Home » » Langkah Efektif Penerapan Metode Pembelajaran Brainstorming

Langkah Efektif Penerapan Metode Pembelajaran Brainstorming

A. Pengertian 

Untuk memahami pengertian metode pembelajaran Brainstorming atau metode curah pendapat mari kita pahami pendapat para ahli tentang pengertian metode brainstorming seperti di bawah ini: 

Menurut Mufidah (2010) bahwa, Metode brainstorming adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman dari semua peserta. 

Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode brainstorming pendapat orang lain tidak perlu ditanggapi. 

Sedangkan Aqib, Zainal (2013) mengemukakan bahwa, Metode brainstorming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Metode ini digunakan dengan melontarkan suatu masalah oleh guru kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru. 

Metode ini dapat pula di artikan sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang sangat singkat

Selanjutnya Widowati (2008) mendefinisikan metode brainstorming adalah suatu situasi di mana sekelompok orang berkumpul untuk menggeneralisasikan ide-ide baru seputar area spesifik yang menarik. 

Brainstorming dapat juga diartikan sebagai suatu teknik konferensi di mana tiap-tiap kelompok berusaha mencari suatu solusi pada suatu permasalahan yang spesifik melalui pemunculan ide-ide secara spontan oleh masing-masing anggota kelompok. Brainstorming merupakan alternatif upaya pengembangan kemampuan berpikir kreatif. 

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran brainstorming(curah pendapat) merupakan metode pembelajaran yang digunakan guru dengan cara mengumpulkan pendapat , gagasan, informasi dan pengalaman  dari semua  peserta didik berkaitan dengan topik atau materi pelajaran yang dibahasnya, dari berbagai pendapat yang dihimpun guru tersebut kemudian dilakukan evaluasi sejauh mana pemahaman peserta didiknya. 

Metode brainstorming digunakan dengan cara  melontarkan suatu masalah oleh guru kemudian masing-masing  peserta didik secara bergiliran  menyatakan pendapat , gagasan , informasi atau komentar dan guru atau pemimpin kelompok mengumpulkannya. 

Metode ini dapat pula di artikan sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari peserta didik  dalam waktu yang sangat singkat, pendapat yang dikemukakan peserta didik tidak langsung ditanggapi oleh peserta lain. 

Metode  brainstorming dapat yang merangsang berpikir kritis  peserta didik  dan membandingkan pendapatnya dengan pendapat peserta didik lain sehingga memperluas wawasan mereka. 

Dalam pelaksanaannya tiap peserta didik di beri kesempatan untuk menyampaikan  pendapat atau gagasannya terhadap topik atau permasalahan yang dikemukakan guru. Peserta didik yang tidak dibolehkan  mengkritik atau mendebat terhadap gagasan atau pendapat yang  disampaikan temannya. 

Pendapat atau gagasan itu di tulis di papan tulis atau pada kertas lebar yang disediakan. Selesai di tulis pendapat atau gagasan itu di kaji dan di nilai oleh kelompok tersebut atau oleh tim yang di tunjuk untuk melakukan kajian. 

Metode Brainstorming merupakan cara cerdas untuk menggeneralisasikan ide-ide baru ataupun ide-ide yang kreatif. Dalam brainstorming seseorang dapat mengkombinasikan ide-ide sendiri dengan ide orang lain untuk memunculkan ide baru atau pun menggunakan ide orang lain untuk merangsang munculnya ide. 

Baca juga: Model Kompetensi Dalam Pengembangan Profesi Guru

Proses pembelajaran yang menggunakan teknik tersebut, siswa akan merasa lebih bebas dalam berpikir dan berpindah menuju suatu area pikiran baru sehingga dapat menghasilkan sejumlah ideide baru dan pemecahan masalah.

B. Tujuan Pembelajaran Brainstorming

Menurut Wahyudi (2008) bahwa tujuan brainstorming adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mind map) untuk menjadi pembelajaran bersama". 

Pembelajaran brainstorming merupakan salah satu metode pembelajaran yang memiliki manfaat agar tujuan pembelajaran tercapai melalui kegiatan belajar mandiri dan peserta didik mampu menjelaskan temuannya pada pihak lain. Yang diharapkan, selain agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai, maka kemampuan siswa dalam belajar mandiri dan mengemukakan pendapat kritis dapat ditingkatkan.

C. Langkah-langkah Efektif Penerapan Metode Brainstorming

Langkah ke -1

Guru melakukan analisis Kompetensi Dasar (KD)  sehingga dapat di pilih materi mana yang tepat di bahas dengan metode brainstorming. Selanjutnya guru menuangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Langkah ke - 2 

Guru menyusun pertanyaan-pertanyaan atau kasus berupa tulisan atau gambar untuk diajukan kepada peserta didik, memilih sumber -sumber, memperkirakan waktu yang digunakan, hambatan yang mungkin ditemui dan menentukan apakah peserta didik dikelompokkan atau disajikan secara klasikal.

Langkah ke - 3

Pemberian Informasi dan motivasi, membuka pelajaran, memberikan informasi, mengajukan pertanyaan-pertanyan secara berurutan kepada seluruh peserta didik dalam kelompok, mengajak mereka untuk memberikan gagasan. Dalam hal ini guru memberikan waktu berfikir kepada peserta didik sebelum mereka memberikan tanggaban.  

