New Normal Dan Strategi Mengelola Aktivitas Di Sekolah

New Normal merupakan  tahapan baru yang akan diberlakukan setelah kebijakan stay at home , work from home , dan social distance  untuk mencegah penyebaran masif wabah covid-19. New Normal dapat diartikan  tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi dengan  membudayakan hidup bersih dan sehat.

Beberapa pertimbangan  new normal akan diberlakukan seperti,  tidak mungkin warga /masyarakat terus menerus bersembunyai di rumah tanpa kepastian, tanpa ada aktivitas ekonomi yang dapat menghasilkan,  PHK karena lapangan kerja ditutup dan sampai saat ini vaksin untuk mencegah covid-19 belum ditemukan.  

Dengan diberlakukan new normal  memungkinkan warga masyarakat beraktivitas di  luar rumah untuk dapat bekerja, aktivitas ekonomi, sosial,   kegiatan pendidikan, kegiatan keagamaan dan kegiatan publik terbatas   dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah dalam  kondisi daerah memenuhi zona hijau. New normal diberlakukan memerlukan kesadaran penuh  dari semua warga bahwa wabah masih ada disekitar kita, berdampingan dengan kita  maka harus  tetap waspada , taat aturan yang ditetapkan.

Untuk itu pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Edaran MenpanRB Nomor 58 Tahun 2020, Surat Edaran Kemdikbud Nomor 15 Tahun 2020 dan daerah harus bersinergi untuk memastikan pemeriksaan kesehatan yang massif tersedianya sarana perawatan dan peralatan medis , melindungi warga yang paling rentan melalui penyiapan pengamanan sosial yang tepat sasaran dan perlindungan kesehatan.

Bagaimana Pelaksanaan  New Normal di Sekolah ?

Dalam Sura Edaran  Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 , dalam BAB III kegiatan pembelajaran pada saat satuan pendidikan kembali beroperasi dinyatakan bahwa tujuan pendidikan dimasa pandemic covid-19 yaitu:
1. Memastikan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas
2. Melindungi seluruh warga satuan pendidikan
3. Mencegah penyebaran dan penularan covid-19 dilingkungan satuan pendidikan.

Baca Juga : Pelaksanaan BDR Oleh Guru(SE NO. 15 Tahun 2020)

Seiring dengan hal diatas maka sekolah perlu melakukan strategi mengelola aktivitas/kegiatan  yang berlangsung di sekolah sehingga proses pembelajaran dan pendidikan dapat terselenggara dalam suasana aman, sehat kondusif. Alternatif strategi dimaksud adalah sebagai berikut:

Strategi  Pengelolaan Aktivitas-1: Sekolah Menyusun SOP

Sekolah perlu menyusun SOP atau protokol atau Standar khusus yang mengacu kepada standar yang telah ditetapkan pemerintah seperti : 1) SOP tentang masuk lingkungan sekolah, 2) SOP proses belajar mengajar, 3) SOP pelayanan tata usaha ,4) SOP penerimaan peserta didik baru, 5) SOP pelayanan perpustakaan , 6) SOP pelayanan praktik dalam laboratorium, 7) SOP dalam menerima tamu dan lain-lain.

Berikut ini  contoh-contoh SOP dalam bentuk deskriptif sebagai alternatif yang dapat dikembangkan sekolah dalam bentuk symbol /gambar /alur agar mudah dipahami semua warga sekolah.

