Keterampilan Bertanya Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013

Salah satu keterampilan yang harus dimiliki guru dalam pembelajaran kurikulum 2013 adalah keterampilan bertanya dan menjawab pertanyaan peserta didik. Hal ini selaras dengan pendekatan saintifik dimana peserta didik diharapkan dapat mengajukan pertanyaan sebanyak mungkin dari apa yang diamati, dirasakan dan dialami.

Apabila peserta didik belum atau tidak ada yang bertanya maka guru harus aktif mengajukan beberapa pertanyaan untuk memotivasi mereka berfikir kritis dan memecahkan permasalahan yang dihadapi.

Dalam pembelajaran yang  berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS, peran guru tidak banyak menerangkan.  Sebaliknya guru diharapkan banyak melakukan stimulasi pertanyaan untuk mendorong memunculkanya pikiran-pikiran orsinil peserta didik, pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup:
  • Pertanyaan untuk memfokuskan perhatian atau kajian untuk diperdalam. 
  • Pertanyaan untuk mendorong peserta didik berpikir menemukan alasan atau mengambil posisi pendapat. 
  • Pertanyaan untuk mengklarifikasi suatu konsep dengan arah bisa merumuskan definisi yang jelas lewat memperbandingkan, menghubungkan dan mencari perbedaan atas konsep-konsep yang ada. 
  • Pertanyaan untuk mendorong munculnya gagasan-gagasan yang kreatif dan alternative lewat imajinasi. 
  • Pertanyaan untuk mendorong peserta didik mencari data dan fakta pendukung serta bukti-bukti untuk mengambil keputusan atau posisi. 
  • Pertanyaan untuk mendorong peserta didik mengembangkan pikiran lebih jauh dan lebih mendalam, dengan mencoba mengaplikasikan sesuatu informasi pada berbagai kasus dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga memiliki lebih banyak argumentasi. 
  • Pertanyaan untuk mengembangkan kemampuan mengaplikasikan aturan atau teori yang lebih umum pada kasus yang tengah dikaji. 
Dalam praktik pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir ingkat tinggi atau HOTS, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diklasifikasikan kedalam empat macam pertanyaan yang menjadi sarana penting bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik. Pertanyaan tersebut adalah.

1. Pertanyaan Inferensial. 

Pertanyaan inferensial adalah pertanyan yang segera dijawab setelah peserta didik melakukan pengamatan maupun pengkajian atas bahan yang diberikan oleh guru. Bahan informasi tersebut bias berupa potret, gambar, tulisan singkat, sanjak, berita, dan sebagainya.

Pertanyaan ini bertujuan mengungkap apa yang dilihat atau didapati dan apa yang difahami oleh peserta didik setelah mengamati atau membaca bahan yang disajikan oleh guru.

Pertanyaan inferensial juga mencakup membangkitkan minat peserta didik, dagonese atau checking, mengingat sesifik informasi dari suatu peristiwa dan manejerial.

Contoh:
  • Apa yang saudara temukan ? 
  • Apa yang saudara ketahui dengan … Ini? 
  • Bagaimana pendapat saudara? 
  • Adakah saudara menemukan kelebihan atau kelemahan apa yang saudara baca? 
  • Bagaimana sikap saudara dengan makna yang saudara peroleh … 
  • Siapakah orang paling heibat di Indonsia? Bagaimana proses kehidupannya? 
  • Apa yang saudara ketahui dengan korupsi? 
  • Kapan terjadi tsunami di aceh? Berapa kurban nyawa akibat gempa tersebut? 
  • Bagaimana cara menegakan disiplin di sekolah? 
2. Pertanyaan pertanyaan interpretasi. 

Pertanyaan interpretasi diajukan pada peserta didik berkaitan dengan informasi yang tidak lengkap, atau tidak ada dalam bahan yang disajikan oleh guru, dan para peserta didik mesti bisa memberikan makna.

Pertanyaan ini ditujukan agar para peserta didik bisa memberikan makna suatu konswensi dari suatu gejala atau sebab yang ada.

Pertanyaan interpretasi juga untuk mendorong proses berfikir, struktur dan mengarahkan learning, membangkitkan sikap emosi, mendalami masalah, dan intrepretasi, apa akibat yang terjadi.

Contoh :
  • Mengapa saudara memiliki pendapat itu?,
  • Apa penyebab kegagalan dari upaya untuk ...? 
  • Apa penyebab banjir besar hang terjadi di …? 
  • Pertanyaan interptretasi mencakup pula, 
  • Apa yang saudara ketahui dengan vandalisme? 
  • Apa penyebabnya? 
  • Bagaimana cara mengatasinya? 
  • Ada beberapa bentuk korupsi: terpaksa, tamak, dan dirancang secara berjamaah? 
  • Bentuk mana yang paling berbahaya? 
  • Bagaimana seandainya saudara menjadi orang miskin yang ditolak berobat di rumah sakit, karena tidak mampu membayar? 
  • Apa kesimpulan sauadara setelah melihat film tersebut? 
  • Bagaimana dengan karakter pemainnya? 
  • Setelah membaca trilogi Andra Herata, kira-kira apa novel keempat? 
3. Pertanyaan pertanyaan transfer. 

Apabila dua macam pertanyaan sebelumnya merupakan upaya untuk mendalami masalah atau hakekat sesuatu, pertanyaan transfer merupakan upaya untuk memperluas wawasan atau bersifat horizontal, Mengaplikasikan ilmu pada kasus yang lain. Contoh:
  • Apakah perbedaan teori … dengan teori …? 
  • Bisakah saudara menjelaskan lebih detail jawaban saudara? 
  • Apabila didetailkan ada berapa macam gagasan saudara ini? 
  • Bagaimana, apabila jawaban saudara dipisah antara yang negatif dan positif? 
  • Bagaimana kalau teori ini diterapkan pada kasus …? 
  • Apakah mungkin apabila hal tsb dilaksanakan di …? 
  • Adakah kemungkinan lain dari upaya untuk …?
4. Pertanyaan pertanyaan hipotetik 

Pertanyaan hipotesis memiliki arah untuk mendorong peserta didik melakukan prediksi atau peramalan dari sesuatu permasalahan yang dihadapi dan/atau mengambil kesimpulan untuk generalisasi.

Sudah barang tentu hipotesis dan kesimpulan ini merupakan hasil pemahaman permasalahan ditambah data atau informasi yang telah dimiliki dan/atau data yang sengaja telah diperoleh karena untuk mengkaji permasalahan tersebut lebih jauh.

Pertanyaan Hipotetik mencakup,pertanyaan sebab akibat, pertanyaan reflektif, mempertanyakan kebenaran. Contoh:
  • Apa yang terjadi manakala cuaca panas dingin berubah cepat silih berganti? 
  • Bagaimana hasilnya kalua orang tidur diatas banyak paku dan bagaimana pula kalau tidur diatas dua atau tiga paku? 
  • Bagaimana seandainya, kebijakan kendaraan genap ganjil yang dijalankan di Jakarta dilaksanakan di kota saudara.Adaah yang perlu direvisi atau dikembangkan? 
  • Bagaimanakah kalau suporter yang melakukan kekerasan kesebelasannya dibekukan dilarang bertanding? 
  • Apa yang akan terjadi apabila minyak bumi habis? 
  • Bagaimana saudara tahu kalau yang disajikan di tayangan infonet itu benar? 
Selain jenis pertanyaan seperti dijelaskan jika  ditinjau dari bentuk-bentuk  pertanyaan yang diajukan maka bentuk pertanyaan yang diajukan dapat dibagi menjadi :

1. Pertanyaan untuk klarifikasi atas sesuatu hal 

Misalnya guru IPS membahas materi tentang demokrasi maka contoh  pertanyaan yang dapat dikembangkan berkaitan pertanyaan klarifikasi :
  • Dapatkah saudara menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem politik yang demokratis? 
  • Apa yang saudara maksudkan dengan demokrasi? 
  • Dapatkan saudara memberikan contoh negara yang demokratis dan yang tidak? 
2. Pertanyaan untuk menggali bukti

Contoh :
  • Dapatkan saudara memberikan bukti bahwa Negara “X” adalah Negara yang demoktratis? 
  • Apa data dan fakta yang ada? 
  • Bagaimana kita tahu suatu Negara dikatakan tidak demokratis? 
  • Coba saudara memberikan alas an yang jelas 
  • Apakah Alasan saudara memiliki bukti? Jelaskan. 
  • Apakah saudara bisa memberikan contoh lain. 
3. Pertanyaan untuk mendalami jawaban 

Contoh :
  • Bisakah saudara menjelaskan dengan cara lain bahwa Negara “X” adalah Negara bersistem politisi demokrasi dan Negara “Y” tidak bersistim demokrasi? 
  • Mungkinkah suatu Negara tidak termasuk diantara kedua system tersebut? 
  • Adakah diantara saudara berpendapat lain? 
  • Apa perbedaan diantara pendapat diatas? 
4. Pertanyaan untuk testing implikasi dan konsekuensi 

Contoh:
  • Jika suatu Negara semula tidak bersistem demokrasi kemudian berubah ke sistem demokrasi, apa yang akan terjadi? 
  • Apa saudara yang lain setuju dengan yang telah disampaikan ini? 
  • Kalau demikian apa yang harus dilakukan agar semua Negara menjadi Negara demokrasi? 
  • Dapatkan saudara memberikan bukti bahwa ini benar? 
5. Pertanyaan tentang evaluasi diskusi 

Contoh:
  • Apakah saudara ada pertanyaan tentang apa yang kita bicarakan 
  • Kalau ada jelaskan pertanyaan saudara 
  • Apakah pendapat saudara ini berkaitan dengan apa yang sudah kita bicarakan? 
  • Apakah kita sudah memiliki kesimpulan? 
  • Apakah pembicaraan kita sudah menjawab pertanyaan apa Negara demokrasi itu? 
Nah, dengan memahami jenis dan bentuk-bentuk pertanyaan di atas diharapakan guru dapat melaksanakan proses pembelajaran  yang aktif, kreatif dan memotivasi peserta didik untuk berfikir kritis.

KLIK UNTUK AKSES CEPAT

Tupoksi Kepala Laboratorium di Sekolah

Salah satu tugas tambahan yang mengurangi jam mengajar di sekolah adalah menjadi Kepala Laboratorium Sekolah. Jika seorang guru diangkat menjadi kepala laboratorium sekolah maka tugas tambahan yang diemban setara dengan 12 jam mengajar. Artinya jika jumlah beban mengajar (tatap muka) guru minimal 24 jam maka seorang guru yang ditugaskan kepala sekolah sebagai kepala laboratorium cukup mengajar 12 jam tatap muka.

Beban mengajar sebagai kepala laoratorium tentu sangat menarik, apa lagi di sekolah tersebut guru masih ada yang kekurangan jam mengajar. Namun demikian tidak semua guru dapat diangkat menjadi kepala laboratorium, karena menjadi kepala laboratorium harus memenuhi syarat kualifikasi dan standar kompetensi yang telah ditentukan pemerintah.

Agar dapat diangkat menjadi kepala laboratorium di sekolah harus memenuhi syarat berikut:
1. Jika diangkat dari jalur guru
  a. Pendidikan minimal sarjana (S1);
  b. Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum;
  c. Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

2.Jika diangkat dari  jalur laboran/teknisi
  a. Pendidikan minimal diploma tiga (D3);
  b. Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi;
  c. Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain syarat di atas, sebagai kepala laboratorium harus memenuhi 4 kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. (Baca Permendiknas no. 26 tahun 2008) Dari kompetensi tersebut maka dapat dijabarkan tugas pokok kepala laboratorium sekolah (tupoksi) dalam mengelola laboratorium sekolah.

Mengelola laboratorium sekolah adalah serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan kegiatan laboratorium, pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan , pemeliharaan/perawatan peralatan dan bahan, pengevaluasian sistem kerja laboratorium , dan pengembangan kegiatan laboratorium baik untuk pendidikan , penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat menambah/menerapkan pengetahuan dan keterampilan  peserta didik sesuai dengan tuntutan kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.

Adapun tupoksi kepala laboratorium dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Menyusun rencana pengembangan laboratorium
  a. Merencanakan pengelolaan laboratorium
  b. Mengembangkan sistem administrasi laboratorium
  c. Merencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium sekolah/madrasah
  d. Menyusun prosedur operasi standar (POS) kerja laboratorium

2. Mengelola kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
  a. Mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru
  b. Menyusun jadwal kegiatan laboratorium
  c. Memantau pelaksanaan kegiatan laboratorium
  d. Mengevaluasi kegiatan laboratorium
  e. Menyusun laporan kegiatan laboratorium

3. Membagi tugas teknisi dan laboran laboratorium sekolah/ madrasah
  a. Merumuskan rincian tugas teknisi dan laboran
  b. Menentukan jadwal kerja teknisi dan laboran
  c. Mensupervisi teknisi danlaboran
  d. Membuat laporan secara periodik

4. Memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah/madrasah
  a. Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat laboratorium
  b. Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium
  c. Membuat laporan bulanan dan tahunan tentang kondisi dan pemanfaatan  laboratorium

5. Mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
  a. Menilai kinerja teknisi dan laboran laboratorium
  b. Menilai hasil kerja teknisi dan laboran
  c. Menilai kegiatan laboratorium
  d. Mengevaluasi program laboratorium untuk perbaikan selanjutnya

6. Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
  a. Mengikuti perkembangan pemikiran tentang pemanfaatan kegiatan laboratorium sebagai wahana pendidikan
  b. Menerapkan hasil inovasi atau kajian laboratorium
  c. Mengikuti perkembangan pemikiran tentang pemanfaatan kegiatan laboratorium sebagai wahana pendidikan
  d. Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
  e. Menerapkan hasil inovasi atau kajian laboratorium

7. Memanfaatkan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian di
sekolah/madrasah
  a. Menyusun panduan/penuntun(manual) praktikum
  b. Merancang kegiatan laboratorium untuk pendidikan dan penelitian
  c. Melaksanakan kegiatan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian
  d. Mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil kajian/inovasi

8.  Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah/madrasah
  a. Menetapkan ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja
  b. Menerapkan ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja
  c. Menerapkan prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun
  d. Memantau bahan berbahaya dan beracun, serta peralatan keselamatan kerja

Agar tupoksi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik maka kepala laboraorium menyusun program jangka pendek, menengah dan program jangka panjang. Adapun struktur program minimal dapat disusun sebagai berikut:

HALAMAN PEMBUKA
Halaman Judul
Lembaran Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel /Gambar/Grafik

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang/Rasional
B. Dasar Hukum
C. Tujuan
D. Manfaat

II. PROGRAM DAN RUANG LINGKUP
A. Struktur Organisasi Laboratorium
B. Rincian Tugas Pengelola Laboratorium
C. Program Jangka Pendek
D. Program Jangka menengah
E. Program Jangka Panjang

III. PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS)
A. Tata Tertib Penggunaan Laboratorium
B. Prosedur Operasional Standar (POS)
C. Monitoring dan Evaluasi

IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran/Rekomendasi

Semoga guru yang diangkat menjadi kepala laboratorium dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.