Modul Belajar Mandiri Untuk Seleksi PPPK Guru

Tahun  2021 satu ini pemerintah merencanakan untuk melakukan seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK ) guru. Tentu bagi para calon yang ingin mengikuti seleksi tersebut  sudah harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya baik berupa persiapan materi, teknik dan taktis  sehingga ketika mengikuti seleksi mereka dapat lulus atau diterima sebagai pegawai. 

Baca juga: Gaji dan Tunjangan PPPK (Perpres Nomor 98 Tahun 2020)

Tentunya harapan itu dapat tercapai jika mereka sungguh-sungguh belajar tentang materi-materi yang akan diujikan. Pemerintah telah menyusun modul-modul yang dapat digunakan oleh calon seleksi PPPK guru yang terdiri dari  modul pengetahuan pedagogik, tesbakat sekolastik,  pembelajaran dan modul tiap mata pelajaran dari jenjang SD, SMP dan  SMA/SMK sebagai berikut:

A. Modul Pengetahuan keguruan dan dan tes bakat skolastik terdiri dari:

1. Teori belajar

2. Karakter Peserta Didik

3. Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi

4. Desain Pembelajaran

5. Dasar Komunikasi

6. Konsep Penilaian

7. Pengembangan Peserta Didik

8. Tes Bakat Skolastik

Ke delapan modul di atas dapat di UNDUH SEKALIGUS DISINI

Diharapkan para calon yang berniat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) khususnya jalur guru dapat mempelajarinya tiap modul dan berlatih mengerjakan soal-soal. Untuk modul per mata pelajaran tersedia di bawah ini. 

Baca juga: Tata Cara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan 

B. Modul Mata Pelajaran Perjenjang 

1. Pedagogik

2. Bahasa Inggris

3. Biologi

4. Kimia

5. Matematika

6. Fisika

7. PPKn

8. Sejarah dan IPS

9. Geografi dan IPS

10. Penjaskes

11. Seni Budaya

12. Bahasa Indonesia 

13. IPA SMP

14. IPS SMP

15. IPA SD

16. Matematika SD

17. PPKn SD

18. Bahasa Indonesia SD

Semua modul di atas dapat di UNDUH SEKALIGUS DISINI    

Demikianlah jenis bahan bacaan yang dapat dipelajari semoga bermanfaat.        

Pentingnya Refleksi Dalam Pembelajaran

 A. Konsep  Refleksi Pembelajaran

Salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran adalah melakukan refleksi. Selama ini menyadari atau tidak guru kurang memberikan perhatian terhadap perbaikan ini sehingga proses pemaknaan dan berfikir mendalam  untuk perbaikan pada kegiatan berikutnya sering tertinggal.

Refleksi dalam pembelajaran merupakan kegiatan berpikir secara  mendalam tentang apa yang telah dilakukan. Guru yang melakukan refleksi artinya guru yang berpikir mendalam tentang pembelajaran yang telah dilaksanakannya.

Secara esensi, refleksi merupakan suatu kritik terhadap suatu praktik, nilai implisit dalam praktik tersebut, nilai personal, sosial, institusional, dan kebijakan yang lebih luas tempat praktik itu berlangsung, serta implikasi dari perbaikan praktik tersebut (Day, 1999).

Artinya, guru yang reflektif akan senantiasa memikirkan kembali atau mengkritik pembelajaran yang telah dilakukannya, memikirkan cara untuk memperbaiki pembelajarannya dan memikirkan implikasi dari perbaikan pembelajaran itu.

Schon (1983) memperkenalkan dua macam proses refleksi yaitu refleksi on action dan in action. Refleksi on action adalah proses refleksi yang dilakukan setelah kejadian berlangsung. Sedangkan refleksi in action adalah refleksi yang dilakukan selama kejadian masih berlangsung.

Meskipun kedua macam proses refleksi diri tersebut perlu dilaksanakan dalam konteks pembelajaran, refleksi in action sering kali sulit dilaksanakan. Oleh karena itu, guru didorong untuk melaksanakan refleksi on action.

Baca juga : Memahami AKM dan SK

Schon (dalam Wallace, 1991) memaparkan bahwa refleksi merupakan suatu proses yang berkelanjutan yang melibatkan dua hal pertama received knowledge yaitu pengetahuan tentang berbagai konsep, data, dan teori yang relevan dengan bidang yang diajarkan, serta pengetahuan tentang metodologi pengajaran sampai pengetahuan tentang penilaian pembelajaran.

Kedua  previous experiential knowledge  yaitu pengetahuan yang diperoleh selama melaksanakan pembelajaran.