A. Contoh Protokol/SOP Masuk Lingkungan Sekolah
  1. Guru/karyawan/siswa dan tamu wajib memakai masker
  2. Bagi yang tidak memakai masker diarahkan untuk kembali atau pulang dan dapat memasuki sekolah setelah memakai masker
  3. Guru/karyawan/siswa/tamu yang memasuki lingkungan sekolah wajib melewati box/area penyemprotan disinfektan.
  4. Guru/karyawan/siswa/tamu yang memakai kendaraan roda empat, wajib  membuka jendela sopir  dan penumpang
  5. Guru/karyawan/siswa/tamu wajib diperiksa suhu tubuh dengan menggunakan termogun oleh satuan pengaman sekolah.
  6. Apabila diantara guru/pegawai/siswa/tamu ditemukan bersuhu tubuh 38 derajat celcius atau lebih maka yang bersangkutan dipisahkan dan menunggu tindakan selanjutnya.
  7. Guru/karyawan/siswa/tamu yang membawa kendaraan diperbolehkan memarkir kendaraan sesuai pada tempatnya terlebih dahulu setelah itu wajib mencuci tangan pada pada wastafel sesuai arahan satuan pengaman sekolah
  8. Bagi guru/karyawan/siswa/tamu yang tidak menggunakan kendaraan wajib mencuci tangan langsung pada wastafel sesuai arahan satuan pengaman sekolah
  9. Tamu eksternal wajib menyampaikan kepentingannya kepada satuan pengaman sekolah dan/atau petugas piket guru dan menunggu di tempat yang ditentukan
B. Contoh Protokol/SOP Proses Pembelajaran 
  1. Lima belas menit sebelum bel masuk berbunyi petugas piket kelas membersihkan kelas diantaranya menyapu, mengepel, dan menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan diantaranya handel pintu, meja dan kursi.
  2. Siswa dan guru wajib memakai masker saat berada di kelas dan lingkungan sekolah.
  3. Siswa dan guru mencuci tangan sebelum masuk kelas.
  4. Siswa duduk sesuai nomor  absen yang tertera pada meja dan tidak diperkenankan berpindah tempat/menggeserkan tempat duduk.
  5. Siswa saat berada di kelas tetap jaga jarak minimal 1 meter satu-sama lain.
  6. Siswa dan guru memakai sepatu/alas kaki saat keluar dari kelas.
  7. Durasi pembelajaran tidak boleh melebihi waktu yang telah ditetapkan.
  8. Peserta didik dalam satu rombongan belajar di kelas 50% dari jumlah siswa kelas yang bersangkutan atau maksimun 16 orang.
  9. Siswa diperkenankan untuk makan/minum di kelas pada kursi/meja masing-masing dengan terlebih dahulu mencuci tangan saat istirahat dan tidak meninggalkan sampah di kelas.
  10. Saat KBM selesai sebelum keluar kelas siswa merapihkan meja/kursi masing-masing dan membawa serta membuang sampah pada tempatnya.
  11. Setelah KBM selesai dan bel pulang berbunyi petugas piket kelas membersihkan kelas kembali diantaranya menyapu, mengepel, dan menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan diantaranya handel pintu, meja dan kursi. 
C. Contoh Protokol/SOP Pelayanan Adminitrasi Tata Usaha
  1. Petugas pelayanan administrasi tata usaha yang langsung berinteraksi dengan guru, siswa dan orang tua siswa memakai peralatan seperti : masker, sarung tangan, dan face shield mask (pelindung wajah)
  2. Petugas pelayanan administrasi tata usaha sebelum memberikan pelayanan, terlebih dahulu melakukan penyemprotan disinfektan dilingkungan kerjanya, diantaranya : handel pintu, meja pelayanan, mouse, keyboard, komputer, ATK, tempat duduk petugas, dan kursi antrian.
  3. Petugas pelayanan administrasi tata usaha/satpam menyiapkan nomor antrian yang sudah disemprot dengan disinfektan. 
  4. Petugas pelayanan administrasi tata usaha cuci tangan dengan sabun/sanitizer sebelum melakukan kegiatan pelayanan.
  5. Siswa/orang tua siswa mengambil nomor antrian yang telah disediakan.
  6. Siswa/orang tua siswa dan tamu lainnya  wajib memakai masker dan cuci tangan dengan sabun pada wastafel yang telah disediakan sebelum mengikuti antrian
  7. Petugas pelayanan administrasi tata usaha melayani stakholder yang memakai masker sesuai no antrian
  8. Petugas pelayanan administrasi tata usaha hanya melayani 1 (satu) orang saja yang berada di depan meja pelayanan sesuai antrian
