Menulis Laporan OJL Calon Kepala Sekolah



Salam untuk semua Bapak/Ibu Calon Kepala Sekolah semoga tetap sehat dan bersemangat dalam melaksanakan OJL dengan penuh tanggungjawab.

Pada kesempatan ini kita berdiskusi tentang cara menulis laporan OJL . Langkah pertama yang dilakukan adalah mengetahui struktur laporan OJL secara utuh. Dengan mengetahui struktur laporan maka calon kepala sekolah dapat menyusunnya secara bertahap sekaligus menghindari tumpang-tindih penulisan.  Diharapkan pada pendampingan pertama laporan bab 1  dan bab 2 sudah selesai. Karena ke dua bab tersebut dapat dikerjakan dengan pemahaman tentang tugas ojl dan profil sekolah magang.  Berikut ini adalah struktur susunan  laporan OJL yang harus diikuti calon kepala sekolah sesuai standar yang dikeluarkan LPPKS.

Lembaran Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi

Bab I. Pendahuluan
A.  Latar Belakang
B.  Tujuan
C.  Hasil yang diharapkan

Bab II. KondisiNyata Sekolah Magang
A.   KondisiSekolahSendiri
B.   KondisiSekolahLain

Bab III. PelaksanaanRencanaTindakLanjut (RTL)

A. Pelaksanaan RencanaTindak Kepemimpinan (RTK)
1. SiklusPertama
       a.   Persiapan
       b.   Pelaksanaan
       c.   Monev
       d.   Refleksi
2.  Siklus Kedua
      a.    Persiapan
      b.    Pelaksanaan
      c.    Monev
      d.    Refleksi

B. SupervisiGuruJunior ( minimal 1 guru dengan 2 siklus)
1.  Perencanaan
2.  Pelaksanaan
        2.1 Pra-Observasi
        2.2 Observasi
        2.3 Pasca Observasi
3.  Tindak lanjut
4.  Hasil

C.  Penyusunan Perangkatpembelajaran
 1.   Silabus
 2.   RPP
 3.   Bahan Ajar
 4.   InstrumenPenilaian

D. PengkajianAspek Managerial
1. Sekolah Sendiri (Magang -1)
    a. Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah
    b. Pengelolaan Keuangan Sekolah
    c. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    d. Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah
    e. Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah
    f. Pengelolaan Kurikulum
    g. Pengelolaan Peserta Didik
    h. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran
    i. Monitoring dan Evaluasi

2. Sekolah Lain (Magang -2)
   a. Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah
   b. Pengelolaan Keuangan Sekolah
   c. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
   d. Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah
   e. Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah
   f. Pengelolaan Kurikulum
   g. Pengelolaan Peserta Didik
   h. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran
   i. Monitoring dan Evaluasi

E. Peningkatan Kompetensi Berdasarkan AKPK yang Kurang di Sekolah Kedua (lain).
  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Hasil

Bab IV Penutup
A.  Kesimpulan
B.  Saran-saran

Lampiran :
Lampiran yang dimaksudkan adalah lampiran-lampiran khususnya bab 3 sebagai hasil belajar/praktik di sekolah magang 1 dan 2 . Untuk memudahkan pengarsipan lampiran khususnya bab 3(A, B, C, D dan E) disarankan dihimpun dalam  masing-masing  map yang berbeda.  Brikut ini lampiran bab 3 yang harus disiapkan.

