Home » » Tupoksi Kepala Laboratorium di Sekolah

Tupoksi Kepala Laboratorium di Sekolah

Salah satu tugas tambahan yang mengurangi jam mengajar di sekolah adalah menjadi Kepala Laboratorium Sekolah. Jika seorang guru diangkat menjadi kepala laboratorium sekolah maka tugas tambahan yang diemban setara dengan 12 jam mengajar. Artinya jika jumlah beban mengajar (tatap muka) guru minimal 24 jam maka seorang guru yang ditugaskan kepala sekolah sebagai kepala laboratorium cukup mengajar 12 jam tatap muka.

Beban mengajar sebagai kepala laoratorium tentu sangat menarik, apa lagi di sekolah tersebut guru masih ada yang kekurangan jam mengajar. Namun demikian tidak semua guru dapat diangkat menjadi kepala laboratorium, karena menjadi kepala laboratorium harus memenuhi syarat kualifikasi dan standar kompetensi yang telah ditentukan pemerintah.

Agar dapat diangkat menjadi kepala laboratorium di sekolah harus memenuhi syarat berikut:
1. Jika diangkat dari jalur guru
  a. Pendidikan minimal sarjana (S1);
  b. Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum;
  c. Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

2.Jika diangkat dari  jalur laboran/teknisi
  a. Pendidikan minimal diploma tiga (D3);
  b. Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi;
  c. Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain syarat di atas, sebagai kepala laboratorium harus memenuhi 4 kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. (Baca Permendiknas no. 26 tahun 2008) Dari kompetensi tersebut maka dapat dijabarkan tugas pokok kepala laboratorium sekolah (tupoksi) dalam mengelola laboratorium sekolah.

Mengelola laboratorium sekolah adalah serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan kegiatan laboratorium, pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan , pemeliharaan/perawatan peralatan dan bahan, pengevaluasian sistem kerja laboratorium , dan pengembangan kegiatan laboratorium baik untuk pendidikan , penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat menambah/menerapkan pengetahuan dan keterampilan  peserta didik sesuai dengan tuntutan kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.

Adapun tupoksi kepala laboratorium dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Menyusun rencana pengembangan laboratorium
  a. Merencanakan pengelolaan laboratorium
  b. Mengembangkan sistem administrasi laboratorium
  c. Merencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium sekolah/madrasah
  d. Menyusun prosedur operasi standar (POS) kerja laboratorium

2. Mengelola kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
  a. Mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru
  b. Menyusun jadwal kegiatan laboratorium
  c. Memantau pelaksanaan kegiatan laboratorium
  d. Mengevaluasi kegiatan laboratorium
  e. Menyusun laporan kegiatan laboratorium

3. Membagi tugas teknisi dan laboran laboratorium sekolah/ madrasah
  a. Merumuskan rincian tugas teknisi dan laboran
  b. Menentukan jadwal kerja teknisi dan laboran
  c. Mensupervisi teknisi danlaboran
  d. Membuat laporan secara periodik

4. Memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah/madrasah
  a. Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat laboratorium
  b. Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium
  c. Membuat laporan bulanan dan tahunan tentang kondisi dan pemanfaatan  laboratorium

5. Mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
  a. Menilai kinerja teknisi dan laboran laboratorium
  b. Menilai hasil kerja teknisi dan laboran
  c. Menilai kegiatan laboratorium
  d. Mengevaluasi program laboratorium untuk perbaikan selanjutnya

6. Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
  a. Mengikuti perkembangan pemikiran tentang pemanfaatan kegiatan laboratorium sebagai wahana pendidikan
  b. Menerapkan hasil inovasi atau kajian laboratorium
  c. Mengikuti perkembangan pemikiran tentang pemanfaatan kegiatan laboratorium sebagai wahana pendidikan
  d. Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium sekolah/madrasah
  e. Menerapkan hasil inovasi atau kajian laboratorium

7. Memanfaatkan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian di
sekolah/madrasah
  a. Menyusun panduan/penuntun(manual) praktikum
  b. Merancang kegiatan laboratorium untuk pendidikan dan penelitian
  c. Melaksanakan kegiatan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian
  d. Mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil kajian/inovasi

8.  Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah/madrasah
  a. Menetapkan ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja
  b. Menerapkan ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja
  c. Menerapkan prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun
  d. Memantau bahan berbahaya dan beracun, serta peralatan keselamatan kerja

Agar tupoksi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik maka kepala laboraorium menyusun program jangka pendek, menengah dan program jangka panjang. Adapun struktur program minimal dapat disusun sebagai berikut:

HALAMAN PEMBUKA
Halaman Judul
Lembaran Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel /Gambar/Grafik

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang/Rasional
B. Dasar Hukum
C. Tujuan
D. Manfaat

II. PROGRAM DAN RUANG LINGKUP
A. Struktur Organisasi Laboratorium
B. Rincian Tugas Pengelola Laboratorium
C. Program Jangka Pendek
D. Program Jangka menengah
E. Program Jangka Panjang

III. PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS)
A. Tata Tertib Penggunaan Laboratorium
B. Prosedur Operasional Standar (POS)
C. Monitoring dan Evaluasi

IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran/Rekomendasi

Semoga guru yang diangkat menjadi kepala laboratorium dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

0 komentar:

Post a Comment