  9. Stakholder antri dan duduk pada tempat yang telah ditentukan sesuai nomor antrian serta menunggu dipanggil petugas pelayanan
  10. Petugas pelayanan administrasi tata usaha setelah selesai berrtugas melakukan penyemprotan disinfektan kembali dilingkungan kerjanya, diantaranya : handel pintu, meja pelayanan, mouse, keyboard, komputer, ATK, tempat duduk petugas, dan kursi antrian
D. Contoh Protokol/SOP Pelayanan PPDB
  1.  Petugas PPDB sebelum bertugas melakukan penyemprotan disinfektan dilingkungan kerjanya, diantaranya : handel pintu, meja pelayanan, mouse, keyboard, komputer, ATK, tempat duduk petugas, dan kursi antrian.
  2. Petugas PPDB yang langsung berinteraksi dengan stakholder (calon peserta didik baru/orang tuanya) wajib memakai peralatan diantaranya : masker, sarung tangan, dan face shield mask (pelindung wajah).
  3. Pintu masuk dan keluar petugas PPDB, calon peserta didik baru dan orang tuanya berbeda untuk menerapkan physical distancing.
  4. Petugas PPDB wajib menanyakan dan meminta Calon peserta didik baru dan orang tuanya untuk cuci tangan dengan sabun/sanitizer sebelum memberikan pelayanan
  5. Calon peserta didik baru dan orang tuanya wajib memakai masker dan cuci tangan dengan sabun/sanitizer sebelum menerima pelayanan PPDB
  6. Petugas PPDB mengatur jarak dan antrian calon peserta didik baru
  7. Dalam ruangan pelayanan PPDB diberlakukan pembatasan pengunjung dan pengaturan jarak oleh petugas PPDB
  8. Petugas PPDB  setelah selesai bertugas melakukan penyemprotan disinfektan kembali dilingkungan kerjanya, diantaranya : handel pintu, meja pelayanan, mouse, keyboard, komputer, tempat duduk petugas, dan kursi antrian.
E. Contoh Protokol/SOP Pelayanan Perpustakaan
  1. Petugas layanan menggunakan masker, sarung tangan dan pelindung wajah.
  2. Setiap pengunjung wajib menggunakan masker dan melepaskan alas kaki
  3. Pengunjung perpustakaan diarahkan mengisi buku tamu pada komputer visitor yang telah disediakan.
  4. Visitor diarahkan untuk menggunakan hand sanitiser atau sabun cuci tangan.
  5. Komputer dibersihkan dengan desinfektan setelah jam kerja berakhir.
  6. Bagi pengunjung yang membaca di tempat, setelah membaca buku diletakkan di tempat yang telah disediakan, setelah itu membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau sabun.
  7. Bagi pengunjung yang meminjam buku dipersilahkan untuk menghubungi petugas pelayanan perpustakaan.
  8. Bagi pengunjung yang akan mengembalikan buku yang telah dipinjam silahkan lakukan pengembalian buku dengan melakukan scan pada alat yang telah disediakan.
F. Contoh Protokol/SOP Keadaan Darurat
  1. Apabila ditemukan guru/pegawai/siswa pada saat pengukuran suhu tubuh = 38ºC, maka mereka dipersilahkan untuk menunggu di ruang yang telah ditetapkan sesuai arahan Satuan Pengaman sekolah.
  2. Apabila ditemukan Tamu pada saat pengukuran suhu tubuh nya = 38ºC, maka Satuan Pengaman (Satpam) sekolah tidak memperkenankan yang bersangkutan masuk ke lingkungan sekolah.
  3. Apabila terjadi sesuatu hal diluar dugaan ternyata ditemukan suspect Covid -19 di lingkungan sekolah pada saat pelaksanaan KBM berlangsung, maka KBM/kegiatan lainnya dihentikan untuk jangka waktu 14 hari serta dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area sekolah.
  4. Apabila saat proses KBM atau kegiatan kerja ditemukan gejala-gejala mirip penderita Covid-19 pada siswa/guru/pegawai maka secepatnya Tim  Penanggulangan Covid-19 melakukan tindakan pengamanan:
  • Melakukan evakuasi terduga suspec.
  • Melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).
  • Melakukan rapid test terhadap semua siswa/guru/pegawai yang berada dalam satu ruangan terduga suspec.
  • Melakukan pendataan siswa/guru/pegawai yang berada dalam satu ruangan terduga suspec.
Contoh-contoh di atas perlu dikembangkan dan dibuat diagram skema/alir agar mudah diikuti semua warga di sekolah. 