Bab 3
Komponen/sub-bab
Lampiran
A
Pelaksanaan RencanaTindak Kepemimpinan (RTK)
1. Jurnal kegiatan OJL
2. RTL dan Matriks RTK
3. Lembar AKPK yang telah dibagikan
4. Panduan pelaksanaan RTK
5. Lembar monev yang telah terisi dan di olah ( mewakili  5 orang) terdiri dari:
   a. Monev activities  
   b. Monev peserta
   c. Monev penyelenggaraan
   d. Monev nara sumber
6. Undangan untuk nara sumber/peserta
7. Contoh hasil kegiatan peserta 
8. Materi sajian
9. SK panitia  kegiatan yang diberntuk
10. Foto-foto kegiatan 
B
Supervisi GuruJunior
1. Program supervisi  Akademik (2 orang guru yunior)
2. Instrumentelaah RPP yang telah diisi secara manual dan ditandatangi
3. Instrument Observasi yang telahdiisi secara  manual dan ditandatangani
4. Instrument hasil post-  observasi yang telahdiisiscr manual danditandatangani
5. Instrument tindaklanjut yang telahdisisidanditandatangani
6. RPP guru yunior pada siklus I dari guru ke-1
7. RPP guru yunior pada siklus I dari guru ke-2
8. RPP guru yunior pada siklus II( hasil perbaikan siklus I) dari guru ke-1
9. RPP guru yunior pada siklus II( hasil perbaikan siklus I) dari guru ke-110. Dokumentasi (foto-foto kegiatan)
C
Penyusunan Perangkatpembelajaran
1. Silabus
2. RPP yang disusun
3. Bahan Ajar yang disusun
4. Instrumen penilain sikap
5. Tes/butir soal pengetahuan
6. Lembar ujuk kerja untuk keterampilan
D
Pengkajian Aspek Managerial
1.  Matrik kajian 9 aspek manajerial yang telah diisi (dari dua sekolah), lengkap dengan tanda tangan calon kepala sekolah dan kepala sekolah magang
2.  RKS cukup melampirkan copy hal judul, lembar pengesahan dan daftar isi dari dua sekolah
3.  Kurikulum cukup melampirkan copy hal judul, lembar pengesahan dan daftar isi dari dua sekolah
4.  Contoh lap. Keungan satu keg. (dimuali dari order kepada toko s/d berita acara serah terima barang)
5.  Pendidik danTenaga Kependidikan (PTK), Ketatausahaan dan Sarana-prasarana cukup copy Profilsekolah.
6.  Pesertadidik copy SK PPBDB
7.  Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran, copy contoh pembelajaran yang menggunakan TIK
8.  Monev, copy laporan kegiatanmonev ( satu kegiatan .)
9.  Dokumentasi
E
Peningkatan Kompetensi Berdasarkan AKPK
1. Lembaran  AKPK
2. Lembar wawancara/observasi/instrument yang digunakan dan terisi
3. Daftar hadir
4. Foto-foto kegiatan


Penjelasan Penulisan Bab I & Bab II
Seperti diuraikan di atas bab I dan II diharapkan sudah selesai pada pendampingan pertama . Berikut ini penjelasan ringkasnya.

Bab I. Pendahuluan

A.    Latar Belakang (OJL)
Latar belakang minimal memuat:
1. Uraikan tentang Peraturan yang terkait dengan penyiapan atau kompetensi kepala sekolah, misalnya Permendiknasnomor 13 tahun 2007, tentang standar kepala sekolah, Permendiknas nomor 28 tahun 2010, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah;

2. Uraikan alasan-alasan pentingknya dilaksanakan OJL.

B.Tujuan (OJL)
Tujuan memuat peningkatan kelima kompetensi kepala sekolah, yaitu peningkatan kompetensi kepribadian, sosial, kewirausahaan, manajerial dan supervisi.

C. Hasil yang diharapkan (OJL)
Hasil yang diharapkan adalah suatu kondisi yang diharapkan terwujud setelah kegiatan OJL dilakukan. Jelaskan kemampuan apa saja yang meningkat atau dimiliki calon kepala sekolah setelah selesai melaksanakan on the job learning (OJL) yang menyangkut lima kompetensi kepala sekolah (kepribadian, sosial, manajerial, supervisi akademik dan kompetensi kewirausahaan).

Bab II. KondisiNyata Sekolah Magang

A. Kondisi sekolah magang ke-1 (sekolah sendiri)
  1. Profil singkat dari sekolah magang tersebut msalnya (identitas sekolah, identitas kepala sekolah, jumlah guru/pegawai, jumlah siswa , luas areal sekolah, stus akreditasi, visi, misi tujuan sekolah , prestasi yang diraih dan lain-lain. )
  2. Penjelasan tentang  pemetaan atau pencapaian 8 SNP di sekolah. Uraikan masing-masing pencapaian tentang standar SKL, Isi, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik , dan pembiayaan. Bagaimana pencapaianya, usaha peningkatan dan  hambatan yang dialami sekolah dalam mencapainya.


B. Kondisi sekolah magang ke-2 (sekolah lain)

Profil singkat dari sekolah magang tersebut msalnya (identitas sekolah, identitas kepala sekolah, jumlah guru/pegawai, jumlah siswa , luas areal sekolah, stus akreditasi, visi, misi tujuan sekolah , prestasi yang diraih dan lain-lain. )
  1. Penjelasan tentang  pemetaan atau pencapaian 8 SNP di sekolah. Uraikan masing-masing pencapaian tentang standar SKL, Isi, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik , dan pembiayaan. Bagaimana pencapaianya, usaha peningkatan dan  hambatan yang dialami sekolah dalam mencapainya.
Untuk penulisan bab III dilakukan setelah selesai dilaksanakan kegiatan, kemudian hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dipaparkan dalam bentuk cerita apa yang dikerjakan, siapa yang terlibat, dari mana dimulai, bagaimana prosesnya, kendala apa yang ditemui dan bagaimana mengatasinya serta hasil yang diperoleh dari kegiatan terseut.

