Home » » Penerapan Model Pembelajaran Think, Pair And Share (TPS)

Penerapan Model Pembelajaran Think, Pair And Share (TPS)

 A. Pengertian 

Think Pair and Share merupakan model pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan penting yaitu Think = berfikir , Pair = berpasangan dan Share = berbagi. Model pembelajaran ini termasuk kedalam model pembelajaran cooperative learning  yang dikembangkan oleh frank lyman 1985 dan STAD ( Slavin 1995). 

Pada model think, pair and share siswa berpikir tentang permasalah yang diberikan kemudian berpasangan untuk mengutarakan pemikiran masing-masing dan  diadakan sharing melalui pleno kelomnpok kecil. 

Penerapan model ini dapat memotivasi siswa karena mereka  diajak untuk mencoba terlebih dahulu memikirkan tentang permasalah yang diberikan kemudian membicarakannya dengan berpasangan. 

TPS memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain. Misalkan seorang guru baru saja menyelesaikan suatu penyajian singkat, atau siswa telah membaca suatu tugas dan guru menginginkan siswa memikirkan lebih mendalam tentang apa yang telah dijelaskan atau dialami. 

B. Fase atau Sintaks Model Pembelajaran TPS

Ada tiga fase penting dalam penerapan model pembelajaran TPS yaitu: 

Fase I : Thinking ( berpikir ) 

Guru mengajukan pertanyaan atau soal yang berhubungan dengan pelajaran. Selanjutnya siswa diminta untuk memikirkan jawaban pertanyaan atau soal tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.

Fase II : Pairing ( berpasangan )

Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkan pada tahap pertama. Interaksi pada tahap ini diharapkan dapat berbagi jawaban atau berbagi ide. Biasanya guru memberi waktu 4-5 menit untuk berpasangan.

Fase III : Sharing ( berbagi ). 

Pada tahap akhir ini, guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan kelompoknya tentang apa yang telah mereka bicarakan. Salah satu ciri pembelajaran kooperatif adalah kemampuan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil yang heterogen. 

Masing-masing anggota dalam kelompok memiliki tugas yang setara. Karena pada pembelajaran kooperatif keberhasilan kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai ikut bertanggung jawab membantu temannya yang lemah dalam kelompoknya. 

Dengan demikian, siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya, sedangkan siswa yang lemah terbantu dalam memahami permasalahan yang diselesaikan dalam kelompok tersebut.

C. Contoh Penerapan Model Pembelajaran TPS 

Dengan mengadopsi model pembelajaran TPS dalam pembelajaran , maka seorang guru mata pelajaran  dapat menerapkan  tahapan pembelajaran sebagai berikut.

1. Guru menentukan suatu pokok bahasan yang akan disajikan kepada siswanya dengan mengadopsi model pembelajaran TPS.

2. Guru menjelaskan kepada seluruh siswa tentang akan diterapkannya model pembelajaran TPS, sebagai suatu variasi model pembelajaran.

Baca juga: Model Pembelajaran PBL

3. Guru menyiapkan materi bahan ajar yang harus dikerjakan kelompok. 4. Guru membentuk kelompok-kelompok kecil dengan anggota 4-5 siswa. Kelompok dibuat heterogen tingkat kepandaiannya dengan mempertimbangkan keharmonisan kerja kelompok .

5. Guru menjelaskan materi baru secara singkat, kemudian memberikan soal latihan dalam bentuk Lembar Kerja Siswa.

6. Siswa diminta untuk mengerjakan soal secara mandiri untuk beberapa saat.

7. Siswa mendiskusikan hasil pemikirannya sendiri dengan pasangannya, sehingga didapatkan jawaban soal yang merupakan hasil diskusi dalam pasangan yang nantinya akan digunakan sebagai bahan berbagi/sharing dengan kelompoknya.

8. Guru memberi kesempatan kepada kelompok untuk melaporkan hasil diskusinya di depan kelas, diikuti dengan kelompok lain yang memperoleh hasil yang berbeda sehingga terjadi proses berbagi/sharing pada diskusi kelas.

Baca juga: 6 Langkah Model Pembelajaran  Discovery Learning

9. Guru memberikan kesimpulan akhir dari diskusi kelas.

10. Menjelang akhir waktu, guru memberikan latihan pendalaman secara  klasikal dengan menekankan strategi pemecahan masalah.

11. Guru merefleksi hasil kegiatan belajar bersama siswa.

12. Guru dapat memberikan tes formatif, sesuai dengan Indikator/kompetensi yang ditentukan

Demikian uraian tentang penerapan model pembelajaran TPS (Think, Pair and Share) dan guru diharapkan dapat mencoba sehingga mutu pembelajaran semakin baik dan guru berhasil.  


0 komentar:

Post a Comment