58 Dokumen Akreditasi Yang Harus Diupload Sekolah Ke Sispena

Apakah sekolah Saudara termasuk sekolah yang diakreditasi tahun ini? jika ya, maka sekolah Saudara harus melengkapi dokumen di bawah ini sebaik-baiknya kemudian diupload di Sispena. Dokumen ini sudah harus lengkap terisi di sispena sebelum BANS/M menugaskan asessor untuk melakukan visitasi melalui kujungan langsung atau dengan daring. 

Adapun dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 

  1. Tata tertib dan penegakannya yang mencakup hak, kewajiban, penghargaan, dan sanksi (antara lain sistem poin);
  2. Jadwal kegiatan keagamaan
  3. Bukti dan/atau laporan kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan
  4. Bukti dan/atau laporan kegiatan OSIS dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan
  5. Bukti dan/atau laporan kegiatan dengan pihak luar dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan
  6. Laporan prestasi siswa
  7. Bukti keikutsertaan dalam kegiatan lomba yang terkait dengan minat dan bakat
  8. Data nilai ujian sekolah/madrasah dalam 3 (tiga) tahun terakhir.
  9. Laporan hasil tracer study tentang kepuasan pemangku kepentingan.
  10. Pembelajaran Pembelajaran (RPP):Jenjang SD: tematik tahun berjalan (diwakili oleh kelas 1, 4 dan 6).Jenjang SMK dan SMA: tahun berjalan mapel Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS (diwakili oleh 3 tingkat)
  11. Kisi-kisi soal dan instrumen penilaian (formatif dan sumatif) (SD: 4, 5, 6. SMP & SMA mapel sama dengan RPP)
  12. Analisis Pencapaian Kompetensi (tahun berjalan, sampel dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan PPKn) (sampel SD kelas 1, 4, 6. SMP dan SMA semua tingkat)
  13. Jadwal remidial dan pengayaan
  14. Dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) (1 tahun)
  15. Dokumen Rencana  Kerja Sekolah (RKS) 4 tahun
  16. Daftar penggunaan  sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar
  17. Laporan evaluasi dan refleksi diri (sampel laporan evaluasi diri dari 3 orang guru dengan mapel berbeda)
  18. Laporan umpan balik dari siswa (3 orang guru dengan mapel berbeda)
  19. Laporan umpan balik dari teman sejawat (3 orang guru dengan mapel berbeda)
  20. Bukti daftar hadir/foto/bahan paparan kegiatan diseminasi hasil evaluasi dan refleksi
  21. Laporan kegiatan pengembangan profesi guru: undangan, surat tugas, daftar hadir, materi paparan, foto kegiatan, laporan kegiatan. 
  22. Dokumen kegiatan diseminasi  hasil pengembangan profesi guru: makalah, video, buku, karya ilmiah, jurnal, paparan (PPT), artikel, panduan. 
  23. Daftar hadir rapat pengembangan visi misi
  24. Foto, leaflet, pamflet, brosur, video kegiatan sosialisasi visi misi (daftar hadir, jika ada)
  25. 2 laporan kegiatan yang merupakan implementasi visi misi
  26. Dokumen hasil evaluasi tahunan pencapaian visi, misi, tujuan, dan rencana sekolah.
  27. Dokumen rekomendasi dari hasil evaluasi (notulen rapat)
  28. Dokumen visi misi versi sebelumnya dan versi setelah perbaikan berdasarkan rekomendasi
  29. Jadwal supervisi kepala sekolah/wakil kepala sekolah (3 tahun terakhir)
  30. Dokumen hasil observasi kepala sekolah terhadap guru di kelas 3 (tiga) tahun terakhir: lembar observasi atau catatan lain (kualitatif) (diwakili guru kelas 2, 3, dan 5 SD) (SMP dan SMA mapel IPA [salah satu], IPS [salah satu], matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia, PKn)
  31. Daftar hadir rapat RKS/RKAS dan notulen
  32. Laporan kegiatan pelaksanaan program yang melibatkan warga sekolah dan pemangku kepentingan, bisa berupa: video dan/atau fotoLaporan kegiatan pelaksanaan program yang melibatkan warga sekolah dan pemangku kepentingan, bisa berupa: video dan/atau foto
  33. Laporan kegiatan pelaksanaan program kreatif dan inovatif berupa: video dan/atau foto hasil karya guru/siswa, karya ilmiah
  34. Dokumen kerja sama sekolah/madrasah dengan orang tua siswa dengan masyarakat sekitar (notulen rapat, daftar hadir rapat, foto, atau video)
  35. Dokumen pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah/madrasah, misalnya dokumen pembagian tugas di bidang kebersihan, jadwal kebersihan, dan dokumentasi kegiatan
  36. Notulen raker/pertemuan penyusunan kurikulum sekolah/madrasah, daftar hadir
  37. Dokumen raker/rapat evaluasi kurikulum yang berisi rekomendasi perbaikan hasil evaluasi
  38. Rekap nilai tahun kedua untuk SMP dan SMA, tahun kelima untuk SD (diwakili oleh mapel yang mengalami peningkatan, 4 tahun terakhir)
  39. Panduan atau SOP pelaksanaan tugas guru/tenaga kependidikan
  40. Jadwal mengajar guru, penugasan lain yang dibebankan kepada guru dan pembagian tugas tenaga kependidikan
  41. Dokumen penilaian kinerja guru berupa format penilaian kinerja
  42. Hasil penilaian kinerja guru
  43. Dokumen penilaian kinerja tenaga kependidikan berupa format penilaian kinerja
  44. Hasil penilaian kinerja tenaga kependidikan
  45. Bukti penghargaan/ sanksi, seperti: piagam, sertifikat, foto, video, surat peringatan, SK, surat teguran, buku/catatan pelanggaran, 
  46. Panduan/SOP pengelolaan sarana dan prasarana (data inventaris sarana dan prasarana, mulai dari perencanaan sampai penghapusan)
  47. Dokumen rapat penyusunan RAPBS, berupa: daftar hadir, notulen rapat
  48. RAPBS
  49. Laporan keuangan 1 tahun terakhir
  50. Hasil catatan audit internal atau eksternal 3 tahun terakhir
  51. Dokumen program/kegiatan ekstrakurikuler, berupa: foto dan/atau video, laporan kegiatan, jadwal kegiatanDokumen program/kegiatan ekstrakurikuler, berupa: foto dan/atau video, laporan kegiatan, jadwal kegiatan
  52. Surat tugas pembina dan tim lomba/kompetisi siswa, undangan keikutsertaan, foto, sertifikat keikutsertaan
  53. Sertifikat prestasi, foto piagam/piala/medali
  54. Pprogram layanan BK dalam bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir
  55. Dokumen laporan layanan BK bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir
  56. Dokumen RKA-S/M tahun sebelumnyaDokumen RKA-S/M tahun sebelumnya
  57. Dokumen evaluasi diri sekolah/madrasah tahun sebelumnya
  58. Laporan hasil karya dan prestasi terkait keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan maupun tertulis dalam bentuk: video/medsos siswa