Aturan Penulisan 

1
Jilid (Hard Cover)
Warna Biru (Biru Kemdikbud) birumuda
2
Ukuran Kertas
A4 80 gram
3
Jarak Margin
4 cm atas
4 cm kiri
3 cm kanan
3 cm bawah
4
Spasi  Bagian awal
1 atau 1,5 spasi
5
Spasi Bagian Isi (Bab I s/d Bab V)
2 spasi

Jenis Huruf (Untuk Isi)
Times New Roman 12
Arial  11          

Jenis Huruf (Untuk Judul)
Times New Roman 14 Bold
Arial  13 Bold
6
Jenis Huruf (Untuk Cover)
Disesuaikan dengan kaidah dan Seni
7
Pendigitan  Judul dan Sub Judul (Numeric)
Bab  : Romawi contoh BAB VI
Sub Bab: Huruf Capital contohA.      atau B dst
Anak Sub Bab: Angka Arab
contoh 2, 3, dst
8
Penulisan Halaman
Halaman secara umum kanan atas
Halaman Judul Tengah bawah
9
Jumlah halaman Minimal
Usahakan semaksimal mungkin




























TIPS OJL: Peningkatan Kompetensi Berdasarkan AKPK di Sekolah Magang Lain

Salam dan selamat pagi buat semua Bapak/Ibu peserta diklat calon kepala sekolah. Semoga semua sehat, semangat dan bersikap  pantang menyerah. Untuk melengkapi tugas ke -5 OJL  calon kepala sekolah berikut ini penjelasannya.

Upaya peningkatan kompetensi berbasis Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) di sekolah lain (magang 2 ) adalah kegiatan yang dilakukan oleh calon kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensinya berdasarkan kebutuhan individu melalui belajar dari kepala sekolah (mentor). Kegiatan peningatan kompetensi berdasarkan AKPK hanya dilaksanakan di sekolah magang 2 dengan durasi waktu 20 jp. Penentuan kompetensi yang akan ditingkatkan tersebut menggunakan 3 alternatif yaitu:
1. Kegiatan berdasarkan hasil AKPK yang paling lemah (nilai paling rendah)
2. Kegiatan berdasarkan hasil AKPK yang lemah
3. Kegiatan berdasarkan keunggulan sekolah magang tersebut

Contoh: Nilai AKPK seorang calon kepala sekolah sebagai berikut:

No
Kompetensi
Skor
1.
Kepribadian
90
2.
Supervisi Akademik
40
3.
Manajerial
50
4.
Kewirausahaan
65
5.
Sosial
75

Dari tabel tersebut fokus yang harus di pilih untuk ditingkatkan  adalah  supervisi akademik karena skornya paling rendah yaitu 40.   Namun jika di sekolah magang tersebut, ternyata kepala sekolahnya juga lemah dalam bidang supervisi, sehingga tidak ada yang dapat di pelajari, maka calon kepala sekolah memilih yang rendah ke dua yaitu manajerial (skor 50).

Apabila kepala sekolah di sekolah magang tersebut juga rendah/lemah dalam bidang manajerial,maka calon kepala sekolah melakukan peningkatan kompetensinya melalui keunggulan-keunggulan yang diperoleh sekolah tersebut. Lakukan indentifikasi terhadap semua keunggulan sekolah tersebut dan dipelajari dengan seksama bagaimana keunggulan tersebut dapat diraih sekolah.

Metode yang digunakan calon kepala sekolah belajar dari mentor untuk meningkatkan kompetensinya dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: Interview(wawancara), Observasi (pengamatan), Studi dokumen/administrasi, diskusi dan tanya jawab. Hal yang sering terjadi jika kompetensi calon kepala sekolah rendah supervisi, maka calon tersebut melakukan pula supervisi di sekolah magang dua. Hal tersebut salah dan tidak diperbolehkan, karena supervisi akademik hanya dilakukan di sekolah magang satu (sekolah sendiri). Maka calon kepala meningkatkan kompetensinya dengan cara berdiskusi, wawancara, mengamati dan mempelajarai dokumen tentang pelaksanaan supervisi akademik di sekolah magang mulai perencanaan, proses, kendala, hasil/ dampak supervisi di sekolah magang tersebut.

Maka langkah-langkah  kerja peningkatan kompetensi calon kepala sekolah berdasarkan AKPK yang rendah dilakukan   sebagai berikut:

  1. Tentukan kompetensi yang paling rendah  dari lima kompetensi kepala sekolah (lihat grafik /tabel AKPK yang telah dibagikan misalnya supervisi akademik
  2. Pelajari kondisi sekolah magang-2 apakah kompetensi supervisi akademik dari kepala sekolah magang tersebut baik/memadai untuk kita tiru. Hal ini dapat dilakukan melalui peninjauan atau mencari informasi dari hasil akreditasi, informasi dari guru maupun pegawai
  3. Jika sudah tau kondisi/informasi tentang kompetensi kepala sekolah magang tersebut maka calon melakukan persiapan seperti:
         a. Menyusun lembar wawancara
         b. Menyusun lembar observasi
         c. Buat instrument untuk menangkap data-data melalui studi dokumen
         d.Buat catatan tentang aspek-aspek apa saja yang akan didiskusikan, bagian dokumen yang kita perlukan.
         e. Menetapkan hari kunjungan/pertemuan dengan kepala sekolah, guru, staf dan siswa.

Ada tiga hal yang akan dilaporkan oleh calon kepala sekolah dalam laporan fortofolio yaitu: Persiapan, Pelaksanaan dan Hasil. Maka data-data atau keterangan tentang ke-3 tahapan tersebut harus dapat terhimpun secara lengkap,sebagai bahan dalam menyusun  laporan fortofolio dalam bentuk naratif/diceritakan. 

Lembar wawancara yang disusun sangat tergantung dengan kompetensi yang mau ditingkatkan, dalam contoh diatas adalah kompetensi supervisi akademik maka aspek yang diwawancarai dapat dimulai dengan pertanyaan yang menyangkut: konsep supervisi yang diterapkan., prinsip-prinsip supervisi, instrument supervisi, prosedur pelaksanaan, pengaturan jadwal, program supervisi dan lain-lain.

Catatan : Bukti fisik yang dilampirkan dalam laporan Fortofolio adalah 
1. Lembaran  AKPK
2. Lembar wawancara/observasi/instrument yang digunakan dan terisi
3. Daftar hadir
4. Foto-foto kegiatan






Cara Melaksanakan 9 Kajian Manajerial Bagi Calon Kepala Sekolah

Melakukan kajian manajerial bagi calon kepala sekolah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan calon kepala sekolah terhadap peraturan/regulasi  dalam pengelolaan sekolah,  pemahaman terhadap kondisi nyata terhadap sekolah, sikap kritis dan kesadaran terhadap temuan permasalahan di sekolah yang dipimpinnya, serta mampu memikirkan dan mencetuskan ide baru/alternatif solusi  sehingga sekolah dapat berkembang ke arah yang lebih maju.

Ringkasnya calon kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang  dipimpin harus mamahami standar/aturan, mampu membaca situasi/kondisi nyata sekolah, dapat merumuskan masalah yang dihadapi kemudian dapat mencarikan alternatif solusi perbaikan dengan menggunakan cara/ide baru sehingga sekolah semakin baik.

Tugas mengkaji 9 aspek manajerial dilaksanakan calon kepala sekolah di sekolahnya sendiri (magang 1)  dan sekolah lain (magang 2), dengan alokasi waktu maing-masing 40 jam di sekolah sendiri dan 20 jam di sekolah magang 2

Caranya adalah dengan mengetahui komponen-komponen standar/aturan dari setiap kajian, kemudian membandingkan kondisi nyata (yang terjadi/ada) disekolah dengan kondisii ideal(kondisi menurut standar/aturan baku.) Selanjunya melihat kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi ideal hingga dapat merumuskan masalah/kesenjangan kemudian memberi gagasan baru dalam bentuk alternatif solusi.

Langkah-langkah melaksanakannya

1. Persiapkan matriks kajian untuk 9 aspek manajerial  di sekolah magang 1 dan 2

2. Untuk memudahkan kita dalam melakukan tugas ini dapat dilakukan dengan bantuan instrument dan catatan pendukung yang dibuat sendiri oleh calon kepala sekolah. Teknik yang dapat dilakukan adalah studi dokumen, wawan cara dan observasi.

 3. Berkunjung ke sekolah magang dengan  membangun komunikasi /koordinasi terhadap kepala sekolah, guru dan staf di sekolah magang 1 dan 2. Berikut ini contoh matriks kajian manajerial Rencana Kerja Sekolah.

Matriks Kajian On The Job Learning
Bahan Kajian :

1.     Rencana Kerja Sekolah (RKS) Di Sekolah 

No
Aspek/Komponen
Kondisi Ideal
Kondisi Saat ini
Kesenjangan
Alternatif    Solusi
1
Penyusunan EDS
Dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS)
Dilaksanakan setiap setahun sekali
2
Pemanfaatan EDS
Hasil EDS dijadikan dasar dalam penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS
3
Mekanisme penyusunan RKS
RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS
4.
Dst.

















Cara Mengisinya: 
1. Aspek/Komponen : disisi dengan komponen-komponen yang di kaji, misalnya kita mengkaji RKS maka pada kolom ini di isikan komponen apa saja yang harus ada dalam RKS menurut standar (semestinya), Dimulai dari : Penyusunan EDS, Pemanfaatan EDS, Mekanisme penyusunan RKS dst. Hingga sebuah RKS dimiliki sekolah dan dimanfaatkan sesuai aturan.

2.  Kondisi Ideal : di isi dengan kondisi seharusnya menurut standar atau aturan yang berlaku, misalnya  Dilaksanakan oleh Tim Pengembang sekolah , perlu di igat sebagian besar sekolah EDS ini sudah menggunakan instrument pemetaan mutu pendidikan.

3. Kondisi saat ini : di isi dengan kondisi nyata (terjadi  /yang ada) di sekolah magang 1 dan 2 saat ini per aspek. Contoh di atas misalnya tentang pembentukan TPS kalau belum ada di tulis sekolah belum membentuk TPS

4. Kesenjangan : Kesenjangan adalah masalah yaitu selisih /perbedaan kondisi ideal dengan kenyataan   di sekolah. Rumuskan masalahnya dengan kalimat yang jelas .

5. Alternatif solusi : di si dengan ide/pendapat/gagasan calon kepala sekolah dalam pemecahan masalah tersebut. Namanya alternatif maka memungkinkan banyak cara/solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Semakin banyak alternatif solusi yang dikemukakan semakin baik , artinya calon kepala sekolah mampu memberi pilihan gagasan dalam pemecahan masalah yang dihadapi masalah.

Kegiatan seperti diatas  dilaksanakan untuk dua sekolah magang 1 dan 2  dengan sembilan kajian manajerial berikut:

1. Kajian RKS

2. Kajian Pengelolaan Kurikulum

3. Kajian Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

4. Kajian Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah

5. Kajian Pengelolaan Peserta Didik

6. Kajian Pengelolaan Keuangan Sekolah

7. Kajian Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah

8. Kajian Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran

9. Kajian Sistem Monitoring dan Evaluasi

Demikian tugas 9 kajian manajerial disusun dengan penuh tanggungjawab dan kejujuran.

Lampiran Kajian  9 AspekManajerial yang Harus Ada Dalam Laporan

a.  Matrik kajian 9 aspek manajerial yang telah diisi (dari dua sekolah), lengkap dengan tanda tangan calon kepala sekolah dan kepala sekolah magang

b.  RKS cukup melampirkan copy hal judul, lembar pengesahan dan daftar isi dari dua sekolah

c.  Kurikulum cukup melampirkan copy hal judul, lembar pengesahan dan daftar isi dari dua sekolah

d.  Contoh lap. Keungan satu keg. (dimuali dari order kepada toko s/d berita acara serah terima barang)

e.  Pendidik danTenaga Kependidikan (PTK), Ketatausahaan dan Sarana-prasarana cukup copy Profilsekolah.

f.  Pesertadidik copy SK PPBDB

g.  Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran, copy contoh pembelajaran yang menggunakan TIK

h.  Monev, copy laporan kegiatanmonev ( satu kegiatan .)

i.   Dokumentasi


Penyusunan RPP Dalam Tugas OJL Calon Kepala sekolah


Salam dan selamat pagi buat kita semua. Semoga tetap semangat, sehat dan optimis dalam mengemban tugas OJL sebagai panggilan mencerdaskan anak bangsa.

Prosedur Pelaksanaan Supervisi Akademik untuk Guru Yunior

Tugas yang ke dua dari calon kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi terhadap dua orang guru yunior di sekolah sendiri. Esensi supervisi akademik adalah membatu guru agar dapat mengelola pembelajaran ke arah yang lebih baik (professional).

TIPS MELAKSANAKAN KEGIATAN OJL CALON KEPALA SEKOLAH

Setelah calon kepala sekolah selesai melaksanakan inservice learning satu (in-1), maka calon kepala sekolah akan melanjutkan tugas on the job learning di sekolah mangang-1 selama 150 jam dan sekolah magang-2 selama 50 jam. 

