Langkah Efektif Membentuk Disiplin Sekolah

Langkah Efektif Membentuk Disiplin Sekolah

Semua sekolah mengharapkan sekolah yang tertib, aman dan teratur , karena dengan kondisi demikianlah  peserta didik dapat belajar dengan baik sehingga dapat mencapai prestasi.  

Kedisiplinan peserta didik dapat betumbuh/meningkat jika iklim sekolah menunjukkan kedisiplinan dan keteraturan .

Jika semua guru dan pegawai disiplin maka peserta didik pun akan ikut disiplin. Guru-guru dan pegawai akan disiplin apabila pemimpinnya dalam hal ini kepala sekolah yang pertama menunjukkan disiplin. 

Kepala sekolah sangat berperan penting dalam membentuk iklim sekolah yang kondusif dan disiplin. Kalau kepala sekolah tidak disipilin maka dipastikan sekolah tidak akan pernah disipilin. Karena kepala sekolah sebagai peminpin adalah orang yang memberi pengaruh besar terhadap yang dipimpinnya.

 BACA: TIPS MEMBANGUN KERJA SAMA DI SEKOLAH 

Tentunya sekolah yang disiplin tidak terjadi dengan sendirinya tapi harus dikondisikan sedemikian rupa , memerlukan energi, semangat dan konsistensi. 

Oleh karena itu iklim disiplin harus dimulai dari perencanakan yang baik, kemudian organisasikan,   dilaksanakan ,dan dilakukan  monitoring dan evaluasi.

Merencanakan Disiplin di Sekolah

1.
 Penyusunan rencana harus melibatkan guru, tenaga administrasi dan orang tua peserta didik. Ketika mereka ikut merencanakan maka mereka ikut bertanggungjawab atas kelancaran pelaksanaannya.

2.
Rencana yang disusun harus sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Justru untuk mencapai visi itulah maka semua warga sekolah harus disiplin.

3.
Rencana yang disusun harus jelas, padat sehingga mudah dipahami, memuat secara jelas daftar perilaku yang dilarang beserta sangsinya. Dalam hal ini sanksi yang dibuat haruslah sanksi yang mendidik dan telah disepakati oleh siswa, guru, tenaga administrasi dan orang tua.

4.
Rencana yang disusun meningkat menjadi sebuah peraturan sekolah yang telah disepakati bersama , maka dilakukan sosialisasi melalui rapat, surat pemberitahuan kepada semua orang tua, sosialisasi ulang ke guru , tenaga administrasi dan  kesemua peserta didik. Jika perlu bentuk tim kampanye untuk hal tersebut, buat slogan, panpangkan aturan dengan jelas yang dapat di lihat oleh semua warga.

5.
Semua kegiatan yang terkait dengan peserta didik, harus di arahkan ke dalam pembentukan disiplin

Bagaimana melaksanakan aturan yang sudah ditetapkan sekolah ?

Agar aturan dapat terlaksana dengan baik maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut:

1.
Sekolah perlu memasyarakatkan aturan tersebut sehingga mendapat dukungan berbagai pihak, hal ini memerlukan waktu, jadi harus matang dan tersosialisasi dengan baik.

2.
Kepala sekolah perlu menyakinkan  guru, peserta didik, dan orang tua bahwa aturan tersebut akan menumbuhkan disiplin semua warga sekolah dan hal itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi sekolah.

3.
Kepala sekolah perlu memberikan kepercayaan kepada guru, tenaga administrasi untuk melaksanakan kedisiplinan sehari-hari.

4.
Kepala sekolah tentunya harus dapat menjadi teladan , berperilaku disiplin sesuai dengan peraturan  di setiap empat dan waktu,

5.
Sekolah perlu menyiapkan prosedur/mekanisme yang jelas tentang penangan kasus dan harus disepakati bersama , sehingga tidak ada yang tumpang tindih penanganan kasus.

6.
Pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan, harus segera di atasi dengan memberikan sanksi secara dengan konsisten. Guru sangat berperan memberi peringatan jika ada gejala penyimpangan dari siswa.