Contoh pertanyaan/pernyataan  refleksi yang dilihat dari sisi peserta didik.
1. Apakah peserta didik saya telah :
a. memahami apa yang saya ajarkan
b. merasa senang selama proses pembelajaran
c. merasa terlibat dalam pembelajaran
d. mendapatkan pengetahuan baru

2.Contoh pertanyaan/pernyataan refleksi dilihat dari sisi guru (dirinya sendiri)
a. Apakah saya selalu mendengarkan siswa-siswa saya
b. Apakah saya telah mengajar sesuai dengan perencaanaan
c. Apakah saya telah adil  kapada semua siswa dalam proses pembelajaran
d. Apakah saya telah menemukan hal-hal yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran
a. Bagaimana saya berupaya memperbaiki proses pembelajaran
b.Bagaimana saya  merencanakan perbaikan pembelajaran
c.Bag imana saya meningkatkan pengetahuan saya sudah cukup untuk mengajarkan bahasan ini

Baca juga: Contoh RPP Daring, Luring dan Komboinasi

Refleksi yang dilakukan dalam pembelajaran dapat dibedakan menurut tahapan perkembangan professional  dan pendekatan pragmatis  oleh para ahli.  Tingkatan refleksi dengan pendekatan berdasarkan tahapan dalam perkembangan professional (Sandars, 2009)

1. Refleksi berkomitmen
Refelksi berkomitmen ditandai dengan terdapat diskusi tentang apa yang telah dipelajari dari suatu kejadian, bagaimana hal tersebut telah mempengaruhi dirinya dan bagiamana perasaannya mengenai kejadian tersebut telah mengubah dirinya. Diskusi ini juga disertai bukti untuk mendukung refleksinya

2. Eksplorasi emosional
Eksplorasi emosional ditandai dengan adanya bukti dari dampak emosional dari kejadian yang dialami, termasuk kesan dan diskusi mengenai keyakinan dan nilai-nilai diri sendiri, termasuk bagaimana sikap mereka dalam menghadapi pengalaman ini

3. Laporan yang bertujuan
Laporan bertujuan ditandai dengan hanya terdapat deskripsi tentang suatu pengalaman tanpa disertai bukti refleksi atau bagaimana pengalaman tersebut mengubah dirinya

4. Laporan difus
Laporan difus hanya deskripsi pengalaman yang dilakukan secara tidak fokus dan tidak teratur

Tingkatan refleksi berdasarkan pendekatan pragmatis (Sandars, 2009) dapat dibedakan atas beberapa grade Grade

Grade A
Cirinya Adanya gambaran perasaan yang dialami. Ia mungkin ingin mengubah caranya untuk menanggapi peristiwa serupa di masa mendatang dengan disertai penjelasan termasuk referensi.

Grade B
Cirinya Melibatkan pertimbangan yaitu apakah sesuatu berjalan dengan baik atau tidak disertai dengan alasan

Grade C
Cirinya Menggambarkan peristiwa dengan mengenali bagaimana peristiwa tersebut mempengaruhi perasaan, sikap dan keyakinan dan atau mempertanyakan apa yang telah dipelajari dan membandingkannya dengan pengalaman sebelumnya.

Grade D
Cirinya Menggambarkan peristiwa dengan mengenali bahwa ada sesuatu yang penting namun tidak disertai alasannya.

Grade E
Menggambarkan peristiwa dengan mengulang-ulang rincian peristiwa tanpa ada interpretasi dari peristiwa tersebut.

Grade F
Cirinya Menggambarkan peristiwa dengan deskripsi yang kurang baik

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang reflektif penting dilakukan guru apakah berdasarkan tahap professional atau pendekatan prakmatis sehingga peserta didik diajak berfikir kritis dan metakognitif, dengan demikian kegiatan pembelajaran yang diikuti peserta didik semakin bermakna dan guru dapat memperbaiki pembelajaran secara kontiniu.

Bagaimana Mengelola SIM Sekolah Yang Efektif ?

Salah satu tugas manajerial kepala sekolah yang sangat penting di sekolah adalah mengelola SIM sekolah. Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang baik akan sangat membantu kepala sekolah dalam pengambilan keputusan baik dalam lingkup perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan  suatu kegiatan. 