Untuk dapat melengkapi dokumen di atas, maka  sekolah perlu membentuk tim persiapan akreditasi lengkap dengan rincian tugasnya, selanjutnya tim akan bekerja untuk mengidentifikasi, mengumpulkan dan menyusun dokumen yang belum lengkap kemudian di upload di Sispena yang waktunya akan ditentukan oleh BANS/M. Itulah dafar dokumen yang sangat penting dipersiapkan sehingga sekolah dapat sukses dalam proses akreditasi. Semoga bermanfaat. 


Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 3

Pendaftaran seleksi Pendidikan Guru Penggerak (PGP) dibuka mulai 18 Januari 2021 sampai 15 Maret 2021 untuk 56 Kabupaten /Kota dari 25 Provinsi yang tersebar di enam pulau besar di Indonesia. Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak dapat diikuti oleh  guru jenjang TK, SD, SMP dan SMA . 

Selain itu  Calon Pengajar Praktik Angkatan ke tiga dapat diikuti  dari unsur  guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan praktisi pendidikan  melalui seleksi  terbuka mulai  18 Januari 2021 sampai 15 Maret 2021.  

Adapun jadwal lengkapnya dapat dilihat pada  berikut:

Angkatan

Jml Calon PGP

Jml Daerah

Pengajar / Fasilitator

Calon PGP

Tgl. Mulai Pendidikan

3

2800

56

15 Januari 2021

15 Januari 2021

12 Agustus 2021

4

8000

160

1 Maret 2021

8 Mei 2021

25 Oktober 2021

5

8000

160

8 Oktober 2021

8 Oktober 2021

8 Aptil 2022

6

8050

161

15 Januari 2022

15 Januari 2022

12 Agustus 2022

 A. Jawa

  1. Kaeawang
  2. Kab. Bantu
  3. Kab. Saleman
  4. Kab. Suka Bumi
  5. Kab. Klaten
  6. Kab. Jember
  7. Kab. Banyuwangi
  8. Kab. Subang
  9. Kab. Kab. Tangerang
  10. Kab. Kuningan
B. Kalimantan:
  1. Kota Banjar Baru
  2. Kab, Barito Selatan
  3. Kota Bontang
  4. Kab. Tana Kidung
  5. Kab. Hulu Sungai Selatan
  6. Kab. Hulu Sungai Utara
  7. Kab. Barito Kuala
  8. Kab. Ketapang
  9. Kab. Barito Utara

C. Sumatera 

  1. Kab. Batu Bara
  2. Kab. Labuhan Batu
  3. Kab. Kuantan Singingi
  4. Kab. Lampung Selatan
  5. Kab. Kampar
  6. Kab. Lampung Utara
  7. Kab. Tapanuli Utara
  8. Kab. Muara Enim
  9. Kab. Ogan Ilir
  10. Kab. Bireun
  11. Bali Dan Nusa Tenggara 
  12. Kab. Mataram
  13. Kab. Jembrana
  14. Kab. Manggarai
  15. Kab. Kupang
  16. Kab. Ngada
  17. Kab. Klungkung
  18. Kab. Bangli
  19. Kab. Nakegeo
  20. Kab. Bima

Baca juga: Penilaian Pada Kondisi Khusus Di SMA

D. Sulawesi

  1. Kab. Pangkajene Kepulauan
  2. Kab. Kepulauan Selayar
  3. Kab. Tomohon 
  4. Kota Menado
  5. Kab. Poso
  6. Kab. Sidenreng Rappang
  7. Kab. Majene
  8. Kab. Mamuju
  9. Kab. Buol

E. Papua dan Maluku

  1. Kab. Halmahera Timur
  2. Kab. Halmahera Barat 
  3. Kab. Raja Ampat
  4. Kab. Halmahera Selatan 
  5. Kab. Merauke
  6. Kab. Pulau Taliabu
  7. Kab. Jaya Pura 
  8. Kab. Sorong Selatan 

Jadwal pendaftaran sampai hasil final guru penggerak dan Pengajar paraktik  angkatan 3 tahun 2021 adalah sebagai berikut: 