Strategi Pengelolaan Aktivitas-2: Menghimpun Sumberdaya 

Sekolah perlu dukungan sumberdaya dilakukan dengan cara  membentuk Tim Pencegahan Penyebaran Covid-19 atau bentuk tim yang lain yang bekerja dalam melaksanakan SOP yang telah disusun, tim harus siap siaga selama ada aktivitas di sekolah dan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap SOP yang ada.  

Dukungan sumberdaya juga ditandai mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan , dan anggaran yang dapat memanfaatkan dana BOS sesuai dengan ketentuan penggunaan dana BOS dimasa pandemic covid-19. 

Stategi Pengelolaan Aktivitas -3 : Melakukan Penyesuaian Sistem Kerja 

Guru, pegawai dan siswa perlu diatur sistem kerja untuk beradaptasi dengan kondisi pandemik Covid-19 dengan cara mengatur alokasi dan sistem kerja. Misalnya melakukan pengaturan pelaksanaan PBM 

Jadwal pembelajaran selama pandemi disiapkan Jadwal yang terdiri dari :
Jadwal Reguler yang meliputi jadwal harian untuk semua kelas dan tingkat. Jadwal tatap muka dengan waktu pertemuan dan durasi waktu yang menyesuaikan dengan kondisi pandemic Covid-19

a. Tiap tingkat akan belajar di sekolah dalam seminggu secara bergantian, misal di SMA/SMK :
    Minggu ke -1 : Kelas X
    Minggu ke-2  : Kelas XI
    Minggu ke-3 :  Kelas XII dst..kembali ke kelas X
b. Dalam Pertemuan tatap muka, setiap kelas dibagi 2 masing-masing 50% dari jumlah siswa/kelas
c. PBM dilakukan alternatif lain dengan cara melakukan 2 siff tatap muka (pagi-sore)

Strategi Pengelolaan Aktivitas-4: Menjalin Kemitraan 

Menjalin kerja sama dengan lembaga, organisasi , tokoh masyarakat sangat penting dilakukan untuk mendapat dukungan terhadap program yang disusun seperti: 
1. Unsur kewilayahan seperti RT, RW, Lurah dan  Camat
2. Puskesmas  Kelurahan & Kecamatan
3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  & Provinsi

Strategi Pengelolaan Aktivitas-5: Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi

Agar kegiatan pembelajaran dapat terlaksanan sesuai dengan SOP /protokol/standar yang ditetapkan maka kepala sekolah perlu melakukan  monitoring dan evaluasi(Monev).  Apabila ada kendala atau kasus diluar SOP segera dilakukan perbaikan,  semua sistem kerja secara berkala mungkin sekali tiga hari atau satu kali dalam satu minggu  untuk mengevaluasi terhadap perencanaan, pelaksanaan dan capaian yang sudah diperoleh. Selain itu  Tim yang sudah ditugaskan perlu menyusun laporan secara berkala sehingga semua program dapat dikendalikan.
New Normal perlu disikapi oleh sekolah dengan cara menyusun strategi pengelolaan sekolah sehingga aktivitas disekolah terutapa proses pembelajaran dapat berjalan dengan semua warga sekolah sehat atau terbebas dari wabah Covid-19. Semoga

Bahan Bacaan:
1. Surat Edaran Mempan RB No. 58 Tahun 2020
2. Surat Edaran kemdikbud Nomor 15 tahun 2020
3. Kepres Nomor 11 Tahun 2020

SE Kemdidbud Nomor 15 Tahun 2020 (Pedoman Penyelenggaraan BDR)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 sebagai pedoman yang digunakan oleh Dinas Pendidikan , Kepala Satuan Pendidikan, Guru dan Peserta Didik dalam penyelenggaraan Belajar Dari Rumah (BDR) dimasa darurat Covid-19.

