Bagaimana Mengembangkan Kewirausahaan Di Sekolah ?

Salah satu tugas  kepala sekolah yang sangat penting  menurut Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 adalah melaksanakan pengembangan  kewirausahaan . Namun pelaksanaan tugas tersebut bagi sebagian kepala sekolah masih mengalami kesulitan  bahkan masih meraba-raba apa yang harus dilakukan.

Untuk memudahkan pemahaman tentang pengembangan kewirausahaan tersebut penulis mencoba menjelaskan melalui bentuk tanya jawab.

1. Apa yang dimaksud  dengan  Kewirausahaan  ?     
                                                     
Banyak teori tentang konsep kewira usahaan namun yang paling sederhana bahwa kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah(Overton, 2002).

Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti  memperbaiki/ memodifikasi/mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya, atau dengan kata laian mampu membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan keluar dari cara-cara yang tidak sesuai dengan kondisi/menghambat pengembangan.

Ada juga berpendapat  bahwa istilah KEWIRAUSAHAAN itu merupakan singkatan dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas, Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet, Supel, Antusias, Hemat, Asa, Ambisi, Negosiatif. (Anonim 1, 2005).

2. Apa yang dimaksud  dengan  Kepemimpinan Kewirausahaan  ?                                                           
Kepemimpinan kewirausahaan adalah kepemimpinan dengan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar (Inpres nomor 4 tahun 1995)

3 . Apa tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah? 

Tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah menanamkan karakter  inovatif, kerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah, dan kreatif dalam mencari solusi terbaik sehingga mampu menjadi contoh bagi warga sekolahnya. Hal ini akan membawa perubahan bagi sekolah menuju yang terbaik.

4. Apa saja karakteristik/dimensi-dimensi kewirausahaan tersebut ? 

Ada dua jenis karateristik atau dimensi kewirausahaan yaitu: (1) kualitas dasar kewirausahaan meliputi kualitas daya pikir, daya hati, dan daya fisik; dan (2) kualitas instrumental kewirausahaan yakni memiliki ilmu pengetahuan yang luas di bidang pekerjaan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawabnya.
      
5. Apa saja manfaat kompetensi kewirausahaan bagi Kepala sekolah
1) Mampu menciptakan kreativitas dan inovasi
2) Bekerja keras.
3) Memiliki motivasi yang kuat .
4) Pantang menyerah,
5) Memiliki naluri kewirausahaan, dan
6) Menjadi teladan. 

6. Bagi mana kompetensi kewirausahaan ini di peroleh ? 

Kompetensi kewirausahaan diperoleh melalui peningkatan   pengetahuan kewirausahaan , keterampilan, dan sikap kewirausahaan. Seperti disiplin (pengendalian diri), berani mengambil risiko, inovatif, berorientasi perubahan, kerja keras, pemimpin visioner, dan mampu mengelola perubahan

7. Bagaimana cara mengembangkan kewirausahaan di sekolah ? 

 Agar kepala sekolah dapat mengembangkan kewirausahaan di sekolah diperlukan tahapan berikut:
1) Kepala sekolah menggali potensi setiap komponen yang ada disekolah sekolah
2) Melakukan identifikasi terhadap setiap kompnen
3) Menyusun program pengembangan

8. Apa yang dimaksud dengan potensi sekolah 

Potensi adalah  kemampuan dasar  yang masih terpendam dan menunggu untuk dimunculkan menjadi sebuah kekuatan.
Potensi sekolah  adalah kemampuan sekolah yang memungkinan untuk dikembangkan menjadi lebih baik dengan menerapkan Jiwa Kewirausahaan antara lain Bekerja Keras , Inovatif , Kreatif , Pantang Menyerah dan dapat membaca Peluang ,

9. Bagaimana cara kepala sekolah mengidentifikasi potensi sekolah ? 

Untuk dapat mengidentifikasi Potensi kolah ,maka  kepala sekolah harus mampu mengenali Kultur sekolah. Kultur sekolah yang dimaksud berupa norma-norma, sikap, ritual, kebiasaan-kebiasaan yang dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah.

Kultur dimaksud harus dikenali oleh kepala sekolah baik yang sudah melekat pada guru, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboran dan siswa. Pengenalan tersebut digunakan untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah.

10.Apa potensi sekolah yang perlu dikembangkan ? 

Potensi sekolah dikembangkan dalam upaya  meningkatkan pelayan sekolah. Adapun lingkup Potensi sekolah yang dapat dikembangkan yaitu   :
1) Pendidik dan Tenaga Kependidikan
2) Peserta Didik
3) Orang tua / wali siswa dan Masyarakat
4) Sarana dan Prasarana
5) Pembiayaan

11. Bagaimana cara mengembangkan ?

a. Pendidik dan tenaga kependidikan 
Pendidik dan tenaga kependidikan dapat dikembangkan pada peningkatan kualifikasi maupun peningkatan kompetensinya.