 A.      Jadwal Pendaftaran sampai Pengumuman Hasil Calon Pengajar Praktik  Angkatan 3

15 Januari – 15 maret 15 15 Januari – 15 Maret 2021

Seleksi Tahap I

  • Pengisian Biodata
  • Esai
  • Unggah Dokumen

19 – 26 Maret 2021

Verifikasi dan Validasi data pendaftaran

30 maret -16 April 2021

Penilaian Tahap Seleksi I

27 April – 21 Mei 2021

Pengumuman hasil tahap 1 dan penjadwalan seleksi tahap 2

24 Mei – 11 Juni 2021

Seleksi Tahap II: Survey Kebhinekaan, SM dan WW

18 – 23 Juni 2021

Pengumuman hasil seleksi tahap 2 dan penjadwalan pembekalan

28 Juni – 6 Agustus 2021

Pembekalan pengajar praktik

13 Agustus 2021

Pengumuman  calon pengajar praktik

 B.      Jadwal Pendaftaran sampai Pengumuman Hasil Calon Guru Penggerak  Angkatan 3

15 Januari – 15 Maret 2021

Seleksi Tahap I

  • Pengisian Biodata
  • Esai
  • Unggah Dokumen

5 – 20 Maret 2021

Verivikasi dan Validasi data pendaftaran

8 maret -12 April 2021

Seleksi tahap 1: Tes Skolastik

13 April – 20 April 2021

Penilaian dan Pleno Tahap 1

27 April  – 7 Mei 2021

Pengumuman seleksi tahap I dan Seleksi Tahap II

31 Mei – 10 Juli 2021

Seleksi Tahap II dan Simulasi Mengajar

13 Agustus 2021

Pengumuman Kelulusan Calon Guru Penggerak

23 Agustus 2021

Pendidikan guru penggerak

 C.      Jadwal Pendaftaran sampai Pengumuman Hasil Calon Fasilitator   Angkatan 2

17-29 Januari 2021

Pendaftaran Calon Fasilitator melalui link.

Sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak

5- 9 Februari 2021

Seleksi administrasi

12 Februari 2021

Pengumuman hasil tahap I

16-19 Februari 2021

Simulasi Mengajar

22 – 25 Februari 2021

Wawan cara dan esei

01 Maret 2021

Pengumuman Hasil Tahap 2

8-9 Maret 2021

Pembekalan fasilitator PGP

23 Maret 2021

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap III (Penetapan Fasilitator)

 Bagi bapak/ ibu yang belum sempat  ikut pada angkatan 3 guru pengerak dan pengajar praktik serta fasilitator angkatan 2 masih punya kesempatan untuk mengikuti angkatan selanjutnya.

 Surat Dirjen tentang Rekrutmen Pendidikan Guru Penggerak dan Calon Pengajar Praktik dapat di UNDUH DISINI 

Alasan Penolakan Karya Tulis Pengawas Sekolah

Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan alasan penolakan karya tulis pengawas sekolah yang berkaitan dengan kriteria APIK (Asli, Perlu, Ilmiah dan Konsisten). Selanjutnya akan dibahas alasan penolakan karya ilmiah pengawas sekolah yang berkaitan dengan teknis seperti susunan, kelengkapan lampiran, kelengkapan tanda tangan, seminar dan lain-lain seperti dijelaskan di bawah ini. 

A. Buku laporan hasil penelitian yang diterbitkan secara nasional

1. Dinyatakan sebagai Buku hasil penelitian yng diterbitkan secara Nasional akan tetapi tidak ada bukti fisik yang menunjukkan hal itu misalnya tidak disahkan oleh BSNP atau Puskurbuk

Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang sesuai dengan kriteria, misalnya buku harus ber ISBN, dan ada bukti pengesahkan PUSKURBUK/BSNP

Baca Juga: Mengapa Karya Ilmiah Pengawas Ditolak?

2. Dinyatakan sebagai buku hasil Penelitian diterbitkan secara Nasional akan tetapi kerangka isi buku belum mengikuti kerangka isi penelitian

Disarankan untuk membuat pubikasi ilmiah baru yang sesuai tupoksi pengawas atau membuat buku baru dengan kerangka yang disesuikan denga kerangka laporan  penelitiannya

B. Makalah Hasil penelitian yang dimuat di Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi

1. Dinyatakan sebagai artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah namun belum ada ISSN, tidak jelas tingkat peredarannya, waktu terbitnya, dan/atau jumlah artikel dalam satu jurnal. Selain itu dalam jurnal tidak ditemukan SK Jurnal terakreditasi Nasional

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang  berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

2. Dinyatakan sebagai artikel dimuat dijurnal ilmiah terakreditasi nasional, namun juranl tersebut kurang atau tidak memenuhi syarat sebagai jurnal ilmiah terakreditasi/sebagai jurnal ilmiah

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru yang berisi aau mempermasalhkan permasalahan nyata di bidang pendidikan formal atau di sekolaah binaannya sesuai dengan tugas pengawas yang bersangkutan.

C. Laporan Hasil Penelitian Umum (Penelitian selain PTS)

1. Laporan hasil penelitian belum disajikan dengan kerangka dan sajian isi yang sesuai.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, atau memperbaiki laporan hasil penelitiannya dengan menggunakan kerangka isi sebagai berikut:

Bagian Awal  yang  terdiri dari: halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan.

Bagian Isi umumnya terdiri dari beberapa bab yakni:

Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian;

Bab Kajian Teori / Tinjauan Pustaka;  

Bab Metode Penelitian;

Bab  Hasil-hasil dan Diskusi Hasil Penelitian;, serta

Bab Kesimpulan dan Saran.

