Iklan Berhasil
Home » » Cara Membuat Laporan PTS yang Baik

Cara Membuat Laporan PTS yang Baik

Membuat laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) bagi sebagian kepala dan pengawas sekolah  menjadi sesuatu yang menyulitkan bahkan “momok yang menakutkan”, pada hal tidaklah sesulit yang dibanyangkan asal kita mau pasti bisa.

Harus disadari bahwa tujuan utama membuat PTS bukan supaya dapat naik pangkat, akan tetapi bagaimana kita belajar mencermati sesuatu (refleksi) tugas sebagai  kepala sekolah atau pengawas sekolah  kemudian mencoba membuat tindakan perbaikan atau tindakan yang baru  untuk memperbaiki mutu guru, tenaga administrasi atau pengelolaan sekolah.

Belajar membuat karya tulis ( jenis penelitian) ibarat orang belajar berenang, sehebat apa pun teori tentang berenang namun jika orang tersebut tidak mau tercebur kedalam kolam maka sampai kapan pun orang tersebut tidak akan pernah dapat berenang.

Sama halnya dengan membuat laporan karya tulis PTS, walaupun puluhan  kali ikut pelatihan membuat PTS, membaca teori dan contoh-contoh PTS namun kalau yang bersangkutan tidak mau menggoreskan penanya untuk memulai membuat PTS tidak akan pernah bisa, akibatnya jadilah PTS hanya diangan- angan saja.  He..he, maaf kalimat diatas hanya guyonan untuk memotivasi pembaca. Yang saya maksud adalah bahwa kata kunci dapat membuat  PTS adalah Memulai tercebur.. mencoba… praktik menuliskan apa yang sudah dilakukan.

Teori memang penting dan harus, tapi sampai teori tidaklah cukup sekali lagi harus dipraktikkan. Rencanakanlah apa yang mau dikerjakan, dan tulislah apa yang sudah dikerjakan itulah PTS/PTK.

Membuat Laporan PTS yang baik memerlukan teori /pengetahuan tentang bagian-bagian PTS yang harus ada. Laporan PTS yang baik berarti  dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,  dapat dinilai angka kreditnya dan tentu saja mempunyai dampak  dalam memperbaiki kualitas kompetensi  guru, tenaga administrasi  atau pengelolaan sekolah yang dibina. 

Dalam laporan PTS ada empat bagian yang harus dilengkapi dan disusun sebaik-baiknya, yaitu bagian awal laporan penelitian, bagian isi mulai bab satu sampai empat ,  penutup (bab 5)  dan bagian akhir yang terdiri dari lampiran-lampiran. Agar lebih mudah dipahami  penulis  akan menjelaskan melalui jawaban  pertanyaan yang diajukan  seperti berikut ini:

BAGIAN AWAL LAPORAN PTS

Apa yang Harus dibuat pada Bagian Awal Laporan PTS ?

Bagian awal PTS terdiri dari beberapa lembaran komponen yang harus dilengkapi sebagai berikut:

•    Halaman Judul  (harus ada)
•    Lembar Pengesahan  (harus ada)
•    Abstrak (harus ada)
•    Kata Pengantar (harus ada)
•    Daftar Isi  (harus ada)
•    Daftar Tabel  (kalau ada)
•    Daftar Gambar (kalau ada)
•    Daftar Lampiran  (harus ada)

Yang ditulis dengan warna merah tidak harus ada, tapi sesuai dengan kondisi. Adapun uraian masing-masing komponen di atas adalah sebagai berikut:

1. Halaman Judul
Halaman judul ditulis dengan kertas biasa dan mulai menggunakan nomor. halaman (i). Halaman Judul memuat, judul penelitian, digunakan untuk apa, siapa penelitinya, mana alamatnya. Judul ditulis  harus menonjol  atau  di bolt atau dibesarkan. Jumlah kati dalam judul sebaiknya  dibatasi 14 kata dan paling panyak 4 baris.

2. Lembar Pengesahan
Lembar pengesahan memuat apa yang disahkan dan milik siapa yang disahkan, siuapa yang mengesahkan dan apa jabatannya ditulis secara lengkap.

3. Kata Pengantar
Kata pengantar ditulis oleh peneliti secara  sederhana minimal memuat ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Es,  ucapan terima kasih kepada orang-orang ataru rekan  yang membantu penelitian tersebut hingga dapat diselesaikan. Kata pengantar tidak harus ditanda tangani tetapi cukup nama saja.

