Cara Membuat Laporan Tracer Study Dalam Akreditasi

Metode tracer study umumnya digunakan oleh perguruan tinggi, yaitu studi pelacakan jejak lulusan atau alumi setelah mereka lulus (biasanya 2 tahun) apakah mereka sudah bekerja, belum bekerja, melanjut, jenis pekerjaan dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja. 

Dari hasil tracer studi tersebut akan diketahui penyebaran, informasi kompetensi yang relevan didunia kerja sehingga dapat digunakan sebagai evaluasi  untuk perbaikan, dan pengembangan kualitas dalam sistem pendidikannya. 

Bagaimana Tracer Study yang dimaksud dalam instrument akreditasi satuan pendidikan?

Konsep tracer study yang biasa dilakukan perguruan tinggi tidak sepenuhnya sama  dengan yang dimaksud dalam instrument akreditasi satuan pendidikan. 

Tracer studi dalam IASP adalah pengumpulan data tingkat kepuasan  pemangku kepentingan (stakehorders) satuan pendidikan tentang terpenuhinya atau tidak terpenuhi kebutuhan, keinginan, harapan pemangku kepentingan tersebut. 

Baca juga: Instrumen Pemenuhan Mutlak dan relatif Akreditasi

Pemangku kepentingan (stakeholder) yang dimaksud adalah pengguna lulusan terdiri dari: 

1. Perwakilan orang tua siswa

2. Komite sekolah/madrasah;

3. Sekolah/madrasah yang menerima lulusan;

4. Dunia kerja; 

5. Perguruan Tinggi.

Lalu apa saja yang mereka butuhkan dari lulusan tersebut ? 

Ada tiga  kompetensi yang dimiliki lulusan satuan pendidikan yang dibutuhkan, diinginkan oleh  pemangku kepentingan yaitu. 

1. Kepuasan terhadap sikap lulusan dari satuan pendidikan sikap ini terdiri dari :

   a. sikap religiusitas;

   b. sikap kejujuran;

   c. sikap tanggung jawab; dan

   d. kedisiplinan.

2. Kepuasan terhadap pengetahuan lulusan. Pengetahuan dapat dilihat dari : 

   a. bidang ilmu pengetahuan;

   b. bidang teknologi;

   c. bidang seni; dan

   d. bidang budaya.

3. Kepuasan terhadap keterampilan lulusan. Keterampilan dapat dilihat dari:

   a. kreativitas;

   b. produktivitas;

   c. komunikasi; dan

   d. kolaborasi

Baca juga: Tips mempersiapkan Akreditasi Sekolah

Untuk mengetahui kepuasan pemangku kepentingan tersebut sekolah dapat melakukan pengumpulan data berbagai cara diantaranya 

1. Menyusun kuisioner angket  untuk diisi oleh pemangku kepentingan

2. Melakukan wawancara dengan pemangku kepentingan

3. Mengumpulkan semacam testimoni dalam bentuk catatan/rekomendasi dari orang tua

4. Membuat video /youtub pemangku kepentingan tentang tinggakt kepuasan mutu lulusan 

5. Menggunakan goggle form untuk melacak pendapat pemangku kepentingan  

Sekolah akan mengalami kesulitan jika semua cara di atas digunakan, langkah yang paling sederhana adalah menyusun angket (kuisioner) untuk disebarkan kepada pemangku kepentingan. 

Angket ini diusahakan memuat kompetensi lulusan yang diinginkan pemangku kepentingan dengan tingkat keterbacaan yang mudah dipahami karena pemangku kepentingan terdiri dari berbagai macam latar belakang. 

Penyusunan instrumennya boleh menggunakan skala Likert, Truston, semantic difrensial, Huston atau cukup pilihan ganda saja. Kalau memungkinkan hasil kuisioner ini dikuatkan dengan metode pengumpulan data yang lain seperti wawancara.  

Selanjutnya data hasil kuisioner tracer studi dikumpulkan kemudian di olah oleh sekolah dan disusun laporannya. Laporan tracer studi yang dimaksud minimal dapat menjawab hal berikut:

1. Apa kegiatannya 

2. Dimana dilakukan 

3. Kapan dilakukan 

4. Siapa saja yang terlibat 

5. Hasilnya seperti apa

6. Dokumen pendukung apa saja ? (apakah foto, daftar hadir dan lain-lain) 

Apablia Pemangku kepentingan menyatakan sangat puas terhadap mutu lulusan sekolah / madrasah terkait sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka maka sekolah sudah mencapai budaya mutu atau dalam penilaian akreditasi masuk level 4. 

Demikian  cara membuat laporan tracer study , semoga ada manfaatnya.

Tulisan selanjutnya Contoh Instrumen Tracer Study. 


Instrumen Pemenuhan Mutlak dan Relatif Akreditasi

 A. Indikator Pemenuhan Mutlak (IPM)

Pada pelaksanaan akreditasi (IASP2020) sekolah/madrasah sasaran harus memenuhi persyaratan mutlak yang telah ditentukan oleh BAN-S/M agar sekolah tersebut dapat diakreditasi. 

Penentuan kelayakan sekolah/madrasah dilakukan berdasarkan Data Isian Akreditasi (DIA) dalam Sispena-S/M yang telah dilengkap sekolah/madrasah sasaran. Data-data yang diperlukan harus mutlak ada dimiliki sekolah/madrasah agar layak diakreditasi. Namun dalam penilaian akhir tidak menjadi acuan (diperhitungkan) IPM hanya berfungsi syarat mutlak akreditasi. 

Adapun Instrumen Mutlak (IPM) adalah sebagai berikut: 

                               Indikator Pemenuhan Mutlak (IPM)

NO

          BUTIR PERNYATAAN

KETERPENUHAN

YA

TIDAK

1.

Sekolah/madrasah telah memiliki izin operasional yang dibuktikan dengan telah mengunggah didapodik

 

 

2.

Kepala sekolah/madrasah memiliki surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah

 

 

3.

Sekolah/madrasah pernah meluluskan siswa

 

 

4.

Sekolah/madrasah menyelenggarakan alokasi waktu proses pembelajaran sesuai kurikulum nasional

 

 

5.

Sekolah/madrasah menyelenggarakan seluruh mata pelajaran yang diwajibkan sesuai kurikulum nasional di seluruh kelas

 

 


Intrumen Pemenuhan Mutlak Dapat di UNDUH DISINI

Sekolah yang tidak memenuhi kelima kriteria di atas, maka sekolah tersebut belum layak diakreditasi. 