Surat  Edaran ini menjelaskan tujuan, prinsip, metode dan media pendidikan yang digunakan serta panduan dalam kegiatan pembelajaran saat satuan pendidikan kembali beroperasi.

A. Tujuan Pelaksanaan Belajar Dari Rumah

Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat Covid-19 bertujuan untuk:
1. Memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19;
2. Melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19;
3. Mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan; dan
4. Memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali.

B. Prinsip Pelaksanaan Belajar Dari Rumah

BDR dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam

Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID 19), yaitu:

1. Keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan BDR;

2. Kegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum;

3. BDR dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi Covid-19;
4. Materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan peserta didik;

5. Aktivitas dan penugasan selama BDR dapat bervariasi antar daerah, satuan pendidikan dan Peserta Didik sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas BDR;

6. Hasil belajar peserta didik selama BDR diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif; dan

7.Mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan orang tua/wali.

C. Metode dan Media Pelaksanaan Belajar Dari Rumah

BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi ke dalam 2 (dua) pendekatan:

1. Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring)

2. Pembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring)
Dalam pelaksanaan PJJ, satuan pendidikan dapat memilih pendekatan (daring atau luring atau kombinasi keduanya) sesuai dengan ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana.

1. Media dan Sumber Belajar Pembelajaran Jarak Jauh Daring Pembelajaran di rumah secara daring dapat menggunakan gawai (gadget) maupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring, diantaranya:

a.  Informasi terkait Covid-19

Informasi   penanganan   COVID-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lihat Tautan htps://covid19.go.id/  

Portal informasi pendidikan Kemendikbud selama COVID-19 Lihat Tautan  http://bersamahadapikoron a.kemdikbud.go.id/

b. Media Pembelajaran Daring 

Rumah Belajar oleh Pusdatin Kemendikbud. https://belajar.kemdikbud.go .id

TV edukasi Kemendikbud. https://tve.kemdikbud.go.id/live/

Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC.Kemendikbud. http://rumahbelajar.id

Tatap muka daring program sapa duta rumah belajar Pusdatin Kemendikbud. pusdatin.webex.com.

LMS SIAJAR oleh SEAMOLEC,Kemendikbud. http://lms.seamolec.org

Aplikasi daring untuk paketA,B,C. http://setara.kemdikbud.go.id/

Guru berbagi http://guruberbagi.kemdikbud.go.id

Membaca digital http://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital

Video pembelajaran http://video.kemdikbud.go.id/

Suara edukasi Kemendikbud https://suaraedukasi.kemdikbud.go.id/

Radio edukasi Kemendikbud https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/

Sahabat keluarga – Sumber Informasi dan bahan ajar pengasuhan dan pendidikan keluarga https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/

Ruang guru PAUD Kemendikbud http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/ 

Buku sekolah elektronik https://bse.kemdikbud.go.id/ 

Mobile edukasi -Bahan ajar multime https://m- edukasi.kemdikbud.go.id/medukasi/

Modul Pendidikan Kesetaraan https://emodul.kemdikbud.go.id/

Sumber bahan ajar siswa SD,SMP, SMA, dan SMK. https://sumberbelajar.seamolec.org/

Kursus daring untuk Guru dari SEAMOLEC. http://mooc.seamolec.org/

Kelas daring untuk siswa dan Mahasiswa http://elearning.seamolec.org/

Buku digital open-access http://pustaka-digital.kemdikbud.go.id/



Selain yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terdapat juga sumber dan media pembelajaran yang dikelola oleh mitra penyedia teknologi pembelajaran yang dapat dilihat daftarnya pada laman https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/category/aplikasi-pembelajaran/



2. Media dan Sumber Belajar Pembelajaran Luring Pembelajaran di rumah secara luring dalam masa BDR dapat dilaksanakan melalui:

a. Televisi, contohnya Program Belajar dari Rumah melalui TVRI;

b. Radio;
c. Modul belajar mandiri dan lembar kerja;
d. Bahan ajar cetak; dan
e. Alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar.

D. Aplikasi Pemantauan Kesehatan dan Risiko Covid-19.

Berikut beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau kondisi Covid-19:

Nama
Deskripsi
Tautan
PeduliLindungi
Aplikasi pemantauan COVID-19. Dikelola   oleh   Gugus   Tugas Percepatan COVID-19.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkom.tracencare&hl=in
Inariks Personal
aplikasi   untuk      mengetahui bahaya  kebencanaan disekitar kita serta upaya yang dapat kita lakukan secara mandiri. Dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan
Bencana
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.inarisk.bnpb&hl=in
SehatPedia
Aplikasi layanan dan konsultasi kesehatansecara daring (telemedicine). Dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan     
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.sehatpedia.apps&hl=in

BACA JUGA : 

E. Pelaksanaan Belajar Dari Rumah oleh Dinas Pendidikan
Selama masa darurat Covid-19, dinas pendidikan dapat melakukan langkah-langkah pelaksanaan BDR sebagai berikut.

1. Membentuk Pos Pendidikan

Dinas Pendidikan dalam masa darurat Covid-19 dapat membentuk Pos Pendidikan. Pos Pendidikan ini bertugas sebagai sekretariat penanganan darurat Covid-19 bidang pendidikan.

Keanggotaan Pos Pendidikan terdiri dari unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga usaha dan media. Pos pendidikan ini merupakan bagian dari Gugus Tugas Covid-19 di daerah.

Dalam melaksanakan tugasnya, Pos Pendidikan melakukan koordinasi secara daring di daerah dengan:

a. Gugus tugas penanganan Covid-19 setempat untuk menggordinasikan penanganan Covid-19;

b.Dinas kesehatan setempat untuk menggordinasikan penanganan kesehatan termasuk ada/tidaknya peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan yang terpapar Covid-19 (menjadi ODP, PDP, atau terkonfirmasi positif);

c. Badan penanggulangan bencana daerah setempat: untuk menggordinasikan penyelenggaraan penanggulangan bencana;

d. Dinas sosial setempat untuk pengupayaan saluran layanan dukungan psikososial di tingkat daerah dan satuan pendidikan, memastikan keamanan situasi dan kondisi pendidik, tenaga pendidikan, dan peserta didik secara fisik dan mental, dan pemenuhan kebutuhan pendampingan psikososial bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik;

e. Dinas komunikasi dan informatika untuk menggordinasikan ketersediaan akses komunikasi dan jaringan telekomunikasi untuk pelaksanaan BDR;

f. Organisasi masyarakat, komunitas, media dan dunia usaha yang dapat membantu dalam proses penyelenggaraan pendidikan selama masa darurat bencana.

2. Melakukan koordinasi secara daring dengan Kemendikbud melalui Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Pusat Pengembangan/Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP/BP-PAUD Dikmas) terkait pelaksanaan kebijakan BDR.

3. Melakukan pendataan di daerah

Pemerintah daerah wajib melakukan pendataan pelaksanaan BDR sesuai dengan format yang disediakan Kemendikbud melalui tautan http://data.spab.kemdikbud.go.id. Pendataan mencakup antara lain:
a. Warga satuan pendidikan terpapar Covid-19 (ODP, PDP, terkonfirmasi positif);

b. Akses terhadap internet dan listrik;

c. Kondisi, kesiapan dan kebutuhan belajar peserta didik selama BDR:
  • jumlah dan sebaran peserta didik yang tinggal di lingkungan pengasuhan alternatif seperti panti asuhan, asrama.
  • jumlah dan sebaran peserta didik yang terdampak bencana lain seperti banjir, tinggal pengungsian (hunian sementara), atau tempat tinggal yang tidak layak.
  • jumlah dan sebaran peserta didik yang tidak memiliki akses sarana pembelajaran daring maupun luring.
d. Pemetaan lembaga baik pemerintah, organisasi masyarakat, media, dunia usaha yang memiliki sumberdaya dan inisiatif untuk mendukung kegiatan BDR (siapa melakukan apa dimana dan kapan serta sumberdaya yang dimiliki masing-masing lembaga).

4. Menyusun dan menetapkan kebijakan pendidikan selama masa darurat Covid-19 di daerahnya dalam hal:

a. Program, kegiatan dan anggaran untuk melaksanakan kebijakan pendidikan selama masa darurat Covid-19;

b. Durasi waktu pelaksanaan kebijakan BDR;

c. Mekanisme penerimaan peserta didik baru yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya peserta didik dan orangtua secara fisik di satuan pendidikan;

d. Mekanisme pelaksanaan ujian satuan pendidikan, kenaikan tingkat, dan kelulusan peserta didik; dan

e. Pembukaan  kembali  pembelajaran di satuan pendidikan.

5. Memfasilitasi pembelajaran daring dan/atau luring

a. Memaksimalkan media pembelajaran daring yang dimiliki masing-masing daerah;

b. Melakukan bimbingan teknis dan pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan yang membutuhkan pendampingan terkait pembelajaran jarak jauh;

c. Mendorong dan memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam proses BDR;

d. Kerja sama dengan perpustakaan daerah, taman bacaan masyarakat, organisasi pemerintah dan non pemerintah lainnya untuk penyediaan modul mandiri dan buku untuk pembelajaran luring di daerah yang tidak ada listrik;

e. Kerja sama dengan televisi dan radio daerah untuk pembelajaran luring di daerah yang ada listrik, melalui:

1) televisi
Penyampaikan materi dapat disampaikan oleh penyiar atau guru dan tenaga pendidikan yang telah ditentukan. Dalam prosesnya perlu memperhatikan:
  • penyampaian materi pelajaran mudah dipahami dan inklusif dengan menggunakan berbagai media interaktif seperti videografis, infografis, demonstrasi, menggunakan alat  peraga, mempromosikan permainan dan kuis interaktif (via telepon/SMS)
  • siarkan dan buat program tersebut dalam siaran ulang agar bisa diikuti apabila ada yang tertinggal.
  • pelajaran harus se-interaktif mungkin, dimungkinkan bagi peserta didik untuk tampil di program.
  • mempertimbangkan kebutuhan untuk peserta didik, khususnya penyandang disabilitas (disediakan pengantar bahasa isyarat).
2) radio
Materi dapat disampaikan oleh penyiar atau oleh guru yang telah ditentukan. Dalam penyiaran memperhatikan hal berikut ini:
  • membagikan secara luas jadwal program dengan berbagai cara agar diketahui masyarakat dan orang tua/wali;
  • melakukan siaran langsung secara interaktif, misalnya menggunakan kuis atau mempromosikan permainan;
  • mendukung peserta didik untuk berinteraksi melalui telepon (jika memungkinkan);
  • materi pembelajaran dipilih sesuai kebutuhan seperti pendidikan karakter dan kecakapan hidup, keagamaan, pola hidup sehat, pencegahan penyebaran penyakit Covid-19, dan lainnya;
  • dalam hal pengembangan materi pembelajaran melalui radio, dinas pendidikan dapat berkoordinasi dengan pengelola:1) Radio edukasi Kemendikbud htps://radioedukasi.kemdikbud.go.id/, 2) Radio suaraedukasi AM 1440 Khz Kemendikbud melalui surel suaraedukasi@kemdikbud.go.id dan laman https://suaraedukasi.kemdikbud.go.id/
6. Melakukan penyebaran informasi dan edukasi pencegahan Covid-19 melalui grup media daring, radio, pengumuman keliling, serta menginformasikan perkembangan penanganan darurat Covid-19 bidang pendidikan kepada masyarakat.

7. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan BDR oleh satuan pendidikan.

8. Melaporkan perkembangan pelaksanaan kebijakan BDR kepada Kemendikbud dan menginformasikan perkembangan BDR kepada masyarakat secara rutin.