7.
Sekolah perlu memberikan penghargaan kepada guru, tenaga administrasi, dan peserta didik yang berperilaku disiplin sesuai dengan peraturan yang disepakati. Penghargaan tidak selalu bentuk finansial akan tetapi bisa bentuk piagam atau kata-kata/pengumuman ketika ada acara tertentu.

8.
Melibatkan orang tua peserta didik, sehingga mereka ikut mendorong anaknya untuk senantiasa mematuhi disiplin.

10.
Bangun rasa kepedulian, dan kebersamaan di sekolah, dengan menyakinkan bahwa sekolah adalah milik bersama, sehingga ketertinggala dan  kemajuan sekolah menjadi tanggungjawab bersama.

11.
Perlu melibatkan OSIS untuk berkontribusi dalam menegakkan disiplin sekolah, maka perlu dari pihak peserta didik dibentuk tim untuk disiplin.

12.
Membuat peta siswa yang bermasalah untuk memperoleh pembinaan kusus. Ketika ada masalah, harus segera di atasi, lakukan prosedur sesuai aturan.

13.
Kepala sekolah perlu melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan peraturan, mengunjungi kelas secara berkala , mengadakan briefing bersama dengan guru untuk mengevaluasi secara berkala tentang pelaksanaan peraturan

14.
Secara periodik perlu dilakukan evaluasi, untuk mengetahui apakah peraturan tersebut masih cocok atau perlu dilakukan revisi.

Baca: Strategi Membangun Literasi di Sekolah 

Harus disadari, menjadikan sekolah yang tertib, aman dan teratur penuh disiplin tidaklah mudah, pasti banyak tantangan dari dalam dan dari luar sekolah , namun demikian seorang peminpin yang cerdas dan bertanggungjawab akan selalu ada ide dan mampu menjalin kerjasama.

Karena banyaknya tantangan inilah maka kepala sekolah dituntut memilik kompetensi kewirausahaan, yang memiliki sikap pantang menyerah, berani mengambil resiko, kreatif dan proaktif terhadap perubahan. Semoga kita memiliki iklim disiplin yang baik.

Menata Sistem Informasi Manajeman Di Sekolah

Salah satu kegiatan yang sangat penting di sekolah namun sering terlupakan adalah pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Secara umum sekolah sudah banyak yang melaksanakannya,  akan tetapi bukti fisik yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sudah terlaksana dengan baik  belum dapat diperlihatkan, khususnya pada saat akreditasi sekolah. 

Selain hal tersebut sesuai perkembangan pendidikan dan informasi yang cepat berubah maka  sudah saatnya sekolah memberikan perhatian serius tentang sistem informasi manajeman.

Baca Juga: Program Pengawasan dan Supervisi

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan oleh Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan beberapa hal yang harus dilengkapi  sekolah antara lain:

1.    Mengelola sistem informasi manajemen yang mermadai untuk  mendukung administrasi
       pendidikan yang efektif, efisien dan  akuntabel;
2.    Menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan muda   diakses;
3.    Menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk  melayani permintaan informasi
       rnaupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan
       sekolah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam   dan didokumentasikan;
4.    Melaporkan data informasi sekolah/madrasah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas
       Pendidikan  Propinsi /Kabupaten/Kota

Selain hal di atas dikatakan juga agar komunikasi antar warga sekolah/madrasah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif. Untuk dapat melakukan kegiatan di atas maka perlu mengingat kembali pengertian  SIM itu sendiri sehingga sekolah dapat menempuh langkah-langkah yang harus dikerjakan atau mengelolanya.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem yang secara terpadu mengaitkan manusia dengan mesin (peralatan) untuk menyajikan informasi guna mendukung pimpinan organisasi dalam mengelola dan mengambil keputusan. 

Menurut Mc. Leod seorang ahli dalam sistem informasi manajemen mengartikan bahwa  Sistem Informasi Manajemen adalah  suatu sistem berbasis computer yang menyediakan informasi/data bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan serupa. Informasi digunakan oleh pengelola atau pun staf lainnya pada saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.

Dari pengertian di atas ada beberapa hal atau unsur-unsur di dalam SIM yang harus kita perhatikan yaitu:

1. Data dan informasi  sekolah
2. Pendekatan sistem
3. Proses pengolahan data
4. Sistem peralatan/Komputerisasi 

Informasi/data  yang baik merupakan hal penting dalam pengambilan suatu keputusan, kualitas infromasi sangat menentukan keputusan yang diambil. Oleh karena itu informasi yang baik dan siap pakai sangat diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan, maupun perencanaan sekolah di tahun selanjutnya.