Agar kepala sekolah dapat mengelola SIM yang efektif disekolah maka perlu dipahami hal-hal berikut: 

A. Memahami Konsep SIM Sekolah 

Sistem informasi manajemen sekolah adalah jaringan prosedur pengelolaan data di sekolah dengan tahapan kerja dimulai:   

1. Pengumpulan data, 

2. Pengolahan data, 

3. Penyimpanan data, 

4. Pengambilan data dan 

5. Penyebaran informasi dengan menggunakan berbagai peralatan yang tepat. 

Sistem adalah   suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang teroganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. 

Baca juga: Implementasi Manajemen Resiko di Sekolah 

Informasi dapat mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi dan lain sebagainya. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi sehingga informasi ini sangat penting dalam suatu organisasi. 

Sedangkan manajemen dapat diartikan mengatur/mengelola  sesuatu atau menempatkan sesuatu pada posisi atau tempat yang tepat/sesuai.

Maka secara sederhana dapat diartika bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah kegiatan kepala sekolah dalam mengelola data, informasi sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan  dalam suatu organisasi. 

Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna jadi penerimanya. Nilai informasi berhubungan dengan keputusan. Bila tidak ada pilihan atau keputusan, maka informasi menjadi tidak diperlukan.

Tujuan pengelolaan SIM untuk  memberikan data kepada sekolah  setiap waktu diperlukan dengan cepat dan tepat, yang digunakan sebagai dasar  pengambilan  keputusan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. 

B. Memahami Manfaat Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS)

Sistem informasi manajemen memiliki banyak manfaat baik bagi pihak manajemen maupun untuk organisasi sekolah secara keseluruhan. Adapun manfaat Sistem Informasi Manajemen Sekolah adalah:

1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas data secara akurat dan realtime.

2. Memudahkan pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada  semua departemen yang memiliki hubungan atau koordinasi.

3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinasi dan sistematis.

4. Meningkatkan produktivitas dan penghematan biaya dalam organisasi

C. Memahami Jenis-jenis Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS)

1. Sistem informasi profil sekolah (Portal Sekolah)

Sistem informasi ini merupakan basis data induk sekolah yang berisikan data sekolah yang fungsinya untuk menyediakan informasi-informasi sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan untuk mengambil kebijakan-kebijakan strategis mengenai perkembangan pendidikan di sekolah.

2. Sistem informasi personalia (SDM)

Selain terintegrasi dengan pengelolaan data guru/tenaga kependidikan dalam Dapodik, cakupan cakupan sistem informasi personalia (SDM) meliputi menangani perekrutan pegawai honorer, penerimaan guru bantu/guru tetap, mutasi pegawai, tunjangan, profil (kepangkatan, riwayat hidup, riwayat pekerjaan, angka kredit, dan penilaian kinerja, dan evaluasi kompetensi guru.

Baca juga: 58 Dokumen Akreditasi Sekolah Yang Harus Diupload ke Sispena

3. Sistem informasi siswa

Sistem informasi siswa  merupakan pusat pengelolaan informasi yang berhubungan dengan

manajemen siswa dengan data induk kesiswaan berisi data PPDB, biodata siswa,  pengelolaan kenaikan kelas siswa (manual maupun otomatis), Pengelolaan Kelulusan/Alumni, Pencetakan Kartu Siswa, dan Pengelolaan Kedisiplinan Siswa.

4. Sistem informasi sarana dan prasarana sekolah

Sistem ini dirancang untuk memudahkan pihak manajemen sekolah, khususnya bagian Sarana & Prasarana sekolah dalam menginventarisasi sarana-prasarana sekolah, kartu stok, dan laporan maintenance peralatan & perlengkapan sekolah. 

Dengan fasilitas pencatatan transaksi pembelanjaan sarana-prasarana juga memungkinkan pihak manajemen sekolah dengan mudah melaporkan secara periodik mengenai besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pengadaan maupun perawatan semua inventaris sekolah untuk menganalisa kebutuhan operasional sekolah terkait dengan sarana-sarana dan maintenance prasarana sekolah yang dihabiskan selama satu tahun pelajaran. 

Sistem informasi sarpras ini dapat berisi mengenai Manajemen Aset sekolah mulai dari penomoran aset, lokasi aset, penggunaan aset dan jumlah aset

5. Sistem informasi akademik

Sistem ini merupakan basis utama dalam keseluruhan proses manajemen pendidikan di sekolah. Terdapat beberapa perspektif yang ada dalam ruang lingkup akademik ini, yaitu: kurikulum, guru, layanan bimbingan konseling, dan siswa.

Sistem ini dapat berisi tentang pengelolaan kurikulum, penjadwalan satuan pengajaran, pengelolaan nilai akademik Siswa dan laporan hasil studi siswa, dan presensi siswa dalam kegiatan pembelajaran.

6. Sistem informasi keuangan

Sistem ini memfokuskan pada pengelolaan keuangan sekolah yang mencakup perencanaan RKAS, pencatatan transaksi-transaksi penerimaan dan pengeluaran sekolah, serta sistem pembukuan (akuntansi) terpadu untuk mempermudah pelaporan pertanggungjawaban keuangan sekolah. 

System ini dapat berisi data pembayaran biaya pendidikan siswa, seperti sumbangan komite, uang pembangunan, dan biaya-biaya lain. Data pembayaran tersebut akan ditampilkan dalam format laporan yang akan memudahkan pihak sekolah dalam melakukan pemeriksaan dan evaluasi, seperti : 

Laporan siswa yang belum melakukan pembayaran, Laporan siswa yang sudah melakukan pembayaran, Laporan-laporan yang berkenaan dengan honor guru/karyawan.

8. Sistem Informasi Perpustakaan Digital

Sistem ini dapat berisi Pengelolaan buku, Pengelolaan anggota, Transaksi peminjaman dan pengembalian buku, dan Manajemen Arsip Digital 

10. Sistem e-Learning

Sistem ini dapat berisi layanan proses pendidikan menggunakan sistem online maupun intranet bagi siswa dan guru berupa modul sekolah, tanya-jawab, kuis online, maupun tugas-tugas dapat menggunakan rumah belajar, moodle, google classroom, Edmodo, dan lain-lain.

D. Memahami Tahapan Penggunaan SIM yang Efektif di Sekolah

Sistem informasi manajemen juga memiliki tahapan-tahapan tertentu, adapun tahapan tahapan tersebut diantaranya:

1.  Bagian pengumpulan data

Bagian pengumpulan data bertugas mengumpulkan data, baik bersifat bersifat internal maupun eksternal. Data internal merupakan data yang berasal dari dalam organisasi sedangkan data eksternal adalah data yang berasal dari luar organisasi namun masih terdapat hubungan diantara keduanya.

2. Bagian proses data

Bagian proses data bertugas memproses data dengan mengikuti serangkaian langkah atau pola tertentu sehingga data dapat diubah kedalam bentuk suatu informasi yang lebih berguna pada pemrosesan data bisa dilakukan dengan cara manual maupun dengan cara bantuan mesin sebagai alat pembantu penyelesaian pekerjaan. 

Bagian pemrosesan data ditangani oleh tenaga manusia yang memiliki ahli dan bertugas membentuk data sehingga menjadi informasi yang sesuai dengan kebutuhan level-level manajemen. 

Karena kebutuhan setiap manajer dalam hal ini kepala sekolah atau wakil kepala sekolah berbeda, maka kebutuhan data pada tiaptiap manajer akan berbeda pula. Untuk itu tenaga manusia dituntut mampu bekerja dengan baik.

3. Bagian pemrograman data

Bagian pemograman bertugas menyusun program untuk perangkat komputer. Karena komputer memiliki bahasa sendiri sehingga tugas programmer adalah membahasakan data-data yang telah dihimpun sesuai dengan bahasa komputer.

4. Bagian penyimpan data

Bagian penyimpan data bertugas menyimpan data. Penyimpanan data sangat diperlukan, karena tujuan utamanya adalah demi keamanan data. Apabila level-level manajemen pendidikan membutuhkan data baik data berupa bahan mentah maupun data yang telah diolah, maka data dapat diambil dan digunakan sesuai dengan kebutuhan manajer.

E. Membentuk Pengelola SIMS

Agar tahapan tahapan di atas dapat terlaksana dengan baik maka kepala sekolah perlu membentuk tim pengelola SIMS dengan mengeluarkan surat keputusan lengkap dengan rincian/pembagian tugas dengan mempersiapkan sarana dan prasarana yang perlukan, 

F. Melakukan Pengawasan Terhadap Kegiatan Pengelolaan SIMS

Kepala sekolah harus secara periodik melakukan pengawasan terhadap pengelolaan yang berkaitan dengan data, informasi penggunaan saranadan prasarana SIMS dan kinerja pengelola SIMS. 

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan SIMS yang efektif adalah pemahaman tentang konsep, manfaat, tahapan, membentuk tim dan melakukan pengawasan terhadap pengelolaan SIMS. Karena apabila kepala sekolah  mampu menguasai tahapan-tahapan tersebut maka akan semakin mudah memperoleh informasi atau data sehingga akan melancarkan pengambilan keputusan.


Penerapan Model Pembelajaran Think, Pair And Share (TPS)

 A. Pengertian 

Think Pair and Share merupakan model pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan penting yaitu Think = berfikir , Pair = berpasangan dan Share = berbagi. Model pembelajaran ini termasuk kedalam model pembelajaran cooperative learning  yang dikembangkan oleh frank lyman 1985 dan STAD ( Slavin 1995). 

Pada model think, pair and share siswa berpikir tentang permasalah yang diberikan kemudian berpasangan untuk mengutarakan pemikiran masing-masing dan  diadakan sharing melalui pleno kelomnpok kecil. 

Penerapan model ini dapat memotivasi siswa karena mereka  diajak untuk mencoba terlebih dahulu memikirkan tentang permasalah yang diberikan kemudian membicarakannya dengan berpasangan. 

TPS memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain. Misalkan seorang guru baru saja menyelesaikan suatu penyajian singkat, atau siswa telah membaca suatu tugas dan guru menginginkan siswa memikirkan lebih mendalam tentang apa yang telah dijelaskan atau dialami. 

B. Fase atau Sintaks Model Pembelajaran TPS

Ada tiga fase penting dalam penerapan model pembelajaran TPS yaitu: 

Fase I : Thinking ( berpikir ) 

Guru mengajukan pertanyaan atau soal yang berhubungan dengan pelajaran. Selanjutnya siswa diminta untuk memikirkan jawaban pertanyaan atau soal tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.

Fase II : Pairing ( berpasangan )

Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkan pada tahap pertama. Interaksi pada tahap ini diharapkan dapat berbagi jawaban atau berbagi ide. Biasanya guru memberi waktu 4-5 menit untuk berpasangan.

Fase III : Sharing ( berbagi ). 

Pada tahap akhir ini, guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan kelompoknya tentang apa yang telah mereka bicarakan. Salah satu ciri pembelajaran kooperatif adalah kemampuan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil yang heterogen. 

Masing-masing anggota dalam kelompok memiliki tugas yang setara. Karena pada pembelajaran kooperatif keberhasilan kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai ikut bertanggung jawab membantu temannya yang lemah dalam kelompoknya. 

Dengan demikian, siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya, sedangkan siswa yang lemah terbantu dalam memahami permasalahan yang diselesaikan dalam kelompok tersebut.

C. Contoh Penerapan Model Pembelajaran TPS 

Dengan mengadopsi model pembelajaran TPS dalam pembelajaran , maka seorang guru mata pelajaran  dapat menerapkan  tahapan pembelajaran sebagai berikut.

1. Guru menentukan suatu pokok bahasan yang akan disajikan kepada siswanya dengan mengadopsi model pembelajaran TPS.

2. Guru menjelaskan kepada seluruh siswa tentang akan diterapkannya model pembelajaran TPS, sebagai suatu variasi model pembelajaran.

Baca juga: Model Pembelajaran PBL

3. Guru menyiapkan materi bahan ajar yang harus dikerjakan kelompok. 4. Guru membentuk kelompok-kelompok kecil dengan anggota 4-5 siswa. Kelompok dibuat heterogen tingkat kepandaiannya dengan mempertimbangkan keharmonisan kerja kelompok .

5. Guru menjelaskan materi baru secara singkat, kemudian memberikan soal latihan dalam bentuk Lembar Kerja Siswa.

6. Siswa diminta untuk mengerjakan soal secara mandiri untuk beberapa saat.

7. Siswa mendiskusikan hasil pemikirannya sendiri dengan pasangannya, sehingga didapatkan jawaban soal yang merupakan hasil diskusi dalam pasangan yang nantinya akan digunakan sebagai bahan berbagi/sharing dengan kelompoknya.

8. Guru memberi kesempatan kepada kelompok untuk melaporkan hasil diskusinya di depan kelas, diikuti dengan kelompok lain yang memperoleh hasil yang berbeda sehingga terjadi proses berbagi/sharing pada diskusi kelas.

Baca juga: 6 Langkah Model Pembelajaran  Discovery Learning

9. Guru memberikan kesimpulan akhir dari diskusi kelas.

10. Menjelang akhir waktu, guru memberikan latihan pendalaman secara  klasikal dengan menekankan strategi pemecahan masalah.

11. Guru merefleksi hasil kegiatan belajar bersama siswa.

12. Guru dapat memberikan tes formatif, sesuai dengan Indikator/kompetensi yang ditentukan

Demikian uraian tentang penerapan model pembelajaran TPS (Think, Pair and Share) dan guru diharapkan dapat mencoba sehingga mutu pembelajaran semakin baik dan guru berhasil.  