Bagian Penunjang sajian daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang selengkap-lengkapnya (seperti instrumen yang digunakan, contoh hasil kerja subyek penelitian, contoh isian instrumen, foto-foto kegiatan, surat ijin penelitian, dan dokumen pelaksanaan penelitian lain yang menunjang keaslian penelitian tersebut);

2. Laporan hasil penelitian namun latar belakang masalah tidak jelas sehingga tidak dapat menunjukkan pentingnya hal yang dibahas. Latar belakang masalah penelitian harus dapat menunjukkan pentingnya hal yang dibahas dan  hubungan masalah tersebut dengan upaya  Pengawas dalam  mengembangkan profesinya. Latar belakang masalah juga harus didukung oleh fakta spesifik yang berkaitan dengan masalah yang nyata terjadi di sekolah binaannya.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

3. Laporan hasil penelitian namun rumusan masalah tidak jelas sehingga kurang dapat diketahui apa sebenarnya yang akan diungkapkan pada publikasi ilmiah nya. Rumusan masalah harus benar-benar dapat menunjukkan variabel-variabel apa saja, dan bagaimana hubungan antar variablel tersebut yang akan dikaji dalam penelitian. Rumusan masalah hendaknya mampu memberikan gambaran yang jelas apa sebenarnya yang akan dikaji pada penelitian tersebut.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

4. Laporan hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) kebenarannya tidak terdukung oleh kebenaran teori, kebenaran fakta  dan kebenaran analisisnya, dan atau (b) metode penelitian,  sampling,  data, analisis hasil yang tidak /kurang  benar.

Kajian teori atau kajian hasil-hasil penelitian terdahulu hendaknya sesuai dengan variabel-variabel penelitian. Metode penelitian, sampling dan analisis hasil harus dapat mendukung ketercapaian hasil penelitian.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

5. Isi laporan hasil penelitiannya tidak atau kurang jelas mengungkapkan  laporan kegiatan yang dilakukan Pengawas  pada bidang pendidikan yang telah dilaksanakan Pengawas di sekolah dan  sesuai dengan tupoksinya,

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

6. Dinyatakan sebagai laporan penelitian pendidikan namun berisi pembahasan isi/materi pelajaran atau berupa penelitian keilmuan di bidang studi  tertentu dan  tidak terkait dengan kegiatan nyata yang bersangkutan dalam kegiatan pengembangan profesinya sebagai Pengawas dalam proses pembelajaran.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

7. Laporan penelitian berupa  laporan hasil penelitian perbandingan  tetapi, (a) tidak jelas kegiatan nyata apa yang telah dilakukan Pengawas dalam kegiatan penelitian pembandingan tersebut dalam kaitannya kegiatan pengembangan profesi., (b) bahasan hanya sebatas membandingkan  variabel yang telah jelas jawabannya dan tidak berkaitan dengan tindakan profesional Pengawas dalam peningkatan profesinya.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

8. Dinyatakan sebagai laporan penelitian deskriptif, namun : (a) tidak jelas manfaat apa yang dihasilkan Pengawas sesuai dengan pengembangan profesinya, (b) bahasan hanya sebatas mendeskripsikan data tentang dalam kaitannya dengan sesuatu keadaan.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

9. Dinyatakan sebagai laporan penelitian laporan penelitian korelasi, tetapi, (a) tidak jelas manfaat apa yang telah dihasilkan sesuai dengan kegiatan pengembangan profesi, (b) bahasan hanya sebatas mengkorelasikan variabel-variabel yang telah jelas jawabannya, dan tidak berkaitan dengan tindakan professional Pengawas dalam peningkatan profesinya.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

10. Dinyatakan sebagai penelitian eksperimen, belum dapat diterima karena tidak mengikuti kaidah penulisan laporan penelitian eksperimen. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak tepat, dan pelaksanaan perlakuannya tidak jelas.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

11. Secara umum isi laporan penelitian ini telah cukup baik. Namun beberapa lampiran penting belum dilampirkan, untuk itu  segera di lampirkan.

Disarankan untuk memperbaiki melengkapi lampiran-lampirannya. Dokumen pelaksanaan penelitian yang harus dilampirkan paling tidak adalah: (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, (b) contoh pengisian  instrumen oleh responden (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

D. Laporan PTS

1. Dinyatakan sebagai laporan PTS, namun:  tidak jelas apa, bagaimana dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan, juga tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi dan refleksi pada penentuan siklus-siklus berikutnya.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang  berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

2. Dinyatakan sebagai laporan PTS, namun apa yang dijelaskan dalam laporan tersebut hanya berupa  laporan pembelajaran yang  biasa, tidak ada tindakan yang merupakan pembaharuan dari kegiatan yang biasa dilakukan, tahapan dalam siklus sama dengan tahapan pembelajaran biasa. PTS bukan pembelajaran biasa tetapi merupakan proses mencoba dan menganalisis penggunaan metode baru yang  diutamakan bukan hanya hasil tetapi prosesnya.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

3. Publikasi ilmiah yang diajukan berupa penelitian tindakan Sekolah, namun  (a) metode penelitian belum mengemukakan tahapan dan tindakan tiap siklus dan indikator keberhasilannya, (b) pada laporan hasil dan pembahasan belum melaporkan data lengkap tiap siklus, perubahan yang terjadi pada subyek, Pengawas atau sekolah binaan serta bahasan terhadap keseluruhan hasil penelitian dan (c) lampiran belum lengkap.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, atau memperbaiki laporan hasil penelitiannya dengan menggunakan kerangka isi sebagai berikut:

Bagian Awal  yang  terdiri dari: halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan.

