Home » » Implementasi Pembelajaran Berdifrensiasi Di Kelas

Implementasi Pembelajaran Berdifrensiasi Di Kelas

 A. Pengertian

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha yang dilakukan guru dalam  menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu peserta didik. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam satu kelas peserta didik pastilah berbeda-beda dalam hal kecepatan belajar, dasar pengetahuan yang dimiliki, latar belakang individu, minat, sosial dan lain-lain maka pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodasi dari semua perbedaan peserta didik  secara terbuka dan guru melayani  kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap individu. 

Keberagaman dari setiap individu peserta didik  harus selalu diperhatikan, karena setiap peserta didik tumbuh di lingkungan dan budaya yang berbeda sesuai dengan kondisi geografis tempat tinggal mereka. 

Baca juga: Penerapan Pembelajaran Model Think Pair and Share(TPS)

Untuk mengatasi keberagaman tersebut guru perlu melakukan  beragam cara untuk memahami informasi baru bagi semua peserta didik dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten; mengolah, membangun, atau menalar gagasan; dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran evaluasi sehingga semua peserta didik di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. Guru  juga perlu  memastikan setiap peserta didik di kelasnya mengetahui akan selalu ada dukungan untuk mereka dalam proses pembelajaran. 

B. Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi 

Ada tiga  strategi implementasi pembelajaran berdifrensiasi yang perlu dipahami dan dilakukan guru  yaitu: diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.

1. Diferensiasi Konten

Difrensiasi konten adalah difrensiasi yang merujuk pada strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten adalah materi yang dimuat oleh kompetensi dasar yaitu pengetahuan berupa fakta, konsep, prosedur, dan meta kognitif serta keterampilan yang perlu dipelajari peserta didik sesuai dengan kurikulum. 

Untuk menerapkan pembelajaran difrensiasi konten guru perlu  mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik baik itu dalam aspek kesiapan belajar, aspek minat peserta didik dan aspek profil belajar peserta didik atau kombinasi dari ketiganya yang dimulai dari penyusunan RPP.

Kesiapan belajar peserta didik bukanlah tentang tingkat intelektualitas (IQ). Hal ini lebih kepada informasi tentang apakah pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki peserta didik saat ini, sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan.

Baca juga: Pentingnya Refleksi Dalam Pembelajaran 

Minat merupakan salah satu motivator penting bagi peserta didik untuk dapat ‘terlibat aktif’ dalam proses pembelajaran. Peserta didik yang berbeda akan menunjukkan minat pada topik yang berbeda. Gagasan untuk membedakan melalui minat adalah untuk “menghubungkan” peserta didik pada pelajaran untuk menjaga minat mereka. Dengan menjaga minat peserta didik tetap tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kinerja peserta didik dalam hal ini salah satu contohnya setiap peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda.

Pemetaan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara natural dan efisien dengan demikian guru perlu memvariasikan metode dan pendekatan mengajar mereka.

2. Diferensiasi Proses

Difrensiasi proses adalah merujuk pada strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh peserta didik yang memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi (content) materi. 

Dalam kegiatan ini guru perlu memahami apakah peserta didik lebih tepat  belajar secara berkelompok atau individu dan menetapkan sejumlah bantuan yang diberikan.  Selanjutnya guru mengetahui siapa sajakah peserta didik yang membutuhkan bantuan dan siapa  peserta didik yang membutuhkan pertanyaan pemandu untuk dapat belajar secara individu. Dalam hal tersebut guru sudah menyusunnya dalam perencanaan pembelajaran. 

Penerpan diferensiasi proses dapat dilakukan dengan cara :

a. Kegiatan berjenjang, di mana semua peserta didik bekerja membangun pemahaman yang sama tetapi dilakukan dengan dukungan, tantangan dan kompleksitas yang berbeda.

b. Menyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan melalui sudut-sudut minat, dengan demikian akan mendorong peserta didik mengeksplorasi berbagai materi yang dipelajari.