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik informasi yang baik dan siap digunakan dalam pengambilan keputusan atau perencanaan sekolah:

Akurat
Syarat utama informasi dikatakan siap pakai adalah akurat. Informasi yang diterima harus benar, merefleksikan fakta yang sebenarnya, tepat, dan sebaiknya merupakan hasil analisis statistik yang baik.

Tepat Waktu
Selain akurat informasi harus tepat waktu, dalam arti informasi harus tersedia pada saat yang dibutuhkan. Misalnya, kepala sekolah harus mengetahui berapa jumlah siswanya saat ini secara akurat berapa perempuan dan laki-laki di tiap tingkat.

Relevan
Selanjutnya karakteristik informasi siap pakai adalah relevan, dalam arti informasi yang disampaikan memiliki hubungan terkait dengan keputusan yang akan diambil. Misalnya, hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan kepala labour dan  kepala perpustakaan adalah latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan yang pernah diikuti, usia,, dan kompetensi.  

Lengkap dan Memadai
Karakteristik selanjutnya adalah informasi/data  yang terkumpul maupun diterima  harus lengkap dan memadai dalam kuantitas dan kualitas sesuai laporan yang dibutuhkan.

Up to Date
Informasi juga harus Up to Date, hal ini karena lingkungan selalu mengalami perubahan setiap saat. Perubahan dapat menimbulkan kesempatan tersendiri. Perubahan tersebut tidak dapat dicegah melainkan harus di antisipasi dengan baik. 

Oleh karena itu informasi yang diperoleh terbaru dan mengakomodir perubahan-perubahan yang terjadi dan memudahkan manajemen mengambil keputusan yang tepat.

Dapat Diandalkan
Informasi harus handal dan dapat dipercaya, juga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi yang tidak jelas sumbernya akan tidak handal dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Dengan demikian sumber informasi harus terpercaya/ diperoleh dengan cara tepat, dan diroses dengan cara yang benar, serta pendistribusiannya dapat dipercaya.

Dapat Dimengerti
Karakterisitik informasi selanjutnya adalah dapat dimengerti, informasi harus dapat dibaca dan dipahami dengan baik agar informasi tersebut berguna bagi para pembuat keputusan, meskipun pengguna informasi dianggap memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami informasi tersebut. Jika informasi mudah dimengerti oleh pengguna informasi maka proses pembuatan keputusan dapat dipercepat.

Dapat Dibandingkan                                                               
Informasi harus dapat dibandingkan dengan keadaan perusahaan saat ini, masa lalu, dan masa yang akan datang, serta kemampuan potensial yang dimiliki kepada pihak asing.

Agar data /informasi seperti di atas maka sekolah perlu menyiapkan hal-hal berikut:

Membentuk Tim atau orang yang ditugaskan dalam mengelola SIM dengan menerbitkan  surat keputusan yang terdiri dari:

1.  Desainer     : Orang yang mampu menganalisis masalah dalam lembaga

2. Pemogram   : Orang yang menyusun program sesuai dengan ke inginan desainer

3. Pustakawan : Orang yang menangani data dan penyimpanannya

4. Teknisi         : Orang yang merawat perangkat keras dan jaringan computer

5. Operator      : orang yang bertugas memasukkan dan merawat file (berkas)


Pembentukan tim  di atas sangat tergantung kepada keadaan sekolah, dan dimungkinkan untuk jabatan rangkap. Selanjutnya petugas yang ditunjuk dijabarkan rinciannya.

Sistem kerja dari SIM yang dikelola tersebut terdiri atas unsur input, proses dan output.

Input adalah masukan-masukan data yang akurat dari bidang kurikulum, kesiswawaan, kepegawaian, sarana dan prasarana, keuangan dan hubungan sekolah dengan masyarakat. Demikian juga  dengan data delapan standar nasional pendidikan, kondisi awal dan   pencapain tiap standar harus dilengkapi  dalam data input per tahun.