Misalnya,  kepala sekolah memotivasi dan memfasilitasi PTK untuk melanjutkan sekolah minimal sesuai standar minimal yang sudah ditentukan oleh pemerintah; mengikutkan pendidikan pelatihan,  mengadakan workshop, melaksanakan studi banding,. mengadakan supervisi, menyertakan guru ke MGMP/KKG,guru dibantu untuk  mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan dalam kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, muatan lokal dan lain-lain

b. Peserta didik
Peserta didik dapat dikembangkan jiwa kewirausahaanya melalui pembinaan maupun pembiasaan pada kegiatan  kurikuler,kokurikuler intrakurikuler maupun ekstra kurikuler.

c. Orang tua / wali siswa dan Masyarakat / Komite Sekolah.
 Pengembangan kewirausahaan di sekolah  orang tua/ komite sekolah memiliki peran yang sangat penting.  Orang tua/komite sekolah mendukung baik moril maupun materiil sehingga pelaksanaan pengembangan sekolah semakin kuat.

d. Sarana dan Prasaran sekolah.
Sarana dan prasarana sekolah merupakan komponen pendukung dalam pengembangan kewirausahaan sekolah, semakin lengkap sarana prasarana sekolah maka semakin besar potensi sekolah yang dapat dikembangkannya.

e. Pembiayaan
Keuangan sekolah merupakan komponen pendukung dalam pengembangan kewirausahaan sekolah, semakin lancar pembiayaan sekolah maka semakin lancar pula dalam pengembangan nilai kewirausahaan sekolah dapat dilaksanakan.

f. Membangun kemitraan 
Sekolah perlu membangun kerja sama/kemitraan dengan lembaga lain, baik yang bersifat formal maupun non formal.

12. Bagaimana format ini di buat?
Format identifikasi potensi sekolah dan rencana pengembangan 
No
Potensi sekolah
Komponen
Hasil identifikasi
Pengembangan
1
Pendidik



2
Peserta didik



3
Orang tua / wali siswa



4
Sarpras



5
Pembiayaan






13. Setelah dilakukan identifikasi apalagi yang dilakukan ? 

Menyusun program kewirausaan dengan format (alternatif) sebagai berikut:  
Cover
Halaman pengesahan
Pengantar
Daftar Isi 

Bab I : Pendahuluan 
A. Rasional
B. Dasar hukum
C. Tujuan
D. Manfaat

Bab II. Analisis dan Pengembangan Kewirasahaan
A. Analisis kebutuhan
B. Ruang lingkup pengembangan 
C. Strategi pengembangan
D. Target pengembangan 

Bab III. Program Kewirausahaan
A. Nama kegiatan
B. Jenis kegiatan
C. Tujuan Kegiatan
D. Sasaran kegiatan 
E. Deskripsi kegiatan
F. Monev

Bab IV. Penutup 

Kepala sekolah perlu mengembangkan kewirausahaan di sekolah dengan cara berusaha melakukan  kreativitas dan menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. 

Kepala sekolah tidak hanya mengandalkan barang yang sudah jadi (tinggal beli), tidak hanya menunggu instruksi dari atasan atau lainnya, namun harus mampu bertindak kreatif, melakukan perubahan  untuk mengembangkan sekolah

Bahan bacaan : 

Alma, Buchari, (2009), Kewirausahaan. Bandung: Penerbit ALFABETA
Depdiknas. 1998. Kewirausahaan dalam Pendidikan: Materi Pelatihan Calon Kepala Sekolah. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum Dirjen Dikdasmen Depdiknas
Depdiknas. 2013. Modul Kewirausahaan Materi Pelatihan Calon Kepala Sekolah. Solo: LPPKS


Tips Meningkatkan Peran Serta Orang Tua Dalam Program Sekolah

Agar program sekolah dapat terlaksana secara optimal, sekolah perlu mendapatkan dukungan dari orang tua, dan masyarakat sekitar (lingkungan sekolah). Sebaik apa pun program tanpa bantuan orang tua dan masyarakat  akan sulit terlaksa dan memberikan hasil yang diharapkan. 

Kepala sekolah harus membuat gagasan-gagasan  untuk meningkatkan peran orang tua maupun masyarakat sehingga dinamika kegiatan di sekolah dapat terlaksana.


Dibawah ini diberikan beberapa tips yang mungkin sekolah sudah melaksanakan bahkan lebih, namun bagi sekolah yang selama ini hubungan dan keterlibatan orang tua dan masyarakat masih rendah ada baiknya menggunakan tips ini.


A. Tips Untuk Meningkatkan Peran Orang tua peserta didik


1. Mengundang orang tua peserta didik di awal tahun  menyatakan  selamat bergabung , perkenalan dan orientasi singkat tentang sekolah agar orang tua mengetahui visi, misi, tujuan ,dan program sekolah serta aktivitas yang dilakukan


2. Bagikan daftar personal sekolah secara lengkap ke pada orang tua, termasuk alamat, telepon/HP dan tugas-tugas pokok mereka. Sehingga orang tua sewaktu-waktu dapat menghubungi,


3. Lakukan rapat tertentu dengan oran tua, dan sebaiknya dilakukan pada level kelas, selain lebih efektif orang tua akan tau dengan perkembangan terakhir anak mereka.


4. Mengirimi berita sekolah secara periodik, baik termasuk peraturan akademik, disiplin sekolah, tata tertib dan kegiatan-kegiatan peserta didik dan guru.


5. Mengundang orang tua jika anaknya berprestasi, tidak tepat kalau orang tua diundang kalau anaknya bermasalah


6. Melakukan kunjungan rumah (home visit) jika diperlukan,


7. Melibatkan orang tua sebagai sponsor atau panitia kegiatan di sekolah, seperti  dalam perpisahan, peringatan hari besar nasional maupun keagamaan, pesta seni dan sebagainya.


