Contoh Laporan Kegiatan Diklat dan Kolektif Guru

Sejak terbitnya buku 4 dan buku 5 tahun 2019 maka laporan pengembangan diri mengalami perubahan. Perubahan tersebut  terletak:
  1. Laporan kegiatan diklat fungsional dipisahkan dari laporan kegiatan kolektif guru yang sebelumnya digabung.
  2. Susunan bukti fisik, seperti surat tugas dan surat keterangan /sertifikat diletakkan di bagian awal, yang sebelumnya dilampirkan
  3. Surat keterangan mengikuti kegiatan kolektif guru di KKG/MGMP cukup satu surat yang menyatakan kegiatan guru selama satu tahun terhitung bulan Januari sampai Desember tahun berjalan.
  4. Template yang digunakan hampir sama, perbedaannya hanya pada bagian awal dan sedikit pada bagian akhir
Catatan: Format laporan tersebut sebenarnya boleh saja berbeda-beda yang terpenting adalah substansi yang harus dilaporkan guru yang berkaitan pengembangan diri yang diikuti selama satu tahun dapat dipertanggungjawabkan dengan bukti-bukti yang akurat.

Di bagian bawah tulisan ini diberikan cntoh laporan pengembangan diri kegiatan diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru silahkan di download dan modifikasi.



Model Laporan Pengembangan Diri Terbaru (Mulai 2019)

Kegiatan pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri guru agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi maupun  seni.

Jenis pengembangan diri guru ada dua yaitu diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru. Setiap tahun  kedua kegiatan tersebut wajib dibuat guru laporannya agar dapat dihitung angka kreditnya.

Dengan  diterbitkannya buku 4 tentang  Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Angka Kreditnya  tahun 2019 maka laporan diklat fungsional   dipisahkan dengan laporan kegiatan kolektif guru ( dibuat masing-masing laporannya).

Laporan masing-masing kegiatan tersebut dijelaskan seperti berikut:

A.  Laporan Diklat Fungsional 

Diklat fungsional adalah upaya peningkatan kompetensi guru dan/atau pemantapan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan yang sesuai dengan profesi guru yang bermanfaat dalam pelaksanaan tugas guru melalui lembaga yang memiliki izin penyelenggaraan dari instansi yang berwenang seperti PPPPTK, LPMP, LPPKS,Badan Diklat Daerah, lembaga Diklat yang diselenggarakan oleh masyarakat, termasuk Perguruan Tinggi yang mendapat izin operasional dari pemerintah atau pemerintah daerah.

Durasi jam pelajaran diklat yang dapat dihitung angka kreditnya  minimal 30 jam. Adapun model laporannya sebagai berikut:

1. Bagian Awal 

a. Cover


b. Lembaran Keterangan Kegiatan Diklat yang berisi:

Judul diklat yang diikuti
:
Tulis judul diklat
Waktu pelaksanaan diklat
:
Tulis kapan dilaksanakan
Tempat penyelenggaraan diklat
:
Tulis  tempat penyelenggaraan
Tujuan penyelenggaraan diklat 
:
Tulis tujuan diklat
Lama pelaksanaan diklat
:
Tulis lama pelaksanaan
Surat penugasan
:
Tulis no. surat penugasan
Penyelenggara
:
Tulis lembaga penyelenggara

c. Lembar Surat tugas/  persetujuan dari kepala sekolah

d. Lembar Foto copy sertifikat atau keterangan dari panitia

2.  Bagian Isi:
Pada bagian isi ini , guru menjelaskan komponen di bawah ini dengan singkat  yakni.
  • Tujuan dan alasan mengikuti diklat/pengembangan diri yang dilakukan guru.
  • Deskripsi materi yang diberikan dalam diklat/pengem-bangan diri serta uraian kesesuaian dengan peningkatan keprofesian guru yang bersangkutan.
  • Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta diklat/pengembangan diri berdasarkan hasil dari mengikuti diklat tersebut.
  • Dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu. KBM dan peserta didikya.
  • Penutup
3. Bagian Akhir
Pada bagian akhir berisi lampiran, berupa matrik ringkasan pelaksanaan diklat yang disajikan sebagaimana tabel berikut:

Nama kegiatan
Tempat/jam
Kompetensi
Nama fasilitator
Materi Diklat
Penyelenggara
Dampak















B. Laporan Kegiatan Kolektif Guru

Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan.

Mengikuti kegiatan ilmiah di KKG/MGMP atau organisasai profesi guru. seminar, lokakarya, koloqium, diskusi panel, in house training (<30 jam) atau bentuk pertemuan ilmiah lainnya Tidak termasuk seminar laporan hasil penelitian yang dilakukan guru tersebut.