Proses dapat dilakukan manual atau bantuan computer, namun sesuai dengan perkembangan masa kini hendaknya semua data sudah diproses dengan sistem computer. Agar hal ini dapat tercapai maka diperlukan prosedur yang jelas, ketersediaan peralatan, ketersediaan data/informasi, dan pemeliharaan sistem.

Output : merupakan informasi yang disajikan untuk kepala sekolah atau pihak lain yang membutuhkan sebagai bahan dalam membuat keputusan ,  perencanaan  dan pertanggungjawaban sekolah.

Alur penanganan informasi disekolah diawali  dari kegiatan berikut :

Perencanaan data  : menetapkan tujuan, jenis dan waktu pengumpulan data.

Pengorganisasian data : menetapkan tugas dan ruanglingkup data yang ditangani oleh sekolah

Pengumpulan dan penyiapan data: menentukan metode, menentukan sumber, menyusun pengumpulan data dan pelaksanaan pengumpulan data.

Pengolahan data : menentukan format sajian, menyesuaikan permintaan informasi, dan mengamankan informasi.

Penyajian laporan: menganalisis dan menginterpretasikan hasil olahan data serta mengamankan hasilnya.

Dengan demikian data dan informasi di sekolah dapat akurat sebagai sumber pengambilan keputusan, perencanaan ke depan, peningkatan mutu dan pertanggungjawaban bahwa sekolah sudah terkelola dengan baik. Semoga.



Tips Mempersiapkan Akreditasi Sekolah




Akreditasi sekolah/madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan profesional.dalam hal ini adalah Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah(BAN/S/M).Bahan menentukan kelayakan tersebut dilihat dari ketercapain/terpenuhinya 8 standar pendidikan yang terlihat dari kondisi riel dan dibuktikan dokumen atau administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.  

Agar akreditasi dapat terlaksana dengan baik, lancar dan memberikan hasil maksimal maka ada beberapa langkah yang harus dikerjakan sekolah :

Langkah -1
Sekolah melakukan sosialisasi ke semua steakholders sekolah, siswa , guru, tenaga administrasi, komite sekolah/tokoh masyarakat yang dapat membantu dan menfasilitasi persiapan akreditasi sekolah.

Langkah- 2..
Sekolah perlu membentuk tim kerja yang mempersiapkan semua dokumen dan bukti fisik secara nyata, akurat dan dapat dipertangungjawabkan. Tim tersebut diterbitkan surat keputusan sehingga memiliki legal formal, boleh dalam bentuk kepanitiaan yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan anggota, atau susunan dalam bentuk lainnya.

Langkah -3
Panitia yang ditunjuk melakukan rapat, dan ditetapkan pembagian tugas yang jelas, siapa dan mengerjakan apa. Dalam hal ini boleh dibagi masing –masing menurut standar pendidikan.Kemudian diskusikan prosedur yang harus ditempuh dan dokumen yang harus dipersiapkan.

Langkah-4
Kepala sekolah atau panitia perlu menentukan target kerjanya, tentukan batas waktu penyelesaian tanggungjawab masing-masing.

Langkah-5
Masing-masing angota yang ditunjuk, diberikan standar yang menjadi tanggungjawabnya untuk dipelajari, berdiskusi tentang instrument dengan memperhatikan petunjuk teknis penilaian yang disediakan (dokumen dapat di download) kemudian mulai mengumpulkan dokumen data/fakta dan pembenahan terhadap sarana/prasarana sekolah.

Langkah-6
Semua dokumen yang dikumpulkan oleh anggota yang ditunjuk dimasukan kedalam map besar, diberi label dan standar. Kalau memungkinkan setiap butir instrument ditempelkan bersama bukti fisiknya;

Langkah-7
Perlu dilakukan monev oleh kepala sekolah untuk mengetahui proses pekerjaanya, kendala yang ditemukan dan hasil yang sudah dicapai. Dalam hal ini lakukan pertemuan secara berkala satu kali dua minggu atau disepakati bersama;

Langkah -8
Semua dokumen yang telah terkumpul ditempatkan dalam satu tempat dan di atur sedemikian rupa sehigga mudah nantinya diperiksa oleh tim akreditasi yang menverivikasi data.  
Berikut ini adalah beberapa daftar dokumen bukti fisik yang sangat penting yang harus disiapkan sekolah dalam rangka akreditasi sekolah/ madrasah:

