Home » » Teknik Penulisan Modul Pembelajaran

Teknik Penulisan Modul Pembelajaran


Ketika guru mau menulis modul pembelajaran maka langkah pertama yang harus dipahami adalah teknik penulisan modul itu sendiri. Teknik yang dimaksud adalah  menjawab tujuh pertanyaan  yang  mengarahkan guru  dalam menulis modul. 
Pertanyaan tersebut sebagai berikut: 
1. Siapa pengguna  modul ini?
2. Apa maksud dan tujuan modul?
3. Apa materi pelajaran dalam modul?
4. Bagaimana struktur materi pelajaran akan diurutkan dalam modul?
5. Metoda dan media pengajaran apa yang akan digunakan?
6. Bagaimana pembelajaran akan dinilai?
7. Bagaimana pembelajaran akan dievaluasi dan diperbaiki?


Jawaban tujuh pertanyaan itu adalah sebagai berikut:
A. Karakteristik Pengguna Modul

Karakteristik pengguna modul yang akan ditrulis  dapat dilihat berdasarkan empat karakteristik berikut.
1.    Demografik.  Karakteristik demografik meliputi banyaknya peserta didik yang akan mempelajari modul yang akan kita kembangkan. Rentang usia, dan tempat tinggal peserta merupakan karakteristik yang perlu diketahui untuk pengembangan modul. Khusus di sekolah tentu yang menggunakan modul tersebut adalah peserta didik di sekolah.

2.    Motivasi.  Untuk mempelajari motivasi peserta didk perlu diketahui minat dan keaktifan mereka mengikuti pembelajaran, kaitan materi isi pelajaran dengan pekerjaan mereka, alasan memilih pembelajaran ,  harapan mereka setelah mengikuti pembelajaran, dan keinginan serta ketakutan mereka dalam pembelajaran.

3.    Faktor yang terkait dengan kegiatan belajar.  Adapun yang termasuk faktor ini ialah kecerdasan dan kemampuan belajar peserta pembelajaran. Selain itu, termasuk kedalam faktor ini ialah pengalaman belajar mandiri, tingkat pendidikan sebelumnya, dan ketersediaan waktu serta fasilitas untuk belajar.

4.     Latar Belakang terkait isi pelajaran. Termasuk kedalam faktor ini ialah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang telah dikuasai yang terkait dengan isi pelajaran yang akan diikuti.

B. Maksud dan Tujuan Pembelajaran

Maksud merupakan pernyataan mengenai pembelajaran yang diharapkan meliputi apa yang akan dicapai, bagaimana mencapainya, dan bagaimana menilai ketercapaiannya. Tujuan pembelajaran ialah pernyataan mengenai kemampuan peserta didik yang dapat dicapai setelah pembelajaran.. 

Tujuan pembelajaran berguna untuk (1) mengkomunikasikan yang akan dituju dari proses pembelajaran, terutama kepada peserta belajar, (2) membantu mengidentifikasi isi pelajaran dan bagaimana isi pelajaran tersebut diurutkan, (3) membantu memutuskan media apa yang cocok untuk menyampaikan isi pelajaran, (4) membantu merumuskan cara menilai keter-capaian tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran dapat dikategorikan dalam tiga ranah sebagai berikut:

1. Pengetahuan. Tujuan pembelajaran jenis ini terkait dengan rumusan untuk memperlihatkan pengetahuan  yang diperoleh peserta belajar dari pembelajaran yang diikuti. Misalnya: ”Setelah mengikuti pelajaran  ini peserta didik  dapat menjelaskan langkah-langkah  membuat slide power point”.

2.   Keterampilan. Keterampilan dapat berupa intelektual, fisikal, atau sosial. Tujuan pembelajaran pada jenis ini merupakan rumusan untuk memperlihatkan bagaimana peserta belajar melaksanakan sesuatu  yang menjadi tujuan pembelajaran. 

3.   Sikap. Sikap terkait dengan perasaan dan kecenderungan perilaku. Tujuan pembelajaran pada jenis ini merupakan rumusan untuk memperlihatkan pembentukan sikap pada peserta didik  yang menjadi tujuan pembelajaran.