Bagian Isi umumnya terdiri dari beberapa bab yakni:

Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian;

Bab Kajian Teori/ Tinjauan Pustaka;  

Bab Metode Penelitian;

Bab  Hasil-hasil dan Diskusi Hasil Penelitian; serta

Bab Simpulan dan Saran-Saran.

Bagian Penunjang sajian daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang selengkap-lengkapnya (seperti instrumen yang digunakan, contoh hasil kerja subyek penelitian, contoh isian instrumen, foto-foto kegiatan, surat ijin penelitian, dan dokumen pelaksanaan penelitian lain yang menunjang keaslian penelitian tersebut).

4. Secara umum isi laporan PTS  ini telah cukup baik. Namun beberapa lampiran penting belum dilampirkan, untuk itu agar segera dilampirkan.

Disarankan untuk memperbaiki, melengkapi lampiran-lampirannya. Dokumen pelaksanaan penelitian yang harus dilampirkan paling tidak adalah: (a) semua Rencana untuk semua siklus, (b) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, (c) contoh hasil kerja subyek penelitian dan Pengawas  (d) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, surat ijin,  foto-foto kegiatan beserta penjelasannya, daftar hadir untuk semua pertemuan, surat pernyataan dari kepala sekolah mengenai berita acara seminar, dan lain-lain.

5. Laporan PTS belum diseminarkan.

Disarankan untuk segera melakukan seminar disekolah penulis dengan mengundang 2 sekolah binaan dengan jumlah peserta seminar minimal 10 orang pengawas, 5 orang pengawas dan memenuhi segala kelengkapan kegiatan seminar di antaranya surat keterangan dari kepala sekolah dan panitia seminar, berita acara seminar, daftar hadir, notulen seminar dan persyaratan lain sesuai dengan aturan. 

E.  Buku Hasil Gagasan yang diterbitkan secara Nasional

Alasan penolakan dan saran : 

1. Dinyatakan sebagai Buku hasil gagasan yng diterbitkan secara Nasional akan tetapi tidak ada bukti fisik yang menunjukkan hal itu misalnya tidak disahkan oleh BSNP atau Puskurbuk

Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang sesuai dengan kriteria, misalnya buku harus ber ISBN, dan ada bukti pengesahkan PUSKURBUK/BSNP

F. Makalah Hasil Gagasan yang dimuat di Jurnal Ilmiah terakreditasi

1. Dinyatakan sebagai artikel dimuat dijurnal ilmiah terakreditasi nasional, namun juranl tersebut kurang atau tidak memenuhi syarat sebagai jurnal ilmiah terakreditasi/sebagai jurnal ilmiah. Selain itu dalam jurnal tidak ditemukan SK Jurnal terakreditasi Nasional

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru yang berisi aau mempermasalhkan permasalahan nyata di bidang pendidikan formal atau di sekolaah binaannya sesuai dengan tugas pengawas yang bersangkutan.

2. Dinyatakan sebagai artikel ilmiah, namun isinya hanya berupa laporan penelitian biasa yg hanya mengkorelasikan, membandingkan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam pembelajaran dan pengembangan profesi Pengawas serta Tidak ditemukan Gagasan atau Ide Pengawas yang bersangkutan

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang  berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

3. Dinyatakan sebagai artikel ilmiah hasil gagasan dalam jurnal ilmiah namun belum ada ISSN, tidak jelas tingkat peredarannya, waktu terbitnya, dan/atau jumlah artikel dalam satu jurnal.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang  berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

G. Buku Hasil Gagasan tidak diterbitkan secara nasional

Alasan Penolakan dan Saran :

1. Dinyatakan sebagai Buku hasil gagasan yng diterbitkan tidak secara Nasional akan tetapi tidak ada bukti fisik yang menunjukkan hal itu misalnya tidak ada ISBN

Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang sesuai dengan kriteria, misalnya buku harus  ber ISBN

2. Dinyatakan sebagai buku hasil gagasan yang tidak diterbitkan secara nasional akan tetapi isinya diluar bidang Kepengawasan dan diluar Bidang Pendidikan dan Pembelajaran

Disarankan membuat publikasi ilmiah baru  yang sesuai dengan Pengembangan Profesi Pengawas di sekolah binaan Pengawas yang bersangkutan

G. Makalah Gagasan Ilmiah di jurnal tingkat Regional/Tidak terakreditasi Nasional atau Makalah Tinjauan Ilmiah

1. Dinyatakan sebagai artikel ilmiah hasil gagasan dalam jurnal ilmiah namun belum ada ISSN, tidak jelas tingkat peredarannya, waktu terbitnya, dan/atau jumlah artikel dalam satu jurnal.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang  berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

2. Dinyatakan sebagai artikel ilmiah, namun isinya hanya berupa laporan penelitian biasa yg hanya mengkorelasikan, membandingkan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam pembelajaran dan pengembangan profesi Pengawas.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang  berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

3. Dinyatakan sebagai Gagasan/Tinjauan Ilmiah, namun belum mengikuti sistematika penulisan dan alur berpikir ilmiah sebagai karya tinjauan ilmiah sesuai dengan pedoman.

Disarankan memperbaiki publikasi ilmiah  tersebut dengan memakai sistematika publikasi ilmiah  tinjauan ilmiah, yang paling tidak memuat:

  • Bagian Awal yang terdiri dari: halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan.
  • Bagian Isi umumnya terdiri dari beberapa bab yakni:
  • Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah. 
  • Bab Kajian Teori/Tinjauan Pustaka.   
  • Bab Pembahasan Masalah yang didukung data-data yang ada di satuan pendidikannya. 