4. Daftar Isi
Daftar isi dibuat yang menggambarkan isi laporan penelitian dari halaman judul sampai lampiran-lampiran. Sistematika penulisan daftar isi menggunakan sistematika yang lazim pada daftar isi seperti pada skripsi atau tulisan ilmiah lainnya

5. Daftar Tabel
Daftar tabel (bila ada)  dibuat pada halaman tersendiri  mininal dua tabel. Daftar tabel  memuat nomor tabel, judul tabel dan halaman berapa tabel tersebut berada.

6. Daftar Gambar
Daftar gambar(bila ada)  dibuat pada halaman tersendiri  apabila banyaknya gambar lebih dari satu gambar. Daftar gambar dapat memuat nomor gambar, judul gambar dan halaman berapa gambar tersebut berada.

7. Daftar lampiran
Daftar lampiran memuat  semua yang dilampirkan ditulis pada daftar lampiran. Berisi nomor lampiran, judul lampiran, halaman berapa lampiran tersebut di lampirkan dan disusun secara kronologis.

8. Abstrak
Abstrak ditulis satu spasi dan maksimal satu halaman. Isi abstrak memuat  (1) tujuan penelitian, (2) setting dan subyek penelitian, (3) prosedur penelitian  termasuk analisis data,  dan (4) hasil penelitian.

BAGIAN ISI
Bagian isi terdiri dari bab satu sampai bab empat, akan dibahas melalui jawaban pertanyaan berikut ini

Apa yang harus di uraikan pada Bab I  Pendahuluan  ?  

BAB   I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah (harus ada)
B. Identifikasi Masalah (boleh ada/tidak)
C. Pembatasan Masalah ( boleh ada/tidak)
D. Perumusan Masalah (harus ada)
E. Tujuan Penelitian (harus ada)
F. Manfaat Penelitian (harus ada)

Yang bertulis warna merah boleh tidak ada dan masing-masing sub bab dijelaskan seperti berikut:

A. Latar Belakang Masalah
Dalam sub bab latar belakang masalah minimal  memuat 4 komponen yang harus diuraikan:
1. Kondisi ideal (Das Solen)
2. Kenyataan (Das Sein)
3. Dampak/Akibat
4.  Solusi yang ditawarkan /Pemecahan Masalah
Urutannya tidak harus hirarkis, artinya boleh duluan dijelaskan kenyataan yang terjadi kemudian dilanjutkan dengan kondisi yang diharapkan. Uraian cara menulis masing-masing sub bab akan dijelaskan  dalam tulisan berikutnya.

B. Identifikasi  Masalah
Identifikasi masalah (tidak harus ada) tergantung isi yang diuraikan pada latar belakang masalah, kalau masalahnya sudah fokus maka tidak harus ada identifikasi masalah. Identifikasi masalah   umumnya berupa pertanyaan/pernyataan  dan lebih dari satu.

Banyaknya pertanyaan atau pernyataan lebih banyak dari banyaknya rumusan masalah dan dimulai dari yang kompleks sampai yang spesifik. Adapun pertanyan yang dituliskan harus mengacu pada variabel pada masalah pokok.

C. Pembatasan Masalah 
Sama halnya dengan identifikasi masalah (tidak harus ada). Adanya pembatasan masalah agar penelitian lebih terfokus merupakan langkah awal, membatasi banyaknya variabel yang diteliti, variabel apa saja, membatasi atau menjelaskan variabel terikat, misalnya untuk guru mana, sekolah kelas mana, semester, tahun kapan, dan materi apa.

Manfaat lain adalah membatasi atau menjelaskan variabel bebas, alat peraganya apa, apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, kapan tindakan itu dilakukan.

D. Rumusan Masalah 
Rumusan masalah dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah, umumnya berupa kalimat tanya. Ada dua kata tanya yang  yang sering digunakan yaitu  kata tanya " Apakah"  digunakan apabila  dimulai dengan Variabel Tindakan, dan kata tanya " Bagaimanakah"  digunakan apabila dimulai  dengan Variabel harapan

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian boleh dirumuskan berupa tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan keseluruhan tujuan tindakan yang akan dilakukan kepala sekolah atau pengawa sekolah. Sedangkan tujuan khusus harus seiring dengan tindakan yang tertuang dalam judul dan rumusan masalah. Misalnya:

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data-data tentang peningkatan kompetensi guru melalui "workshop berkelanjutan" (sesuaikan dengan judul PTS)

F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian tidak perlu muluk-muluk dengan ruang lingkup luas cukup bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas.

