Home » » Tips Menulis Butir Soal Yang Baik Dan Benar

Tips Menulis Butir Soal Yang Baik Dan Benar

Dalam waktu dekat guru-guru mata pelajaran di sekolah maupun di MGMP  akan disibukkan dengan kegiatan menyusun soal ulangan terutama soal ujian untuk peserta didik kelas IX SMP dan kelas  XII SMA/SMK yang disebut dengan soal USBN.

Penulisan soal tersebut sebenarnya sudah menjadi tugas rutin para guru atau sudah biasa dilakukan. Namun  demikian tanpa mengurangi rasa hormat terhadap kerja keras para guru  hasil monitoring dan evaluasi (monev)  menunjukkan masih ditemukan soal yang belum memenuhi kriteria yang baik dan benar.

Tulisan ini sengaja dibuat dengan waktu singkat sebagai bahan acuan minimal untuk melawan lupa dari para penulis soal sehingga kualitas soal yang disusun dapat menilai apa yang seharusnya dinilai atau memenuhi validitas dan reliabilitas soal khususnya soal USBN yang tidak lama lagi akan diselenggarakan. Berikut ini disajikan tips menulis soal soal Pilihan Ganda (PG).

Tips-1 : Ingat Langkah Penting

1.Menentukan tujuan penilaian. Tujuan penilaian sangat penting karena setiap tujuan memiliki penekanan yang berbeda-beda.

2.Memperhatikan standar kompetensi (SK)/KI dan kompetensi dasar (KD).

3.Menentukan jenis alat ukurnya, yaitu tes atau non-tes atau mempergunakan keduanya. Perhatikan jumlah soal yang ditentukan dan distribusi per jenjang.
Syaratnya adalah materi yang diujikan harus mempertimbangkan urgensi (wajib dikuasai peserta didik), kontinuitas (merupakan materi lanjutan), relevansi (bermanfaat terhadap mata pelajaran lain), dan keterpakaian dalam kehidupan sehari-hari tinggi (UKRK).

4.Menyusun kisi-kisi tes dan menulis butir soal beserta pedoman penskorannya.
 Jika sudah tersedia kisi-kisi soal pedomani kisi-kisi tersebut.  Dalam menulis soal, penulis soal harus memperhatikan kaidah penulisan soal.

Tips -2: Ingat Syarat Materi dan Indikator 

1.Materi yang di ujikan
   Penentuan materi penting dilakukan dengan memperhatikan kriteria UKRK yaitu:
  a.Urgensi, yaitu materi secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh peserta didik,
  b.Kontinuitas, yaitu materi lanjutan yang merupakan pendalaman dari satu ataulebih materi yang sudah dipelajari sebelumnya,
  c.Relevansi, yaitu materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami,mata pelajaran lain,
  d.Keterpakaian, yaitu rnateri yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari¬-hari.

2. Syarat Indikator soal yang baik 
  a.Indikator soal bentuk pilihan ganda menggunakan satu kata kerja operasional(KKO) yang terukur.

 b.Indikator soal yang digunakan dalam penilaian, sebaiknya menggunakanstimulus(dasar pertanyaan) berupa gambar, grafik, tabel, data hasil percobaan, kurva wacana, atau kasusyang dapat merangsang/memotivasi peserta didik berpikir sebelum menentukan pilihan jawaban.(Ciri HOTS)

c. Rumusan indikator soal yang lengkap mencakup 4 komponen,  yaitu:
    A = audience 
    B = behaviour 
    C= condition 
    D = degree 

Tips-3 : Arahkan Soal Memenuhi Kriteria HOTS

Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut penalaran tinggi yaitu
1.Materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku: Penerapan,  analisis,
  evaluasi dan mencipta  (Clik: Taxonomi Bloom revisi Anderson), akan lebih baik kalau yang digunakan c4,c5 dan c6
2.Setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus).
3.Mengukur kemampuan berpikir kritis.
4.Mengukur keterampilan pemecahan masalah.
5.Penjelasan nomor 2, 3 dan 4 diuraikan secara rinci di  bawah ini.

Tips-4: Buat Dasar Pertanyaan (Stimulus).

Agar butir soal yang ditulis dapat menuntut penalaran tinggi, maka setiap butir soal selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus) yang berbentuk sumber/bahan bacaan seperti: teks  bacaan, paragrap, teks drama, penggalan novel/cerita/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata/symbol, contoh, peta, film, atau suara yang direkam.
   
Tips-5: Pahami Ciri  Soal yang  Mengukur Kemampuan Berpikir kritis

Ada 11 kemampuan berpikir kritis yang dapat dijadikan dasar dalam menulis butir soal yang menuntut penalaran tinggi.

 1.Menfokuskan pada pertanyaan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah masalah/problem, aturan, kartun, atau eksperimen dan hasilnya, peserta didik dapat menentukan masalah utama, kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas, kebenaran argumen atau kesimpulan.

2.Menganalisis argumen
Contoh indikator soal:
Disajikan deskripsi sebuah situasi atau satu/dua argumentasi, peserta didik dapat: (1) menyimpulkan argumentasi secara cepat, (2) memberikan alasan yang mendukung argumen yang disajikan, (3) memberikan alasan tidak mendukung argumen yang disajikan.

3.Mempertimbangkan yang dapat dipercaya
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah teks argumentasi, iklan, atau eksperimen dan interpretasinya, peserta didik menentukan bagian yang dapat dipertimbangan untuk dapat dipercaya (atau tidak dapat dipercaya), serta memberikan alasannya.

4. Mempertimbangkan laporan observasi
Contoh indikator  soalnya:
Disajikan deskripsi konteks, laporan observasi, atau laporan observer/reporter, peserta didik dapat mempercayai atau tidak terhadap laporan itu dan memberikan alasannya.

5.Membandingkan kesimpulan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan yang diasumsikan kepada peserta didik adalah benar dan pilihannya terdiri dari: (1) satu kesimpulan yang benar dan logis, (2) dua atau lebih kesimpulan yang benar dan logis, peserta didik dapat membandingkan kesimpulan yang sesuai dengan pernyataan yang disajikan atau kesimpulan yang harus diikuti.

6.Menentukan kesimpulan 
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan yang diasumsikan kepada peserta didik adalah benar dan satu kemungkinan kesimpulan, peserta didik dapat menentukan kesimpulan yang ada itu benar atau tidak, dan memberikan alasannya.

7.Mempertimbangkan kemampuan induksi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan, informasi/data, dan beberapa kemungkinan kesimpulan, peserta didik dapat menentukan sebuah kesimpulan yang tepat dan memberikan alasannya.

8.Menilai
Contoh indikatornya:
Disajikan deskripsi sebuah situasi, pernyataan masalah, dan kemungkinan penyelesaian masalahnya, peserta didik dapat menentukan: (1) solusi yang positif dan negatif, (2) solusi mana yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang disajikan, dan dapat memberikan alasannya.

9.Mendefinisikan Konsep
Contoh indikator soal:
Disajikan pernyataan situasi dan argumentasi/naskah, peserta didik dapat mendefinisikan konsep yang dinyatakan.

10.Mendefinisikan asumsi
Contoh indikator soal
Disajikan sebuah argumentasi, beberapa pilihan yang implisit di dalam asumsi, peserta didik dapat menentukan sebuah pilihan yang tepat sesuai dengan asumsi.

11.Mendeskripsikan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah teks persuasif, percakapan, iklan, segmen dari video klip, peserta didik dapat mendeskripsikan pernyataan yang dihilangkan.

Tips-6: Pahami Ciri Soal Yang Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah

Ada 17 keterampilan pemecahan masalah yang dapat dijadikan dasar dalam menulis butir soal yang menuntut penalaran tinggi.

1.Mengidentifikasi masalah 
Contoh indikator soal:
Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan.

2.Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah, peserta didik dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan.

3.Memahami kata dalam konteks
Contoh indikator soal:
Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi, peserta didik dapat menjelaskan makna yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri.


4.Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai
Contoh indikator masalah:
Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah, peserta didik dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan.

5.Memilih masalah sendiri
Contoh indikator soal:
Disajikan beberapa masalah, peserta didik dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri, dan menjelaskan cara penyelesaiannya.

6.Mendeskripsikan berbagai strategi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, peserta didik dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih, kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar, diagram, atau grafik.

7.Mengidentifikasi asumsi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, peserta didik dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang.

8.Mendeskripsikan masalah
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, peserta didik dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah.

9.Memberi alasan masalah yang sulit
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan, peserta didik dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi pentingnya dihilangkan.

10.Memberi alasan solusi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya, peserta didik dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya.

11.Memberi alasan strategi yang digunakan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesikan masalah,  peserta didik dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya.

Tips-7: Lakukan Analisis Kualitatif yang biasa disebut Telaah Soal

Setelah soal selesai ditulis, si pembuat soal atau kelompoknya harus melakukan analisis kualitatif dengan cara memeriksa satu persatu soal yang ditulisnya dengan tabel telaah soal. Apakah sudah memenuhi dari segi materi, konstruksi dan bahasa.

A.Materi

1.Soal harus sesuai dengan indikator. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi.
2.Pengecoh harus bertungsi
3.Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Artinya, satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban.

B.Konstruksi

1.Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
Artinya, kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan

2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan, maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja.

3.Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat kata, kelompok kata, atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.

4.Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran peserta didik terhadap arti pernyataan yang dimaksud. Untuk keterampilan bahasa, penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri.

5.Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
Artinya, semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara, dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.
6.Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.

7.Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah" atau "Semua pilihan jawaban di atas benar".
Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini, maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen.

8.Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis.
Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar, dan sebaliknya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihat pilihan jawaban.

9.Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Artinya, apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh peserta didik.
Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar, grafik, tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal, berarti gambar, grafik, atau tabel itu tidak berfungsi.

10.Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang.

11.Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.

C.Bahasa/budaya

1.Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subyek, (2) unsur predikat, (3) anak kalimat; b) pemakaian kata: (1) pilihan kata, (2) penulisan kata, dan c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf, (2) penggunaan tanda baca.

2.Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/peserta didik.

3.Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal.

Tips-8: Periksa penggunaan tanda titik sebagai berikut:
  
1.      K ______________________ ... _____.
          A.  k
          B.  k
          C.  k
          D.  k
2.  K _____________________________....
          A.  k
          B.  k
          C.  k
          D.  k
3.      K_____________________________ ...

          A. M________.
          B. M________.
          C. M________.
          D. M ________.
4.  K ____________________________ ?
          A. P_____________________.
          B. P_____________________.
          C. P_____________________.
          D. P_____________________.
Apabila soal yang ditulis sudah memenuhi langkah yang disebutkan di atas maka soal yang disusun sudah memenuhi soal yang baik dan benar. Hal ini nantinya dapat dibuktikan dengan melakukan analisis butir soal (analisis kuantitatif) untuk melihat tingkat kesukaran dan daya pembeda soal. Semoga bermanfaat


0 komentar:

Post a Comment