Home » » TIPS MELAKSANAKAN KEGIATAN OJL CALON KEPALA SEKOLAH

TIPS MELAKSANAKAN KEGIATAN OJL CALON KEPALA SEKOLAH

Setelah calon kepala sekolah selesai melaksanakan inservice learning satu (in-1), maka calon kepala sekolah akan melanjutkan tugas on the job learning di sekolah mangang-1 selama 150 jam dan sekolah magang-2 selama 50 jam. Untuk memudahkan pelaksanaan tugas tersebut calon kepala sekolah harus membuat perencanaan yang baik dan mudah dilaksanakan. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan calon kepala sekolah sehingga kegiatan  OJL  dapat terlaksana dan laporannya dapat disusun dengan baik.

1. Melakukan pemahaman ulang terhadap RTL dan RTK yang disusun ketika inservice learning-1. Jika RTK yang disusun ternyata tidak sesuai dengan kondisi sekolah sendiri (magang 1) dapat dilakukan perbaikan dan terlebh dahulu koordinasi dengan MT masing-masing.

2. Melaporkan/koordinasi rencana kegiatan calon  kepada  kepala sekolah magang 1 (mentor 1) dan kepala sekolah magang 2 (mentor 2)  tentang ruang lingkup kegiatan yang akan dilakukan disekolah magang 1 dan 2. Sekaligus mencari dukungan dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah,  pengawas sekolah maupun teman sejawat.

3. Mempelajari kondisi sekolah, kegiatan yang ada di sekolah sehingga dapat membuat skala prioritas tentang apa yang duluan dilaksanakan, memang RTL sudah disusun namun tidak menutup kemungkinan bergeser sesuai kondisi lapangan.

4. Membuat format jurnal kegiatan yang nantinya di isi pada setiap  melaksanakan kegiatan dan jurnal ini dilampirkan pada laporan.

5. Membuat persiapan-persiapan sesuai aspek penugasan

Ada 5 aspek penugasan yang akan dilakukan calon kepala sekolah dilapangan :yaitu:

1)Melaksanakan RTK, 2) Supervisi guru junior untuk 2 orang guru masing-masing 2 sikulus; 3) Menyusun RPP satu KD lengkap sampai ke penilaian dan bahan ajar, khusus untuk peserta dari SD dan TK satu sub tema. 4)Melakukan kajian manajerial di sekolah magang 1 dan 2;  dan 5) Melaksanakan peningkatan AKPK di sekolah magang 2. Perlu di ingat: nomor 1), 2) dan 3) hanya dilaksanakan di sekolah sendiri(magang 1). Nomor 4) di sekolah magang 1 dan 2 sedangkan nomor 5) hanya dilaksanakan di sekolah magang 2). Berikut masing-masing penjelasanya:

A. Rencana Tindak Kepemimpinan (RTK)
RTK adalah penjabaran rencana pengembangan sekolah secara operasional yang di dalamnya memuat tindakan-tindakan kepemimpinan calon kepala sekolah sebagai implementasi 4M (Mempengaruhi, Menggerakkan, Memberdayakan, dan Mengembangkan)  dalam menjalankan program/ kegiatan untuk peningkatan kinerja sekolah. Tindakan-tindakan kepemimpinan yang dilakukan calon kepala sekolah hendaknya mencerminkan nilai-nilai spiritual, kewirausahaan dan kepemimpinan pembelajaran, sebagai wujud dari usaha meningkatkan kompetensi kepribadian, sosial dan kompetensi kewira usahaan.

1. Periksa Judul RTK
Baca ulang judul RTK dan pastikan judul RTK telah bersumber dari salah satu  hasil EDS yang lemah dari 4 SNP (Standar Isi , Standar Proses,SKL dan Standar Penilaian ) sesuai visi, misi dan tujuan sekolah serta realistis dilaksanakan dengan waktu 40 jam. Kemudian coba ajukan pertanyaan apakah judul tersebut sudah dapat menjawab pertanyaan : Apa yang mau ditingkatkan ?, Siapa yang mau ditingkatkan, Bagaimana cara meningkatkan? dan Dimana ditingkatkan ?. Jika judul tersebut sudah dapat menjawab 4 pertanyaan tersebut dan telah berasal dari salah satu hasil EDS 4 SNP  di atas maka sudah tepat, tidak perlu direvisi.  

2. Periksa Tujuan  RTK
Tujuan adalah pernyataan tentang kompetensi/target yang hendak dicapai (pengetahuan, keterampilan, dan (‘sikap/bila memungkinkan’) setelah calon kepala sekolah/ madrasah melaksanakan tindakannya.

Ada dua tujuan RTK disusun dan dilaksanakan oleh calon kepala sekolah yaitu:
a.  Peningkatan kompetensi kepribadian, sosial dan kewirausahaan calon kepala sekolah.
b.  Peningkatan kinerja sekolah.

 Untuk Tujuan pertama ini sama untuk semua peserta diklat. Sedangkan tujuan dua sangat tergantung dengan kinerja yang harus ditingkatkan di sekolah yang tergambar dalam judul masing-masing.

3. Periksa Rumusan Indikator Keberhasilan  
Indikator keberhasilan adalah penanda/ciri/petunjuk pencapaian kompetensi yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur/diamati/dinilai. Indikator dirumuskan dalam kalimat pernyatan, menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur atau diobservasi.  Logikanya semakin banyak dirumuskan indikator akan semakin baik dan akan memudahkan kita membuat instrument monevnya. Sebaiknya buatlah indikator secara rinci dan runtut agar mudah menyusun instrument monev.
Ada dua bagian indikator yang harus dirumuskan calon kepala sekolah

a. Indikator yang berasal dari tujuan (1) yaitu peningkatan calon kepala sekolah terkait dengan kompetensi kepribadian, sosial dan kewirausahaan. Untuk rumusan indikator ini periksa indikator terkait kepribadian, sosial dan kewirausahaan dari AKPK  yang telah dibagikan saat in-1. Tandai yang berkategori kurang, sedikit, kadang-kadang, jarang , cukup dari 3 kompetensi (kepribadian, sosial dan kewira usahaan) ini menjadi fokus untuk diperbaiki pada saat melakukan kegiatan.Kalau sudah tergambar subtansi/usaha perbaikan  dalam indikator yang telah dirumuskan maka indikator tersebut sudah baik. Usahakan indikator harus ada yang mewakili kompetensi kepribadian, sosial dan kewira usahaan.

b. Indikator yang berasal dari tujuan (2) yaitu peningkatan kinerja sekolah. Rumusan indikator dari tujuan 2 ini hampir sama dengan rumusan indikator ketika kita menyusun RPP, gunakan kata kerja operasional, urutkan dari sederhana ke kompleks, cermati kalimat tujuan, apa tanda-tanda yang dapat di ukur bahwa peserta (guru) sudah mencapai target. Jika sudah terpenuhi maka rumusan indikator dari tujuan 2 sudah baik.

4. Periksa Program Yang Akan Dilakukan 
Program kegiatan adalah nama program tindakan untuk meningkatkan salah satu SNP yang masih lemah/kurang. