METODE PEMBELAJARAN MONTESSORI

Dr. Maria Montessori lahir 31 Agustus 1870 di Italia adalah seorang pendidik, ilmuwan, dan dokter  yang mengembangkan sebuah metode pendidikan anak-anak dengan cara memberi kebebasan kreatif bagi mereka untuk melakukan kegiatan dan mengatur acara harian.

Montessori  mengamati karakteristik universal yang ditemuai  pada anak-anak, tidak peduli apakah anak berasal dari keluarga miskin atau kaya ,  lingkungan mana mereka lahir, agamanya apa atau bagaimana mereka dibesarkan.

Menurut amatannya, semua anak memiliki pikiran yang mudah menyerap informasi, semua anak ingin belajar, semua anak belajar melalui bermain atau melakukan sesuatu, semua anak melewati beberapa tahap perkembangan, dan semua anak ingin menjadi mandiri.

Motode pembelajaran yang dikembangkan tersebut dikenal dengan Metode Montessori dan terbukti sukses diterapkan diberbagai Negara yang berbeda-beda kulturnya. Adapun  sistem pendidikan yang dikembangkan berfokus membantu setiap anak untuk meraih potensinya di semua bidang kehidupan.

Montessori berpendapat bahwa tujuan pendidikan dalam usia dini haruslah dilakukan untuk memupuk keingintahuan anak-anak, kecintaan mereka dalam ilmu pengetahuan serta memiliki keinginan yang kuat untuk senantiasa terus belajar.

Informasi dari  situs Omni Montessori bahwa  metode Montessori/sekolah Montessori diperkirakan telah diterapkan  di 5.000 sekolah di Amerika Serikat, dan lebih  20.000 sekolah dari  110 Negara di dunia.

A. Prinsip dasar metode Montessori 

Metode Montessori memiliki beberapa prinsip dan prinsip ini perlu dan sangat relevan diterapkan saat ini dalam mengembangkan gerakan literasi dan penanaman karakter.

  • Pendekatan individual dalam belajar dan mengurangi pendekatan klasikal 
  • Perpaduan  pendidikan akademik (pengetahuan)  dan kemampuan  sosial
  • Memupuk rasa keingintahuan anak, dan mereka didorong untuk berani melakukan eksplorasi.
  • Konsep abstrak dipresentasikan secara nyata yang dapat dirasakan peserta didik dalam dunia keseharian mereka.
  • Ketrampilan dan rutinitas yang diajarkan di sekolah akan diterapkan anak dalam kehidupannya sehari-hari hingga dewasa

Prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam membelajarkan 5 bidang utama, yaitu: 1) kemampuan berbahasa, berhitung (matematika), budaya, sensorik dan kehidupan sehari-hari. Penerapan metode Montessori di sekolah-sekolah dalam membelajarkan 5 bidang tersebut dapat dilaksanakan sebagai berikut:

1. Kemampuan berbahasa
Peserta didik PAUD/TK dilatih untuk berkomunikasi di hadapan orang banyak, misalnya  meminta anak-anak bercerita atau mempresentasikan tema tertentu setiap minggu di kelas.
Selain itu, anak-anak dapat diperkenalkan dengan huruf melalui permainan.

Mereka tidak akan merasa sedang belajar, tetapi mereka akan mengingat semuanya karena bermain.
Kemampuan setiap anak berbeda, sehingga guru tidak memaksa setiap anak melakukan hal yang sama di saat yang sama.

2. Berhitung (Matematika)
Berhitung yang dilakukan untuk anak PAUD/TK belum seperti di SD belajar perkalian atau rumus-rumus. Namun yang dilakukan adalah mengenal aneka bentuk , ukuran yang lebih besar/kecil suatu benda dan mengurutkannya, mengenal angka, nama  dan sebagainya yang dikemas melaui permainan puzzle, blok , plastisin dan lain-lain.

3. Budaya
Anak-anak diajarkan untuk mengantri, sikap sopan santun, tata krama dan kebaikan. Mereka diajarkan cara mencuci tangan yang baik dan dilakukan rutin sebelum makan.

Kegiatan bermain di halaman sekolah juga dimanfaatkan untuk mengajar anak untuk bersikap sportif saat kalah dalam perlombaan dan juga membuat anak bergerak. Ketika ada dua anak bertengkar, guru mengajarkan anak untuk meminta maaf dan memaafkan yang satu dengan yang lain. .

4. Sensorik
Dalam penerapan  Montessori, anak-anak diperkenalkan dengan mainan yang melatih indra sensorik, dan peserta didik diberi kebebasan untuk mengotak atiknya misalnya botol sensorik, bermain pasir, kacang-kacangan, dan sebagainya. Selain itu diajarkan aktif bergerak melalui tari-tarian, senam permainan, mengikuti irama music dan lain-lain.

5. Kehidupan sehari-hari
Anak-anak diajarkan berbagai ketrampilan yang membuatnya menjadi balita mandiri, misalnya  cara menggunakan kaos kaki, sepatu, baju, dan celana sendiri,  membuang sampah pada tempatnya dan lain-lain.  Mereka juga diajarkan cara memegang piring dan gelas, serta makan sendiri selayaknya orang dewasa.

Semua kegemaran balita dapat dijadikan proses belajar. Misalnya balita gemar sekali bermain air dengan cara menuang air dari wadah satu ke wadah lainnya. Dari kegemaran ini guru mengajarkan mereka menyiram tanaman di sekitar kelasnya dengan menekankan rasa cinta kepada tanaman, lingkungan dan alam.

B. Karakteristik Metode Montessori

1. Menekankan proses belajar eksperiental 
Pembelajaran metode Montessori  menekankan pengalaman langsung yang dipadukan dengan kehidupan nyata, anak perlu bergerak, mencoba, mengamati dan melakukan kegiatan lansung dengan obyek yang sudah disediakan dan dirancang oleh guru.

2. Peran guru membantu menyediakan alat untuk belajar
Peran guru  dalam metode Montessori lebih bertindak sebagai pemandu,  mengamati anak dan memperkenalkan bahan-bahan pelajaran, alat peraga, lingkungan  pada waktu yang tepat.

3. Penataan dan pemanfaatan lingkungan belajar 
Tempat belajar atau lingkungan belajar anak ditata atau dirancang secara khusus ,sehingga dapat  membantu anak untuk  mengeksplorasi banyak hal dan belajar secara independen, seperti memilih rak-rak rendah dan aneka alat peraga yang ditaruh di tempat yang sudah ditentukan untuk membantu anak belajar kerapian.

4. Anak dibimbing belajar dengan pendekatan individual
Dalam kelas Montessori anak didiknya tidak lah sama umurnya maupun  tingkat akademiknya. Guru akan melakukan pembimbingan dengan pendekatan individual sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak didiknya.

5. Penekanan pada  solusi masalah
Metode pembelajaran Montessori  membantu anak untuk memiliki kemampuan mengatasi konflik dan masalahnya sendiri tanpa kekerasan dan dengan cara yang kreatif, adanya  penekanan soal mengajarkan rasa saling menghargai, saling menghormati, dan mencintai, menanamkan nilai-nilai perdamaian.

Demikianlah sekilas  pembelajaran dengan Metode Montessori, dimana  metode tersebut selaras dengan tuntutan kurikulum 2013 yang sangat tepat diterapkan dalam pembelajaran anak-anak pada jenjang PAUD/TK.

Penting! 12 Persiapan Guru Di Awal Semester 2

Bagi tenaga pendidik (guru) bulan Januari 2020  merupakan awal  semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 sekaligus awal tahun anggaran (akhir semester 1).Sebagai guru profesional  ada  beberapa hal yang perlu dipersiapkan, baik yang menyangkut kelengkapan dokumen di akhir semester  satu (semester berlalu) maupun  persiapan dalam semester dua

Kelengkapan dokumen (persiapan)  tersebut perlu dibuat secara lengkap sehingga pelaksanaan tugas pembelajaran  dapat terlaksana dengan lancar dan dokumen yang berkaitan dengan  karir/naik pangkat dapat ter-administrasikan dengan baik.

Di bawah ini diuraikan beberapa 5 dokumen akhir semester 1 dan  12 persiapan  awal semester 2 yang perlu dilengkapi guru berkaitan denga tugas sebagai guru.

A. Dokumen yang perlu  dilengkapi berkaitan dengan akhir  semester 1

1. Dokumen Penilaian Prestasi Kerja (PPK)
Penilaian Prestasi Kerja dilakukan oleh kepala sekolah berdasarkan capaian SKP tahun sebelumnya tugas guru adalah mempersiapkan bukti fisik yang dibutuhkan dalam penilaian tersebut. Dalam hal ini guru harus proaktif dalam mempersiapkannya

2. Laporan Pengembangan Diri (PD)
Laporan pengembangan diri disusun per tahun anggaran, dan terdiri dari dua laporan yaitu laporan keikutsertaan dalam diklat fungsional dan laporan kegiatan kolektif yang diikuti guru. Dari laporan pengembangan diri  dapat dihitung besaran angka kredit yang nantinya dituangkan ke dalam PAK tahunan.

3. Laporan Publikasi ilmiah
Laporan publikasi ilmiah  berkaitan dengan laporan tentang apa saja publikasi ilmiah yang disusun guru pada tahun sebelumnya, misalnya laporan penelitian atau PTK , Diktat, Modul, buku, best practice , buku pedoman guru  atau jenis lain yang disusun gur sesuai dengan SKP yang disusun tahun sebelumnya.

4. Laporan Karya inovatif 
Laporan karya inovatif sama halnya dengan laporan ilmiah, apabila guru membuat karya inovatif harus dibuat laporannya di akhir tahun yang nantinya dituangkan dalam PAK Tahunan.

5. Dokumen PK guru
Dokumen yang sangat penting diarsipkan guru adalah hasil penilaian kinerja guru, karena hasil PK guru ini berkaitan dengan Penilaian Prestasi Kerja (PPK) guru dan juga menjadi salah satu bukti fisik dalam pengajuan naik pangkat.

B. Persiapan guru dalam pelaksanaan tugas semester 2 

1. Menyusun SKP di awal tahun 
Penyusunan SKP adalah tanggungjawab masing-masing guru tentang rencana,  sasaran dan target yang dilakukan dalam satu tahun. Ada empat komponen yang direncanakan yaitu, pendidikan, pelaksanaan proses pembelajaran  dan evaluasi serta tindak lanjutnya, pengembangan keprofesian berkelanjutan, unsur penunjang dan tugas tambahan .

2. Penyusunan buku pedoman guru. 
Buku pedoman guru berisi rencana yang akan  dilakukan guru dalam kurun waktu satu tahun yang berkaitan dengan rencana kegiatan dan peningkatan kompetensinya sebagai guru.

3. Analisis KI-KD
Analisis KI-KD sebenarnya disusun pada awal tahun pelajaran , tujuannya untuk melihat keterkaitan dan kesesuaian antar pasangan KD yang berasal dari KI-3 dan KD yang berasal KI-4, sekaligus memperkirakan ruang lingkup dan kedalaman materi yang harus disajikan serta model pembelajaran yang tepat dalam pembelajarannya. Guru perlu mencek kembali analisis yang sudah dilakukan pada  semester 1.

4. Mereviu  program tahunan
Program tahunan telah disusun pada tahun ajaran 2019/2020 untuk semester 1 dan 2, maka tugas selanjutnya adalah memperhatikan program tahunan tersebut  kemudian melanjutkan dengan menyusun program semester 2 .

5. Menyusun program semester 2
Program semester 2 disusun berdasarkan program tahunnan yang telah disusun sebelumnya. apabila ada kegiatan (KD yang belum dibelajarkan) semester 1 maka dimasukkan dalam program semester 2

6. Menyusun silabus semester 2
Umumnya guru telah menyusun silabus secara lengkap dalam satu tahun, jika hal ini belum dilakukan maka guru wajib menyusun silabus di semester 2

7. Menyusun RPP
Saat ini masih muncul pertanyaan RPP model apa yang digunakan? Jawaban dari pertanyaan ini adalah diserahkan sama guru bersangkutan dengan pertimbangan RPP yang disusun harus fokus terhadap aktivitas dan membuat kreatif  peserta didik. RPP yang disusun mudah diimplementasikan dan fokus terhadap pembelajaran.  Mau RPP dengan model permendikbud no. 22 tahun 2016 atau RPP dengan model SE 14 tahun 2019 diserahkan kepada guru untuk memilih. Satu hal yang perlu diperhatikan RPP yang disusun dapat menumbuhkan/memunculkan PPK, 4c dan literasi.

8. Merencanakan penilaian
Penilaian yang direncanakan adalah penilaian proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar, baik aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.  Di awal semester guru mempersiapkan instrumen/tes penilaian  dan format-format yang dibutuhkan serta tugas-tugas yang harus dikerjakan peserta didik baik tugas terstruktur maupun tugas mandiri tidak terstruktur.

9. Jurnal /Agenda guru
Jurnal atau agenda guru berisi catatan dan batasan pelaksanaan kegiatan  yang berfungsi sebagai pengingat dan bukti dalam pelaksanaan tugas.

10. Daftar nilai dan Daftar hadir peserta didik
Daftar nilai peserta didik sudah harus disiapkan di awal tahun baik penilain sikap, pengetahuan maupun  keterampilan per KD sesuai mata pelajaran masing-masing. Daftar hadir digunakan untuk mengecek kehadiran peserta didik setiap kegiatan pembelajaran.

11. Media yang digunakan dalam pembelajaran
Perencanaan media sesuai dengan karakteristik materi, berfungsi untuk mempermudah peserta didik memahami konsep abstrak ke bentuk konkret. Media yang dipersiapkan dapat berupa media audio, media visual dan media audio visual.

12. Bahan ajar / materi ajar
Bahan ajar yang dipersiapkan dapat berupa buku, diktat, LKS, job sheet, hand out, leaflet dan lain-lain.

Semoga di awal tahun ini guru dapat melakukan persiapan yang lebih baik dalam mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan. 

Contoh Laporan Kegiatan Diklat dan Kolektif Guru

Sejak terbitnya buku 4 dan buku 5 tahun 2019 maka laporan pengembangan diri mengalami perubahan. Perubahan tersebut  terletak:
  1. Laporan kegiatan diklat fungsional dipisahkan dari laporan kegiatan kolektif guru yang sebelumnya digabung.
  2. Susunan bukti fisik, seperti surat tugas dan surat keterangan /sertifikat diletakkan di bagian awal, yang sebelumnya dilampirkan
  3. Surat keterangan mengikuti kegiatan kolektif guru di KKG/MGMP cukup satu surat yang menyatakan kegiatan guru selama satu tahun terhitung bulan Januari sampai Desember tahun berjalan.
  4. Template yang digunakan hampir sama, perbedaannya hanya pada bagian awal dan sedikit pada bagian akhir
Catatan: Format laporan tersebut sebenarnya boleh saja berbeda-beda yang terpenting adalah substansi yang harus dilaporkan guru yang berkaitan pengembangan diri yang diikuti selama satu tahun dapat dipertanggungjawabkan dengan bukti-bukti yang akurat.

Di bagian bawah tulisan ini diberikan cntoh laporan pengembangan diri kegiatan diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru silahkan di download dan modifikasi.



Model Laporan Pengembangan Diri Terbaru (Mulai 2019)

Kegiatan pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri guru agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi maupun  seni.

Jenis pengembangan diri guru ada dua yaitu diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru. Setiap tahun  kedua kegiatan tersebut wajib dibuat guru laporannya agar dapat dihitung angka kreditnya.

Dengan  diterbitkannya buku 4 tentang  Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Angka Kreditnya  tahun 2019 maka laporan diklat fungsional   dipisahkan dengan laporan kegiatan kolektif guru ( dibuat masing-masing laporannya).

Laporan masing-masing kegiatan tersebut dijelaskan seperti berikut:

A.  Laporan Diklat Fungsional 

Diklat fungsional adalah upaya peningkatan kompetensi guru dan/atau pemantapan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan yang sesuai dengan profesi guru yang bermanfaat dalam pelaksanaan tugas guru melalui lembaga yang memiliki izin penyelenggaraan dari instansi yang berwenang seperti PPPPTK, LPMP, LPPKS,Badan Diklat Daerah, lembaga Diklat yang diselenggarakan oleh masyarakat, termasuk Perguruan Tinggi yang mendapat izin operasional dari pemerintah atau pemerintah daerah.

Durasi jam pelajaran diklat yang dapat dihitung angka kreditnya  minimal 30 jam. Adapun model laporannya sebagai berikut:

1. Bagian Awal 

a. Cover


b. Lembaran Keterangan Kegiatan Diklat yang berisi:

Judul diklat yang diikuti
:
Tulis judul diklat
Waktu pelaksanaan diklat
:
Tulis kapan dilaksanakan
Tempat penyelenggaraan diklat
:
Tulis  tempat penyelenggaraan
Tujuan penyelenggaraan diklat 
:
Tulis tujuan diklat
Lama pelaksanaan diklat
:
Tulis lama pelaksanaan
Surat penugasan
:
Tulis no. surat penugasan
Penyelenggara
:
Tulis lembaga penyelenggara

c. Lembar Surat tugas/  persetujuan dari kepala sekolah

d. Lembar Foto copy sertifikat atau keterangan dari panitia

2.  Bagian Isi:
Pada bagian isi ini , guru menjelaskan komponen di bawah ini dengan singkat  yakni.
  • Tujuan dan alasan mengikuti diklat/pengembangan diri yang dilakukan guru.
  • Deskripsi materi yang diberikan dalam diklat/pengem-bangan diri serta uraian kesesuaian dengan peningkatan keprofesian guru yang bersangkutan.
  • Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta diklat/pengembangan diri berdasarkan hasil dari mengikuti diklat tersebut.
  • Dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu. KBM dan peserta didikya.
  • Penutup
3. Bagian Akhir
Pada bagian akhir berisi lampiran, berupa matrik ringkasan pelaksanaan diklat yang disajikan sebagaimana tabel berikut:

Nama kegiatan
Tempat/jam
Kompetensi
Nama fasilitator
Materi Diklat
Penyelenggara
Dampak















B. Laporan Kegiatan Kolektif Guru

Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan.

Mengikuti kegiatan ilmiah di KKG/MGMP atau organisasai profesi guru. seminar, lokakarya, koloqium, diskusi panel, in house training (<30 jam) atau bentuk pertemuan ilmiah lainnya Tidak termasuk seminar laporan hasil penelitian yang dilakukan guru tersebut.

Mengikuti kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru terkait dengan pengembangan keprofesiannya. Adapun model laporannya adalah sebagi berikut:

1. Bagian Awal:

a. Cover

b. Lembaran Keterangan Kegiatan Diklat yang berisi:

Materi kegiatan
:
Tulis maeri kegiatan
Waktu pelaksanaan kegiatan
:
Tulis kapan dilaksanakan
Tempat penyelenggaraan diklat
:
Tulis  tempat penyelenggaraan
Tujuan penyelenggaraan diklat 
:
Tulis tujuan kegiatan
Lama pelaksanaan  kegiatan
:
Tulis lama pelaksanaan
Surat penugasan
:
Tulis no. surat penugasan
Penyelenggara
:
Tulis lembaga penyelenggara

c. Lembar Surat tugas/  persetujuan dari kepala sekolah 

d. Lembar Foto copy sertifikat atau keterangan dari yang ditandatangani ketua MGMP/KKG

Catatan : Sertifikat /surat keterangan diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan tahun ajaran di akhir pelaksanaan pertemuan kegiatan rutin kelompok/ musyawarah kerja guru

2. Bagian Isi:
  •  Tujuan dan alasan mengikuti kegiatan yang dilakukan guru;
  •  Penjelasan isi kegiatan (penjelasan ringkas materi yang dibahas);
  • Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta kegiatan tersebut;
  • Dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu KBM dan peserta didik;
  • Penutup.
3. Bagian Akhir

Bagian akhir berisi lampiran, yang terdiri dari:
  • Makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan;
  • Matriks ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disajikan sebagaimana tabel berikut. sebagaimana tabel berikut
Nama kegiatan
Tgl /waktu pelaksanaan 
Instusi penyelenggara
Tempat kegiatan
Waktu kegiatan
Nama fasilitator
Dampak








Laporan pengembangan diri (diklat fungsional  dan kegiatan  kolektif) dibuat masing-masing guru setiap tahun anggaran  sebagai realisasi sasara kerja pegawai(SKP) yang telah disusun setiap awal tahun. Dengan kelengkapan laporan PD ini , maka akan memudahkan guru untuk naik pangkat.

Bahan  Bacaan:
Buku 4 Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru Tahun 2019
Buku 5 Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru Tahun 2019

Memahami Surat Dinas dan Bagian-bagiannya

A. Pengertian Surat Dinas 

Menurut Sabaruddin Ahmad 91980:23) bahwa surat dinas adalah surat yang diterbitkan oleh kantor-kantor/jawatan pemerintah; surat perniagaan, yakni surat yang diterbitkan badan-badan perniagaan /perindustrian.

Ciri kedinasan sebuah surat tidak semata-mata ditentukan isinya, tetapi juga bentuk surat dengan segala formalitasnya, misalnya kop surat, bagian surat, nomor surat, bahasa surat, dan cap dinas turut mendukung kedinasan sebuah surat.

B. Macam-macam Surat Dinas 

1. Surat undangan
2. Surat pengantar
3. Surat pemberitahuan
4. Surat permohonan bantuan
5. Surat keterangan
6. Surat tugas
7. Surat edaran
8. Surat pernyataan
9. Surat pengumuman
10. Surat peringatan
11. Surat ucapan terimakasih
12. Surat permohonan izin
13. Surat pemberian izin
14. Surat perintah kerja
15. Surat perjanjian kerja
16. Surat keputusan
17. Surat pengusulan
18. Surat susulan
19. Surat kuasa
20. Surat panggilan
21. Surat berita acara
22. Surat laporan
23. Surat rekomendasi
24. Surat penunjukan
25. Surat pemberian bantuan

C. Bagian-bagian Surat Dinas 

1. Kepala surat
2. Tanggal surat
3. Nomor surat
4. Lampiran
5. Hal atau perihal
6. Alamat tujuan
7. Salam pembuka
8. Isi
9. Salam penutup
10. Pengirim surat
11. Tembusan
12. Inisial

D. Penjelasan bagian-bagian surat 

1. Kepala surat 

Kepala surat atau kop surat.  Berisi lambang atau logo departemen , universitas,perguruan tinggi akademi, sekolah, dan instansi); nama unit organisasi, alamat, nomor telepon, nomor kotak pos, nomor faksmile.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kepala surat:

  • Kepala surat disusun secara lengkap lambang departemen , nama  instansi alamat, nomor telepon jika ada) nomor kotak pos (jika ada), nomor faksmile (jika ada).
  • Nama instansi ditulis dengan huruf kapital
  • Huruf awal alamat, kotak pos, alamat kawat, faksmile, dan telepon ditulis dengan huruf capital kecuali kata hubung misalnya dan , dalam 
  • Nama instansi, kata jalan, kata telepon, kata faksimile, dan kata kotak pos jangan disingkat tapi ditulis lengkap misalnya jalan jangan Jln atau Jl.
  • Hindari menuliskan p.o. box atau pos office untuk menuliskan kotak pos
  • Kata telepon dan kotak pos diikuti nomor tanpa diikuti tanda titik dua (:)

Contoh penulisan yang kurang benar.

1) Jalan Cendana 9 Telepon: 2515 Yokyakarta 55166
2) Jalan I Dewa Nyoman Oka 34, Telepon 562070, Yokyakarta 55224
3) Jalan Wardani No. 2 Telp. 5359 Yokyakarta 55224

Contoh yang benar.

1) Jalan Cendana 9, Yokyakarta 55166, Telepon 2515
2) Jalan I Dewa Nyoman Oka 34, Yokyakarta 55224, Telepon 562070
3) Jalan Wardani  2,  Yokyakarta 55224, Telepon 5359

2. Penulisan tanggal surat 

 Hal-hal yang perlu diperhatikan:

1) kata tanggal tidak perlu ditulis
2) Nama tempat instansi tidak ditulis karena sudah tercantum pada kepala surat
3) angka tahun ditulis lengkap
4) Nama bulan ditulis dengan huruf
5) Penulisan nama bulan jangan disingkat
6) Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik
7) Spasi tidak dijarang-jarangkan.
8) Tidak perlu dibubuhkan garis bawah
9) Huruf awal nama bulan ditulis dengan huruf kapital

Contoh yang benar
18 Maret 2015
10 Juli 2008
22 November 1997

Contoh yang salah
Tanggal 18 Maret 2013
10 Juli ‘16
18 A  g  u  s  t  u  s 2010

3. Nomor  surat 

Bagian nomor surat berisi nomor urat surat yang terbit, kode surat, dan angka tahun jika angka tahun termasuk ke dalam sistem penomoran. Hal lain yang perlu diperhatikan :
1) Penulisan nomor ditulis nomor bukan untuk nomer
2) Huruf awal kata nomor ditulis dengan huruf kapital
3) Singkatan kata nomor adalah np.(dalam penggunaannya No.)
4) Angka tahun ditulis lengkap jika angka tahun itu merupakan bagian sistem penomoran.
5) Kata nomor diikuti tanda titik dua (:) tanpa disela spasi
6) Penulisan tanda titik dua dengan bentuk yang mengikutinya bersela satu spasi.
7) Nomor surat sebaiknya di buat pertahun
8) Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.
9) Bari itu tidak perlu digarisbawahi
10) Spasinya tidak perlu dijarang-jarangkan

Contoh :
Nomor: 158/F9/2013 
 2013 angka tahun
 F9 kode surat
 158 Nomor urut
 Nomor dengan titik dua tidak disela spasi

No.: 15/1.13.SMA.4/Um./2013
Perhatikan kata Nomor disingkat No. (pakai titik) dilanjutkan titi dua (:) tanpa spasi

Penulisan yang salah
1) Nomor : 1.15.1/SMA.03/’88
2) Nomer : 786/B1/2013
3) No : 511.12/105
4) Nom. : 173/1.13.1./SMA.17/C/’18

4. Lampiran surat

Kata lampiran bermakna tambahan. Tambahan yang dimaksud dapat berupa, surat, fotokopi ijazah, salinan-salinan surat berharga, dan kuitansi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan lampiran

1) Huruf awal kata lampiran ditulis dengan huruf capital
2) Singkatannya adalah Lamp.
3) Jumlah yang dilampirkan ditulis dengan huruf
4) Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.
5) Spasinya tidak dijarang-jarangkan
6) penulisan kata lampiran diikuti tanda titik dua.
7) Antara tanda titik dua dan bentuk yang mendahuluinya tidak disela spasi, sedangkan tanda titik dua dengan bentuk yang mengikutinya disela spasi.