8. Memberi peran orang tua untuk mengambil keputusan, sehingga merasa bertanggungjawab untuk melaksanakannya,


9. Memberi dorongan kepada guru dan tenaga administrasi agar mereka turut serta melibatkan orang tua dalam menunjang keberhasilan belajar siswa.


10. Jika ingin meminta bantuan, sumbangan  maupun bantuan pembiyaan dari orang tua maka sekolah terlebih dahulu memprakarsai pembentukan komite sekolah dengan rapat bersama dengan orang tua peserta didik. 


Susun program sebaik-baiknya lakukan sosialisasi kepada komite, tawarkan program (jual program) melalui peran serta komite sekolah. Sebaiknya dalam menyusun program perlu melibatkan orag tua peserta didik.

Baca juga: Strategi Mengembangkan Kewirausahaan Di Sekolah 

B.Tips Meningkatkan Peran  Orang tua atau  masyarakat sekitar


1.Turut melaksanakan program –program kemasyarakatan, misalnya kebersihan lingkungan, membantu lalu lintas di sekitar sekolah dan lain-lain


2. Mengadakan open house yang memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk mengetahui kegiatan dan program sekolah.


3. Mengadakan bulletin sekolah atau majalah atau lembar informasi maupun website sekolah, yang memuat kegiatan dan program sekolah  untuk menginformasikan kepada masyarakat,


4. Mengundang tokoh untuk menjadi pembicara atau pembina suatu program sekolah


5. Membuat program kerja sama sekolah dengan masyarakat maupun lembaga-lembaga pemerintah di sekitar.


C. Tips  mengendalikan tokoh atau masyarakat yang memiliki keinginan tertentu agar program sekolah sama dengan keinginannya


1. Sekolah perlu menghargai gagasan, tetapi tidak harus menuruti jika tidak sesuai dengan program induk sekolah. Kepala sekolah dapat mengatakan bahwa gagasannya sangat bagus tetapi belum dapat dilaksanakan karena tidak termasuk dalam program induk sekolah.


2. Jika ada tokoh yang kritis dan bersikeras, perlu dipikirkan seberapa penting peran yang bersangkutan dalam pengembangan sekolah. Artinya jika keinginannya tidak terlaksana yang bersangkutan tidak aktif lagi, maka sekolah harus siap cara mengatasinya.


3. Jika terjadi konflik antara tokoh atau anggota masyarakat yang sama-sama aktif dalam program sekolah, kepala sekolah harus netral. Kedua belah pihak harus diajak musyawarah dengan pedoman keterlaksanaan program pengembangan sekolah.


4. Pahami aturan /regulasi yang berlaku, dan mengarahkannya agar tokoh/masyarakat dapat memahami regulasi yang berlaku.


Kemampuan menjalin kerjasama yang baik menjadi bagian tugas kepemimpinan kepala sekolah yaitu mempengaruhi, menggerakkan, mengarahkan, memberdayakan  dan mengembangkan sumberdaya yang ada.  



Demikian beberapa tips sebagai alternatif yang dapat dilaksanakan sekolah, dan sebelumnya diawali menyusun program khusus dalam bidang Humas . Sekolah harus bersifat inklusif dan menghindari sifat eksklusif dari masyarakat sekitar.

Baca juga: Kepemimpinan Pembelajaran yang Efektif





Konsep dan Strategi Pengembangan Kewirausahaan di Sekolah

Pada Lampiran II, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru,  Kepala Sekolah dan Pengawas sekolah , bahwa salah satu ekuivalensi beban kerja kepala sekolah adalah pengembangan kewirausahaan dengan rincian sebagai berikut: 

1. Merencanakan program pengembangan kewirausahaan
2. Melaksanakan program pengembangan kewirausahaan 
3. Melaksanakan evaluasi program pengembangan kewirausahaan

Sebagai bukti bahwa kepala sekolah melakukan kegiatan tersebut harus memiliki bukti fisik diantaranya : memiliki rencana program pengembangan kewirausahaan, memiliki laporan pelaksanaan program pengembangan kewirausahaan, dan memiliki laporan evaluasi program pengembangan kewirausahaan. 

Apabila memenuhi bukti tersebut maka dapat dikatakan bahwa kepala sekolah bersangkutan telah memenuhi beban kerja 4 -6 jam kerja perminggu yang setara dengan 3-4 jam tatap muka per minggu.
Agar tugas dan tanggungjawab tersebut dapat dilaksanakan dengan baik maka perlu dipahami , konsep kewirausahaan, Karakteristik, strategi pengembangan dan struktur susunan program pengembangan

A. Konsep Pengembangan Kewirausahaan

Kewirausahaan dalam bahasa inggris “entrepreneurship”, dalam  bahasa perancis “entrepreneur”  yang berarti seseorang yang melakukan usaha (baru) yang beresiko. Dalam bahasa Indonesia entrepreneur sering disebut pengusaha  atau wiraswasta . Pada era 1980-an  istilah  entrepreneur  berkembang mejadi wirausaha  yaitu sebagai seorang pahlawan dalam usaha atau orang yang berani melakukan suatu usaha.

Menurut Drucker (1985) wirausaha adalah jiwa atau nilai seperti adanya keinginan untuk melakukan perubahan (bersifat harus) terhadap sesuatu yang baru. Sedangkan Zimmerer (2005) menyebutkan kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.