Baca juga: Tips Mempersiapkan Akreditasi Sekolah

B. Indikator Pemenuhan Relatif (IPR)

Indikator Pemenuhan Relatif (IPR) adalah indikator penentuan kelayakan dilakukan melalui kegiatan asesmen kecukupan DIA untuk memastikan sekolah/madrasah memenuhi persyaratan administrasi minimal dan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan dalam akreditasi. Persyaratan minimal dan kelengkapan administrasi harus terpenuhi 60% dari pemenuhan yang telah dipersyaratkan. 

Pada penilaian akhir akreditasi didasarkan hasil dari penilaian terhadap indikator pemenuhan relatif (IPR) dan penilaian indikator kinerja hasil visitasi asesor dengan menggunakan instrumen akreditasi. Skor IPR memiliki bobot sebesar 15%, sedangkan skor indikator kinerja sebesar 85%.

Indikator Pemenuhan Relatif (IPR) masing-masing sekolah/madrasah berbeda tuntutan pemenuhannya yaitu : Untuk Indikator Pemenuhan Relatif (IPR) untuk jenjang SD/MI sebanyak 8 butir,  SMP/MTSsebanyak 9 butir, SMA/MA  sebanyak 9  butir, SMK sebanyak 10 butir, dan SDLB/MLB sebanyak 10 butir, dimana  pernyataan pada masing-masing butir memiliki bobot yang sama. 

Baca juga: 58 Dokumen yang Harus Diupload ke Sispena

Setiap butir memiliki 4 (empat) pilihan jawaban yang masingmasing memiliki skor 1, 2, 3, dan 4, sehingga skor maksimum IPR misalnya untuk jenjang SMA/MA sebesar 9 x 4 = 36. Skor IPR dihitung dari hasil perolehan dari 9 (sembilan) butir pernyataan dalam satuan 100 dihitung dengan rumus:

Skor IPR  =  Jumlah Skor IPR   x 100%

                               36   

IPR minimal terpenuhi 60%, agar sekolah/madrasah dapat diakreditasi. 

Instrumen Pemenuhan Relatif (IPR) UNTUK SEMUA JENJANG UNDUH DISINI

Sekolah perlu mempersiapkan pemenuhan IPR  karena memberi konstrimbusi 15% pada penilaian akhir sedangkan IPM perlu dilihat ulang apakah sekolah/madrasah sudah layak di akreditasi. Selamat bekerja untuk mempersiapkan akreditasi. 















POS Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah

Tahun 2021 BAN-S/M telah menetapkan kuota sebanyak  10.449 sekolah/madrasah sebagai sasaran visitasi yang jumlahnya telah  ditetapkan untuk setiap provinsi di Indonesia. Pelaksanaan akreditasi tahun ini  menggunakan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020. Visitasi yang dilakukan melalui dua cara yaitu visitasi daring dan visitasi luring, cara yang dilakukan sangat tergantung kondisi suatu sekolah khususnya kondisi pademi covid-19.  

Baca juga: Perangkat Akreditasi Sekolah 2020

Untuk pengumpulan informasi tentang sekolah/madrasah yang  menjadi sasaran, BAN-S/M menggunakan Sistem Penilaian Akreditasi  Sekolah/Madrasah (Sispena-S/M) yang sudah terintegrasi dengan Data  Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud dan Education Management  Information System (EMIS) Kemenag. Sispena-S/M akan menjadi pintu  gerbang pertama pengumpulan data. 

Agar sekolah dan pihak yang terlibat dalam akreditasi dapat memahami prosedur pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah maka BAN-S/M telah menerbitkan POS Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2021. 

Langkah-langkah Kegiatan  Akreditasi Sekolah 

Langkah 1 : Sosialisasi Instrumen Akreditasi Satuan  Pendidikan dan Pelaksanaan  Akreditasi

  1. Ketua BAN-S/M Provinsi mengundang anggota BAN-S/M  Provinsi, Disdik Provinsi, Kanwil Kemenag, Disdik  Kabupaten/Kota, Kankemenag, KPA-S/M, dan  sekolah/madrasah sasaran visitasi untuk mengikuti sosialisasi  akreditasi.  
  2. BAN-S/M Provinsi menginformasikan kuota sekolah/madrasah  yang akan dibiayai dari APBN dan daftar sekolah/madrasah  yang sudah menjadi sasaran visitasi. 
  3. BAN-S/M Provinsi menetapkan jadwal tahapan proses  akreditasi dan batas akhir waktu setiap periode penetapan hasil  akreditasi selama tahun berjalan dengan memperhatikan kuota  sasaran visitasi.  
  4. Sekolah/madrasah mengunduh IASP2020 dari situs web BAN S/M, mempelajarinya kemudian menyiapkan dokumen yang  diperlukan untuk akreditasi. 
  5. Sekolah/madrasah melakukan pengisian Data Isian Akreditasi (DIA) melalui Sispena-S/M, termasuk mengunggah dokumen  yang diperlukan.  

Langkah Ke-2 : Asesmen Kecukupan Sasaran Visitasi dan  Penugasan Asesor 

  1. Ketua BAN-S/M Provinsi menugaskan tim asesor yang terdiri  atas 2 (dua) orang asesor, serta membagi tugas berdasarkan  jumlah sekolah/madrasah dan jumlah tim asesor yang akan  melaksanakan asesmen kecukupan. 
  2. Tim Asesor melakukan asesmen kecukupan melalui Sispena S/M. 
  3. Tim Asesor melaporkan hasil asesmen kecukupan kepada  Ketua BAN-S/M Provinsi (Format 2.1) 
  4. BAN-S/M Provinsi menampilkan dan menelaah rekap hasil  asesmen kecukupan (Format 2.2)
  5. BAN-S/M Provinsi menetapkan surat keputusan  sekolah/madrasah yang akan divisitasi sesuai ketetapan BAN S/M (Format 2.3) 
  6. BAN-S/M Provinsi menetapkan dan menugaskan tim asesor  untuk melaksanakan visitasi dan menetapkan ketua tim asesor  di masing-masing sekolah/madrasah. (Format 2.4) 
  7. BAN-S/M Provinsi menyiapkan dokumen dan administrasi yang  diperlukan oleh tim asesor. 
  8. BAN-S/M Provinsi menyampaikan pemberitahuan kepada  sekolah/madrasah yang akan divisitasi. 