Baca juga: Standar Proses Dalam PP 57 Tahun 2021

c. Membuat agenda individual untuk peserta didik, misalnya guru membuat daftar tugas berisi pekerjaan umum untuk semua kelas serta daftar pekerjaan yang terkait dengan kebutuhan individual peserta didik. Jika peserta didik telah selesai mengerjakan pekerjaan umum maka mereka dapat selesai melihat agenda individual dan pekerjaan yang dibuat khusus untuk mereka

d. Memfasilitasi lama waktu yang peserta didik dapat ambil untuk menyelesaikan tugas. Dalam hal ini untuk memberikan dukungan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau sebaliknya mendorong peserta didik yang cepat untuk mengejar topik secara lebih mendalam.

e. Mengembangkan kegiatan yang bervariasi yang mengakomodasi gaya belajar visual, auditori dan kinestetik.

f. Menggunakan pengelompokan yang fleksibel yang sesuai dengan kesiapan, kemampuan dan minat peserta didik.

3. Diferensiasi Produk

Difrensiasi produk adalah merujuk pada strategi memodifikasi produk hasil belajar peserta didik , hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari. Produk adalah hasil karya, pekerjaan atau unjuk kerja  karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan sebagainya. Produk  yang dihasilkan peserta didik harus mencerminkan pemahaman tentang  tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Cara mendiferensiasi produk dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik terlebih dahulu sebelum memberikan penugasan produk. Penugasan produk harus membantu peserta didik secara kelompok  atau individu, menentukan kembali atau memperluas apa yang mereka pelajari selama periode waktu tertentu (satu semester atau satu tahun). 

Produk sangat penting karena mewakili pemahaman dan aplikasi pengetahuan dari elemen kurikulum yang langsung dimiliki oleh peserta didik.

 Diferensiasi produk meliputi dua hal yaitu memberikan tantangan atau keragaman dan memberikan peserta didik pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan. 

Dalam difrensiasi produk guru perlu  untuk menentukan ekspetasi pada peserta didik seperti:

a. Kualitas pekerjaan apa yang diinginkan; 

b. Konten apa yang harus ada pada produk; 

c. Cara atau proses  mengerjakannya; 

d. Sifat dari produk akhir apa yang diharapkan

Walaupun peserta didik memberikan informasi tambahan membantu guru memodifikasi prasyarat produk yang harus dihasilkan agar sesuai dengan kesiapan, minat dan kebutuhan belajar individu namun gurulah yang tetap harus mengetahui dan mengkomunikasikan indikator kualitas dari produk tersebut.

 C. Lingkungan yang Mendukung Pembelajaran yang Berdiferensiasi

Agar pembelajaran berdifrensiasi berhasil maka guru perlu menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Lingkungan adalah sesuatu yang berada disekitar peserta didik dan mempengaruhi proses pembelajaran. Linkungan pembelajaran berdiferensiasi harus dibangun dengan “learning community” atau komunitas belajar yaitu komunitas yang semua anggotanya adalah pembelajar. 

Guru akan mengembangkan peserta didiknya untuk mengembangkan sikap-sikap dan praktik-praktik yang selalu mendukung lingkungan belajar.  Ada beberapa komunitas belajar yang efektif mendukung pembelajaran berdiferensiasi yaitu: 

1. Setiap orang dalam kelas akan menyambut dan merasa disambut dengan baik. 

Iklim ini bukan hanya dilihat dari sikap dan tindakan guru yang ramah dan menyabut peserta didik tetapi juga sikap yang ditunjukkan antar peserta didik. Ruang kelas akan dipenuhi dengan berbagai kegiatan belajar dimana masing-masing  peserta didik berperan di dalamnya. Guru berperan menciptakan kondisi dimana semua orang dikelas merasa dihargai saling menyambut dan merasa disambut. 