Selanjutnya , dalam Inpres nomor 4 tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan menyebutkan kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah dalam upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru dengan meningkatkan efesiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan /atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Dari tiga pendapat di atas  kita semakin memahami konsep kewirausahaan yang diterapkan disekolah ditandai dengan  adanya inisiatif, semangat, sikap , perilaku  dari kepala sekolah untuk melakukan perubahan dengan upaya mencari, mencipta, menerapkan cara kerja dan peningkatan efesiensi dalam meneglola sekolah kearah yang lebih baik atau bermutu.

Baca juga: Tips Meningkatkan Peran Orang Tua Dalam Program Sekolah 

Untuk dapat memahami bagian-bagian yang dikembangkan dalam program  yang akan disusun maka perlu  dikaitkan dengan kompetensi yang wajib dimiliki oleh kepala sekolah seperti diatur dalam Peraturan Menteri pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah /madrasah.  

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa dimensi kewirausahaan  adalah :
1. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah
2. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar efektif
3. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah
4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah
5. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik

Dapat kita lihat bahwa kewirausahaan dalam konteks aturan tersebut adalah penguatan jiwa , nilai , dan semangat kewirausahaan untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial bukan kepentingan komersial atau mengkomersialkan sekolah.
Dengan demikian  pengembangan kewirausaan disekolah  oleh kepala sekolah adalah pengembangan karakteristik kewirausahaan  itu sendiri seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam pengelolaan sekolah.  

B. Karakteristik Kewirausahaan

Dari konsep kewirausahaan seperti dijelaskan di atas maka karakteristik kewirausahaan yang perlu diketahui untuk dikembangkan adalah sebagai berikut:

1. Inovatif
Inovatif adalah kemampuan berfikir kreatif, mengembangkan ide-ide baru yang bermanfaat di setiap kesempatan , memanfaatkan sumberdaya yang tersedia dan mampu memecahkan masalah.

2. Kerja keras dan pantang menyerah
Kerja keras adalah kegiatan maksimal yang banyak menguras tenaga, pikiran dan waktu untuk menyelesaikan sesuatu. Pantang menyerah berarti  tidak mudah putus asa dalam menyelsaikan permasalahan, menghadapi tantangan dan kendala yang ada disekolah.

3. Motivasi Berprestasi tinggi
Motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu untuk memenuhi sesuatu atau kebutuhan yang dianggab penting.Yang dianggab penting itu sendiri adalah prestasi /mutu sekolah tersebut.

4. Berani mengambil resiko
Berani mengambil resiko adalah   kemampuan seseorang untuk mau mengambil langkah dalam ketidakpastian dan mengambil beban tanggungjawab untuk masa depan.

5. Proaktif
Proaktif adalah  melakukan sesuatu dengan inisiatif sendiri kemudian bertanggungjawab terhadap perilakunya sendiri, baik dari masa lalu, sekarang maupun masa mendatang.

C. Strategi Pengembangan

Setelah memahami konsep kewirausahaan secara umum , karakteristik dan kewirausahaan menurut konteks  aturan yang diterbitkan pemerintah maka tugas selanjutnya adalah melakukan strategi pengembangannya disekolah ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh kepe sekolah seperti:

1. Kewirausahaan terintegrasi dalam semua mata pelajaran
Pengembangan karakter kewirausahaan dapat diintegrasikan pada semua mata pelajaran melalui proses pembelajaran. Dimana guru didorong untuk menciptakan pengalaman-pengalaman mengelola pembelajaran yang lebih baik, produktif dan menyenangkan melalui penerapan model-model pembelajaran yang kreatif, dinamis yang memungkinkan peserta didik dapat berinteraksi satu sama lain dalam kelompok.

2. Kewirausahaan terpadu dalam kegiatan ekstra kurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik  seperti olah raga, seni budaya, kepramukaan untuk melatih mereka bekerja keras, menumbuhkan motivasi, bersedia menghadapi tantangan, siap untuk kalah dan menang dan saling menghargai.

3. Kewirausahaan melalui budaya sekolah
Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah dimana terjadi interaksi antar peserta didik, antar guru, guru dan siswa, guru dengan staf, staf dan siswa, serta sekolah dengan kelompok masyarakat.  Budaya sekolah yang dibangun ketika antar warga sekolah berinteraksi dan berkomunikasi, aktualisasi karakteristik kewirausahaan secara verbal maupun perilaku seperti kejujuran, kerja keras, motivasi berprestasi tinggi, tanggungjawab, disiplin, komitmen ke semua warga sekolah. Proses pembiasaan (conditioning)dimulai dari pembiasaan, kebiaasaan(habit) , sifat (traits) , internalisasi (internalization)dan kepribadian  (personality)

4. Kewirausahan dalam Pengembangan Diri
Kewirausahaan dapat diintegerasikan dalam kegiatan pengembangan diri baik yang bersifat konseling maupun bersifat kegiatan rutin diluar jam pelajaran.

5. Kewira usahaan melalui Muatan Lokal
Kewira usahaan melalui muatan lokal dapat dilaksanakan sekolah sesuai dengan potensi yang ada di daerah masing-masing boleh  dalam ruang lingkup daerah propinsi, kabupaten/kota atau potensi disekitar masyarakat sekolah.

Baca juga : Gaya Kepemimpinan Efektif di Sekolah 

D. Program Pengembangan Kewirausahaan

Agar pengembangan kewirausahaan tersebut dapat dilaksanakan maka kepala sekolah harus mengawali kegiatan dengan menyusun program. Program yang disusun  kemudian dilaksanakan dan dilakukan evaluasi  menjadi bukti pertanggungjawaban bahwa kepala sekolah telah melaksanakan tugas ekivalensi beban kerja  3 -4 jam tatap muka.  Berikut ini alternatif programnya.