Langkah Ke-3 : Visitasi Ke Sekolah/Madrasah 

Visitasi ke sekolah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Visi tasi Luring dan Visitasi Daring 

1. Visitasi Luring  

  • Asesor menerima surat tugas dan dokumen yang  diperlukan.
  • Masing-masing asesor mengisi pakta integritas dan  menandatangani secara digital pada aplikasi Sispena-S/M. (Format 3.1). 
  • Asesor menelaah dan mempelajari indikator pemenuhan  mutlak, indikator pemenuhan relatif, DIA, dan dokumen  sekolah/madrasah yang akan divisitasi melalui aplikasi  Sispena-S/M. 
  • Asesor melaksanakan visitasi ke sekolah/madrasah. 
  • Asesor menunjukkan surat tugas asesor kepada Kepala  Sekolah/Madrasah. 
  • Sekolah/madrasah menjelaskan profil sekolah/madrasah  kepada asesor. 
  • Asesor mengobservasi situasi sekolah/madrasah,  melakukan pengkajian dokumen tertulis maupun foto-foto kegiatan-kegiatan, menyebarkan angket, dan  mewawancarai responden. 
  • Asesor mengunggah foto sarana dan prasarana yang dimiliki  oleh sekolah/madrasah sebagai bagian laporan pada  Sispena-S/M. 
  • Asesor melakukan verifikasi, validasi, klarifikasi, dan  penilaian kinerja sesuai IASP2020 berdasarkan data yang  diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan  dokumen sekolah/madrasah. 
  • Masing-masing asesor melakukan penilaian secara  independen terhadap kinerja sekolah/madrasah secara  menyeluruh. 
  • Tim asesor mendiskusikan temuan hasil visitasi. 
  •  Asesor menyampaikan temuan hasil visitasi kepada  sekolah/madrasah namun tidak memberi tahu hasil  penilaian asesor. 
  • Masing-masing asesor mengisi nilai visitasi individu secara  independen. 
  • n. Tim asesor menyepakati nilai kelompok untuk setiap butir.  Ketua tim asesor mengisi nilai kelompok melalui Sispena S/M. 
  • Tim asesor menyusun rekomendasi hasil visitasi setiap  sekolah/madrasah. Ketua tim asesor menginputnya pada  aplikasi Sispena-S/M. 
  • Ketua tim asesor mengisi Berita Acara Pelaksanaan Visitasi  melalui Sispena-S/M dan ditandatangani secara digital oleh  kedua asesor dan kepala sekolah/madrasah pada aplikasi  Sispena-S/M. (Format 3.2). 
  • Tim Asesor mengunggah foto dokumentasi hasil visitasi  berupa: a) 4 (empat) foto sarana dan prasarana; b) 4 (empat)  foto kegiatan sekolah/madrasah; c) 1 (satu) foto kegiatan  temu awal, dan d) 1 (satu) foto kegiatan temu akhir, pada  aplikasi Sispena-S/M. 
  • Kepala sekolah/madrasah mengisi Kartu Kendali Proses  Visitasi dan menandatanganinya secara digital melalui  aplikasi Sispena-S/M. Kartu Kendali dapat diisi oleh kepala  sekolah/madrasah setelah tim asesor menyelesaikan  penilaian di Sispena-S/M. Kartu Kendali tidak perlu dikirim  ke BAN-S/M atau BAN-S/M Provinsi dalam bentuk salinan  cetak (Format 3.3). 
  • Tim asesor menyampaikan laporan visitasi ke BAN-S/M  Provinsi melalui aplikasi Sispena-S/M. 
  • BAN-S/M Provinsi melakukan pengecekan kelengkapan  laporan visitasi dan rekomendasi melalui aplikasi Sispena S/M (Format 3.4). 
  • BAN-S/M Provinsi mengecek Kartu Kendali Proses Visitasi  melalui aplikasi Sispena-S/M. 

Baca juga: Tips Mempersiapkan  Akreditasi Sekolah 

2. Visitasi Daring 

Visitasi ini dilakukan melalui video conference dengan  aplikasi ZoomMeeting, GoogleMeet, WhatsApp, Skype, MS-Team,  Telegram, BIP, dan sejenisnya sehingga asesor dapat  berkomunikasi secara langsung dengan warga  sekolah/madrasah. 

Kegiatan visitasi daring ini direkam oleh BAN-S/M Provinsi  atau asesor yang bertugas di setiap sekolah/madrasah. 

Langkah kegiatan visitasi daring sebagai berikut: 

  • Asesor menerima surat tugas dan dokumen yang  diperlukan. 
  • Masing-masing asesor mengisi pakta integritas dan  menandatangani secara digital pada aplikasi Sispena-S/M.  (Format 3.1). 
  • Asesor menelaah dan mempelajari indikator pemenuhan  mutlak, indikator pemenuhan relatif, DIA, dan dokumen  sekolah/madrasah yang akan divisitasi melalui aplikasi  Sispena-S/M. 
  • Asesor melaksanakan visitasi ke sekolah/madrasah secara  daring.  
  • Asesor mengirimkan surat tugas dalam bentuk salinan  digital kepada kepala sekolah/madrasah melalui surel, WA,  dan sejenisnya.
  • Asesor mendokumentasikan tangkapan layar (screen shoot) proses visitasi daring sebagai bagian laporan. 
  • Sekolah/madrasah menjelaskan profil sekolah/madrasah  kepada asesor. 
  • Asesor mengobservasi situasi sekolah/madrasah,  melakukan pengkajian dokumen tertulis maupun foto  kegiatan-kegiatan, menyebarkan angket, dan  mewawancarai responden. 
  • Masing-masing asesor memilih minimal 2 (dua) kelas yang  berbeda untuk diobservasi secara daring. 
  • Asesor mengunggah foto sarana dan prasarana yang dimiliki  oleh sekolah/madrasah sebagai bagian laporan pada Sispena-S/M. 
  • Asesor melakukan verifikasi, validasi, klarifikasi, dan  penilaian kinerja sesuai IASP2020 berdasarkan data yang  diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan  dokumen sekolah/madrasah. 
  • Masing-masing asesor melakukan penilaian secara  independen terhadap kinerja sekolah/madrasah secara  menyeluruh. 
  • Tim asesor mendiskusikan temuan hasil visitasi.  
  • Asesor menyampaikan temuan hasil visitasi kepada  sekolah/madrasah namun tidak memberi tahu hasil  penilaian asesor. 
  • Masing-masing asesor mengisi nilai visitasi individu secara  independen. 
  • Tim asesor menyepakati nilai kelompok untuk setiap butir.  Ketua tim asesor mengisi nilai kelompok melalui Sispena S/M. 
  • Tim asesor menyusun rekomendasi hasil visitasi setiap  sekolah/madrasah. Ketua tim asesor menginputnya pada  aplikasi Sispena-S/M. 
  • Ketua tim asesor mengisi Berita Acara Pelaksanaan Visitasi  melalui Sispena-S/M dan ditandatangani secara digital oleh  kedua asesor dan kepala sekolah/madrasah pada aplikasi  Sispena-S/M. (Format 3.2). 
  • Tim Asesor mengunggah foto dokumentasi hasil visitasi  berupa: a) 4 (empat) foto sarana dan prasarana; b) 4 (empat)  foto kegiatan sekolah/madrasah; c) 1 (satu) foto kegiatan  temu awal, dan d) 1 (satu) foto kegiatan temu akhir, pada  aplikasi Sispena-S/M. 
  • Kepala sekolah/madrasah mengisi Kartu Kendali Proses  Visitasi dan menandatanganinya secara digital melalui  aplikasi Sispena-S/M. Kartu Kendali dapat diisi oleh kepala  sekolah/madrasah setelah tim asesor menyelesaikan  penilaian di Sispena-S/M. Kartu Kendali tidak perlu dikirim  ke BAN-S/M atau BAN-S/M Provinsi dalam bentuk salinan  cetak (Format 3.3). 
  • Tim asesor menyampaikan laporan visitasi ke BAN-S/M  Provinsi melalui aplikasi Sispena-S/M.  
  • BAN-S/M Provinsi melakukan pengecekan kelengkapan  laporan visitasi dan rekomendasi melalui aplikasi Sispena S/M (Format 3.4). 
  • BAN-S/M Provinsi mengecek Kartu Kendali Proses Visitasi  melalui aplikasi Sispena-S/M