Mengikuti kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru terkait dengan pengembangan keprofesiannya. Adapun model laporannya adalah sebagi berikut:

1. Bagian Awal:

a. Cover

b. Lembaran Keterangan Kegiatan Diklat yang berisi:

Materi kegiatan
:
Tulis maeri kegiatan
Waktu pelaksanaan kegiatan
:
Tulis kapan dilaksanakan
Tempat penyelenggaraan diklat
:
Tulis  tempat penyelenggaraan
Tujuan penyelenggaraan diklat 
:
Tulis tujuan kegiatan
Lama pelaksanaan  kegiatan
:
Tulis lama pelaksanaan
Surat penugasan
:
Tulis no. surat penugasan
Penyelenggara
:
Tulis lembaga penyelenggara

c. Lembar Surat tugas/  persetujuan dari kepala sekolah 

d. Lembar Foto copy sertifikat atau keterangan dari yang ditandatangani ketua MGMP/KKG

Catatan : Sertifikat /surat keterangan diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan tahun ajaran di akhir pelaksanaan pertemuan kegiatan rutin kelompok/ musyawarah kerja guru

2. Bagian Isi:
  •  Tujuan dan alasan mengikuti kegiatan yang dilakukan guru;
  •  Penjelasan isi kegiatan (penjelasan ringkas materi yang dibahas);
  • Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta kegiatan tersebut;
  • Dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu KBM dan peserta didik;
  • Penutup.
3. Bagian Akhir

Bagian akhir berisi lampiran, yang terdiri dari:
  • Makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan;
  • Matriks ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disajikan sebagaimana tabel berikut. sebagaimana tabel berikut
Nama kegiatan
Tgl /waktu pelaksanaan 
Instusi penyelenggara
Tempat kegiatan
Waktu kegiatan
Nama fasilitator
Dampak








Laporan pengembangan diri (diklat fungsional  dan kegiatan  kolektif) dibuat masing-masing guru setiap tahun anggaran  sebagai realisasi sasara kerja pegawai(SKP) yang telah disusun setiap awal tahun. Dengan kelengkapan laporan PD ini , maka akan memudahkan guru untuk naik pangkat.

Bahan  Bacaan:
Buku 4 Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru Tahun 2019
Buku 5 Pembinaan Dan Pengembangan Profesi Guru Tahun 2019

Mengenal Gaya Belajar Peserta Didik dan Instrumennya

Mengenal Gaya Peserta Didik Dan Instrumennya
Gaya Belajar Peserta Didik
Gaya belajar ialah kemampuan seseorang dalam menerima informasi dan  mengolah informasi tersebut menjadi sesuatu yang dapat diterima oleh pemikiranya  berdasarkan sifat dan kemampuan yang telah ada dalam dirinya sesuai dengan kepribadian yang telah tumbuh dalam diri seseorang. 

Gaya belajar merupakan karakteristik penting dari berbagai ciri yang mempengaruhi cara  belajar peserta didik. Ada tiga gaya belajar yaitu Visual, Auditorial dan Kinestik. 

Gaya belajar visual yaitu belajar dengan cara melihat (menggunakan mata).  Seseorang yang mempunyai gaya belajar visual akan lebih baik melalui apa yang mereka lihat, 

Gaya belajar auditorial yaitu belajar dengan cara mendengar (menggunakan telinga). Peserta didik auditorial akan lebih mengerti melalui apa yang mereka dengar. 

Gaya belajar kinestik yaitu peserta didik dalam belajar lebih senang dengan  cara bergerak, menyentuh dan menggunakan sesuatu. 

Sebelum proses pembelajaran, sebaiknya langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah mengenali gaya belajar  peserta didik apakah sebagai  visual, auditorial atau kinestik.

Walaupun masing-masing dari mereka belajar dengan menggunakan ketiga gaya tersebut, pada tahapan tertentu kebanyakan akan lebih cenderung pada salah satu diantara ketiganya. Untuk dapat mengenali dengan baik, berikut ini diuraikan ciri-ciri perilaku yang cocok dengan gaya belajar seseorang
1. Peserta Didik  dengan Gaya Belajar Visual
Rapi dan teratur cenderung berbicara dengan cepat serta seorang perencana dan pengatur jangka panjang yang baik, teliti terhadap hal-hal yang detail dan lebih mementingkan penampilan baik dalam hal pakaian atau presentasi. 

Pelajar visual merupakan pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka, mengingat apa yang dilihat, dari pada yang didengar. Mengingat dengan asosiasi visual biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan, membaca cepat dan tekun serta mencoret-coret tanpa arti selama berbicara ditelpon.

Secara umum  orang bergaya visual dalam menyerap informasi menerapkan strategi visual yang kuat dengan gambar dan ungkapan yang berciri visual. Strategi visual menurunkan aktivitas berciri ungkapan visual seperti menggunakan peta konsep untuk menyatakan gagasan atau menggambar sebuah sketsa, atau membuat charta, grafik, atau diagram

2. Peserta Didik Dengan Gaya Belajar Auditorial
Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja serta mudah terganggu dengan keributan lebih suka menggerakan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca, senang membaca dengan keras dan mendengarkan. 

Pelajar auditorial juga mampu mengulangi kembali dan menirukan nada atau irama, mereka merasa kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi hebat dalam bercerita. Pelajar tipe ini juga berbicara dalam irama yang terpola, biasanya berbicara fasih dan lebih suka musik dari pada seni. Belajar dengan  mendengarkan dan mengingat juga lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik.

Peserta didik  yang bergaya belajar auditorial dapat dikenali dari ciri-cirinya yang lebih banyak menggunakan modalitas belajar dengan kekuatan indra pendengaran yakni telinga. Orang bergaya belajar auditorial lebih dekat dengan ciri seperti lebih suka berbicara sendiri, lebih menyukai ceramah atau seminar dari pada membaca buku, dan atau lebih suka berbicara dari pada menulis.

Kata-kata khas yang digunakan oleh orang auditorial dalam pembicaraan tidak jauh  dari ungkapan “aku mendengar apa yang kau katakan” dan kecepatan bicaranya sedang. Dalam menyerap informasi umumnya orang bergaya belajar auditorial menerapkan strategi pendengaran yang kuat dengan suara dan ungkapan yang berciri pendengaran. 

Strategi auditorial menurunkan aktivitas berciri ungkapan suara atau pendengaran seperti membaca sebuah informasi keras-keras dengan cara dramatis. Dengan mengenal ciri-ciri siswa auditorial dikelas akan memberikan pedoman pada guru untuk memilih strategi pembelajaran yang memberikan variasi yang bersifat auditorial.

3. Siswa Dengan Gaya Belajar Kinestik
Pelajar tipe kinestetik umumnya berbicara dengan perlahan. Menanggapi perhatian fisik serta menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka atau dengan cara berdiri dekat, ketika berbicara dengan orang lain. Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak dan mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar.

Belajar melalui manipulasi dan praktik, dan menghafal dengan berjalan menggunakan jari mereka sebagai petunjuk ketika membaca. Pelajar tipe ini lebih banyak menggunakan isyarat tubuh dan tidak dapat duduk diam dalam jangka waktu lama.  

Peserta yang bergaya belajar kinestetik dapat dilihat dari ciri-ciri utama yaitu menggunakan modalitas belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. Orang bergaya belajar kinestetik lebih dekat dengan ciri seperti saat berpikir lebih baik ketika bergerak atau berjalan, lebih menggerakkan anggota tubuh ketika bicara dan merasa sulit untuk duduk diam.

Umumnya orang bergaya belajar kinestetik dalam menyerap informasi menerapkan strategi fisikal dan ekspresi yang berciri fisik. Strategi kinestetik menurunkan aktivitas berciri ekspresi fisik atau keterlibatan langsung seperti siswa berjalan atau bergerak saat membaca atau mendengar.

Untuk orang-orang yang mempunyai karakteristik , pendekatan belajar yang mungkin dilakukan adalah belajar berdasarkan pengalaman dengan menggunakan berbagai model atau peraga, bekerja dilaboratorium atau bermain sambil belajar.

4.Contoh  Instrumen untuk Mengetahui Gaya Belajar.

IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR

Nama             : ........         Kelas :........
No. Induk       :

Bacalah setiap pernyataan dari 36 nomor berikut. Lingkarilah ‘Y’ di sebelah kanan pada salah satu kolom A,B atau C  apabila pernyataan tersebut sesuai dengan Anda (anda setuju). Bila Anda tidak setuju, Anda tak perlu melingkari apapun
  