Bagian pembuka
1. Halaman judul
2. Lembar pengesahan
3. Kata pengantar
4. Daftar Isi

Bab I.Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Dasar Hukum
3. Tujuan dan Manfaat
4. Ruang Lingkup

Bab II. Program Pengembangan Kewirausahaan
1.Pengembangan kewirausahaan yang terintegrasi pada semua mata Pelajaran
2. Pengembangan kewirausahaan yang terntegrasi dalam ekstrakurikuler
3. Pengembangan kewirausahaan yang terintegrasi dengan Budaya Sekolah
4. Pengembangan kewirausahaan terintegrasi dengan muatan lokal
5. Pengembangan kewirausahaan terintegrasi dengan kegiatan penembangan diri

Bab III. Strategi Pelaksanaan dan Target Pencapaian
1. Strategi Pelaksanaan 
2. Target Pencapaian

Bab. IV.Penutup
1. Kesimpulan
2. Rekomendasi/Saran

Lampiran

Struktur program di atas tidak mengikat, dapat desesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan ruanglingkup kewirausahaan yang dikembangkan di sekolah masing-masing. Semoga para kepala sekolah dapat melakukan tugas kewirausahaan sebaik-baiknya.


Bahan bacaan:
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor  15 tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan pengawas Sekolah. Jakarta: Depdikbud
Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Kepala sekolah /Madrasah. Jakarta: Depdiknas
Bahan Pembelajaran Diklat Calon Kepala Sekolah/Madrasah . (2017).  Latihan Kepemimpinan. Solo : LPPKS .

Kepemimpinan Pembelajaran Yang Efektif Di Sekolah

Daresh dan Playco (1995) mendefinisikan kepemimpinan pembelajaran sebagai upaya memimpin para guru agar mengajar lebih baik, yang pada gilirannya dapat memperbaiki prestasi belajar siswanya.

Wilma Smith dan Richard Andrews (1989) dalam Marzano (2005), yang  mengidentifikasi empat dimensi atau peran, bahwa seorang pemimpin pembelajaran berperan sebagai: penyedia sumber daya, sumber daya pembelajaran, komunikator, dan kehadirannya yang dapat terlihat. Sebagai penyedia sumber daya, kepala sekolah memastikan bahwa guru memiliki bahan, fasilitas, dan anggaran yang diperlukan untuk melakukan tugas mereka secara memadai.

Kepemimpinan pembelajaran  adalah tindakan yang dilakukan Kepala sekolah dengan maksud mengembangkan lingkungan kerja yang produktif dan memuaskan bagi guru, serta pada akhirya mampu menciptakan kondisi belajar siswa meningkat (Eggen & Kauchak 2004)

Dari tiga  pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa kepemimpinan pembelajaran adalah kepemimpinan yang memfokuskan atau menekankan pada kegiatan   pembelajaran di sekolah  yang meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, penilaian hasil belajar, penilaian serta pengembangan guru, layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah

Untuk menerapkan kepemimpinan pembelajaran yang efektif di sekolah Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (2011:36-40), menberikan  15 cara  yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah yaitu: 


1. Merumuskan dan mengartikulasi tujuan pembelajaran
Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus memfasilitasi/membantu  guru dalam penyusunan tujuan pembelajaran masing-masing mata pelajaran  yang mengacu kepada  standar kompetensi lulusan dan standar isi .

Kegiatan tersebut dilakukan secara berkala diawal tahun pelajaran melalui berbagai macam kegiatan seperti workshop, lokakarya, in house training, diskusi kelompok tutorial dan lain-lain.

Adapun kegiatan  guru dalah  melakukan analisis tujuan pembelajaran, ruanglingkup mata pelajaran, analisis standar kompetensi ,  perumusan indikator masing-masing KD dari mata pelajaran dan penentuan kriteria ketuntasan yang harus dicapai peserta didik.  

Setelah perumusan tujuan pembelajaran dan standar pembelajaran selesai, dilanjutkan dengan  sosialisasi kepada para siswa, karyawan, dan orang tua siswa tentang kedua hal tersebut dan juga upaya-upaya kolaboratif yang perlu ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran

2. Mengarahkan dan membimbing pengembangan kurikulum
Kepala sekolah harus memfasilitasi guru dalam dalam bentuk kerja kelompok untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum mata pelajaran dengan mengacu pada pedoman pengembangan kurikulum yang berlaku.

Kepala sekolah harus membentuk tim pengembang kurikulum (TPK) yang solid disekolah dengan agenda/kegiatan  yang jelas, dan kinerjanya dievaluasi secara berkala. 

3. Membimbing pengembangan dan perbaikan proses pembelajaran
 Pengembangan dan perbaikan proses pembelajaran menjadi prioritas kepala sekolah dengan cara memfasilitasi guru untuk melakukan pembaruan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Pembelajaran harus menyenangkan dan  berpusat pada siswa serta  kontekstual terhadap kondisi peserta didik.