Bagi kepala Sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas sekolah. Bagi guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam ....Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat dijadikan pemicu motivasi belajar sehingga hasil belajar ... meningkat. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian yang sejenis.

Apa yang harus diuraikan pada Bab II Tinjauan Pustaka ? 

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab II, peneliti harus menjelaskan minimal tiga dari empat sub bab berikut:

A. Deskripsi Teori yang Relevan (harus ada)
B. Penelitian Terdahulu (boleh ada/tidak)
C. Kerangka Berpikir (harus ada)
D. Hipotesis Tindakan (boleh ada/tidak)

A. Kajian Teori/ Teori yang Relevan 

Kebenaran menurut metode ilmiah dapat berupa kebenaran berdasarkan teori dan kebenaran berdasarkan empirik. Kajian teori sebagai dasar untuk mencari, kebenaran  berdasarkan  teori/ buku referensi  atau buku rujukan yang berisi pendapat para ahli.

Teori yang ditulis merupakan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi obyek permasalahan, ditulis  menggunakan alur pikiran yang logis dan harus relevan dengan permasalahan dilihat dari isinya, relevan dengan variabel yang diteliti yang sudah tergambar dalam judul penelitian. Usahakan teori-teori terbaru atau paling mutahir.

Misal judul penelitian " Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menerapkan Pendekatan Saintifik Melaui Lokakarya Intensif dfi MGMP ....
Maka yang harus dijelaskan ada tiga komponen: konsep kemampuan guru, pendekatan saintifik, lokakarya intensif. Masing-masing komponen akan di uraikan lagi menjadi sub-sub bagian.

B. Penelitian yang relevan
Penelitian yang relevan (tidak harus ada) karena boleh saja belum ada orang yang meneliti, tapi peneliti harus jujur kalau memang ada harus dicantumkan.  Relevan maksudnya yang sesuai  dengan permasalahan dan  variabel yang diteliti. Kegunaan penelitian relevan adalah untuk menghindari duplikasi.

C. Kerangka Konseptual 
Ada tiga hal yang dibahas dalam kegiatan ini yaitu kegiatan awal,  tindakan yang dilakukan dan kondisi akhir. Dengan adanya pola berpikir untuk memudahkan menentukan datanya ada berapa, ditulis bagannya atau alurnya seperti pola berpikir di atas data yang dikumpulkan ada tiga yaitu
Data 1 = pada siklus awal, data 2 = pada siklus 1 dan data 3 = pada siklus 2

D.  Hipotesis Tindakan
Dalam PTS  tidak ada hipotesis penelitian yang ada adalah  hipotesis tindakan dan  bukan hipotesis  statistik maupun hipotesis penelitian. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan berdasarkan pada kajian teori dan kerangka berpikir.

Apa yang harus diuraikan pada Bab III Metode Penelitian ? 

BAB III. METODE PENELITIAN

Dalam bab III, peneliti harus menjelaskan hal berikut:

A. Seting Penelitian
    1. Tempat Penelitian
    2. Waktu Penelitian
    3. Siklus Penelitian
B. Subyek Penelitian
C. Jenis Penelitian
D. Prosedur Penelitian
     Siklus I dan Siklus II (minimal 2 siklus)
E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
F. Analisis Data
G. Indikator Pencapaian

Adapun penjelasan masing-masing sub bab adalah sebagai berikut:

A. Waktu Penelitian
Dalam sub bab ini dijelaskan  kapan penelitian itu dilakukan, dapat  diuraikan dari persiapan penyusunan  proposal, penyusunan instrumen, pengumpulan data, analisis data,  pembahasan dan laporan hasil penelitian. Peneliti perlu memberi alasan mengapa pengumpulan data, pelaksanaan tindakan dilakukan  pada waktu itu .

B. Subyek Penelitian 
Pada PTS umumnya tidak menggunakan  populasi, sample, dan teknik sampling seperti pada  penelitian kuantitatif atau eksperimen,  tetapi menggunakan subyek penelitian. Pada PTS, populasi = sample,  merupakan  subjek penelitian. Perlu dijelaskan secara rinci misalnya berapa jumlahnya, laki-laki dan perempuan.

C. Jenis Penelitian 
Jelaskan jenis penelitian yang dilakukan dan siapa pelakunya. Penjelasan tentang apakah penelitian dilakukan kolaboratif atau secara mandiri dimana peneliti sekaligus observer. Jelaskan pula  model penelitian yang digunakan menurut para ahli misalnya model yang dikemukakan Sturgat dll.

D. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian bagian yang sangat penting, karena dalam sub bab inilah terlihat beda PTS dengan jenis penelitian lain. Prosedur penelitian  merupakan langkah-langkah yang harus dilalui peneliti. Langkah pertama menentukan metode yang  digunakan dalam penelitian, yaitu metode
penelitian tindakan sekolah/kelas.

Langkah selanjutnya menentukan banyaknya tindakan yang dilakukan dalam siklus, dan minimal dua siklus. Adapun tiap siklus  terdiri dari 4 tahapan
yaitu: 1) Planning, 2) Acting, 3) Observing dan 4)  Reflecting. Keempat tahapan tersebut dijelaskan secara singkat tentang apa yang dilakukan tiap tahapan pada  setiap siklus. misalnya:

Siklus I
1. Perencanaan: apersepsi, kegiatan inti, penutup, bahan alat yang digunakan dan lain-lain.
2. Tindakan apa yang dilakukan misalnya penggunaan model, pendekatan .... dan lain-lain.
3. Apa yang diobservasi/ diamati, siapa yang diamati, kapan pengamatan dilakukan , dengan apa diamati, apa hasil yang akan diperoleh dari observasi  dan,
 4. Bagaimana cara merefleksi

Siklus II
Dijelaskan seperti pada siklus I, namun  kalau ada hal-hal yang harus diperbaiku atau direvisi dijelaskan serinci mungkin. Siklus III (kalau ada) diuraikan seperti siklus I dan II.  PTS minimal dua siklus

E. Sumber Data
Sumber data dapat berasal dari dari beberapa sumber yaitu data dapat berasal dari  subyek penelitian dan dari bukan subyek. Sumber data dari subjek penelitian disebut data primer  misalnya hasil tes, sedangkan  sumber data dari selain subyek   penelitian merupakan sumber data   sekunder misalnya data hasil  pengamatan yang dilakukan oleh  teman sejawat

F. Teknik dan Pengumpul Data 
Teknik pengumpulan data, dapat berbentuk teknik tes maupun non tes. Teknik tes misalnya tes tertulis, lisan dan  perbuatan. Sedangkan teknik non tes misalnya  wawancara, pengamatan, chek list, dan lain-lain.

Alat pengumpulan data tergantung pada teknik yang digunakan: teknik tes, alatnya dapat berbentuk butir soal tes . Teknik non tes, alatnya dapat   berbentuk pedoman dan  lembar, observasi, pedoman  dan lembar wawancara dan sebagainya.

G. Validasi Data 
Validasi diperlukan agar diperoleh data yang valid. Validitas yang digunakan perlu sesuai dengan data yang dikumpulkan. Untuk data kuantitatif ( berbentuk angka) umumnya yang divalidasi adalah instrumennya. Validitas yang digunakan, berupa validitas teoretik maupun validitas empirik.

Data kualitatif  seperti hasil observasi, wawancara, divalidasi melalui triangulasi. Triangulasi sumber, data  yang berasal dari beberapa sumber.Triangulasi metode, data berasal dari  beberapa metode.

H. Analisis Data
Analisis data yang digunakan sesuai dengan metode dan jenis data yang dikumpulkan. Pada PTS data yang dikumpulkan dapat berbentuk kuantitatif maupun kualitatif. Analisis yang digunakan  tidak menggunakan uji statistik, tetapi dengan  deskriptif.

Data kuantitatif menggunakan analisis diskriptif komparatif yaitu  membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes setelah siklus 1    dan  nilai tes setelah siklus. Sedangkan data kualitatif hasil pengamatan maupun wawancara menggunakan analisis diskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus

I. Indikator Kinerja 
Merupakan kondisi akhir atau target  yang  diharapkan atau yang dapat  dicapai. Perlu pertimbangan untuk menetapkan jangan terlalu tinggi  maupun terlalu rendah. Jika terlalu tinggi akan sulit dicapai dan mungkin memerlukan lebih dari dua siklus sedangkan terlalu rendah maka terlihat tindakan yang diberikan tidak berdampak apa-apa.  Indikator kinerja menjadi acuan dalam menghentikan siklus  penelitian

Apa yang harus diuraikan pada Bab IV  Hasil dan Pembahasan Penelitian  ? 

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN

Pada bab IV peneliti menjelaskan hal berikut:
A. Deskripsi Kondisi Awal
B. Deskripsi Hasil Siklus I
C. Dideskripsikan hasil Refleksi siklus I
D. Deskripsi Hasil Siklus II
E. Deskripsi Hasil Siklus III dst, seperti siklus I
F. Pembahasan / diskusi

Adapun penjelasannya sebagai berikut: 

A. Deskripsi Kondisi Awal 
Dideskripsikan semua hasil pengamatan dari kondisi awal. Deskripsi dapat disajikan pula dalam bentuk tabel,  daftar, maupun dalam bentuk grafik atau  diagram dibuat tabel yang berisi  seberapa besar kompetensi yang rendah, tinggi, rata-rata berapa,  kemudian dilanjutkan degan  grafik atau tabel

B. Deskripsi Hasil Siklus I
Dideskripsikan mengenai perencanaan siklus pertama, meliputi apersepsi, kegiatan inti, dan penutup. Dideskripsikan pelaksanaan tindakan pada siklus I, apa tindakan yang dilakukan, siapa yang melakukan tindakan, dengan menggunakan apa tindakan agar berlangsung dan sebagainya. Bila memungkinkan usahakan  memuat foto kegiatan saat pelaksanaan tindakan berlangsung.

Dideskripsikan hasil pengamatan/ observasi pada siklus I, hasil pengamatan dapat berupa hasil pengamatan proses pembelajaran maupun nilai tes(hasil belajar). Hasil pengamatan dapat disajikan dalam bentuk narasi, tabel, maupun gambar

C. Dideskripsikan hasil Refleksi siklus I

1. Perencanaan Tindakan
Pada perencanaan tindakan jelaskan apa pendahuluan/ pembukaan/ apersepsinya yang dilakukan. Dideskripsikan kegiatan inti dalam perencanaan tindakan dan deskripsikan  kegiatan apa yang dilakukan pada penutup kegiatan

2. Pelaksanaan Tindakan
Jelaskan pelaksanaan tindakan yang dilakukan mulai dari pelaksanaan apersepsi/ pembukaan pelaksanaan kegiatan inti.  Dalam pengumpulan data, dapat dilampirkan foto kegiatan saat pelaksanaan tindakan berlangsungnya proses diceritakan apa adanya. Pelaksanaan penutup, misalnya diakhiri dengan tes (hasil belajar). Usahakan pelaksanaan tidak menyimpang dari perencanaan yang telah disusun.
 
3. Hasil Pengamatan
Dideskripsikan hasil pengamatan yang diperoleh pada siklus I. Hasil pengamatan dapat berupa pengamatan pada hasil pembelajaran maupun pengamatan pada proses pembelajaran yang berbentuk nilai atau hasil tes.  Hasil pengamatan ditulis apa adanya, belum ada refleksi maupun kesimpulan

Hasil pengamatan dapat disajikan dalam bentuk daftar atau tabel, maupun dalam bentuk grafik/ diagram.  Hasil pengamatan secara lengkap disajikan dalam lampiran ( hasil pengamatan dan proses pembelajaran atau diklat). Jelaskan  rendah berapa, tinggi berapa, rata-rata berapa, frekuensi aktivitas. perlu dibuat histogram dari frekuensi. Dalam  mencari rata-rata menggunakan rumus, ada keterangannya.

4 .Refleksi
Refleksi artinya mencermati/merenungkan  hasil analisis data penelitian untuk menentukan tindakan selanjtnya. Hasil rtefleksi yang dijelaskan didasarkan pada hasil observasi sudah diperoleh kesimpulan sementara.

Dapat juga membandingkan antara kondisi awal dengan hasil yang diperoleh pada siklus I. Analisis deskriptif komparatif, dan deskriptif kualitatif kedua-duanya perlu ada,  namun stressing hasil atau proses yang didahulukan tergantung judul, yang direfleksikan proses dan juga hasil

D. Deskripsi Hasil Siklus II 
 Deskripsi hasil siklus II berisi perencanaan tindakan pada siklus II, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan, dan hasil refleksi. Langkahnya seperti pada siklus I. Agar lebih jelas dapat membandingkan hasil siklus kedua dengan hasil siklus pertama.

E. Deskripsi Hasil Siklus III dst, (eperti siklus I dan II)

F. Pembahasan / diskusi 
Dalam sub bab ini  dibahas mengenai pelaksanaan tindakan kondisi awal, siklus I dan  siklus –siklus selanjutnya. Kemudian hasil observasi atau  pengamatan muali dari kondisi awal, siklus I dan siklus -siklus selanjutnya. Dibahas juga  hasil refleksi siklus I, II  dan siklus III (kalau ada).

Apa yang harus diuraikan pada bab empat  hasil dan pembahasan penelitian  ? 

BAB V  KESIMPULAN DAN SARAN

Bab V terdiri dari Kesimpulan dan saran ada pun hal-hal yang harus dijelaskan adalah sebagai berikut:
A. Kesimpulan
B. Saran
C. Rekomendasi (boleh tidak ada)

Berikut ini penjelasannya:

A. Kesimpulan 
Merupakan sintesis dari berbagai  penemuan Penelitian. Bersifat terpadu dan menyeluruh,  mengemukakan seluruh hasil penelitian  sebagai kesatuan yang utuh dari data yang bersifat terpisah . Kesimpulan yang ditulis merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian.

B. Saran
Saran ditulis di dasarkan pada kesimpulan penelitian yang diperoleh. Di jabarkan secara terinci misalnya untuk depdiknas, lembaga, Kepala Sekolah, guru, siswa usahakan sifatnya operasional, mudah dimengerti

Silahkan Lihat Contoh PTS Pengawas Sekolah 

DAFTAR PUSTAKA 

Dua syarat utama harus dipenuhi oleh sumber bacaan;
1. Adanya keterkaitan antara isi bacaan dengan masalah yang dibahas, dan
2. Kemutahiran sumber bacaan, artinya sumber bacaan yang sudah kadaluwarsa harus ditinggalkan.

Urutan susuna penulisan:
1. Rujukan dari Buku :  Nama pengarang. (tahun terbit). judul buku (cetak miring). edisi buku. Kota penerbit: nama penerbit.

2. Rujukan dari Artikel/Bab dalam suatu Buku :  Nama pengarang. (tahun terbit). judul artikel. In/dalam nama editor (Ed.). Judul  buku (cetak miring). Edisi. nama penerbit, kota penerbit, halaman.

3. Rujukan  Artikel dari Jurnal ;  Nama pengarang, tahun, judul artikel, nama jurnal (cetak miring), volume jurnal,  halaman.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka 

Dahlan, M.D. 1990. Beberapa Alternatif Interaksi Belajar Mengajar. Model-        model Mengajar. Bandung: CV. Diponegoro.

Depdiknas. 2004. Pendekatan Pembelajaran Matematika. Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.
------------. 2004. Wawasan Pendidikan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

Hudojo, Herman. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: P2LPTK Ditjendikti Depdiknas
.
Mulyadi HP. 2002. Pengaruh Metode Trachtenberg Terhadap Hasil Belajar Matematika ditinjau dari Kemampuan Numerik Siswa. Jakarta:  Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

---------------. 2005.  Pembelajaran Matematika Masa Kini.  Semarang: LPMP Jawa Tengah.

---------------. 2005. Pengaruh Pendekatan Kontekstual Terhadap Hasil Diklat Guru Matematika Kabupaten Pekalongan Tahun 2005,. Semarang: LPMP Jawa Tengah.

-------------. 2006. Pengembangan Model Pembelajaran pada Kurikulum Berbasis Kompetensi. Semarang: LPMP Jawa Tengah.

Naga, Dali S. 1992. Pengantar Teori Sekor Pada Pengukuran Pendidikan. Jakarta: Gunadharma.

Lembaga Administrasi Negara. 2001. Tata kerja dan Tata Cara  Penilaian Angka Kredit  Jabatan Fungsional Widyaiswara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
http://www.ktiguru.org/index.php/ptk-3

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Hal-Hal Yang Perlu Dilampirkan
1. Rencana Tindakan yang telah disusun missal RPT
2. Instrumen yang digunakan
3. Bahan ajar/LKS yang digunakan
4. Instrumen yang telah terisi
5. Contoh hasil kerja peserta
6. Daftar hadir peserta
7. Foto-foto kegiatan
8. Surat permohonan penelitian
9. Surat izin penelitian dari Dinas Pendidikan
10. Surat keterangan dari sekolah (tempat penelitian)
11. Bukti seminar/Daftar Hadir/Foto (khusus untuk PTK guru)

Tata Cara Pengetikan:

Menggunakan kertas ukuran A4
Margin Atas : 4 cm,  Bawah: 3 cm
Kiri : 4 cm, Kanan : 3 cm
Jarak Spasi : 1,5 (khusus abstrak hanya 1 spasi)
Jenis huruf (font) : Times New Romans

Demikianlah penjelasan cara membuat laporan PTS atau PTK  yang baik, dihapakan kepala sekolah dan pengawas sekolah bersemangat membuat PTS. Semoga






0 komentar:

Post a Comment