C. Identifikasi Isi Materi Ajar

Materi dalam modul  meliputi uraian mengenai topik-topik utama, konsep, dan prinsip,  prosedur bahkan meta kognitif.  Materi yang akan dituangkan dalam modul  dapat diidentifikasi baik berdasarkan pendekatan yang berorientasi pada materi pelajaran maupun pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. 

Identifikasi materi dengan  pendekatan  beorientasi pada  materi pelajaran  dapat dilakukan dengan cara berikut.
1.    Analsis terhadap KI-KD sesuai dengan mata pelajaran yang akan ditulis ke dalam modul
2.    Mempelajari silabus yang relevan dengan pembelajaran yang akan dikembangkan.
3.    Me-review pengetahuan yang dikuasai mengenai topik yang akan ditulis- kan ke dalam modul.
4.  Mendiskusikan dengan pakar /teman sejawat yang menguasai subyek materi yang akan dikembangkan ke dalam bentuk modul.
5.    Menganalisis topik yang serupa yang sudah ditawarkan pihak lain.
6.   Mempelajari buku teks yang sesuai dengan materi pembelajaran yang akan dituangkan dalam bentuk modul.
7.    Mengidentifikasi dan menganalisis konsep kunci pada subyek yang akan diajarkan melalui modul.

Jika  pendekatan  berorientasi kepada peserta didik, materi yang dibahas dapat diidentifikasi dengan cara berikut: 
1.    Memantapkan dan menganalisis maksud dan tujuan pembelajaran.
2.    Memikirkan kegiatan belajar yang secara logis harus dilakukan oleh peserta didik  untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dalam subyek yang akan diajarkan melalui modul.
3.     Menganalisis pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang ditunjukkan oleh seorang yang terkenal ahli dalam bidang yang terkait dengan substansi materi  yang akan diajarkan melalui modul.
4.     Mendaftarkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi peserta didik  terhadap kompetensi yang akan dicapai melalui modul.

D. Struktur Materi Pelajaran

Beberapa model pengurutan isi bahan yang dapat diterapkan untuk kepentingan penulisan modul adalah sebagai berikut:

1. Urutan Berdasarkan Topik. Pengurutan isi bahan ajar berdasarkan urutan logis topik ke topik merupakan pilihan urutan isi bahan ajar yang paling biasa dilakukan oleh penulis modul.

2.  Urutan Kronologis. Mengurutkan bahan ajar berdasarkan kronologis waktu cocok untuk isi bahan ajar mengenai perkembangan dari waktu ke waktu.

3. Urutan Tempat.  Hampir sama dengan urutan kronologis, pada urutan tempat isi bahan ajar diurutkan berdasarkan tempat. Misalnya, untuk menyajikan isi bahan ajar yang membahas tubuh manusia, isi bahan ajar dapat diurutkan mulai dari kepala sampai ujung kaki.

4.  Lingkaran Sepusat.  Pengurutan isi bahan ajar sedemikian sehingga isi bahan ajar yang pertama dibahas merupakan bagian dari isi bahan ajar yang dibahas berikutnya. Misalnya, isi bahan ajar mengenai peranan pengawas sekolah dimulai dari peranan pengawas di tingkat sekolah, kemudian dilanjutkan dengan peranan pengawas sekolah pada tingkat kecamatan, kemudian kabupaten/ kota, provinsi, dan seterusnya.

5. Urutan Sebab-Akibat.  Isi bahan ajar disajikan berdasarkan rantai sebab akibat sehingga bila peserta didik sampai pada akhir isi bahan ajar,  peserta didik tersebut akan menguasai akibat akhir dari sebab-sebab yang mengakibatkannya.

6.  Struktur Logis. Isi bahan ajar disajikan berdasarkan struktur logis dari subyek keilmuan yang terkait dengan isi bahan ajar tersebut. Misalnya, dalam aritmetika, topik mengenai perkalian tidak akan disajikan bilamana belum dibahas mengenai topik penambahan.

7.    Urutan Berpusat Pada Masalah. Jika isi bahan ajar didasarkan pada penyelesaian terhadap suatu masalah maka urutan penyajian isi bahan ajar tersebut akan mengikuti kesesuaian dengan urutan langkah penyelesaian masalah tersebut.