Hasil kelompok kerja guru ini adalah model-model, pendekatan, strategi, metode, teknik dan taktik pembelajaran yang efektif untuk dilaksanakan oleh masing-masing guru secara konsisten dan berkelanjutan

4. Mengevaluasi kinerja guru dan mengembangkannya
 Kepala sekolah secara reguler melakukan evaluasi kinerja guru yang berbasis data akurat  untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Kekuatan yang dimiliki guru harus senantiasa dipertahankan dan dikembangkan sedangkan kelemahan harus segera diberu bantuan melalui supervisi. Hasil evaluasi kinerja dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu di atas standar, sesuai standar, atau di bawah standar.

Bagi yang hasil evaluasi kinerjanya di atas standar perlu diberi reword dan diberi dukungan untuk mengembangkan dirinya. Bagi yang hasil evaluasi kinerjanya sudah sesuai dengan standar dan yang masih di bawah standar, perlu diciptakan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka dan didukung oleh kepala sekolah dan dinas dalam pembiayaannya.

5. Membangun komunitas pembelajaran
Kepala sekolah senantiasa memotivasi, mengarahkan  dan mengajak warganya untuk menjadi pembelajar yang selalu belajar terus karena ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni, dan regulasi mengalami perubahan yang sangat cepat.

Di samping itu, sekolahnyapun harus pro perubahan sehingga kepala sekolah berkewajiban memfasilitasi warganya untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap sekolahnya agar menjadi sekolah pembelajar (learning school).

6. Menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional
Kepala sekolah dalam menerapkan kepemimpinannya berdasarkan pada visi dan misi yang telah dirumuskan bersama serta menyesuaikan dengan kondisi nyata yang ada di sekolah, dengan member inspirasi dan mendorong terjadinya pembelajaran yang futuristik dan kontekstual. Semua kegiatan guru disekolah harus mengacu dan mengejar tercapainya visi misi yang telah ditetapkan.

7. Melayani siswa dengan prima.
Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus memahami dan menyadari sepenuhnya bahwa melayani dengan prima kepada guru, siswa, dan orangtua siswa merupakan prioritas karena urusan utamanya adalah  pembelajaran yang melibatkan ketiga unsur tersebut.

Jadi, kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus lebih menekankan pada pelayanan prima dari pada menggunakan kekuasaannya.

8. Melakukan perbaikan secara terus menerus
Kepala sekolah harus memfasilitasi dan melaksanakan proses perbaikan terhadap masalah dan kendala yang dihadapi sekolah dengan konsep pengembangan berkelanjutan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, refleksi, dan revisi terhadap perencanaan berikutnya, dan siklusnya diulang secara terus menerus.

9. Menerapkan karakteristik kepala sekolah efektif
Kepala sekolah dalam menerapkan kepemimpinan pembelajaran perlu memiliki karakteristik  luwes dalam pengendalian, komitmen yang kuat dalam pencapaian visi dan misi sekolah, memberi penghargaan kepada warga sekolah, memecahkan masalah secara kolaboratif, melakukan pendelegasian tugas yang fokus pada proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Kepala sekolah tidak mungkin memonopoli semua tugas maka sebagai manajer kepala sekolah harus mampu memposisikan guru-guru dengan tepat sesuai dengan kompetensinya.

10. Membangun warga sekolah agar pro perubahan
Kepala sekolah memfasilitasi seluruh warga sekolah untuk dapat melakukan perubahan dengan melakukan pengarahan, bimbingan, memotivasi dan mempengaruhi timbulnya prakarsa baru, kreativitas, inovasi, dan inisiasi dalam pengembangan pembelajaran. Kepala sekolah harus mampu menampung dan mengembangkan ide-ide pembaharuan dalam pembelajaran seperti kemajuan teknologi, budaya dan informasi terkini.

11. Membangun teamwork yang kompak
Kegiatan pembelajaran melibatkan guru, siswa, dan orangtua siswa harus dikoordinasikan dengan baik sehingga menjadi  kekuatan yang tangguh untuk mensukseskan hasil belajar siswa.

Koordinasi mengandung dua hal yaitu integrasi permasalahan yang dapat ditampung dalam perencanaan pembelajaran, dan yang kedua adalah sinkronisasi ketatalaksanaan yang dilakukan sewaktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

12. Memberi contoh dan menginspirasi warga sekolah
Kepala sekolah sebagai teladan bagi seluruh warga sekolah dalam berbagai hal; komitmen terhadap visi dan misi sekolah, disiplin, semangat kerja yang tinggi, yang dapat menginspirasi terjadinya pengembangan dan kemajuan sekolah.

13. Menciptakan kultur bagi pembelajaran yang progresif dan kondusif
Kepala sekolah menanamkan nilai-nilai, keyakinan, dan norma-norma yang kondusif bagi pengembangan pembelajaran peserta didik.

Untuk itu, kepala sekolah perlu menciptakan suasana/iklim akademik yang dibangun melalui kebijakan-kebijakan dan program-program sekolah untuk memajukan siswa berdasarkan hasil belajar siswa seperti  pelaksanaan remedial, pengayaan,  tugas terstruktur dan tidak terstruktur.

Disamping itu, kepala sekolah membangun kondisi kelas yang kondusif, menyediakan waktu ekstra bagi siswa yang memerlukan bimbingan tambahan, dan melakukan obervasi kelas secara rutin dan memuji perilaku positif guru dan siswa.

14. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan pembelajaran
Kepala sekolah perlu melakukan monitoring dan evaluasi secara cermat untuk mengetahui tingkat keberhasilan (kemajuan) hasil belajar, hambatan, dan tantangan yang dihadapi.