No
Pernyataan
A
B
C
1
Jika akan mengerjakan sesuatu, saya selalu membaca instruksinya terlebih dahulu.
Y
2
Saya suka mencatat perintah atau intruksi yang disampaikan kepada saya.
Y
3
Saya lebih suka mendengarkan informasi yang ada di kaset daripada jika harus membaca buku.
Y
4
Saya lebih senang musik daripada seni lukis.
Y
5
Saya lebih suka membaca daripada mendengarkan kuliah/ceramah.
Y
6
Bila sendiri, saya biasanya memainkan musik/lagu atau bernyayi.
Y
7
Saya lebih suka berolah raga daripada membaca buku.
Y
8
Saya selalu dapat menunjukan arah mata angin dimanapun saya berada.
Y
9
Saya suka menulis surat atau jurnal.
Y
10
Bila berbicara, saya suka mengatakan,’saya mendengar Anda , itu terdengar bagus, itu bunyinya bagus ‘.
Y
11
Ruangan/meja dan kamar saya biasanya berantakan/ tidak teratur.
Y
12
Saya senang merancang, mengerjakan serta membuat sesuatu dengan kedua tangan saya.
Y
13
Saya tahu hampir semua lirik dari lagu yang saya dengar.
Y
14
Ketika mendengar orang lain berbicara , saya biasanya membuat gambaran dari apa yang mereka katakan dalam benak saya.
Y
15
Saya suka olah raga secara teratur
Y
16
Saya senang berbicara di telepon dalam waktu yang lama dengan kawan saya
Y
17
Saya sangat senang berkumpul dan biasanya dapat dengan mudah berbicara dengan siapapun.
Y
18
Saat melihat objek dalam bentuk gambar, saya dapat dengan  mudah mengenali objek yang sama walaupun posisi objek itu diputar atau diubah.
Y
19
Saya biasanya mengatakan, ‘Saya rasa saya perlu menemukan pijakan atas hal ini, atau saya ingin bisa  menangani hal ini’.
Y
20
Saat mengingat suatu pengalaman , saya sering kali melihat pengalaman  itu  dalam bentuk gambar di benak saya.
Y
21
Saat mengingat suatu pengalaman, saya sering kali mendengar suara dan berbicara pada diri  saya mengenai pengalaman itu.
Y
22
Saat mengingat suatu pengalaman, saya sering kali ingat bagaimana  perasaan saya terhadap pengalaman  itu.
Y
23
Saya sering mencoret-coret kertas saat berbicara di telepon atau dalam suatu rapat/pertemuan.
Y
24
Saya lebih suka melakukan contoh peragaan daripada jika harus membuat laporan tertulis atas suatu peristiwa.
Y
25
Saya lebih suka membacakan cerita daripada mendengarkan cerita.
Y
26
Saya biasanya berbicara dengan perlahan.
Y
27
Saya lebih suka berbicara daripada menulis.
Y
28
Tulisan tangan saya biasanya tidak rapi.
Y
29
Saya biasanya menggunakan jari saya untuk nenunjuk kalimat yang saya baca.
Y
30
Saya dapat dengan cepat melakukan penjumlahan dan perkalian dalam benak saya.
Y
31
Saya suka mengeja dan saya pikir saya pintar mengeja kata-kata.
 Y
32
Saya akan sangat terganggu apabila ada orang yang berbicara pada saat saya sedang menonton televisi.
33
Saya dapat mengingat dengan mudah apa yang dikatakan orang.
Y
34
Saya paling senang belajar apabila langsung disertai praktek.
Y
35
Sangat sulit bagi saya untuk duduk dan diam dalam waktu yang lama.
Y
36
Hari-hari tanpa musik, terasa amat membosankan
Y

  
Bila Anda telah selesai, jumlahkan  ‘Y’ yang telah anda lingkari pada masing-masing  kolom A, B dan C.
Jumlah Pilihan A =
Jumlah Pilihan B =
Jumlah Pilihan C =

Misalnya : Anda  mendapatkan A=18, B=10 C=8
Ini berarti :
Gaya Belajar Anda :
A=visual = 18
B=Auditorial = 10
C=Kinestesia = 8

Jadi, dominasi gaya belajar dominan Anda adalah Visual, dan berpadu dengan gaya Auditorial.

Misalnya : Anda  mendapatkan A= 9, B=6 C=21
Ini berarti :
Gaya Belajar Anda :
A= adalah gaya belajar visual dapat skor 9
B= adalah gaya auditorial dapat skor 6
C=adalah gaya kinesthesia dapat skor 21
Jadi, dominasi gaya belajar dominan Anda adalah kinestetrik

Dengan mengetahui gaya belajar peserta didik maka guru akan dapat mengelola pembelajaran dengan mengembangkan variasi metode/pendekatan/model, media pembelajaran sehingga dapat mengembangkan potensi peserta didiknya. Semoga