8.  Urutan Spiral. Pada urutan ini peserta belajar akan mengulang dan mengulang sebuah topik meskipun makin lama makin rumit. Urutan seprti ini biasanya digunakan untuk mengajarkan suatu topik yang memerlukan pemahaman yang berjenjang dalam tingkat kesulitan.

Model urutan pembelajaran yang dipilih perlu mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan karakteristik subtansi keilmuan dari isi materi tersebut.

E. Struktur Penulisan Modul

Struktur penulisan suatu modul sering dibagi menjadi tiga bagian, seperti terlihat pada bagan berikut.

    BAGIAN PEMBUKA

1.      Judul
Judul modul perlu menarik dan memberi gambaran tentang materi yang dibahas. Misalnya, modul tentang ”Rapat” dapat dibuat menarik dan mencerminkan isi materi dengan judul modul ”Merencanakan dan Melaksanakan Rapat yang Efektif”.

2.      Daftar isi
Daftar isi menyajikan topik-topik yang dibahas. Topik-topik tersebut diurutkan berdasarkan urutan kemunculan dalam modul. Pembelajar dapat melihat secara keseluruhan, topik-topik apa saja yang tersedia dalam modul. Daftar isi juga mencantumkan nomor halaman untuk memudahkan pembelajar menemukan topik.

3.      Peta Informasi
Modul perlu menyertakan peta Informasi. Pada daftar isi akan terlihat  topik apa saja yang dipelajari, tetapi tidak terlihat kaitan antar topik tersebut. Pada peta informasi akan diperlihatkan kaitan antar topik-topik dalam modul. Peta informasi yang disajikan dalam modul dapat saja menggunakan diagram isi bahan ajar yang telah dipelajari sebelumnya.  Penulis modul perlu memutuskan bentuk peta informasi seperti apa yang cocok menjelaskan keterkaitan materi topik dalam modul. Misalnya;  linear, hierarkis, atau bentuk laba-laba.

4.      Daftar Tujuan Kompetensi 
       Penulisan tujuan kompetensi membantu pembelajar untuk mengetahui pengetahuan, sikap, atau keterampilan apa yang dapat dikuasai setelah menyelesaikan pelajaran. Misalnya salah satu tujuan yang terdapat dalam modul ”Merencanakan dan Melaksanakan Rapat yang Efektif” adalah agar: ”Peserta belajar dapat menguasai pelaksanaan rapat untuk menghimpun pendapat dari peserta rapat”.  

5.      Tes Awal  
      Pembelajar perlu diberi tahu keterampilan atau pengetahuan awal apa saja yang diperlukan untuk dapat menguasai materi dalam modul. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pre-tes. Pre-tes bertujuan untuk memeriksa apakah pembelajar telah menguasai materi prasyarat untuk mempelajari materi modul.
                    
      BAGIAN INTI

1.      Pendahuluan/Tinjauan Umum Materi
Pendahuluan pada suatu modul berfungsi untuk; (1) memberikan gambaran umum mengenai isi materi modul; (2) meyakinkan pembelajar bahwa materi yang akan dipelajari dapat bermanfaat bagi mereka; (3) meluruskan harapan pembelajar mengenai materi yang akan dipelajari; (4) mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari; (5) memberikan petunjuk bagaimana memelajari materi yang akan disajikan. 

Dalam pendahuluan dapat saja disajikan peta informasi mengenai materi yang akan dibahas dan daftar tujuan kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari modul.

2.      Hubungan dengan materi atau pelajaran yang lain
Materi pada modul sebaiknya lengkap, dalam arti semua materi yang perlu dipelajari tersedia dalam modul. Namun demikian, bila tujuan kompetensi menghendaki pebelajar mempelajari materi untuk memperluas wawasan berdasarkan materi di luar modul maka pembelajar perlu diberi arahan materi apa, dari mana, dan bagaimana mengkasesnya. Bila materi tersebut tersedia pada buku teks maka arahan tersebut dapat diberikan dengan menuliskan judul dan pengarang buku teks tersebut.