1. Dokumen Standar Isi

  •  KTSP Dokumen I, II dan III
  •  Referensi pengembangan Kurikulum (berupa buku panduan dalam penyusunan KTSP)
  • Kalender pendidikan,
  • SK tim pengembang kurikulum
  • Silabus pembelajaran
  • Berita acara pengembangan KTSP dan silabus tiap mata pelajaran dan daftar hadir
  • Berita acara penetapan KKM dan daftar hadir
  • Dokumen RPP (terlihat pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan)
  • Buku pelajaran
  • Berita acara rapat dan daftar hadir (guru, komite dan tokoh masyarakat)
  • Program pengembangan diri (program layanan BK dan program ekstrakurikuler)
  • Dokumen tugas siswa (Tugas terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur)
  • Notulen rapat 
  • Jadwal Pelajaran
  • Dan lain-lain
2. Standar proses
  • Dokumen RPP
  • Dokumen monev & laporan pemantauan proses pembelajaran
  • Dokumen laporan pelaksanaan supervisi proses pembelajaran dan tindak lanjutnya
  • Kumpulan instrumen supervisi yang telah terisi dan pengolahannya
  • Catatan hasil evaluasi proses pembelajaran oleh kepala sekolah.
  • Dokumen laporan pengawasan proses pembelajaran
  • Dokumen tindak lanjut hasil evaluasi
3. Standar kompetensi lulusan
  • Dokumen  RPP
  • Tugas siswa
  • Tata tertib sekolah
  • Piagam penghargaan siswa
  • Dokumen ujian nasional
  • Dokumen kegiatan lomba-lomba, pentas seni budaya, kegiatan bulan bahasa 
  • Dan lain-lain yang berkaitan dengan standar lulusan
4. Standar pendidik dan kependidikan
  • Dokumen semua Ijajah guru/TU   dan sertifikat pendidik (lengkapi dengan rekapnya)
  • Dokumen rapat guru (surat undangan, daftar hadir, notula rapat)
  • Daftar hadir guru selama 1 semester (rekap kehadiran)
  • Sertifikat pendidik dan jadwal mengajar
  • Ijazah kepala sekolah dan sertifikat pendidik
  • Surat keterangan pengalaman mengajar kepala sekolah minimal 5 tahun
  • Dokumen pengelolaan selama 3 tahun terakhir (dokumen jumlah siswa, prestasi siswa  pengembanagan profesi guru, pengembangan kurikulum, perkembangan sarana dan prasarana, kerjasama dengan pihak terkait)
  • Pembukuan pengeloaan keuangan bidang kewira usahaan
  • Dokumen surat perjanjian, piagam atau dokumen lain.
  • Dokumen supervisi
  • Ijazah tenaga administrasi
  • Ijazah tenaga perpustakaan
  • SK Kepala Sekolah (penjaga, tenaga kebersihan, pesuruh, tukang kebun)
  • Dan lain-lain yang berkaitan dengan standar proses
5. Standar sarana dan prasarana
  • Surat izin mendirikan bangunan
  • Surat izin penggunaan bangunan
  • Standar bangunan dan kelengkapannya
  • Luas lahan dan akte kepemilikan
  • Laporan pemeliharaan bangunan
  • Buku teks pelajaran
  • Ketersediaan prasarana perlu mendapat perhatian seperti:Ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang labotatorium IPA, ruang pimpinan, ruang guru, tempatibadah dan kelengkapannya, ruang UKS, jamban, gudang, ruang sirkulasi, tempat bermain/olahraga
  • Program perawatan sekolah secara berkala
  •  Dan lain-lain
6. Standar pengelolaan
  • Dokumen visi, misi dan tujuan sekolah
  • RKS/RKJM dan RKT/RKAS
  • Program supervisi dan bukti pelaksanaanya
  • Program monitoring dan Evaluasi
  • Notulen rapat lengkap tanda tangan kepala sekolah dan di stempel
  • KTSP, Kalender pendidikan,
  • Struktur organisasi dan rincian tugasnya ,
  • Pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan,
  • Peraturan akademik, tata tertib guru/tatatertib siswa, kode etik guru,
  • Biaya operasi sekolah, program pembelajaran, penilaian hasil belajar siswa
  • Dokumen layanan konseling,
  • Program pembinaan prestasi,
  • Program ektrakurikuler,
  • Daftar alumi
  • Proram pendayagunaan pendidik (pembagian tugas, penentuan sistem penghargaan, pengembangan profesi, promosi dan penempatan, mutasi)
  • Program pengawasan dan bukti sosialisasi program
  • Laporan evaluasi diri sekolah (EDS)/Pemetaan mutu
  • Laporan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
  • Agenda kerja kepala sekolah,
  • Dokumen pengelolaan sistem informasi manajemen
  • Dokumen pembelanjaan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dan daftar peneriman  tahun sebelumnya
  • Dokumen penerimaan siswa baru
7. Standar pembiayaan
  • Dokumen investasi sarana dan prasarana
  • RKAS
  • Buku kas umum, buku kas harian, buku bank, buku pajak
  • Daftar gaji
  • Laporan keuangan 3 tahun terakhir lengkap dengan bukti pengeluaran
  • Pedoman pengelolaan keuangan
  • SK Pernunjukan Bendahara
  • Daftar alokasi biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan siswa, guru dan tenaga lainnya
  • Dan lain-lain yang berkaitan dengan keuangan 
8. Standar penilaian

