Home » » Strategi Penyampaian Materi pembelajaran

Strategi Penyampaian Materi pembelajaran

Penyampaian materi pembelajaran terhadap peserta didik  sangat dipengaruhi oleh jenis materi yang akan disampaikan. Seperti yang kita ketahui pada kurikulum 2013 materi pembelajaran yang dimuat KD ada empat jenis yaitu materi fakta , konsep , prosedur dan meta kognitif. Sebelumnya pada kurikulum 2006 jenis materi ini  ada enam yaitu fakta, konsep, prinsip, prosedur dan sikap serta   psikomotor. Proses pembelajaran juga tidak lepas dari kemampuan guru memilih dan mengunakan model, pendekatan, metode, teknik bahkan taktik yang sesuai dengan karakteristik materi yang akan disampaikan atau dibelajarkan.

Strategi penyampaian materi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah siasat yang digunakan oleh guru dalam menjelaskan atau membelajarkan peserta didik terhadap materi ditinjau dari jenisnya. Terserah guru memilih model, pendekatan, metode, dan teknik apa yang digunakan akan tetapi agar materi yang dibelajarkan dapat dipahami peserta didik perlu dipadukan dengan strategi  atau siasat menyajikan materi tersebut. Yang harus dipahami guru adalah mencermati kompetensi dasar(KD), jenis materi apa yang harus disajikan pada peserta didik. Jika sudah dikenali jenis materinya maka dilanjutkan untuk memahami  strategi penyampaian materi menurut jenisnya. Berikut ini disajikan langkah-langkah minimal dan dapat dikembangkan oleh guru sesuai dengan kondisi.

A. Strategi penyampaian materi jenis fakta

Materi fakta adalah pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

Langkah-langkah minimal yang digunakan dalam membelajarkan materi jenis fakta adalah

1.Sajikan fakta tersebut, penyajian fakta ini boleh berupa lisan, gambar, slide presentasi, mungkin juga diawali dengan  pertanyaan-pertanyaan.

2.Berikan bantuan untuk materi yang harus dipahami atau di hafal. Bantuan yang diberikan boleh menggunakan istilah sehari-hari yang mudah diingat oleh peserta didik, atau bisa juga menggunakan  akronim, yang penting guru mencoba membantu peserta didik sehingga fakta tersebut mudah diingat.

3.Berikan soal-soal mengingat kembali (review). Soal-soal yang dimaksud berupa contoh soal,penerapan fakta tersebut,  kejadian/peristiwa sehari-hari atau pemisalan terhadap suatu obyek tertentu.

4.Berikan umpan balik. Umpak balik berupa penguatan dari pihak guru termasuk pelurusan terhadap informasi. Berikan konfirmasi jika informasi yang diperoleh peserta didik benar, kalau informasi yang didapatkan salah berikan koreksi atau pembetulan.

5.Berikan tes. Tes ini diberikan untuk menilai apakah peserta didik telah paham terhadap fakta tersebut. Tes yang diberikan lebih baik berupa pertanyaan lisan saja.


B. Strategi penyampaian materi jenis konseptual (konsep/prinsip)

Materi konseptual terdiri dari Terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, generalisasi, teori,model, dan struktur yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

1.Sajikan materi konsep/prinsip. Penyajian dapat berupa lisan, tulisan, gambar atau slide presentasi, tunjukkan bagian-bagian penting yang harus dipahami peserta didik. Peserta didik dituntun untuk menemukan rumus.

2.Berikan bantuan berupa contoh-contoh penerapan konsep/prinsip. Bantuan yang diberikan harus bermakna, misalnya menggunakan cara berfikir tertentu seperti jembatan ingatan, jembatan keledai(mnemonics), assosiasi berpasangan dan sebagainya.

3.Pemberian soal-soal review. Guru memberikan soal-soal yang berkaitan dengan konsep/prinsip yang dibahas.  Soal yang disajikan diusahakan bervariasi.

4.Memberikan umpan balik. Guru memberikan umpan balik terhadap pekerjaan peserta didik. Jika benar berikan konfirmasi dan penguatan. Jika salah berikan koreksi atau pembetulan

5.Memberikan tes. Tes yang diberikan untuk menilai apakah peserta didik benar-benar paham tentang konse/prinsip yang dipelajari.

C. Strategi penyampaian materi prosedur.

Materi prosedur adalah pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

Tujuan mempelajari prosedur adalah agar peserta didik mampu mempraktikkan materi pembelajaran dengan langkah-langkah yang tepat atau langkah-langkah mengerjakan suatu tugas dengan urutan yang benar. Agar peserta didik memahami jenis materi ini maka langkah-langkah menyampaikan prosedur adalah sebagai berikut:

1.Sajikan langkah-langkah atau prosedur yang harus dikerjakan peserta didik.

2.Memberikan bantuan dengan cara mendemonstrasikan bagaimana cara melaksanakan prosedur,

3.Memberikan latihan atau praktik untuk mengerjakan sesuatu dengan mengikuti ketentuan yang telah digariskan

 6.Memberikan umpan balik. Guru memberikan umpan balik terhadap pekerjaan peserta didik. Jika benar berikan konfirmasi dan penguatan. Jika salah berikan koreksi atau pembetulan

4.Memberikan tes untuk melihat apakah peserta didik sudah dapat mempraktikan prosedur atau belum.

D. Strategi Penyampaian Materi Meta Kognitif.

Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional. Pemahaman tentang fakta, konsep/prinsip dan prosedur , peserta didik mampu mengukur dirinya, refleksi diri, apakah dia sudah mampu melaksanakan pengetahuan yang dipelajari, kalau belum apa yang harus diperbuatnya, dan jika sudah mampu banagimana dia mengembangkannya atau menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Secara teknis sulit untuk menyampaikan materi meta kognitif karena terintegrasi dengan pengetahuan jenis fakta, konsep dan prosedur serta diri sendiri. Maka pengetahuan akan meta kognitif sangat dipengaruhi oleh pengelolaan pembelajaran dengan menerapkan model-model yang memungkinkan peserta didik aktif, kritis dan kesempatan mengukur/memahami diri sendiri.

Bahan Bacaan

1. Permendikbud Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan

2. Poerwati, Loeloek Endah & Amri,Sofan.(2013). Panduan Memahami Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka

0 komentar:

Post a Comment