Selain itu, guru menjelaskan aturan-aturan yang harus diperhatikan oleh para peserta didik, seperti : setiap orang menyampaikan satu pendapat atau gagasan dengan cepat, menyampaikan jawaban secara langsung dan  tidak boleh mengeritik atau menyela (mengintrupsi) pendapat orang lain.

Langkah ke - 4

Identifikasi, pada langkah ini peserta didik diberi kesempatan untuk memberikan sumbang saran secara bergiliran. Guru dapat mencatat/manampung semua tanggaban peserta didik atau ditunjuk dari pemimpin kelompok, hal ini sesuai dengan kesepakatan yang dibangun di awal. 

Langkah ke - 5

Klasifikasi, tanggaban atau sumbang saran yang terkumpul dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria atau struktur yang telah direncanakan guru  atau disepakati dengan peserta didik.

Langkah ke - 6

Verivikasi, secara klasikal atau kelompok diberi kesempatan untuk meninjau kembali tanggaban/ sumbang saran yang telah diklasifikasikan 

Langkah ke - 7

Konklusi, pemimpin kelompok atau secara bersama mencoba menyimpulkan (penyepakatan) butir-butir alternatif pemecahan masalah atau topik yang dibahas.

Dalam penerapan metode brainstorming guru perlu menggondisikan agar peserta didik tidak ada yang mendominasi, dan semua peserta didik harus mendapat giliran. Jika ada peserta didik yang kesulitan dalam mengajukan pendapat guru perlu menuntun dan memotivasi. 

Sebaiknya guru menunjuk seseorang penulis untuk mencatat pendapat dan jawaban yang diajukan peserta didik dan dapat pula menunjuk sebuah tim untuk mengevaluasi bagaimana proses dan hasil penggunaan teknik ini. 

Guru dapat memimpin kelompok agar kelompok itu dapat mengevaluasi jawaban dan pendapat yang terkumpul. Pendidik menghindarkan dominasi seseorang peserta dalam menyampaikan gagasan dan pendapat.

Baca juga: 5 Metode Terbaik Dalam pembelajaran PJJ

D. Keunggulan dan Kelemahan Metode Brainstorming

Menurut Sudjana (2005) bahwa bahwa keunggulan dan kelemahan teknik atau metode brainstorming yaitu:

1. Keunggulan 

  • Merangsang semua peserta didik untuk mengemukakan pendapat dan gagasan baru
  • Menghasilkan jawaban atau pendapat melalui reaksi berantai
  • Penggunaan waktu dapat dikontrol dan teknik ini dapat digunakan dalam kelompok besar atau kelompok kecil
  • Tidak memerlukan banyak alat tenaga profesional 
  • Peserta didik termotivasi dalam belajar
  • Melatih peserta didik untuk berfikir kritis 
  • Melatih diri untuk menghormati pendapat orang lain
  • Suasana pembelajaran demokratis dan menumbuhkan disiplin dalam diri peserta didik

2. Kelemahan 

  • Peserta didik yang kurang perhatian dan kurang berani mengemukakan pendapat akan merasa terpaksa untuk menyampaikan buah pikirannya.
  • Jawaban cenderung mudah terlepas dari pendapat yang berantai
  • Peserta didik cenderung beranggapan bahwa semua pendapat diterima
  • Memerlukan evaluasi lanjutan untuk menentukan prioritas pendapat yang disampaikan 
  • Menggunakan waktu yang lebih lama sehinga tidak semua materi dapat dibelajarkan dengan metode brainstorming
  • Peserta didik tidak segera mengetahui apakah pendapat yang dikemukakan itu salah atau sudah benar
  • Topik yang dibahas bisa melebar keluar dari yang diharapkan
  • Tidak menjamin bahwa masalah atau topik yang dibahas dapat tuntas terselesaikan

Metode pembelajaran brainstorming memiliki kelebihan dan kekurangan, guru perlu memperhatikan agar kelebihan dapat tetap dipertahankan sedangkan kekurangan diminimalisir atau jika mungkin dihindarkan. 

Baca juga; Tanya Jawab Seputar Assesmen Nasional 

E. Kesimpulan 

Metode ini tepat digunakan karena dalam waktu singkat dapat terhimpun gagasan, pendapat dan jawaban inovatif dimana tidak menghambat spontanitas penyampaian pernyataan peserta didik. Dengan teknik ini akan terjadi situasi belajar yang saling memupuk dan saling melengkapi saran dan pendapat di antara peserta didik

Perlu diketahui tidak semua materi dapat diajarkan dengan metode brainstorming, sangat tergantung karakteristik materi yang dimuat kompetensi dasar. 

Guru perlu melakukan identifikasi materi maupun karakteristik peserta didiknya apakah cocok metode ini digunakan. Selanjutnya tidak satu pun metode pembelajaran yang dapat berdiri sendiri, tapi harus dilengkapi dengan metode lain. 

Baca juga: Cara Membuat Handout Yang Berkualitas

Penerapan metode ini diawali dengan melakukan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pada bagian inti dilangkah-langkah pembelajaran dituangkan/dituliskan langkah-langkah metode pembelajaran brainstorming. Selamat mencoba.

Bahan Bacaan:
Budiyanto, Moch. Agus Krisno.(2016).  Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning, Malang : UMM Pres

0 komentar:

Post a Comment