Yang sangat perlu disajikan pada bab ini adalah kejelasan ide atau gagasan asli  si penulis  yang terkait dengan upaya pemecahan masalah di satuan pendidikannya (di sekolah binaannya).

  • Bab  Kesimpulan.

Bagian Penunjang sajian daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang data yang dipakai untuk menunjang tinjauan atau gagasan ilmiah.

4. Dinyatakan sebagai Tinjauan Ilmiah, namun tidak dijumpai adanya data pendukung dan gagasan penulis dalam membahas/mengatasi masalah.

Disarankan memperbaiki publikasi ilmiah  tersebut dengan memakai sistematika publikasi ilmiah  tinjauan ilmiah, yang paling tidak memuat :

Bagian Awal yang terdiri dari: halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan.

 Bagian Isi umumnya terdiri dari beberapa bab yakni:

  • Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah. 
  • Bab Kajian Teori/Tinjauan Pustaka.  
  • Bab Pembahasan Masalah yang didukung data-data yang ada di satuan pendidikannya. 

Yang sangat perlu disajikan pada bab ini adalah kejelasan ide atau gagasan asli  si penulis  yang terkait dengan upaya pemecahan masalah di satuan pendidikannya (di sekolah binaannya).

  • Bab Kesimpulan.

Bagian Penunjang sajian daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang data yang dipakai untuk menunjang tinjauan atau gagasan ilmiah.

5. Dinyatakan sebagai tinjauan ilmiah namun isinya terlalu luas, tidak terkait dengan tugas penulis dalam mengembangkan profesinya.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya/sekolah binaannya yang sesuai dengan tugas pengawas yang bersangkutan.

H. Karya Terjemahan yang diterbitkan jadi buku

Alasan penolakan dan saran:

1. Dinyatakan sebagai Buku hasil terjemahan yng diterbitkan secara Nasional akan tetapi tidak ada bukti fisik yang menunjukkan hal itu misalnya tidak disahkan oleh BSNP atau Puskurbuk

Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang sesuai dengan kriteria, misalnya buku harus ber ISBN, dan ada bukti pengesahkan PUSKURBUK/BSNP

2. Dinyatakan sebagai Buku hasil terjemahan yng diterbitkan tidak secara Nasional akan tetapi tidak ada bukti fisik yang menunjukkan hal itu misalnya tidak ada ISBN

Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang sesuai dengan kriteria, misalnya buku HARUS ber ISBN

3. Dinyatakan sebagai buku hasil terjemahan yang tidak diterbitkan secara nasional akan tetapi isinya diluar bidang Kepengawasan dan diluar Bidang Pendidikan dan Pembelajaran

Disarankan membuat publikasi ilmiah baru  yang sesuai dengan Pengembangan Profesi Pengawas di sekolah binaan Pengawas yang bersangkutan

4. Dinyatakan sebagai buku karya hasil terjemahan, namun belum mengikuti sistematika penulisan dari karya/buku yang diterjemahkan. 

Disarankan memperbaiki publikasi ilmiah  tersebut dengan memakai sistematika publikasi ilmiah  tinjauan ilmiah hasil terjemahan, yang disesuiakan dengan daftar isi karya yang diterjemahkan. 

5. Dinyatakan buku hasil terjemahan tetapi hanya menterjemahkan sebagian atau beberapa bab saja dari buku yang diterjemahkan.

Disarankan untuk Memperbaiki karya buku terjemahan tersebut dengan menterjemahkan seluruhnya dan menyesuiakan sistematika sesuai dengan daftar isi/sistematika buku yang diterjemahkan.

I. Makalah Terjemahan diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah

Alasan penolakan dan saran : 

1. Dinyatakan sebagai artikel terjemahan dimuat dijurnal ilmiah terakreditasi nasional, namun juranl tersebut kurang atau tidak memenuhi syarat sebagai jurnal ilmiah terakreditasi/sebagai jurnal ilmiah. Selain itu dalam jurnal tidak ditemukan SK Jurnal terakreditasi Nasional

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru yang berisi aau mempermasalhkan permasalahan nyata di bidang pendidikan formal atau di sekolaah binaannya sesuai dengan tugas pengawas yang bersangkutan.

2. Dinyatakan sebagai artikel ilmiah hasil terjemahan, namun isinya hanya berupa laporan penelitian biasa yg hanya mengkorelasikan, membandingkan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam pembelajaran dan pengembangan profesi Pengawas serta  Isinya tidak sesuai dengan karya yang diterjemahkan 

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

3. Dinyatakan sebagai artikel ilmiah hasil terjemahan dalam jurnal ilmiah namun belum ada ISSN, tidak jelas tingkat peredarannya, waktu terbitnya, dan/atau jumlah artikel dalam satu jurnal.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang  berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

4. Dinyatakan sebagai tinjauan ilmiah hasil terjemahan namun isinya terlalu luas, tidak terkait dengan tugas penulis dalam mengembangkan profesinya.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang  berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai dengan tugas pengawas yang bersangkutan.

J. Alasan lain

1. Publikasi ilmiah sudah baik namun belum ada pengesahan terutama dari korwas

Untuk itu, segera dilengkapi dengan persetujuan/ pengesahan sesuai dengan pedoman. Terutama pengesahan dari Korwas.

2. Publikasi ilmiah  ini sudah cukup baik,  namun tidak jelas apa peran pengawas sekolah yang terkait dengan permasalahan yang dibahas dalam publikasi ilmiah -nya.

Disarankan untuk memperbaiki publikasi ilmiah  tersebut dengan menunjukkan dengan jelas dan rinci peran pengawas sekolah dalam permasalahan yang dibahas dalam publikasi ilmiah  tersebut.