  • Silabus pembelajaran
  • RPP
  • Arsip tes, nilai tes, nilai pengamatan, dan nilai tugas terstruktur maupun mandiri.
  • Analisis hasil belajar
  • Buku penghubung guru dan orang tua dan bukti kerja siswa.
  • Program remedial dan pengayaan serta revisi perangkat pembelajaran
  • Arsip hasil evaluasi belajar yang telah ditandatangani guru dan kepala sekolah/madrasah.
  • Catatan hasil mengkomunikasikan penilaian dari guru ke guru yang bersangkutan
  • Dokumen rapat ,(surat undangan, berita acara rapat, hasil rapat, surat Keputusan kepala sekolah/madrasah tentang kepanitiaan ujian tengah semester, ulangan akhir semester dan ujian akhir semester, rapat kenaikan kelas)
  • Laporan pencapaian hasil belajar
  • Dokumen ujian, Bukti penyerahan  ijazah dan lain-lain. 
Selain dari dokumen juga asessor melaksanakan supervisi kunjungan kelas kepada guru yang ditunjuk secara acak. Observasi terhadap lingkungan sekolah, sarana/prasarana sekolah, dan asessor melakukan wawan cara  kepala sekolah, panitia, guru, tenaga administrasi, komite sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah. 

Kelengkapan lainnya adalah instrumen akreditasi yang telah terisi (evaluasi diri), Instrumen pengumpul data dan informasi pendukung akreditasi telah terisi, materai 6000 dua buah untuk ditempel dalam berita acara, foto-foto kegiatan dan sarana/prasarana. 

Berdasarkan pengalaman walaupun administrasi untuk akreditasi di atas sangat banyak tapi apabila  dikerjakan dengan tim yang kompak ,  tidak akan terasa terbebani saat akan menghadapi proses akreditasi. Karena administrasi tersebut merupakan administrasi kegiatan sehari-hari, bulanan maupun tahunan. Oleh karena itu siapkan dari sekarang juga sebelum proses akreditasi dimulai.


Cara Terbaru Menyusun Laporan Pengembangan Diri Guru

Laporan pengembangan diri adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan profesionalisme guru itu sendiri agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau kebijakan pendidikan nasional  serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni.  Pengembangan diri yang dilakukan oleh guru terdiri dari

1. Pendidikan dan Latihan Fungsional dan Teknis

Pendidikan dan latihan fungsional  dan teknis yaitu kegiatan peningkatan kompetensi guru dan/atau pemantapan wawasan, pengetahuan , sikap, nilai dan keterampilan sesuai dengan profesi guru yang berguna dalam pelaksanaan tugas guru. 

Kegiatan tersebut didasarkan atas penugasan dari kepala sekolah atau kehendak sendiri setelah mendapat izin dari kepala sekolah.  