Langkah Ke-4 : Validasi Dan Verifikasi Hasil Visitasi  

  1. Ketua BAN-S/M Provinsi melakukan koordinasi dengan Tim  Validasi dan Verifikasi Hasil Visitasi yang telah ditetapkan oleh  BAN-S/M melalui aplikasi Sispena-S/M. Tim Validasi dan  Verifikasi Hasil Visitasi terdiri atas 2 (dua) orang asesor. 
  2. Tim Validasi dan Verifikasi Hasil Visitasi melakukan  pemeriksaan berita acara pelaksanaan visitasi dan kartu  kendali proses visitasi melalui aplikasi Sispena-S/M. 
  3. Tim Validasi dan Verifikasi Hasil Visitasi melakukan  pemeriksaan terhadap hasil visitasi melalui aplikasi Sispena S/M, yang mencakup:  a. Validasi kelengkapan data pendukung yang diunggah  asesor meliputi: (1) Pindaian/foto lembar rekapitulasi nilai  akreditasi yang sudah ditandatangani lengkap oleh kedua  asesor, (2) Foto visitasi atau tangkapan layar visitasi  daring, (3) Berita acara visitasi yang sudah ditandatangani secara digital, dan (4) Pakta Integritas yang sudah  ditandatangani oleh masing-masing asesor.  b. Verifikasi hasil penilaian tim asesor dengan melihat butir  per butir dan mencatat temuannya pada menu yang  tersedia di aplikasi Sispena-S/M. dan c. Verifikasi kesesuaian antara nilai visitasi dan  rekomendasi. 
  4. Apabila Tim Validasi dan Verifikasi Hasil Visitasi menemukan  ketidaksesuaian data/informasi dengan ketentuan dalam  proses dan hasil akreditasi, maka Tim Validasi dan Verifikasi  Hasil Visitasi melaporkan kepada BAN-S/M Provinsi untuk  dilakukan klarifikasi terhadap tim asesor yang bertugas. 
  5. Tim Validasi dan Verifikasi Hasil Visitasi membuat berita acara  validasi dan verifikasi hasil visitasi untuk setiap  sekolah/madrasah yang divalidasi dan disimpan dalam bentuk  fail berformat PDF. Selanjutnya diserahkan kepada BAN-S/M  Provinsi. (Format 4.2).  
  6. BAN-S/M Provinsi membuat daftar rekapitulasi hasil validasi  dan verifikasi hasil visitasi. (Format 4.3).
  7. Validasi dan verifikasi hasil visitasi sebagai bentuk persetujuan  atas hasil tersebut dan secara sistem disetujui oleh BAN-S/M  Provinsi melalui aplikasi Sispena-S/M. 

Langkah ke 5 sampai Langkah ke-8, merupakan tugas dan tanggungjawab BAP-S/M dan BAN-S/M yaitu: 

Langkah Ke-5: Verifikasi Hasil Validasi Dan Penyusunan  Rekomendasi 

Langkah Ke-6 : Penetapan Hasil Dan Rekomendasi  Akreditasi 

Langkah Ke-7 : Pengumuman Hasil Akreditasi  

Langkah Ke-8: Penerbitan Sertifikat Akreditasi   Dan Rekomendasi 

Selengkapnya POS akreditasi 2021 dapat di UNDUH DISINI 

Tips Mempersiapkan Akreditasi Sekolah




Akreditasi sekolah/madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan profesional, dalam hal ini adalah Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah(BAN/S/M). Bahan menentukan kelayakan tersebut digunakan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan Tahun 2020 (IASP2020) yang terdiri dari 4 Komponen yaitu Mutu Lulusan, Mutu Proses Pembelajaran, Mutu Guru, dan Manajemen. 

Keempat komponen tersebut dijabarkan menjadi sub komponen selanjutnya sub komponen. Komponen mutu lulusan  dijabarkan menjai 3 komponen ( karakter siswa, kompetensi siswa dan kepuasan pemangku kepentingan).  

Komponen proses pembelajaran dijabarkan menjadi 3 sub komponen ( kualitas pembelajaran di dalam dan di luar kelas, iklim belajar, dan pemanfaatan sarpras penunjang proses pembelajaran). 

Komponen mutu guru dijabarkan menjadi 3 sub komponen ( kompetensi guru, pengembangan profesi guru, dan inovasi dan kreatifitas guru). Komponen manajemen dijabarkan menjadi 10 subkomponen (pencapaian visi misi, kompetensi kepala sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, pelibatan masyarakat, pengelolaan kurikulum, pengelolaan sarpras, pengelolaan tendik, pengelolaan pembiayaan dan pengelolaan kesiswaan). 

Selanjutnya dari sub komponen dijabarkan  menjadi butir instrumen dengan perincian SD 35 butir tambah 1butir  kekhususan jumlah 36 butir; untuk jenjang SMP/MTsn  dan SMA/MAN jumlah 35 butir; SMK 35 butir ditambah 9 butir kekhususan sedangkan SLB/MLB 35 butir ditambah 5 butir kekhususan jumlah 40.   

Untuk mengumpulkan data-data ketercapaian tuntutan instrumen maka asessor melakukan empat metode yaitu studi dokumen, wawancara, observasi dan angket. Data yang terkumpul dari empat cara di atas dilakukan trangulasi yaitu menarik kesimpulan dari berbagai sumber data.

Pelaksanaan akreditasi dilakukan dengan dua cara yaitu luring dan daring atau tatap muka langsung, pelaksanaan ini akan sangat tergantung dengan kondisi daerah masing-masing pada masa pandemi covid -19 saat ini. 
 