Tanpa monitoring dan evaluasi yang cermat, tidak ada hak untuk mengatakan apakah ada kemajuan hasil belajar atau tidak. Dengan kata lain, monitoring dan evaluasi akan memberi informasi apakah hasil nyata pembelajaran telah sesuai dengan hasil yang diharapkan dari pembelajaran.

15. Menyediakan sebagian besar waktu untuk pembelajaran.
Kepala sekolah mengalokasikan sebagian besar waktunya untuk pembelajaran dan untuk guru serta siswa. Saat ini dengan pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 dimana kepala sekolah tidak lagi harus mengajar di kelas, akan tetapi lebih fokus mengelola sekolah sehingga waktu untuk membina guru dalam pembelajaran akan semakin banyak. 

 BACA :  GAYA KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH
Kenyataannya, kepala sekolah hanya sedikit mengalokasikan waktunya untuk pembelajaran, guru, dan siswa. Sebagian besar waktunya digunakan untuk pekerjaan administratif, pertemuan, dan sebagainya. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran sudah saatnya melakukan perubahan terhadap manajemen waktu sehingga lebih banyak kepada urusan pembelajaran guru, dan siswa. Dengan demikian visi, misi serta standarisasi mutu yang ditetapkan dapat dicapai. Semoga.

LPPKS .(2013). Modul Latihan Kepemimpinan Calon kepala Sekolah . Surakarta:  LPPKS

Depdikbud.1999. Panduan manajemen Sekolah . Jakarta: Dirjen Dikdasmen



Gaya Kepemimpinan Yang Efektif Di Sekolah


Gaya kepemimpinan di sekolah terlihat pada pola-pola yang dilakukan dan dikembangkan oleh kepala sekolah dalam berbagai kebijakan sebagai pemimpin, yang meliputi pembinaan terhadap  semua personel sekolah dan pelaksanaan program-program pendidikan di sekolah.

Bagaimana Mengelola Konflik di Sekolah ?


Konflik merupakan sesuatu yang alamiah terjadi dalam sebuah organisasi termasuk sekolah. Konflik dapat muncul dalam berbagai bentuk dan tingkat kekuatannya, sehingga perlu dikelola sebaik mungkin.

Tips Membangun Kerja Sama Di Sekolah

Kerjasama adalah salah satu aspek dalam kompetensi sosial kepala sekolah yang sangat penting artinya. Mustahil suatu sekolah dapat dikelola dengan baik tanpa melibatkan orang lain. 
Sekolah adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Apabila salah satu komponen tidak berfungsi maka akan sangat mempengaruhi kinerja yang lain. 

Sekolah sebagai sistem dapat diibaratkan sebuah  sepeda yang terdiri dari beberapa komponen stang, rantai,  ban dan sebagainya. Sepeda dapat bergerak apabila semua komponen berfungsi. Andaikan pentil bagian yang sangat kecil tidak berfungsi hingga ban sepedanya kempes pastilah sepeda tidak dapat digerakkan. 

Demikian lah sebuah sekolah semua komponen harus turut ambil bagian sesuai dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing

Baca Juga: Bagaimana Mengelola Konflik Di Sekolah?

Agar hal tersebut dapat tercapai maka kepala sekolah harus mampu menjalin, menumbuhkan  bekerjasama yang  baik dengan guru, pegawai, dan semua steak holders disekolah. Kerja sama yang baik tidaklah tumbuh dengan sendirinya akan tetapi harus ditumbuhkan, dirawat dan disemangati. 

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan  kepala sekolah dalam menumbuhkan /membangun kerja sama di sekolah : 

Menentukan visi, misi dan  tujuan sekolah secara  bersama dengan jelas. Visi adalah cita-cita, keadaan atau keinginan  bersama yang hendak diraih.  Visi memberi arah, inspirasi dan petunjuk kemana sekolah itu dibawa. Misi adalah tugas yang diemban untuk mencapai visi.   Tujuan memerupakan target, pernyataan apa yang harus diraih oleh tim, dan memberikan daya memotivasi setiap anggota untuk bekerja.


Membuat  rincian tugas  dan tanggung jawab anggota. Setiap anggota tim harus menjadi pemain di dalam tim. Masing-masing bertanggung jawab terhadap suatu bidang atau jenis pekerjaan/tugas. Di lingkungan sekolah, para guru selain melaksanakan proses pembelajaran biasanya diberikan tugas-tugas tambahan, seperti menjadi wali kelas, mengelola laboratorium, koperasi, dan lain-lain. Agar terbentuk kerja sama yang baik, maka pemberian tugas tambahan tersebut harus didasarkan pada keahlian mereka masing-masing.


Sediakan waktu untuk menentukan cara/metode  bekerjasama. Meskipun setiap orang telah menyadari bahwa tujuan hanya bisa dicapai melalui kerja sama, namun bagaimana kerja sama itu harus dilakukan perlu adanya pedoman. Pedoman tersebut sebaiknya merupakan kesepakatan semua pihak yang terlibat. Pedoman dapat dituangkan secara tertulis atau sekedar sebagai konvensi.  

Hindari masalah yang bisa diprediksi. Artinya mengantisipasi masalah yang bisa terjadi.  Seorang pemimpin yang baik harus dapat mengarahkan anak buahnya untuk mengantisipasi masalah yang akan muncul, bukan sekedar menyelesaikan masalah. Dengan mengantisipasi, apa lagi kalau dapat mengenali sumber-sumber masalah, maka organisasi tidak akan disibukkan kemunculan masalah yang silih berganti harus ditangani.