Untuk memudahkan pelaksanaan tugas tersebut calon kepala sekolah harus membuat perencanaan yang baik dan mudah dilaksanakan. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan calon kepala sekolah sehingga kegiatan  OJL  dapat terlaksana dan laporannya dapat disusun dengan baik.

  1. Melakukan pemahaman ulang terhadap RTL dan RTK yang disusun ketika inservice learning-1. Jika RTK yang disusun ternyata tidak sesuai dengan kondisi sekolah sendiri (magang 1) dapat dilakukan perbaikan dan terlebh dahulu koordinasi dengan MT masing-masing,
  2. Melaporkan/koordinasi rencana kegiatan calon  kepada  kepala sekolah magang 1 (mentor 1) dan kepala sekolah magang 2 (mentor 2)  tentang ruang lingkup kegiatan yang akan dilakukan disekolah magang 1 dan 2. Sekaligus mencari dukungan dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah,  pengawas sekolah maupun teman sejawat.
  3.  Mempelajari kondisi sekolah, kegiatan yang ada di sekolah sehingga dapat membuat skala prioritas tentang apa yang duluan dilaksanakan, memang RTL sudah disusun namun tidak menutup kemungkinan bergeser sesuai kondisi lapangan.
  4. Membuat format jurnal kegiatan yang nantinya di isi pada setiap  melaksanakan kegiatan dan jurnal ini dilampirkan pada laporan.
  5. Membuat persiapan-persiapan sesuai aspek penugasanAda 5 aspek penugasan yang akan dilakukan calon kepala sekolah dilapangan :yait
  6. 1)Melaksanakan RTK, 2) Supervisi guru junior untuk 2 orang guru masing-masing 2 sikulus; 3) Menyusun RPP satu KD lengkap sampai ke penilaian dan bahan ajar, khusus untuk peserta dari SD dan TK satu sub tema. 4)Melakukan kajian manajerial di sekolah magang 1 dan 2;  dan 5) Melaksanakan peningkatan AKPK di sekolah magang 2. Perlu di ingat: nomor 1), 2) dan 3) hanya dilaksanakan di sekolah sendiri(magang 1). Nomor 4) di sekolah magang 1 dan 2 sedangkan nomor 5) hanya dilaksanakan di sekolah magang 2). Berikut masing-masing penjelasanya:
A. Rencana Tindak Kepemimpinan (RTK)
RTK adalah penjabaran rencana pengembangan sekolah secara operasional yang di dalamnya memuat tindakan-tindakan kepemimpinan calon kepala sekolah sebagai implementasi 4M (Mempengaruhi, Menggerakkan, Memberdayakan, dan Mengembangkan)  dalam menjalankan program/ kegiatan untuk peningkatan kinerja sekolah. 

Tindakan-tindakan kepemimpinan yang dilakukan calon kepala sekolah hendaknya mencerminkan nilai-nilai spiritual, kewirausahaan dan kepemimpinan pembelajaran, sebagai wujud dari usaha meningkatkan kompetensi kepribadian, sosial dan kompetensi kewira usahaan.

1. Periksa Judul RTK
Baca ulang judul RTK dan pastikan judul RTK telah bersumber dari salah satu  hasil EDS yang lemah dari 4 SNP (Standar Isi , Standar Proses,SKL dan Standar Penilaian ) sesuai visi, misi dan tujuan sekolah serta realistis dilaksanakan dengan waktu 40 jam. 

Kemudian coba ajukan pertanyaan apakah judul tersebut sudah dapat menjawab pertanyaan : Apa yang mau ditingkatkan ?, Siapa yang mau ditingkatkan, Bagaimana cara meningkatkan? dan Dimana ditingkatkan ?. Jika judul tersebut sudah dapat menjawab 4 pertanyaan tersebut dan telah berasal dari salah satu hasil EDS 4 SNP  di atas maka sudah tepat, tidak perlu direvisi.  

2. Periksa Tujuan  RTK
Tujuan adalah pernyataan tentang kompetensi/target yang hendak dicapai (pengetahuan, keterampilan, dan (‘sikap/bila memungkinkan’) setelah calon kepala sekolah/ madrasah melaksanakan tindakannya.

Ada dua tujuan RTK disusun dan dilaksanakan oleh calon kepala sekolah yaitu:
a.  Peningkatan kompetensi kepribadian, sosial dan kewirausahaan calon kepala sekolah.
b.  Peningkatan kinerja sekolah.

 Untuk Tujuan pertama ini sama untuk semua peserta diklat. Sedangkan tujuan dua sangat tergantung dengan kinerja yang harus ditingkatkan di sekolah yang tergambar dalam judul masing-masing.