Agar akreditasi dapat terlaksana dengan baik, lancar dan memberikan hasil maksimal maka ada beberapa langkah yang harus dikerjakan sekolah :

Langkah -1
Sekolah melakukan sosialisasi ke semua steakholders sekolah, siswa , guru, tenaga administrasi, komite sekolah/tokoh masyarakat yang dapat membantu dan menfasilitasi persiapan akreditasi sekolah.


Langkah- 2
Sekolah perlu membentuk tim kerja yang mempersiapkan semua dokumen dan bukti fisik secara nyata, akurat dan dapat dipertangungjawabkan. Tim tersebut diterbitkan surat keputusan sehingga memiliki legal formal, boleh dalam bentuk kepanitiaan yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan anggota, atau susunan dalam bentuk lainnya.

Langkah -3
Panitia yang ditunjuk melakukan rapat, dan ditetapkan pembagian tugas yang jelas, siapa dan mengerjakan apa. Dalam hal ini boleh dibagi masing –masing menurut 4 kelompok yaitu kelompok yang bertanggungjawab pada mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru dan manajemen . Selanjutnya masing-masing kelompok membagi atas butir instrumen. Kemudian diskusikan prosedur yang harus ditempuh dan dokumen yang harus dipersiapkan.

Langkah-4
Kepala sekolah atau panitia perlu menentukan target kerjanya, tentukan batas waktu penyelesaian tanggungjawab masing-masing.

Langkah-5
Masing-masing kelompok yang ditunjuk, mendiskusikan tiap butir instrumen dengan cara membaca dengan teliti butir instrumen kemudian membaca capaian kinerja jika terjadi kesulitan baca dan pahami defenisi yang ada dalam instrumen. Selanjutnya perhatikan level 4 yang menjadi capaian kinerja tertinggi dan kita gunakan untuk target pengumpulan/penyediaan dokumen. Level 4 ditandai dengan kata kunci membudaya artinya tindakan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari secara konsisten dan berkelanjutan.  

Langkah-6
Semua dokumen yang dikumpulkan oleh anggota dikelompokkan dalam bentuk hard copy (print out) dan sof copy ( harus dalam pdf). Dokumen dalam bentuk hard copy dimasukkan dalam map menurut nomor butirnya dan soft copy di buat dalam satu folder menurut butirnya yang nantinya akan di upload ke sispena. 

Langkah-7
Perlu dilakukan monev oleh kepala sekolah untuk mengetahui proses pekerjaanya, kendala yang ditemukan dan hasil yang sudah dicapai. Dalam hal ini lakukan pertemuan secara berkala satu kali dua minggu atau disepakati bersama;

Langkah -  8
Perhatikan butir instrumen yang menuntut laporan minimal memenuhi struktur yang dapat menjawab pertanyaan sebagai berikut:
Apa kegiatannya 
Kapan Dilaksanakan
Dimana dilaksanakan
Siapa yang terlibat
Hasil yang diperoleh
Dokumen pendukung seperti foto, daftar hadir dan lain-lain 

Langkah -9
Semua dokumen yang telah terkumpul ditempatkan dalam satu tempat dan di atur sedemikian rupa sehigga mudah nantinya diperiksa oleh tim akreditasi yang menverivikasi data.  

Langkah - 10 
Masing-masing kelompok harus memahami dokumen yang dikumpulkannya dan mempelajarinya agar siap untuk menjawab wawan cara. Setiap personil yang diwawancarai (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite, dan tokoh masyarakat) harus memberikan jawaban yang selaras dengan dokumen serta jawaban personil yang satu dengan yang lain tidak bertentangan tapi se arah dan saling mendukung. 

 
Berikut ini adalah beberapa daftar dokumen bukti fisik yang sangat penting yang harus disiapkan sekolah dalam rangka akreditasi sekolah/ madrasah:

A. Dokumen Komponen Mutu Lulusan 
  • Tata tertib dan penegakannya yang mencakup hak, kewajiban, penghargaan, dan sanksi (antara lain sistem poin)
  • Buku piket yang berisi keterlambatan siswa dan ketidakhadiran siswa di sekolah/madrasah
  • Catatan guru/wali kelas dan tenaga kependidikan yang memuat kedisiplinan waktu siswa
  • Jurnal kelas yang mencantumkan data ketidakhadiran siswa di kelas dan data mata pelajaran yang diikuti siswa
  • Catatan guru yang mencakup partisipasi siswa dan jenis kegiatan ibadah sesuai ajaran agama/kepercayaan yang dianut & Catatan guru tentang sikap toleran dan kerukunan hidup antarpemeluk agama/kepercayaan
  • Laporan kegiatan pembiasaan perilaku religius siswa yang mencakup agenda/jadwal dan jenis kegiatan & Laporan kegiatan peringatan hari besar keagamaan yang mencakup jenis kegiatan dan partisipasi siswa
  • Portofolio tugas dalam pembelajaran yang mencakup materi dan nilai yang diperoleh siswa
  • Laporan pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler yang mencakup jenis kegiatan, partisipasi siswa, dan dokumentasi kegiatan
  • Catatan guru/wali kelas yang mencakup jenis perundungan yang terjadi, bentuk pembinaan yang diberikan, dan jenis sanksi yang diberikan
  • Laporan kegiatan pencegahan perundungan yang mencakup agenda, panduan, dan partisipasi siswa
  • Media afirmasi dalam bentuk poster/banner/spanduk/leaflet
  • Laporan hasil karya dan prestasi terkait keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan & Tertulis
  • Portofolio/tugas yang mencakup tugas melalui media daring, media uring, dan Nilai yang diperoleh Siswa
  • Jadwal piket harian di kelas
  • Jadwal kegiatan upacara yang berisi data siswa petugas upacara hari senin, upacara peringatan hari besar nasional, dan upacara peringatan hari-hari khusus
  • Laporan kegiatan ekstrakurikuler yang berisi data partisipasi kolaborasi siswa, kegiatan OSIS, dan jenis kegiatan ekstrakurikuler lainnya
  • Laporan kegiatan bersama di luar sekolah/madrasah selain kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup jumlah dan jenis kegiatan serta data keterlibatan siswa
  • Portofolio/tugas dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh siswa
  • Laporan pelaksanaan kegiatan yang terkait keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang mencakup data partisipasi siswa, data karya dan prestasi siswa, dan dokumentasi kegiatan.
  • Portofolio/tugas dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh siswa
  • Laporan pelaksanaan kegiatan yang terkait keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang
  • mencakup data partisipasi siswa, data karya dan prestasi siswa, dan dokumentasi kegiatan.
  • Laporan tentang partisipasi siswa dalam kegiatan lomba yang terkait dengan pengembangan minat dan bakat
  • Laporan tentang prestasi/penghargaan dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat
  • Data nilai ujian sekolah/madrasah dalam 3 (tiga) tahun terakhir
  • Leger nilai kelas akhir dalam 3 (tiga) tahun terakhir
  • Laporan hasil tracer study tentang kepuasan pemangku kepentingan
B. Dokumen Proses Pembelajaran 
  • Rencana Pembelajaran Pembelajaran (RPP) [Telaah RPP dilakukan ketika asesor melakukan observasi
  • Lembar Praktikum/Lembar Praktik/Lembar Kerja Siswa
  • Rencana pembelajaran (RPP)
  • Kisi-kisi soal dan instrumen penilaian [Cermati untuk beberapa jenis penilaian seperti ujian formatif, sumatif]
  • Catatan Hasil Penilaian [Cermati untuk beberapa jenis penilaian seperti hasil penilaian harian, mingguan, bulanan, hasil penilaian tugas, ujian formatif, sumatif dll]
  • Catatan/Daftar Penilaian dan Hasil Analisis Pencapaian Kompetensi
  • Dokumen Program Pelaksanaan Remedial/ Pengayaan
  • Program literasi sekolah/madrasah
  • Dokumen program sekolah/madrasah yang terkait dengan pelaksanaan literasi membaca dan menulis.
  • Dokumen publikasi dan lomba karya Literasi siswa
  • Dokumen inventaris buku dan dokumen penggunaan buku.
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) [Cermati tentang penggunaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar]
  • Daftar Inventaris Media/Sumber belajar
C. Dokumen Mutu Lulusan 
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  • Form/instrumen penilaian kinerja guru (umpan balik) oleh siswa
  • Form/instrumen penilaian kinerja guru (umpan balik) oleh teman sejawat
  • Form/instrumen observasi kelas oleh kepala sekolah
  • Rekaman audio/video tentang kinerja guru
  • Dokumen kegiatan desiminasi hasil evaluasi dan refleksi guru kepada teman sejawat yang difasilitasi oleh sekolah (misal: daftar hadir, notulen, foto, video dll.)
  • Dokumen kegiatan pengembangan profesi guru
  • Dokumen kegiatan sharing/desiminasi hasil pengembangan profesi guru
  • Rencana pembelajaran (RPP)
D. Dokumen Manajemen Sekolah 
  • Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan S/M
  • Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) - 2 periode
  • Dokumen sosialisasi visi, misi
  • Laporan kegiatan pelaksanaan program
  • Dokumen hasil evaluasi tahunan pencapaian visi, misi, tujuan, dan rencana sekolah
  • Dokumen rekomendasi dari hasil evaluasi (notulen rapat)
  • Program/rencana pelaksanaan supervisi dan SK penugasan supervisor
  • Dokumen hasil supervisi tiga tahun terakhir
  • Dokumen dalam bentuk jadwal pelaksanaan supervisi sekurang-kurangnya empat tahun terakhir
  • Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) - 2 periode
  • Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan S/M
  • Laporan kegiatan pelaksanaan program
  • Dokumen kerja sama sekolah/madrasah dengan orang tua siswa dengan masyarakat sekitar (dokumen rapat, foto, video, dll)
  • Dokumen pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah/madrasah, misalnya dokumen pembagian tugas di bidang  kebersihan, jadwal kebersihan, dokumentasi kegiatan
  • Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan S/M
  • Laporan kegiatan penyusunan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program sekolah/madrasah
  • Notula Raker/Pertemuan Penyusunan Kurikulum Sekolah/Madrasah
  • Program/Panduan Pembelajaran Sekolah/Madrasah
  • Dokumen Raker/Rapat Evaluasi yang berisi Rekomendasi Perbaikan hasil Evaluasi
  • Renstra atau Rencana Pengembangan Kurikulum
  • Buku Leger atau Rekap Nilai
  • Panduan atau SOP Pelaksanaan Tugas Guru/Tenaga Kependidikan
  • Dokumen Penugasan Guru/Tenaga Kependidikan
  • Dokumen Penilaian Kinerja
  • Bukti penghargaan/sanksi
  • Panduan/ SOP Pengelolaan sarpras
  • RAPBS
  • EDS/M
  • Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan S/M
  • Laporan kegiatan pelaksanaan dan pengawasan program sekolah/madrasah
  • Dokumen Audit Pelaksanaan Anggaran/RAPBS
  • Dokumen program/kegiatan ekstrakurikuler
  • Surat tugas pembina dan tim lomba/kompetisi
  • Bukti Prestasi (Piagam dan/atau Piala)
  • Dokumen rencana layanan BK bidang pribadi
  • Dokumen rencana layanan BK bidang sosial
  • Dokumen rencana layanan BK bidang akademik
  • Dokumen rencana layanan BK bidang pendidikan lanjut dan/atau karier
  • Dokumen evaluasi diri sekolah/madrasah
  • Dokumen RKA-S/M dan dokumen EDS/M
Selain dari dokumen juga asessor melaksanakan supervisi kunjungan kelas kepada guru yang ditunjuk secara acak. Observasi terhadap lingkungan sekolah, sarana/prasarana sekolah, dan asessor melakukan wawan cara  kepala sekolah, panitia, guru, tenaga administrasi, komite sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah. 


Kelengkapan lainnya adalah Instrumen Pemenuhan Relatif (IPR) perlu dilengkapi yang diisi dalam sispena akreditasi yang telah terisi (evaluasi diri), materai 6000 dua buah untuk ditempel dalam berita acara, foto-foto kegiatan dan sarana/prasarana. 

Berdasarkan pengalaman walaupun administrasi untuk akreditasi di atas sangat banyak tapi apabila  dikerjakan dengan tim yang kompak ,  tidak akan terasa terbebani saat akan menghadapi proses akreditasi. Karena administrasi tersebut merupakan administrasi kegiatan sehari-hari, bulanan maupun tahunan. Oleh karena itu siapkan dari sekarang juga sebelum proses akreditasi dimulai.


58 Dokumen Akreditasi Yang Harus Diupload Sekolah Ke Sispena

Apakah sekolah Saudara termasuk sekolah yang diakreditasi tahun ini? jika ya, maka sekolah Saudara harus melengkapi dokumen di bawah ini sebaik-baiknya kemudian diupload di Sispena. Dokumen ini sudah harus lengkap terisi di sispena sebelum BANS/M menugaskan asessor untuk melakukan visitasi melalui kujungan langsung atau dengan daring. 

Adapun dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 

1. Tata tertib dan penegakannya yang mencakup hak, kewajiban, penghargaan, dan sanksi (antara lain sistem poin)

2. Jadwal kegiatan keagamaan

3. Bukti dan/atau laporan kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan

3. Bukti dan/atau laporan kegiatan OSIS dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan

4. Bukti dan/atau laporan kegiatan dengan pihak luar dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan

5. Laporan prestasi siswa

6. Bukti keikutsertaan dalam kegiatan lomba yang terkait dengan minat dan bakat

7. Data nilai ujian sekolah/madrasah dalam 3 (tiga) tahun terakhir.

8. Laporan hasil tracer study tentang kepuasan pemangku kepentingan.

9. Pembelajaran Pembelajaran (RPP):Jenjang SD: tematik tahun berjalan (diwakili oleh kelas 1, 4 dan 

10. Jenjang SMK dan SMA: tahun berjalan mapel Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS (diwakili oleh 3 tingkat)

11. Kisi-kisi soal dan instrumen penilaian (formatif dan sumatif) (SD: 4, 5, 6. SMP & SMA mapel sama dengan RPP)


12. Analisis Pencapaian Kompetensi (tahun berjalan, sampel dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan PPKn) (sampel SD kelas 1, 4, 6. SMP dan SMA semua tingkat)

13. Jadwal remidial dan pengayaan

14. Dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) (1 tahun)

15. Dokumen Rencana  Kerja Sekolah (RKS) 4 tahun

16. Daftar penggunaan  sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar

17. Laporan evaluasi dan refleksi diri (sampel laporan evaluasi diri dari 3 orang guru dengan mapel berbeda)

18. Laporan umpan balik dari siswa (3 orang guru dengan mapel berbeda)

19. Laporan umpan balik dari teman sejawat (3 orang guru dengan mapel berbeda)

20. Daftar hadir/foto/bahan paparan kegiatan diseminasi hasil evaluasi dan refleksi

21. Laporan kegiatan pengembangan profesi guru: undangan, surat tugas, daftar hadir, materi paparan, foto kegiatan, laporan kegiatan. 

22. Dokumen kegiatan diseminasi  hasil pengembangan profesi guru: makalah, video, buku, karya ilmiah, jurnal, paparan (PPT), artikel, panduan.

23. Daftar hadir rapat pengembangan visi misi

24. Foto, leaflet, pamflet, brosur, video kegiatan sosialisasi visi misi (daftar hadir, jika ada)

25. Laporan kegiatan yang merupakan implementasi visi misi

25. Dokumen hasil evaluasi tahunan pencapaian visi, misi, tujuan, dan rencana sekolah.

26. Dokumen rekomendasi dari hasil evaluasi (notulen rapat)

27. Dokumen visi misi versi sebelumnya dan versi setelah perbaikan berdasarkan rekomendasi

28. Jadwal supervisi kepala sekolah/wakil kepala sekolah (3 tahun terakhir)

29. Dokumen hasil observasi kepala sekolah terhadap guru di kelas 3 (tiga) tahun terakhir: lembar observasi atau catatan lain (kualitatif) (diwakili guru kelas 2, 3, dan 5 SD) (SMP dan SMA mapel IPA [salah satu], IPS [salah satu], matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia, PKn)

30. Daftar hadir rapat RKS/RKAS dan notulen

31. Laporan kegiatan pelaksanaan program yang melibatkan warga sekolah dan pemangku kepentingan, bisa berupa: video dan/atau foto.

32. Laporan kegiatan pelaksanaan program kreatif dan inovatif berupa: video dan/atau foto hasil karya guru/siswa, karya ilmiah

33. Dokumen kerja sama sekolah/madrasah dengan orang tua siswa dengan masyarakat sekitar (notulen rapat, daftar hadir rapat, foto, atau video)

34. Dokumen pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah/madrasah, misalnya dokumen pembagian tugas di bidang kebersihan, jadwal kebersihan, dan dokumentasi kegiatan

35. Notulen raker/pertemuan penyusunan kurikulum sekolah/madrasah, daftar hadir .

36. Dokumen raker/rapat evaluasi kurikulum yang berisi rekomendasi perbaikan hasil evaluasi

37. Rekap nilai tahun kedua untuk SMP dan SMA, tahun kelima untuk SD (diwakili oleh mapel yang mengalami peningkatan, 4 tahun terakhir)

38. Panduan atau SOP pelaksanaan tugas guru/tenaga kependidikan

39. Jadwal mengajar guru, penugasan lain yang dibebankan kepada guru dan pembagian tugas tenaga kependidikan

40. Dokumen penilaian kinerja guru berupa format penilaian kinerja

41. Hasil penilaian kinerja guru

42. Dokumen penilaian kinerja tenaga kependidikan berupa format penilaian kinerja

43. Hasil penilaian kinerja tenaga kependidikan

44. Bukti penghargaan/ sanksi, seperti: piagam, sertifikat, foto, video, surat peringatan, SK, surat teguran, buku/catatan pelanggaran, 

45. Panduan/SOP pengelolaan sarana dan prasarana (data inventaris sarana dan prasarana, mulai dari perencanaan sampai penghapusan)

46. Dokumen rapat penyusunan RAPBS, berupa: daftar hadir, notulen rapat

47. RAPBS

48. Laporan keuangan 1 tahun terakhir

49. Hasil catatan audit internal atau eksternal 3 tahun terakhir

50. Dokumen program/kegiatan ekstrakurikuler, berupa: foto dan/atau video, laporan kegiatan, jadwal kegiatan.

51. Surat tugas pembina dan tim lomba/kompetisi siswa, undangan keikutsertaan, foto, sertifikat keikutsertaan

52. Sertifikat prestasi, foto piagam/piala/medali

53. Program layanan BK dalam bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir

54. Dokumen laporan layanan BK bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir

55. Dokumen RKA-S/M tahun sebelumnyaDokumen RKA-S/M tahun sebelumnya

56. Dokumen evaluasi diri sekolah/madrasah tahun sebelumnya

57. Laporan hasil karya dan prestasi terkait keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan maupun tertulis dalam bentuk: video/medsos siswa

Untuk dapat melengkapi dokumen di atas, maka  sekolah perlu membentuk tim persiapan akreditasi lengkap dengan rincian tugasnya, selanjutnya tim akan bekerja untuk mengidentifikasi, mengumpulkan dan menyusun dokumen yang belum lengkap kemudian di upload di Sispena yang waktunya akan ditentukan oleh BANS/M. Itulah dafar dokumen yang sangat penting dipersiapkan sehingga sekolah dapat sukses dalam proses akreditasi. Semoga bermanfaat. 


