diantaranya:

  • Identitas sekolah
  • Kompetensi awal
  • Profil Pelajar Pancasila
  • Sarana dan Prasarana
  • Target peserta didik
  • Model yang digunakan

15. Apa saja komponen Inti dalam Modul Ajar? 

Komponen inti dalam Modul Ajar diantaranya:

  • Tujuan pembelajaran
  • Pemahaman permakna
  • Pertanyaan pemantik
  • Persiapan pembelajaran
  • Kegiatan pembelajaran
  • Asesmen
  • Pengayaan dan remedial
  • Refleksi peserta didik dan guru.

Baca Juga : Implementasi Pembelajaran Berdifrensiasi

16. Apa saja komponen Lampiran dalam Modul Ajar? 

Komponen lampiran dalam Modul Ajar diantaranya:

  • Lembar Kerja Peserta Didik
  • Bahan bacan guru dan peserta didik
  • Glosarium
  • Daftar pustaka

17. Apa yang dimaksud pemahaman bermakna dalam Modul Ajar?

Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kalimat pemahaman bermakna:

• Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.

Melalui 17 pertanyan dan jawaban seperti disajikan di atas guru di sekolah akan semakin memahami dan dapat menyusun modul ajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Semoga 

Sumber : Ringkasan Materi Sekolah Penggerak 2021