Sepakati aturan main tim secara  bersama. Peraturan tim akan banyak membantu mengendalikan tim dalam menyelesaikan pekerjaannya dan menyediakan petunjuk ketika ada hal yang salah. Selain itu perlu juga  ada konsensus tim dalam mengerjakan satu pekerjaan.


Ajarkan rekan baru regulasi satu tim agar anggota baru mengetahui bagaimana tim beroperasi dan bagaimana perilaku antaranggota tim berinteraksi. Yang dibutuhkan anggota tim adalah gambaran jelas tentang cara kerja, norma, dan nilai-nilai tim. 

Di lingkungan sekolah ada guru baru atau guru pindahan dari sekolah lain, sebagai anggota baru yang baru perlu ”diajari” bagaimana bekerja di lingkungan tim kerja di sekolah. Suatu sekolah terkadang sudah memiliki budaya saling pengertian, tanpa ada perintah setiap guru mengambil inisiatif untuk menegur siswa jika tidak disiplin. 


Cara kerja ini mungkin belum diketahui oleh guru baru sehingga perlu disampaikan agar tim sekolah tetap solid dan kehadiran guru baru tidak merusak sistem.

Membuka diri terhadap  gagasan orang lain. Tim  seharusnya menciptakan lingkunganyang terbuka dengan gagasan  setiap anggota. Misalnya sekolah sedang menghadapi masalah keamanan dan ketertiban, sebaiknya dibicarakan secara bersama-sama sehingga kerjasama tim dapat berfungsi dengan baik.


Wujudkan gagasan menjadi kenyataan. Caranya dengan menggali atau memacu kreativitas tim dan mewujudkan menjadi suatu kenyataan. Di sekolah banyak sekali gagasan yang kreatif, karena itu usahakan untuk diwujudkan agar tim bersemangat untuk meraih tujuan. Dalam menggali gagasan perlu mencari kesamaan pandangan. 


Kelola perbedaan dengan baik. Perbedaan adalah sebuah potensi yang dapat membawa kemajuan jika dikelola dengan baik. Indahnya pelangi karena berbeda warna, maka  Perbedaan pandangan atau bahkan konflik adalah hal yang biasa terjadi di sebuah lembaga atau organisasi.


Organisasi yang baik dapat memanfaatkan perbedaan dan mengarahkannya sebagai  kekuatan untuk memecahkan masalah. Cara yang paling baik adalah mengadaptasi perbedaan menjadi bagian konsensus yang produktif.


Antisipasi adanya  konflik, dan jangan sekali-kali ”memproduksi” konflik. Di sekolah terkadang ada saja sumber konflik misalnya pembagian tugas yang tidak merata ada yang terlalu berat tetapi ada juga yang sangat ringan. Ini sumber konflik dan perlu dicegah agar tidak meruncing. Konflik dapat melumpuhkan tim kerja jika tidak segera ditangani.


Berikan kepercayaan. Jika kepercayaan antar anggota hilang, sulit bagi tim untuk bekerja bersama. Apalagi terjadi, anggota tim cenderung menjaga jarak, tidak siap berbagi informasi,  tidak terbuka dan saling curiga.. Situasi ini tidak baik bagi tim. 


Sumber saling ketidakpercayaan di sekolah biasanya  berawal dari  kebijakan yang tidak transparan atau konsensus yang dilanggar oleh pihak-pihak tertentu dan kepala sekolah tidak bertindak apapun. Membiarkan situasi yang saling tidak percaya antar-anggota tim dapat memicu konflik. 


Berikanlah penghargaan. Faktor nomor satu yang memotivasi rekan kerja  adalah perasaan bahwa mereka telah berkontribusi terhadap pekerjaan dan prestasi organisasi. Setelah sebuah pekerjaan besar selesai atau ketika pekerjaan yang sulit membuat tim lelah, kumpulkan anggota tim untuk merayakannya. Di sekolah dapat dilakukan sesering mungkin setiap akhir kegiatan besar seperti akhir semester, akhir ujian nasional, dan lain-lain.


Lakukan evaluasi terhadap  tim secara teratur. Tim yang efektif akan menyediakan waktu untuk melihat proses dan hasil kerja tim. Setiap anggota diminta untuk berpendapat tentang kinerja tim, evaluasi kembali tujuan tim, dan konstitusi tim. 


Miliki sikap pantang menyerah. Terkadang tim menghadapi tugas yang sangat sulit dengan kemungkinan untuk berhasil sangat kecil. Tim bisa menyerah dan mengizinkan kekalahan ketika semua jalan kreativitas dan sumberdaya yang ada telah dipakai. Untuk meningkatkan semangat anggotanya antara lain dengan cara memperjelas mengapa tujuan tertentu menjadi penting dan begitu vital untuk dicapai. 


Tujuan merupakan sumber energi tim. Setelah itu bangkitkan kreativitas tim yaitu dengan cara menggunakan kerangka fikir dan pendekatan baru terhadap masalah.


Semoga rekan-rekan kepala sekolah dapat membangun kerja sama yang baik di sekolah sehingga dapat melaksanakan semua program dengan baik hingga mencapai tujuan yang ditargetkan.

Bahan bacaan :
Anonim. 2008. Menumbuhkan Semangat Kerja Sama. Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional.