Home » » Langkah Efektif Membentuk Disiplin Sekolah

Langkah Efektif Membentuk Disiplin Sekolah

Langkah Efektif Membentuk Disiplin Sekolah

Semua sekolah mengharapkan sekolah yang tertib, aman dan teratur , karena dengan kondisi demikianlah  peserta didik dapat belajar dengan baik sehingga dapat mencapai prestasi.  Kedisiplinan peserta didik dapat betumbuh/meningkat jika iklim sekolah menunjukkan kedisiplinan dan keteraturan .

Jika semua guru dan pegawai disiplin maka peserta didik pun akan ikut disiplin. Guru-guru dan pegawai akan disiplin apabila pemimpinnya dalam hal ini kepala sekolah yang pertama menunjukkan disiplin. Kepala sekolah sangat berperan penting dalam membentuk iklim sekolah yang kondusif dan disiplin. Kalau kepala sekolah tidak disipilin maka dipastikan sekolah tidak akan pernah disipilin. Karena kepala sekolah sebagai peminpin adalah orang yang memberi pengaruh besar terhadap yang dipimpinnya.
                      BACA: TIPS MEMBANGUN KERJA SAMA DI SEKOLAH 

Tentunya sekolah yang disiplin tidak terjadi dengan sendirinya tapi harus dikondisikan sedemikian rupa , memerlukan energi, semangat dan konsistensi. Oleh karena itu iklim disiplin harus dimulai dari perencanakan yang baik, kemudian organisasikan,   dilaksanakan ,dan dilakukan  monitoring dan evaluasi.

Merencanakan Disiplin di Sekolah

1.
 Penyusunan rencana harus melibatkan guru, tenaga administrasi dan orang tua peserta didik. Ketika mereka ikut merencanakan maka mereka ikut bertanggungjawab atas kelancaran pelaksanaannya.

2.
Rencana yang disusun harus sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Justru untuk mencapai visi itulah maka semua warga sekolah harus disiplin.

3.
Rencana yang disusun harus jelas, padat sehingga mudah dipahami, memuat secara jelas daftar perilaku yang dilarang beserta sangsinya. Dalam hal ini sanksi yang dibuat haruslah sanksi yang mendidik dan telah disepakati oleh siswa, guru, tenaga administrasi dan orang tua.

4.
Rencana yang disusun meningkat menjadi sebuah peraturan sekolah yang telah disepakati bersama , maka dilakukan sosialisasi melalui rapat, surat pemberitahuan kepada semua orang tua, sosialisasi ulang ke guru , tenaga administrasi dan  kesemua peserta didik. Jika perlu bentuk tim kampanye untuk hal tersebut, buat slogan, panpangkan aturan dengan jelas yang dapat di lihat oleh semua warga.

5.
Semua kegiatan yang terkait dengan peserta didik, harus di arahkan ke dalam pembentukan disiplin

Bagaimana melaksanakan aturan yang sudah ditetapkan sekolah ?

Agar aturan dapat terlaksana dengan baik maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut:

1.
Sekolah perlu memasyarakatkan aturan tersebut sehingga mendapat dukungan berbagai pihak, hal ini memerlukan waktu, jadi harus matang dan tersosialisasi dengan baik.

2.
Kepala sekolah perlu menyakinkan  guru, peserta didik, dan orang tua bahwa aturan tersebut akan menumbuhkan disiplin semua warga sekolah dan hal itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi sekolah.

3.
Kepala sekolah perlu memberikan kepercayaan kepada guru, tenaga administrasi untuk melaksanakan kedisiplinan sehari-hari.

4.
Kepala sekolah tentunya harus dapat menjadi teladan , berperilaku disiplin sesuai dengan peraturan  di setiap empat dan waktu,

5.
Sekolah perlu menyiapkan prosedur/mekanisme yang jelas tentang penangan kasus dan harus disepakati bersama , sehingga tidak ada yang tumpang tindih penanganan kasus.

6.
Pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan, harus segera di atasi dengan memberikan sanksi secara dengan konsisten. Guru sangat berperan memberi peringatan jika ada gejala penyimpangan dari siswa.

7.
Sekolah perlu memberikan penghargaan kepada guru, tenaga administrasi, dan peserta didik yang berperilaku disiplin sesuai dengan peraturan yang disepakati. Penghargaan tidak selalu bentuk financial akan tetapi bisa bentuk piagam atau kata-kata/pengumuman ketika ada acara tertentu.

8.
Melibatkan orang tua peserta didik, sehingga mereka ikut mendorong anaknya untuk senantiasa mematuhi disiplin.

10.
Bangun rasa kepedulian, dan kebersamaan di sekolah, dengan menyakinkan bahwa sekolah adalah milik bersama, sehingga ketertinggala dan  kemajuan sekolah menjadi tanggungjawab bersama.

11.
Perlu melibatkan OSIS untuk berkontribusi dalam menegakkan disiplin sekolah, maka perlu dari pihak peserta didik dibentuk tim untuk disiplin.

12.
Membuat peta siswa yang bermasalah untuk memperoleh pembinaan kusus. Ketika ada masalah, harus segera di atasi, lakukan prosedur sesuai aturan.

13.
Kepala sekolah perlu melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan peraturan, mengunjungi kelas secara berkala , mengadakan briefing bersama dengan guru untuk mengevaluasi secara berkala tentang pelaksanaan peraturan

14.
Secara periodik perlu dilakukan evaluasi, untuk mengetahui apakah peraturan tersebut masih cocok atau perlu dilakukan revisi.

Harus disadari, menjadikan sekolah yang tertib, aman dan teratur penuh disiplin tidaklah mudah, pasti banyak tantangan dari dalam dan dari luar sekolah , namun demikian seorang peminpin yang cerdas dan bertanggungjawab akan selalu ada ide dan mampu menjalin kerjasama.

Karena banyaknya tantangan inilah maka kepala sekolah dituntut memilik kompetensi kewirausahaan, yang memiliki sikap pantang menyerah, berani mengambil resiko, kreatif dan proaktif terhadap perubahan. Semoga kita memiliki iklim disiplin yang baik.

0 komentar:

Post a Comment