2. Setiap orang dalam kelas akan saling menghargai

Semua peserta didik dan guru memiliki kebutuhan, perasaan diterima, dihargai, dihormati, rasa aman,  ingin sukses dan sebagainya. Apapun perbedaan yang dimiliki mereka semua tentu memiliki perasaan dan emosi manusia yang sama oleh karena itu dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi guru akan membelajarkan peserta didiknya untuk membedakan perasaan yang mereka miliki terhadap apa yang dilakukan oleh seseorang dan nilai dari orang tersebut. Guru membantu peserta didik memecahkan permasalahan mapun kendala secara konsruktif dan selalu berusaha membanggakan peserta didiknya. 

3. Peserta didik akan merasa aman

Aman tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikis. Peserta didik-peserta didik yang berada dalam kelas tahu persis mereka boleh bertanya jika membutuhkan bertanya, mengatakan tidak tahu jika tidak tahu. Mereka tahu bahwa dalam belajar mereka dapat mengambil risiko untuk mencoba berbagai ide-ide kreatif.

4. Ada harapan bagi pertumbuhan

Tujuan pembelajaran berdiferensiasi untuk membantu setiap peserta didik tumbuh semaksimal mungkin sesuai kemampuannya. Dengan demikian guru akan berusaha mengetahui perkembangan setiap peserta didiknya dan perkembangan kelasnya secara keseluruhan. Peserta didik juga akan belajar memaknai pertumbuhan mereka sendiri. Mereka akan berbicara tujuan pembelajaran dan cara pencapaiannya. 

Semua pertumbuhan yang ditunjukkan setiap peserta didik seberapa pun kecilnya perlu dicatat dan diperhatikan oleh guru untuk dihargai dan dirayakan bersama. Tentu saja pertumbuhan yang dimaksud berbeda-beda porsi dan bentuknya dari masing-masing peserta didik. 

5. Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan 

Guru mencari tahu di mana posisi peserta didik dikaitkan dengan tujuan pembelajaran utama yang ingin dicapai dan kemudian memberikan pengalaman belajar yang akan mendorong peserta didik sedikit lebih jauh dan lebih cepat dari pada kemampuan mereka saat ini atau zona nyaman mereka. 

Baca juga: Bentuk Laporan Pembuatan Alat Praktikum dan AK nya.

Guru akan merancang pembelajaran yang sedikit melampaui apa yang peserta didik kuasai saat itu, pada saat itu peserta didik akan keluar dari zona nyaman mereka dan merasakan sedikit tantangan. Saat peserta didik mengalami tantangan tersebut guru akan memastikan bahwa dukungan akan diberikan pada setiap peserta didik  baik secara individu maupun kelompok sehingga tantangan tersebut dapat dilampaui tanpa mereka mengalami menjadi frustasi. Bantuan atau dukungan inilah yang disebut “scaffolding” yang menjadikan  setiap peserta didik dapat merasakan kesuksesan.

6. Ada keadilan dalam bentuk nyata. 

Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, adil berarti berusaha memastikan semua peserta didik mendapatkan apa yang dia butuhkan untuk tumbuh dan sukses. Peserta didik dan guru adalah sebuah tim yang sama  berusaha memastikan bahwa kelas berjalan dengan baik untuk semua orang di kelas tersebut.

7. Guru dan berkolaborasi untuk pertumbuhan dan kesuksesan bersama 

Setiap orang harus mengambil tanggung jawab baik untuk kesejahteraan diri mereka sendiri maupun kesejahteraan orang lain. Untuk itu guru dan peserta didik bekerja sama untuk kesuksesan bersama. Walaupun guru pemimpin kelas, namun peserta didik juga secara sadar mengambil tanggung jawab untuk kesuksesan kelasnya. Mereka akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, memecahkan semua permasalahan dengan cara yang konstruktif dan akan membantu mengembangkan rutinitas yang efektif.

Demikianlah uraian pembelajaran berdifrensiasi di kelas, semoga guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan dapat mengimplementasikannya di dalam kelas. 


0 komentar:

Post a Comment