3. Periksa Rumusan Indikator Keberhasilan  
Indikator keberhasilan adalah penanda/ciri/petunjuk pencapaian kompetensi yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur/diamati/dinilai. Indikator dirumuskan dalam kalimat pernyatan, menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur atau diobservasi.  

Logikanya semakin banyak dirumuskan indikator akan semakin baik dan akan memudahkan kita membuat instrument monevnya. Sebaiknya buatlah indikator secara rinci dan runtut agar mudah menyusun instrument monev.
Ada dua bagian indikator yang harus dirumuskan calon kepala sekolah

a. Indikator yang berasal dari tujuan (1) yaitu peningkatan calon kepala sekolah terkait dengan kompetensi kepribadian, sosial dan kewirausahaan. Untuk rumusan indikator ini periksa indikator terkait kepribadian, sosial dan kewirausahaan dari AKPK  yang telah dibagikan saat in-1. 

Tandai yang berkategori kurang, sedikit, kadang-kadang, jarang , cukup dari 3 kompetensi (kepribadian, sosial dan kewira usahaan) ini menjadi fokus untuk diperbaiki pada saat melakukan kegiatan.Kalau sudah tergambar subtansi/usaha perbaikan  dalam indikator yang telah dirumuskan maka indikator tersebut sudah baik. Usahakan indikator harus ada yang mewakili kompetensi kepribadian, sosial dan kewira usahaan.

b. Indikator yang berasal dari tujuan (2) yaitu peningkatan kinerja sekolah. Rumusan indikator dari tujuan 2 ini hampir sama dengan rumusan indikator ketika kita menyusun RPP, gunakan kata kerja operasional, urutkan dari sederhana ke kompleks, cermati kalimat tujuan, apa tanda-tanda yang dapat di ukur bahwa peserta (guru) sudah mencapai target. Jika sudah terpenuhi maka rumusan indikator dari tujuan 2 sudah baik.

4. Periksa Program Yang Akan Dilakukan 
Program kegiatan adalah nama program tindakan untuk meningkatkan salah satu SNP yang masih lemah/kurang. Sesuaikan program dengan kondisi sekolah termasuk jumlah peserta dan keefektifan program tersebut jika dilaksanakan. Banyak jenis program yang dapat diplih misalnya: worshop/lokakarya, IHT, bintek, pelatihan, FGD, pendampingan, seminar, coaching, mentor, tutor sebaya dan lain-lain

5. Periksa Skenario/Langkah-langkah Kegiatan
Ada 4 langkah kegatan pada setiap siklus : Persiapan, Pelaksanaan, Monev dan Refleksi.

a. Persiapan
Tulis semua persiapan apa yang kita perlukan dalam kegiatan tersebut misalnya:
1) Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat yang akan membantu pelaksanaan kegiatan
2) Membentuk kepanitiaan (kalau diperlukan)
3) Menyusun panduan kegiatan worksop (misal)
4) Menyiapkan materi-materi kegiatan (jika merangkap narasumber)
5) Membuat surat undangan untuk  nara sumber (kalau ada) dan peserta
6) menyiapkan bahan peralatan tempat
7) dan lain-lain 

b. Pelaksanaan Tindakan
Tulis semua peran calon kepala sekolah pada saat melaksanakan kegiatan misalnya :
a. Mengarahkan, menggerakkan peserta untuk mengikuti kegiatan “workshop” dengan sepenuh hati
b. Mengawal pelaksanaan “workshop” dengan penuh tanggungjawab.
c. Memberikan pendampingan/layanan  kepada guru-guru dengan semangat pantang menyerah
d. Dst.  yang menjadi peran calon kepala sekolah pada saat pelaksanaan kegiatan

c. Monitoring & Evaluasi
Monitoring adalah pemantauan rutin terhadap pelaksanaan kegiatan program untuk mengetahui perkembangan dan mengidentifikasi apakah kegiatan dijalankan sesuai perencanaan atau tidak. Jika terjadi pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan, segera diatasi supaya tidak terjadi kesalahan yang lebih fatal. Monitoring umumnya dilakukan ketika proses sedang berlangsung.
Evaluasi adalah penilaian terhadap pencapaian indikator keberhasilan. Evaluasi umumnya dilakukan  ketika kegiatan hampir atau telah selesai. Hasil evaluasi digunakan untuk pengambilan keputusan.