3.      Uraian Materi
Uraian materi merupakan penjelasan secara terperinci tentang materi pembelajaran yang disampaikan dalam modul. Organisasikan isi materi pembelajaran dengan urutan dan susunan yang sistematis, sehingga memudahkan peserta didik  memahami materi pembelajaran. 

Apabila materi yang akan dituangkan cukup luas, maka dapat dikembangkan ke dalam beberapa Kegiatan Belajar (KB). Setiap KB memuat uraian materi, penugasan, dan rangkuman. Adapun sistematikanya misalnya sebagai berikut.

Kegiatan Belajar 1
Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenis Rapat

A.    Tujuan Kompetensi
B.    Uraian Materi
C.    Tes Formatif
D.   Tugas
E.    Rangkuman

Kegiatan Belajar 2
Perencanaan Rapat yang Efektif

A.    Tujuan Kompetensi
B.     Uraian Materi
C.    Tes Formatif
D.    Tugas
E.     Rangkuman
dst.

Di dalam uraian materi setian Kegiatan Belajar, baik susunan dan penempatan naskah, gambar, mapun ilustrasi diatur sedemikian rupa sehingga informasi mudah mengerti. Organisasikan antar bab, anta runit dan antar paragraf dengan susunan dan alur yang memudahkan pembelajar memahaminya.  Organisasi antara judul, sub judul dan uraian yang mudah diikuti oleh pembelajar.

Struktur penjudulan mencerminkan struktur materi yang dikembangkan oleh penulis modul. Penjenjangan atau hierarki sebaiknya tidak lebih dari tiga jenjang. Lebih dari tiga jenjang akan menyulitkan pembaca untuk memahami penjenjangan tersebut. Penjudulan untuk setiap jenjang sebaiknya dituliskan dalam bentuk huruf berbeda. Misalnya:

   A.  JUDUL
         1.      Sub Judul
                      a.  Anak Judul (Sub dari sub judul)

4.      Penugasan 
      Penugasan dalam modul perlu untuk menegaskan kompetensi apa yang diharapkan setelah mempelajari modul. Jika pembelajar diharapkan untuk dapat menghafal sesuatu, dalam penugasan hal ini perlu dinyatakan secara tegas.

     Jika pembelajar diharapkan menghubungkan materi yang dipelajari pada modul dengan pekerjaan sehari-harinya maka hal ini perlu ditugaskan kepada pembelajar secara eksplisit. Penugasan juga menunjuk- kan kepada pebelajar bagian mana dalam modul yang merupakan bagian penting.

5.      Rangkuman
Rangkuman merupakan bagian dalam modul yang menelaah hal-hal pokok dalam modul yang telah dibahas. Rangkuman diletakkan pada bagan akhir modul.

     
BAGIAN PENUTUP

1.      Glossary atau daftar isitilah
Glossary berisikan definisi-definisi konsep yang dibahas dalam modul. Definisi tersebut dibuat ringkas dengan tujuan untuk mengingat kembali konsep yang telah dipelajari.

2.      Tes Akhir
Tes-akhir merupakan latihan yang dapat pembelajar kerjakan setelah mempelajari suatu bagian dalam modul. Aturan umum untuk tes-akhir ialah bahwa tes tersebut dapat dikerjakan oleh pembelajar dalam waktu sekitar 20% dari waktu mempelajari modul. Jadi, jika suatu modul dapat diselesaikan dalam tiga jam maka tes-akhir harus dapat dikerjakan oleh peserta belajar dalam waktu sekitar setengah jam.
       
3.      Indeks
Indeks memuat istilah-istilah penting dalam modul serta halaman di mana istilah tersebut ditemukan. Indeks perlu diberikan dalam modul supaya pembelajar mudah menemukan topik yang ingin dipelajari. Indeks perlu mengandung kata kunci yang kemungkinan pembelajar akan mencarinya.
           
Direktorat Dikmenum. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Depdiknas, 2004.
Sudjana, Nana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Dirjen PMPTK .2008. Bahan Ajar Penulisan Modul. Jakarta :Depdiknas


0 komentar:

Post a Comment