Baca juga: Teknik dan Alat Pengumpulan Data 
















Mengapa Karya Ilmiah Pengawas Sekolah Ditolak ?

Tidak jarang pengawas sekolah mengeluh setelah mendapat informasi tertulis dari tim penilai pusat atau provinsi/kabupaten  bahwa karya tulis yang diajukan untuk naik pangkat belum dapat dinilai atau angka kreditnya nol. Kejadian seperti ini harusnya tidak perlu terjadi apabila pengawas sekolah bersangkutan memahami  syarat dan kriteria penilaian karya tulis pengawas yang dapat dinilai angka kreditnya. 

Dari pada kecewa tentang hasil penilaian bagi yang akan mengusulkan naik pangkat atau hasil karya tulisnya ditolak  sebaiknya perlu disiasati dan dipahami alasan-alasan karya tulis pengawas sekolah ditolak tim penilai dipropinsi maupun tim penilai pusat. 

Secara umum ada 2 bagian alasan penolakan, pertama terkait dengan kriteria bahwa karya tulis harus memenuhi APIK (Asli, Perlu, ilmiah dan Konsisten); kedua, terkait dengan teknis dan kelengkapan karya tulis seperti tanda tangan korwas, seminar , lampiran kurang lengkap dan lain-lain seperti dijelaskan di bawah ini. 

I. Penolakan yang berkaitan dengan Kriteria A P I K 

A. Terkait dengan alasan Keaslian

1 . Keaslian PUBLIKASI ILMIAH diragukan, sehubungan adanya berbagai data yang tidak konsisten seperti nama, nama sekolah, lampiran, foto dan data yang tidak sesuai.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

2. Keaslian publikasi ilmiah  diragukan, sehubungan dengan waktu pelaksanaan kegiatan penelitian yang kurang wajar, terlalu banyak penelitian yang dilakukan dalam waktu yang terbatas (satu tahun maksimal dua penelitian).

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

3. Keaslian publikasi ilmiah diragukan, sehubungan   adanya  perbedaan kualitas, cara penulisan, gaya bahasa yang mencolok  di antara  karya-karya  yang dibuat oleh seorang Pengawas yang sama.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

4. Keaslian publikasi ilmiah diragukan, sehubungan adanya terlalu banyak kesamaan mencolok di antara  publikasi ilmiah yang dinyatakan dibuat pada waktu yang berbeda. Seperti foto-foto, dokumen, surat pernyataan yang dinyataka dibuat dalam waktu yang berbeda, sama antara yang satu dengan yang lain.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

5. Keaslian publikasi ilmiah diragukan, sehubungan adanya kemiripan yang mencolok dengan skripsi, tesis atau disertasi, baik mungkin karya yang bersangkutan maupun karya orang lain.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan  yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

6. Keaslian publikasi ilmiah diragukan, sehubungan adanya   berbagai kesamaan mencolok dengan publikasi yang dibuat oleh orang lain, dari daerah yang sama, seperti di sekolah, kabupaten, kota, atau wilayah yang sama.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Best Practice

B. Terkait dengan Alasan Perlu

1. Isi dari hal dipermasalahkan, merupakan tentang hal yang terlalu luas/terlalu umum, yang tidak terkait dengan permasalahan nyata yang ada di sekolah binaannya atau tidak ada hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan ybs sebagai pegawas disekolah binaannya yang sesuai dengan tugas pengawas yang bersangkutan.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah  baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

2. Isi dari hal dipermasalahkan, merupakan kajian tentang hal spesifik bidang keilmuan, tidak terkait dengan permasalahan nyata yang ada di sekolah binaan atau tidak ada hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan ybs sebagai Pengawas di sekolah binaan  yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

3. Isi dari hal dipermasalahkan, merupakan kajian tentang hal di luar bidang pendidikan/pembelajaran, tidak terkait  dengan permasalahan nyata yang ada di sekolah atau tidak ada hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan ybs sebagai Pengawas di sekolah binaan  yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

4. Isi dari hal dipermasalahkan, tidak termasuk dari macam publikasi ilmiah yang dapat diajukan untuk dinilai sebagai bagian kegiatan pengembangan Profesi, seperti misalnya RPP, contoh-contoh soal ujian, LKS, kumpulan kliping, dan sejenisnya.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang berisi atau mempermasalahkan  permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

C. Terkait dengan Alasan Ilmiah

1. Kerangka penulisan dan isi sajian belum mengikuti kaidah yang umumnya digunakan dalam penulisan ilmiah.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan, dengan menggunakan kerangka penulisan dan isi sajian yang sesuai untuk suatu publikasi ilmiah.

D. Terkait dengan Alasan Konsisten

1. Isi permasalahan yang disajikan tidak atau kurang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan, pada lokasi dan sekolah binaan yang sesuai.

2. Publikasi ilmiah yang diajukan untuk dinilai telah kadaluwarsa.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang belum kadaluwarsa dan berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

3. Publikasi ilmiah yang diajukan pernah dinilai dan sudah pernah disarankan untuk melakukan perbaikan, namun perbaikan yang diharapkan belum sesuai.

Disarankan kembali memperbaiki sesuai dengan saran terdahulu, atau membuat publikasi ilmiah baru, berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

4. Publikasi ilmiah yang diajukan pernah dinilai dan sudah dinyatakan tidak dapat dinilai dan  disarankan untuk  membuat publikasi ilmiah baru tetapi diajukan lagi.

Disarankan kembali untuk  membuat publikasi ilmiah baru, yang belum kadaluarsa dan berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan.