Monitoring dan evaluasi biasanya dilakukan pihak eksternal, dalam hal ini kepala sekolah atau guru senior yang ditugasi kepala sekolah untuk memonitoring dan mengevaluasi tindakan calon kepala sekolah.
Minimal ada tiga jenis monitoring pada saat pelaksanaan kegiatan

a. Monev activities untuk calon kepala sekolah itu sendiri.
Untuk memonitoring calon kepala sekolah dapat dilakukan dengan bantuan peserta atau kepala sekolah/pengawas. Calon kepala sekolah harus menyusun lembar monitoring dengan mempedomani indikator dari tujuan 1. Persiapkan lembar monevnya boleh memakai skala Likert, Tursdton, semantic difrensial atau yang lain.  Bagikan untuk peserta/kepala sekolah/pengawas  untuk di isi setiap akhir siklus dengan terlebih dahulu penjelasan.

b. Monev untuk peserta  
Monev untuk peserta di isi oleh calon kepala sekolah /narasumber setiap akhr siklus
c. Monev Penyelenggaraan 
Instrumen monev ini isi oleh peserta yang diberikan pada saat kegitan
d. Monev narasumber ( jika nara sumber bukan calon) : 
Instrumen ini di isi oleh peserta yang diberikan pada saat kegiatan

Tangungjawab/kegiatan  calon kepala sekolah dalam monev ini msalnya :
1) menyusun instrument monev
2) menyiapkan instrument monev
3) membagikan instrument monev
4) mengumpulkan instrument monev
5) merekap dan menganalisis data
6) membuat grafik hasil monev, dll.


d. Refleksi

Refleksi merupakan serangkaian kegiatan yaitu:

1. Merenungi dan mencermati setiap tahapan yang telah dilakukan.

2. Mencermati hasil monev dari kepala sekolah atau guru senior

3. Menganalisis hasil yang telah dan belum dicapai dengan proses tindakan yang telah dilakukan, kemudian membuat rekomendasi untuk  ditindak lanjuti pada siklus kedua.

Jika hasil refleksi belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, maka perlu disusun rencana tindak untuk siklus kedua berdasarkan kelemahan atau kekurangan pada siklus pertama. Jika hasil refleksi telah mencapai indikator yang ditetapkan, siklus kedua juga dapat terus dilakukan dengan meningkatkan atau menambah indikator keberhasilan.



6. Sumberdaya
Sumber daya meliputi sumber daya manusia dan non-manusia yang diberdayakan untuk mendukung tindakan agar tujuan dapat tercapai.
Sumber daya manusia misalnya : kepala sekolah, pengawas sekolah, nara sumber , guru senior,, dan lain sebagainya.
Non manusia : buku, internet, LCD, komputer, peraturan menteri/juknis   dan lain sebagainya.


7. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data adalah cara untuk mengumpulkan data/ informasi tentang perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program/ tindakan sebagai bahan masukan tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan program/ tindakan.
Misalnya :  interview(wawancara), studi dokument, observasi, kuesioner (angket) dan lain-lain.

8. Nilai-nilai Kepemimpinan:
Tuliskan nilai-nilai kepemimpinan spiritual, kewirausahaan dan kepemimpinan pembelajaran yang diterapkan pada langkah-langkah pelaksanaan program.
Nilai spiritual, misalnya visioner, yakin, cinta altruistik (saling menghargai, melayani, memaafkan, mementingkan kepentingan orang lain dari diri sendiri, merasa bahagia jika melihat orang lain bahagia, dll).
Nilai kewirausahaan, misalnya pantang menyerah, kerja keras, kreativitas  dan inovatif.
Nilai kepemimpinan pembelajaran, misalnya peduli/ fokus pada pembelajaran, terlibat aktif pada pengelolaan kurikulum, pengembangan guru, dan lain-lain.

DOWNLOAD PETUNJUK PENYUSUNAN RTL

Dokumen RTK yang dilampirkan dalam laporan /Fortofolio:

1. Jurnal kegiatan OJL
2. RTL dan Matriks RTK
3. Lembar AKPK yang telah dibagikan
4. Panduan pelaksanaan RTK
5. Lembar monev yang telah terisi dan di olah ( mewakili  5 orang) terdiri dari:
   a. Monev activities
   b. Monev peserta
   c. Monev penyelenggaraan
   d. Monev nara sumber
6. Undangan untuk nara sumber/peserta
7. Contoh hasil kegiatan peserta  
8. Daftar hadir peserta
9. Materi sajian
10. SK panitia  kegiatan yang diberntuk
11. Foto-foto kegiatan 

Baca Juga : B. Prosedur Pelaksanaan Supervisi Akademik Untuk Guru Yunior