58 Dokumen Akreditasi Yang Harus Diupload Sekolah Ke Sispena

Apakah sekolah Saudara termasuk sekolah yang diakreditasi tahun ini? jika ya, maka sekolah Saudara harus melengkapi dokumen di bawah ini sebaik-baiknya kemudian diupload di Sispena. Dokumen ini sudah harus lengkap terisi di sispena sebelum BANS/M menugaskan asessor untuk melakukan visitasi melalui kujungan langsung atau dengan daring. 

Adapun dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 

1. Tata tertib dan penegakannya yang mencakup hak, kewajiban, penghargaan, dan sanksi (antara lain sistem poin)

2. Jadwal kegiatan keagamaan

3. Bukti dan/atau laporan kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan

3. Bukti dan/atau laporan kegiatan OSIS dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan

4. Bukti dan/atau laporan kegiatan dengan pihak luar dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan

5. Laporan prestasi siswa

6. Bukti keikutsertaan dalam kegiatan lomba yang terkait dengan minat dan bakat

7. Data nilai ujian sekolah/madrasah dalam 3 (tiga) tahun terakhir.

8. Laporan hasil tracer study tentang kepuasan pemangku kepentingan.

9. Pembelajaran Pembelajaran (RPP):Jenjang SD: tematik tahun berjalan (diwakili oleh kelas 1, 4 dan 

10. Jenjang SMK dan SMA: tahun berjalan mapel Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS (diwakili oleh 3 tingkat)

11. Kisi-kisi soal dan instrumen penilaian (formatif dan sumatif) (SD: 4, 5, 6. SMP & SMA mapel sama dengan RPP)


12. Analisis Pencapaian Kompetensi (tahun berjalan, sampel dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan PPKn) (sampel SD kelas 1, 4, 6. SMP dan SMA semua tingkat)

13. Jadwal remidial dan pengayaan

14. Dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) (1 tahun)

15. Dokumen Rencana  Kerja Sekolah (RKS) 4 tahun

16. Daftar penggunaan  sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar

17. Laporan evaluasi dan refleksi diri (sampel laporan evaluasi diri dari 3 orang guru dengan mapel berbeda)

18. Laporan umpan balik dari siswa (3 orang guru dengan mapel berbeda)

19. Laporan umpan balik dari teman sejawat (3 orang guru dengan mapel berbeda)

20. Daftar hadir/foto/bahan paparan kegiatan diseminasi hasil evaluasi dan refleksi

21. Laporan kegiatan pengembangan profesi guru: undangan, surat tugas, daftar hadir, materi paparan, foto kegiatan, laporan kegiatan. 

22. Dokumen kegiatan diseminasi  hasil pengembangan profesi guru: makalah, video, buku, karya ilmiah, jurnal, paparan (PPT), artikel, panduan.

23. Daftar hadir rapat pengembangan visi misi

24. Foto, leaflet, pamflet, brosur, video kegiatan sosialisasi visi misi (daftar hadir, jika ada)

25. Laporan kegiatan yang merupakan implementasi visi misi

25. Dokumen hasil evaluasi tahunan pencapaian visi, misi, tujuan, dan rencana sekolah.

26. Dokumen rekomendasi dari hasil evaluasi (notulen rapat)

27. Dokumen visi misi versi sebelumnya dan versi setelah perbaikan berdasarkan rekomendasi

28. Jadwal supervisi kepala sekolah/wakil kepala sekolah (3 tahun terakhir)

29. Dokumen hasil observasi kepala sekolah terhadap guru di kelas 3 (tiga) tahun terakhir: lembar observasi atau catatan lain (kualitatif) (diwakili guru kelas 2, 3, dan 5 SD) (SMP dan SMA mapel IPA [salah satu], IPS [salah satu], matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia, PKn)

30. Daftar hadir rapat RKS/RKAS dan notulen

31. Laporan kegiatan pelaksanaan program yang melibatkan warga sekolah dan pemangku kepentingan, bisa berupa: video dan/atau foto.