Adapun syarat yang harus dipenuhi sehingga kegiatan tersebut digolongkan ke dalam diklat fungsional adalah :

Lembaga yang memberikan adalah lembaga yang memliki izin penyelenggaraan dari instansi berwewenang seperti : PPPPTK, LPMP, LPPKS, BKD dan lembaga diklat yang diselenggarakan oleh masyarakat yang mendapat izin dari pemerintah.

Jenis kegiatannya dapat berupa kursus, pelatihan, penataran, bimtek dengan durasi waktu minimal 30 jam. Artinya jika kegiatan tersebut dilihat dari segi waktu kuran dari 30 jam maka kegiatan tersebut belum bisa digolongkan ke diklat fungsional.

Perhitungan angka kredit dari kegiatan diklat fungsional guru mengacu kepada Permeneg PAN dan RB nomor 16 tahun 2009 seperti tabel di bawah ini.

Jenis Kegiatan Diklat dengan Durasi Jam
Angka Kredit
 30 sampai 80 jam
1
81 sampai 180 jam
2
181 sampai 480 jam
3
481 sampai 640 jam
6
601 sampai 960 jam
9
Lebih dari 960 jam
15

Bukti fisik yang harus dilengkapi guru adalah foto copy  surat tugas dari kepala sekolah atau 
instansi lain yang disahkan oleh kepala sekolah. 

Foto copy Sertifikat diklat yang di sahkan olehkepala sekolah sedangkan untuk  kepala 
sekolah di sahkan oleh dinas pendidikan sebagai atasan lansung.
Laporan yang disusun oleh guru bersangkutan terkait dengan kegiatan diklat yang di ikutinya.

2. Kegiatan kolektif guru

Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan yang di ikuti guru untuk meningkatkan kompetensinya melalui kegiatan bersama (kolektif) baik di sekolah maupun di luar sekolah seperti kegiatan di KKG/MGMP/, KKKS/MKKS, PGRI, Forum Guru, lokakarya di sekolah, In house training dengan durasi waktu kurang dari 30 jam, workshop di sekolah, seminar, koloqium, diskusi panel dan bentuk pertemuan lainnya.  Kegiatan tersebut dilaksanakan atas dasar  penugasan kepala sekolah, apabila penugasan tersebut dari instansi lain atau kehendak sendiri maka tetap harus ada persetujuan dari kepala sekolah.

Apabila kegiatan tersebut dilaksanakan di KKG/MGMP maka perhitungan angka kredit nya dilakukan dengan sistem paket yang dilihat dari kesetaraan dan keluasan materi yang dibahasnya, misalnya materi silabus, RPP, bahan ajar dibutuhkan 3 kali pertemuan maka  kegiatan tersebut  di hitung satu paket; pengembangan instrument penilaian dibutuhkan 3 kali pertemuan untuk satu paket; pengembangn model-model pembelajaran dibutuhkan 3 kali pertemuan untuk satu paket;  pembuatan alat peraga dibutuhkan 3 kali pertemuan untuk satu paket; pengembangan karya ilmiah guru dibutuhkan 4 kali pertemuan untuk satu paket.

Setelah guru melakukan kegiatan tersebut maka laporanya di susun  setiap tahun yang didalamnya tergambar paket yang diikutinya lengkap dengan lampirannya. Untuk memperoleh angka kredit maka kehadiran guru minimal 85% dari seluruh pertemuan.

Agar hal tersebut dapat tercapai maka ketua KKG/MGMP membuat rekap daftarhadir dan surat keterangan untuk di usulkan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota/propinsi. Dalam hal ini dapat diberikan wewenang kepada petugas yang ditunjuk.

 Perhitungan angka kredit sesuai dengan permendiknas nomor 35 tahun 2010 adalah sebagai berikut:

Jenis kegiatan Kolektif Guru
Angka Kreditnya
Lokakarya , workshop, bintek, KKG/MGMP/MKKS yang terkait dengan kurikulum atau pembelajaran
0,15
Kegiatan ilmiah, seminar, koloqium, diskusi panel, dan bentuk pertemuan lainnya
Sebagai pembahas /pemakalah
Sebagai peserta


0,2
0,1
Kegiatan kolektiflainya termasuk in house training < 30 jam
0,1

Berikut ini struktur laporan pengembangan diri minimal yang harus dibuat guru setiap tahunnya agar dapat diperhitungkan angka kreditnya. 