Contoh benar

Lampiran: Lima helai
Lampiran: Empat bendel

Contoh yang salah

Lampiran: 3(tiga) helai
Lampiran: 4 bendel

Bagaimana Mengembangkan Kewirausahaan Di Sekolah ?

Salah satu tugas  kepala sekolah yang sangat penting  menurut Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 adalah melaksanakan pengembangan  kewirausahaan . Namun pelaksanaan tugas tersebut bagi sebagian kepala sekolah masih mengalami kesulitan  bahkan masih meraba-raba apa yang harus dilakukan.

Untuk memudahkan pemahaman tentang pengembangan kewirausahaan tersebut penulis mencoba menjelaskan melalui bentuk tanya jawab.

1. Apa yang dimaksud  dengan  Kewirausahaan  ?     
                                                     
Banyak teori tentang konsep kewira usahaan namun yang paling sederhana bahwa kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah(Overton, 2002).

Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti  memperbaiki/ memodifikasi/mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya, atau dengan kata laian mampu membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan keluar dari cara-cara yang tidak sesuai dengan kondisi/menghambat pengembangan.

Ada juga berpendapat  bahwa istilah KEWIRAUSAHAAN itu merupakan singkatan dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas, Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet, Supel, Antusias, Hemat, Asa, Ambisi, Negosiatif. (Anonim 1, 2005).

2. Apa yang dimaksud  dengan  Kepemimpinan Kewirausahaan  ?                                                           
Kepemimpinan kewirausahaan adalah kepemimpinan dengan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar (Inpres nomor 4 tahun 1995)

3 . Apa tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah? 

Tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah menanamkan karakter  inovatif, kerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah, dan kreatif dalam mencari solusi terbaik sehingga mampu menjadi contoh bagi warga sekolahnya. Hal ini akan membawa perubahan bagi sekolah menuju yang terbaik.

4. Apa saja karakteristik/dimensi-dimensi kewirausahaan tersebut ? 

Ada dua jenis karateristik atau dimensi kewirausahaan yaitu: (1) kualitas dasar kewirausahaan meliputi kualitas daya pikir, daya hati, dan daya fisik; dan (2) kualitas instrumental kewirausahaan yakni memiliki ilmu pengetahuan yang luas di bidang pekerjaan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawabnya.
      
5. Apa saja manfaat kompetensi kewirausahaan bagi Kepala sekolah
1) Mampu menciptakan kreativitas dan inovasi
2) Bekerja keras.
3) Memiliki motivasi yang kuat .
4) Pantang menyerah,
5) Memiliki naluri kewirausahaan, dan
6) Menjadi teladan. 

6. Bagi mana kompetensi kewirausahaan ini di peroleh ? 

Kompetensi kewirausahaan diperoleh melalui peningkatan   pengetahuan kewirausahaan , keterampilan, dan sikap kewirausahaan. Seperti disiplin (pengendalian diri), berani mengambil risiko, inovatif, berorientasi perubahan, kerja keras, pemimpin visioner, dan mampu mengelola perubahan

7. Bagaimana cara mengembangkan kewirausahaan di sekolah ? 

 Agar kepala sekolah dapat mengembangkan kewirausahaan di sekolah diperlukan tahapan berikut:
1) Kepala sekolah menggali potensi setiap komponen yang ada disekolah sekolah
2) Melakukan identifikasi terhadap setiap kompnen
3) Menyusun program pengembangan

8. Apa yang dimaksud dengan potensi sekolah 

Potensi adalah  kemampuan dasar  yang masih terpendam dan menunggu untuk dimunculkan menjadi sebuah kekuatan.
Potensi sekolah  adalah kemampuan sekolah yang memungkinan untuk dikembangkan menjadi lebih baik dengan menerapkan Jiwa Kewirausahaan antara lain Bekerja Keras , Inovatif , Kreatif , Pantang Menyerah dan dapat membaca Peluang ,

9. Bagaimana cara kepala sekolah mengidentifikasi potensi sekolah ? 

Untuk dapat mengidentifikasi Potensi kolah ,maka  kepala sekolah harus mampu mengenali Kultur sekolah. Kultur sekolah yang dimaksud berupa norma-norma, sikap, ritual, kebiasaan-kebiasaan yang dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah. Kultur dimaksud harus dikenali oleh kepala sekolah baik yang sudah melekat pada guru, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboran dan siswa. Pengenalan tersebut digunakan untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah.

10.Apa potensi sekolah yang perlu dikembangkan ? 

Potensi sekolah dikembangkan dalam upaya  meningkatkan pelayan sekolah. Adapun lingkup Potensi sekolah yang dapat dikembangkan yaitu   :
1) Pendidik dan Tenaga Kependidikan
2) Peserta Didik
3) Orang tua / wali siswa dan Masyarakat
4) Sarana dan Prasarana
5) Pembiayaan

11. Bagaimana cara mengembangkan ?

a. Pendidik dan tenaga kependidikan 
Pendidik dan tenaga kependidikan dapat dikembangkan pada peningkatan kualifikasi maupun peningkatan kompetensinya.

Misalnya,  kepala sekolah memotivasi dan memfasilitasi PTK untuk melanjutkan sekolah minimal sesuai standar minimal yang sudah ditentukan oleh pemerintah; mengikutkan pendidikan pelatihan,  mengadakan workshop, melaksanakan studi banding,. mengadakan supervisi, menyertakan guru ke MGMP/KKG,guru dibantu untuk  mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan dalam kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, muatan lokal dan lain-lain

b. Peserta didik
Peserta didik dapat dikembangkan jiwa kewirausahaanya melalui pembinaan maupun pembiasaan pada kegiatan  kurikuler,kokurikuler intrakurikuler maupun ekstra kurikuler.

c. Orang tua / wali siswa dan Masyarakat / Komite Sekolah.
 Pengembangan kewirausahaan di sekolah  orang tua/ komite sekolah memiliki peran yang sangat penting.  Orang tua/komite sekolah mendukung baik moril maupun materiil sehingga pelaksanaan pengembangan sekolah semakin kuat.

d. Sarana dan Prasaran sekolah.
Sarana dan prasarana sekolah merupakan komponen pendukung dalam pengembangan kewirausahaan sekolah, semakin lengkap sarana prasarana sekolah maka semakin besar potensi sekolah yang dapat dikembangkannya.

e. Pembiayaan
Keuangan sekolah merupakan komponen pendukung dalam pengembangan kewirausahaan sekolah, semakin lancar pembiayaan sekolah maka semakin lancar pula dalam pengembangan nilai kewirausahaan sekolah dapat dilaksanakan.

f. Membangun kemitraan 
Sekolah perlu membangun kerja sama/kemitraan dengan lembaga lain, baik yang bersifat formal maupun non formal.

12. Bagaimana format ini di buat?
Format identifikasi potensi sekolah dan rencana pengembangan 
No
Potensi sekolah
Komponen
Hasil identifikasi
Pengembangan
1
Pendidik



2
Peserta didik



3
Orang tua / wali siswa



4
Sarpras



5
Pembiayaan






13. Setelah dilakukan identifikasi apalagi yang dilakukan ? 

Menyusun program kewirausaan dengan format (alternatif) sebagai berikut:  
Cover
Halaman pengesahan
Pengantar
Daftar Isi 

Bab I : Pendahuluan 
A. Rasional
B. Dasar hukum
C. Tujuan
D. Manfaat

Bab II. Analisis dan Pengembangan Kewirasahaan
A. Analisis kebutuhan
B. Ruang lingkup pengembangan 
C. Strategi pengembangan
D. Target pengembangan 

Bab III. Program Kewirausahaan
A. Nama kegiatan
B. Jenis kegiatan
C. Tujuan Kegiatan
D. Sasaran kegiatan 
E. Deskripsi kegiatan
F. Monev

Bab IV. Penutup 
Lampiran-lampiran 

Kepala sekolah perlu mengembangkan kewirausahaan di sekolah dengan cara berusaha melakukan  kreativitas dan menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. 

Kepala sekolah tidak hanya mengandalkan barang yang sudah jadi (tinggal beli), tidak hanya menunggu instruksi dari atasan atau lainnya, namun harus mampu bertindak kreatif, melakukan perubahan  untuk mengembangkan sekolah

Bahan bacaan : 

Alma, Buchari, (2009), Kewirausahaan. Bandung: Penerbit ALFABETA
Depdiknas. 1998. Kewirausahaan dalam Pendidikan: Materi Pelatihan Calon Kepala Sekolah. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum Dirjen Dikdasmen Depdiknas
Depdiknas. 2013. Modul Kewirausahaan Materi Pelatihan Calon Kepala Sekolah. Solo: LPPKS