32. Laporan kegiatan pelaksanaan program kreatif dan inovatif berupa: video dan/atau foto hasil karya guru/siswa, karya ilmiah

33. Dokumen kerja sama sekolah/madrasah dengan orang tua siswa dengan masyarakat sekitar (notulen rapat, daftar hadir rapat, foto, atau video)

34. Dokumen pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah/madrasah, misalnya dokumen pembagian tugas di bidang kebersihan, jadwal kebersihan, dan dokumentasi kegiatan

35. Notulen raker/pertemuan penyusunan kurikulum sekolah/madrasah, daftar hadir .

36. Dokumen raker/rapat evaluasi kurikulum yang berisi rekomendasi perbaikan hasil evaluasi

37. Rekap nilai tahun kedua untuk SMP dan SMA, tahun kelima untuk SD (diwakili oleh mapel yang mengalami peningkatan, 4 tahun terakhir)

38. Panduan atau SOP pelaksanaan tugas guru/tenaga kependidikan

39. Jadwal mengajar guru, penugasan lain yang dibebankan kepada guru dan pembagian tugas tenaga kependidikan

40. Dokumen penilaian kinerja guru berupa format penilaian kinerja

41. Hasil penilaian kinerja guru

42. Dokumen penilaian kinerja tenaga kependidikan berupa format penilaian kinerja

43. Hasil penilaian kinerja tenaga kependidikan

44. Bukti penghargaan/ sanksi, seperti: piagam, sertifikat, foto, video, surat peringatan, SK, surat teguran, buku/catatan pelanggaran, 

45. Panduan/SOP pengelolaan sarana dan prasarana (data inventaris sarana dan prasarana, mulai dari perencanaan sampai penghapusan)

46. Dokumen rapat penyusunan RAPBS, berupa: daftar hadir, notulen rapat

47. RAPBS

48. Laporan keuangan 1 tahun terakhir

49. Hasil catatan audit internal atau eksternal 3 tahun terakhir

50. Dokumen program/kegiatan ekstrakurikuler, berupa: foto dan/atau video, laporan kegiatan, jadwal kegiatan.

51. Surat tugas pembina dan tim lomba/kompetisi siswa, undangan keikutsertaan, foto, sertifikat keikutsertaan

52. Sertifikat prestasi, foto piagam/piala/medali

53. Program layanan BK dalam bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir

54. Dokumen laporan layanan BK bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir

55. Dokumen RKA-S/M tahun sebelumnyaDokumen RKA-S/M tahun sebelumnya

56. Dokumen evaluasi diri sekolah/madrasah tahun sebelumnya

57. Laporan hasil karya dan prestasi terkait keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan maupun tertulis dalam bentuk: video/medsos siswa

Untuk dapat melengkapi dokumen di atas, maka  sekolah perlu membentuk tim persiapan akreditasi lengkap dengan rincian tugasnya, selanjutnya tim akan bekerja untuk mengidentifikasi, mengumpulkan dan menyusun dokumen yang belum lengkap kemudian di upload di Sispena yang waktunya akan ditentukan oleh BANS/M. Itulah dafar dokumen yang sangat penting dipersiapkan sehingga sekolah dapat sukses dalam proses akreditasi. Semoga bermanfaat. 


Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 3

Pendaftaran seleksi Pendidikan Guru Penggerak (PGP) dibuka mulai 18 Januari 2021 sampai 15 Maret 2021 untuk 56 Kabupaten /Kota dari 25 Provinsi yang tersebar di enam pulau besar di Indonesia. Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak dapat diikuti oleh  guru jenjang TK, SD, SMP dan SMA . 

Selain itu  Calon Pengajar Praktik Angkatan ke tiga dapat diikuti  dari unsur  guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan praktisi pendidikan  melalui seleksi  terbuka mulai  18 Januari 2021 sampai 15 Maret 2021.  

Adapun jadwal lengkapnya dapat dilihat pada  berikut:

Angkatan

Jml Calon PGP

Jml Daerah

Pengajar / Fasilitator

Calon PGP

Tgl. Mulai Pendidikan

3

2800

56

15 Januari 2021

15 Januari 2021

12 Agustus 2021

4

8000

160

1 Maret 2021

8 Mei 2021

25 Oktober 2021

5

8000

160

8 Oktober 2021

8 Oktober 2021

8 Aptil 2022

6

8050

161

15 Januari 2022

15 Januari 2022

12 Agustus 2022

 A. Jawa

  1. Kaeawang
  2. Kab. Bantu
  3. Kab. Saleman
  4. Kab. Suka Bumi
  5. Kab. Klaten
  6. Kab. Jember
  7. Kab. Banyuwangi
  8. Kab. Subang
  9. Kab. Kab. Tangerang
  10. Kab. Kuningan
B. Kalimantan:
  1. Kota Banjar Baru
  2. Kab, Barito Selatan
  3. Kota Bontang
  4. Kab. Tana Kidung
  5. Kab. Hulu Sungai Selatan
  6. Kab. Hulu Sungai Utara
  7. Kab. Barito Kuala
  8. Kab. Ketapang
  9. Kab. Barito Utara