I. Laporan diklat fungsional guru disusun dengan urutan sebagi berikut:

A. Bagian Pembuka

     1. Lembar Sampul

     2. Lembar Identitas

     3. Lembar Pengesahan

     4. Kata Pengantar

     5. Daftar Isi

B. Bagian Awal/Pendahuluan  

Bagian awal ini memuat keterangan  tentang :  judul diklat yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan diklat, di mana kegiatan diklat diselenggarakan, tujuan dari  penyelenggaraan diklat, lama waktu pelaksanaan diklat, surat penugasan, penyelenggara/pelaksana diklat, surat persetujuan dari kepala Sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana diklat.

C. Bagian Isi :

Tujuan dan alasan mengikuti diklat/pengembangan diri yang dilakukan.

Deskripsi materi yang diberikan dalam diklat/pengem-bangan diri serta uraian kesesuaian dengan peningkatan keprofesian. guru yang bersangkutan.

Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta diklat/pengembangan diri berdasarkan hasil dari mengikuti diklat tersebut.

Dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu. KBM dan peserta didikya.

D. Penutup

Bagian Akhir dibuat:

Lampiran berupa matrik ringkasan pelaksanaan diklat yang disajikan sebagaimana tabel berikut
: Nama Diklat
Tempat Kegiatan
Jumlah Jam Kegiatan Diklat
Nama Fasilitator
Mata Diklat/
Kompe-tensi
Nama Penyelenggara Kegiatan
Dampak*)









 Di isi dengan dampak mengenai perubahan prestasi siswa.

II. Laporan kegiatan kolektif  guru disusun dengan urutan sebagi berikut:

A. Bagian Pembuka

    1. Lembar Sampul

    2. Lembar Identitas

    3. Lembar Pengesahan

    4. Kata Pengantar

    5. Daftar Isi

B. Bagian Awal/Pendahuluan (Bab I)

Memuat garis besar isi/materi kegiatan yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan, dimana kegiatan dilaksanakan dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan, lama waktu pelaksanaan kegiatan, surat penugasan, surat persetujuan dari kepala sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana kegiatan (jika ada).

Kegiatan kolektif guru yang dilaksanakan di kelompok kerja/ musyawarah guru (KKG, MGMP, KKKS, MKKS) atau melalui IHT di sekolah.

Sertifikat/surat keterangan diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan tahun ajaran di akhir pelaksanaan pertemuan kegiatan rutin kelompok/ musyawarah kerja guru.

Sertifikat/surat keterangan sebagai bukti keikutsertaan kegiatan kelompok kerja/musyawarah guru tersebut harus ditandatangani oleh Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGM), Kelompok Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (KKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah/Madrasah (KKPS). Adanya penambahan kompetensi pada guru sendiri maupun adanya perubahan dalam KBM yang lebih baik dan prestasi peserta didik.

C. Bagian Isi (Bab II)

Tujuan dan alasan mengikuti kegiatan yang dilakukan;

Penjelasan isi kegiatan;

Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta kegiatan tersebut;

dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu KBM dan peserta didik;

D. Penutup (Bab III)

Bagian Akhir memuat:
Lampiran yang terdiri dari:  makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan;
matriks ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disajikan sebagaimana tabel berikut.

No
Nama Kegiatan
Tanggal Pelaksanaan
Institusi Penyelenggara
Tempat Kegiatan
Waktu Kegiatan
Nama Fasilitator/Pemakalah
 Dampak



















Laporan pengembangan diri seperti dijelaskan di tas dapat disatukan  akan tetapi harus terlihat uraian dari masing-masing kegiatan diklat fungsional dan kegiatan kolektif  yang diikuti guru setiap tahunnya. Selanjutnya dijilid dengan rapi dan ditandatangani oleh yang bersangkutan, koordinator PKB di sekolah serta di sahkan oleh kepala sekolah. 

Demikianlah penyusunan laporan pengembangan diri dengan versi terbaru, semoga para guru dapat memahami dan membuat laporan kegiatannya setiapa tahun.

Baca Juga : Contoh Buku Pedoman Guru