Baca juga: Sistematika PTK (Edisi Revisi)

5. Publikasi ilmiah tidak dapat dinilai, karena tidak jelas jenis publikasi ilmiah-nya atau tidak termasuk yang dapat dinilai berdasar pada peraturan yang berlaku.

Disarankan untuk membuat publikasi ilmiah baru, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata  di bidang pendidikan formal pada sekolah binaan yang sesuai dengan tugas Pengawas yang bersangkutan, pada lokasi dan sekolah binaan yang sesuai.

Penolakan Masalah Teknis BERSAMBUNG KLIK DISINI


Penilaian Pada Kondisi Khusus Di SMA

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian  dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning)

Penilaian atas pembelajaran dilakukan untuk mengukur capaian siswa terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian untuk pembelajaran memungkinkan guru menggunakan informasi kondisi siswa untuk memperbaiki pembelajaran, sedangkan penilaian sebagai pembelajaran  memungkinkan siswa melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar.

Penilaian pada kondisi khusus adalah penilaian yang dilakukan pada pembelajaran jarak jauh sehingga membutuhkan adaptasi (penyesuaian) dalam melakukan pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. 

Penyesuaianpenilaian pada kondisi khusus memiliki keterbatasan, antara lain: tatap muka langsung, sumber belajar, alat, dan bahan praktik, serta proses bimbingan dan pengawasan.

Penilaian yang dilakukan guru  dalam kondisi khusus tetap harus menilai tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran pada kondisi khusus di SMA adalah:

  1. Sikap terhadap materi pelajaran;
  2. Sikap terhadap guru/pengajar;
  3. Sikap terhadap proses pembelajaran; dan
  4. Sikap terhadap nilai dan norma dalam keluarga maupun di lingkungan.

Untuk memperoleh nilai sikap diatas digunakan 3 bentuk penilaian yaitu pengamatan (observasi), penilaian diri dan penilaian antar teman. Guru perlu menyusun lembar observasi untuk pengamatan  dan instrument berupa angket untuk penilaian diri dan antar teman.

Penilaian pengetahuan mencakup dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif. Dimensi pengetahuan mencakup pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sedangkan dimensi proses kognitif terdiri atas mengingat, memahami,menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta (taksonomi Bloom/revisi Anderson). Untuk mendapatkan penilaian pengetahuan ini dapat dilakukan melalui tes tertulis, lisan  dan penugasan.

 Penilaian keterampilan meliputi ranah konkrit dan ranah abstrak. Keterampilan konkrit adalah kemampuan bertindak terkait dengan kemampuan motorik atau kemampuan anggota tubuh melakukan suatu tindakan atau kegiatan prosedural. 

Keterampilan abstrak adalah kemampuan berpikir dan belajar atau kemampuan menggunakan pengetahuan (konsep, prinsip, prosedur, dan metakognitif) dalam bertindak atau memecahkan masalah nyata (kontekstual).

Baca juga: Pentingnya Asesmen Diagonosis Kognitif 

Penilaian keterampilan digunakan untuk memperoleh informasi kemampuan berpikir (abstrak) dan bertindak (konkrit) yang dapat diamati dan diukur. Tingkat kompetensi ketrampilan dan contoh berpikir, dan atau bertindak yang dapat diukur adalah sebagai berikut.

  1. Mengamati, antara lain: melihat, membaca, meneropong, merekam, memotret, endengarkan, menonton.
  2. Menanya, antara lain: bertanya lisan/tertulis, mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, memancing pertanyaan. 

Penilaian keterampilan meliputi ranah konkrit dan ranah abstrak. Keterampilan konkrit adalah kemampuan bertindak terkait dengan kemampuan motorik atau kemampuan anggota tubuh melakukan suatu tindakan atau kegiatan prosedural. 

Keterampilan abstrak adalah kemampuan berpikir dan belajar atau kemampuan menggunakan pengetahuan (konsep, prinsip, prosedur, dan metakognitif) dalam bertindak atau memecahkan masalah nyata (kontekstual).

Penilaian keterampilan digunakan untuk memperoleh informasi kemampuan berpikir (abstrak) dan bertindak (konkrit) yang dapat diamati dan diukur. Tingkat kompetensi ketrampilan dan contoh berpikir, dan atau bertindak yang dapat diukur adalah sebagai berikut.

  1. Mengamati, antara lain: melihat, membaca, meneropong, merekam, memotret, endengarkan, menonton.
  2. Menanya, antara lain: bertanya lisan/tertulis, mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, memancing pertanyaan.
  3. Mencoba, antara lain: meniru, melakukan instruksi, mengoperasikan,menuliskan, melafalkan, membacakan, mempraktikan, mendemonstrasikan, mencoba resep.
  4. Menalar, antara lain: mengelompokan, mengurutkan, menyusun, menabelkan, membuat grafik, memadukan, menyimpulkan, merumuskan, mewarnakan, memantaskan, merangkai.
  5. Menyaji, antara lain: mempresentasikan, melaporkan, memilemkan, memerankan, endongeng, memainkan, memamerkan, menceritakan, memajang, menghidangkan, menjajakan, mementaskan, memasarkan.
  6. Mencipta, antara lain: meramu, menambahkan, mengganti, memodifikasi, merekomendasikan, mengusulkan, memperbaiki, mereviu, merekayasa, membuat, merancang, mendesain,  membentuk.

 Penilaian keterampilan tersebut dapat dilakukan dengan bentuk praktik/unjuk kerja, proyek, produk dan fortofolio.

 Untuk lebih jelas nya penilaian pada masa kondisi kusus pada guru dapat mempelajari dalam buku panduan penilaian kondisi khusus di SMA DOWNLOAD DISINI.