Perangkat Akreditasi Sekolah 2020


Mulai tahun 2020  instrumen yang digunakan untuk akreditasi sekolah jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MA dan SLB adalah instrument yang sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1005/P/2020 Tentang  Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah yang terdiri dari 5 lampiran yaitu: 

  1. Lampiran I tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah;
  2. Lampiran II tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;
  3. Lampiran III tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;
  4. Lampiran IV tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
  5. Lampiran V tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Luar Biasa; yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.

Dalam masing-masing perangkat akreditasi perjenjang   terdiri dari empat bagian 1. Instrument kinerja inti (Butir kinerja inti), 2. Butir kekhususan, 3. Butir pemenuhan relative,  dan 4. Teknik penskoran dan pemeringkatan hasil akreditasi. 

A. Instrumen Kinerja Inti

Instrumen kinerja inti terdiri dari 4 komponen  yaitu:  mutu lulusan, pembelajaran, mutu guru dan manajemen. Masing-masing komponen ini dijabarkan menjadi sub komponen/Indikator yang berisi pernyataan berupa standar yang seharusnya terpenuhi. Untuk melihat apakah indikator tersebut terpenuhi atau tidak disertai dengan level  yang dimulai dari 1, 2, 3 dan 4 yang disandingkan dengan capaian kinerja. Selanjutnya perangkat dilengkapi dengan petunjuk teknis yang didalamnya memuat defenisi, pembuktian kinerja dan kesimpulan. 

Defenisi digunakan untuk memahami pengertian/maksud dari istilah yang ada dalam instrument sehingga sekolah maupun asesor tidak multi tafsir dalam memahaminya. Peembuktian kinerja berfungsi sebagai metode pengumpulan data yang terdiri dari empat metode yaitu: Observasi, telaah dokumen, wawancara dan angket. Sedangkan kesimpulan merupakan kesimpulan hasil dari gabungan empat metode yang digunakan setelah digunakan triangulasi. 

B. Butir kekhususan 

Butir kekhususan adalah butir kinerja yang dimiliki jenjang tertentu untuk jenjang SD/MI ada 1 butir kinerja kekhusuan, SMK/MA memiliki 9 butir kekhususan dan SLB/MLB memiliki 5 butir kekhususan 

C. Butir Pemenuhan Relatif 

Butir Pemenuhan Relatif berupa persyaratan relatif terkait dengan pemenuhan  administrasi. Jumlah IPR ini berbeda-beda setiap jenjang seperti berikut:   

Indikator Pemenuhan Relatif (IPR) untuk jenjang SD/MI terdiri atas 8 (delapan) butir pernyataan di mana masing-masing butir memiliki bobot yang sama. Setiap butir memiliki 4 (empat) pilihan jawaban yang masingmasing memiliki skor 1, 2, 3, dan 4, sehingga skor maksimum IPR untuk jenjang SD/MI sebesar 8 x 4 = 32. 

Baca juga:  Daftar Dokumen Dalam Sistem Akreditasi baru 

Indikator Pemenuhan Relatif (IPR) untuk jenjang SMP/MTs terdiri atas 9 (sembilan) butir pernyataan di mana masing-masing butir memiliki bobot yang sama. Setiap butir memiliki 4 (empat) pilihan jawaban yang masingmasing memiliki skor 1, 2, 3, dan 4, sehingga skor maksimum IPR untuk jenjang SMP/MTs sebesar 9 x 4 = 36.

Penskoran Indikator Pemenuhan Relatif (IPR).Indikator Pemenuhan Relatif (IPR) untuk jenjang SMA/MA terdiri atas 9 (sembilan) butir pernyataan di mana masing-masing butir memiliki bobot yang sama. Setiap butir memiliki 4 (empat) pilihan jawaban yang masingmasing memiliki skor 1, 2, 3, dan 4, sehingga skor maksimum IPR untuk jenjang SMA/MA sebesar 9 x 4 = 36. 

Indikator Pemenuhan Relatif (IPR) untuk jenjang SMK/MAK terdiri atas 10 (sepuluh) butir pernyataan di mana asing-masing butir memiliki bobot yang sama. Setiap butir memiliki 4 (empat) pilihan jawaban yang masingmasing memiliki skor 1, 2, 3, dan 4, sehingga skor maksimum IPR untuk jenjang SMK/MAK sebesar 10 x 4 = 40 

Indikator Pemenuhan Relatif (IPR) untuk jenjang SLB/MLB terdiri atas 10 (sepuluh) butir pernyataan di mana asing-masing butir memiliki bobot yang sama. Setiap butir memiliki 4 (empat) pilihan jawaban yang masing-masing memiliki skor 1, 2, 3, dan 4, sehingga skor maksimum IPR untuk jenjang SLB/MLB sebesar 10 x 4 = 40

D. Teknik Penskoran Dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi. 

Setiap butir indikator dari butir kinerja maupun instrument pemenuhan relatif  memiliki 4 pilihan jawaban yaitu skor 1, 2, 3 dan 4. Sehingga skor maksimum dari butir kinerja dan Instrumen Pemenuhan Relatif (IPR) dapat dihitung dengan jumlah instrument perjenjang dikalikan dengan 4. 

Nilai Akhir Akreditasi

Nilai Akhir (NA) akreditasi dihitung berdasarkan skor IPR dan skor total

komponen sesuai dengan bobot masing-masing sehingga NA dihitung dengan

rumus:

NA= (0,15 × Skor IPR) + (0,85 × Skor Total Komponen Kenerja Inti )

Pemeringkatan Hasil Akreditasi

Sekolah/madrasah memperoleh peringkat akreditasi sebagai berikut:

1. Peringkat akreditasi A (Unggul) jika sekolah/madrasah memperoleh nilai akhir akreditasi sebesar 91 sampai dengan 100 (91< NA < 100).

2. Peringkat akreditasi B (Baik) jika sekolah/madrasah memperoleh nilai akhir akreditasi sebesar 81 sampai dengan 90 (81 < NA < 90).

3. Peringkat akreditasi C (Cukup) jika sekolah/madrasah memperoleh nilai akhir akreditasi sebesar 71 sampai dengan 80 (71 < NA < 80).

4. Tidak Terakreditasi (TT) jika sekolah/madrasah memperoleh nilai akhir akreditasi di bawah 71. 


ISTRUMEN  LENGKAP KLIK DISINI  

Instrumen Akreditasi 2020 Jenjang SD/MI

Instrumen Akreditasi 2020 Jenjang SMP/M

Instrumen Akreditasi 2020 Jenjang SMA/MA

Instrumen Akreditasi 2020 Jenjang SMK/MAK

Instrumen Akreditasi 2020 Jenjang SLB/SMLB

Instrumen Akreditasi 2020 Semua Jenjang Lengkap 

Demikianlah uraian tentang perangkat akreditasi yang telah digunakan mulai tahun 2020. Semoga bermanfaat.