C. Sumatera 

  1. Kab. Batu Bara
  2. Kab. Labuhan Batu
  3. Kab. Kuantan Singingi
  4. Kab. Lampung Selatan
  5. Kab. Kampar
  6. Kab. Lampung Utara
  7. Kab. Tapanuli Utara
  8. Kab. Muara Enim
  9. Kab. Ogan Ilir
  10. Kab. Bireun
  11. Bali Dan Nusa Tenggara 
  12. Kab. Mataram
  13. Kab. Jembrana
  14. Kab. Manggarai
  15. Kab. Kupang
  16. Kab. Ngada
  17. Kab. Klungkung
  18. Kab. Bangli
  19. Kab. Nakegeo
  20. Kab. Bima

Baca juga: Penilaian Pada Kondisi Khusus Di SMA

D. Sulawesi

  1. Kab. Pangkajene Kepulauan
  2. Kab. Kepulauan Selayar
  3. Kab. Tomohon 
  4. Kota Menado
  5. Kab. Poso
  6. Kab. Sidenreng Rappang
  7. Kab. Majene
  8. Kab. Mamuju
  9. Kab. Buol

E. Papua dan Maluku

  1. Kab. Halmahera Timur
  2. Kab. Halmahera Barat 
  3. Kab. Raja Ampat
  4. Kab. Halmahera Selatan 
  5. Kab. Merauke
  6. Kab. Pulau Taliabu
  7. Kab. Jaya Pura 
  8. Kab. Sorong Selatan 

Jadwal pendaftaran sampai hasil final guru penggerak dan Pengajar paraktik  angkatan 3 tahun 2021 adalah sebagai berikut: 

 A.      Jadwal Pendaftaran sampai Pengumuman Hasil Calon Pengajar Praktik  Angkatan 3

15 Januari – 15 maret 15 15 Januari – 15 Maret 2021

Seleksi Tahap I

  • Pengisian Biodata
  • Esai
  • Unggah Dokumen

19 – 26 Maret 2021

Verifikasi dan Validasi data pendaftaran

30 maret -16 April 2021

Penilaian Tahap Seleksi I

27 April – 21 Mei 2021

Pengumuman hasil tahap 1 dan penjadwalan seleksi tahap 2

24 Mei – 11 Juni 2021

Seleksi Tahap II: Survey Kebhinekaan, SM dan WW

18 – 23 Juni 2021

Pengumuman hasil seleksi tahap 2 dan penjadwalan pembekalan

28 Juni – 6 Agustus 2021

Pembekalan pengajar praktik

13 Agustus 2021

Pengumuman  calon pengajar praktik

 B.      Jadwal Pendaftaran sampai Pengumuman Hasil Calon Guru Penggerak  Angkatan 3

15 Januari – 15 Maret 2021

Seleksi Tahap I

  • Pengisian Biodata
  • Esai
  • Unggah Dokumen

5 – 20 Maret 2021

Verivikasi dan Validasi data pendaftaran

8 maret -12 April 2021

Seleksi tahap 1: Tes Skolastik

13 April – 20 April 2021

Penilaian dan Pleno Tahap 1

27 April  – 7 Mei 2021

Pengumuman seleksi tahap I dan Seleksi Tahap II

31 Mei – 10 Juli 2021

Seleksi Tahap II dan Simulasi Mengajar

13 Agustus 2021

Pengumuman Kelulusan Calon Guru Penggerak

23 Agustus 2021

Pendidikan guru penggerak

 C.      Jadwal Pendaftaran sampai Pengumuman Hasil Calon Fasilitator   Angkatan 2

17-29 Januari 2021

Pendaftaran Calon Fasilitator melalui link.

Sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak

5- 9 Februari 2021

Seleksi administrasi

12 Februari 2021

Pengumuman hasil tahap I

16-19 Februari 2021

Simulasi Mengajar

22 – 25 Februari 2021

Wawan cara dan esei

01 Maret 2021

Pengumuman Hasil Tahap 2

8-9 Maret 2021

Pembekalan fasilitator PGP

23 Maret 2021

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap III (Penetapan Fasilitator)

 Bagi bapak/ ibu yang belum sempat  ikut pada angkatan 3 guru pengerak dan pengajar praktik serta fasilitator angkatan 2 masih punya kesempatan untuk mengikuti angkatan selanjutnya.

 Surat Dirjen tentang Rekrutmen Pendidikan Guru Penggerak dan Calon Pengajar Praktik dapat di UNDUH DISINI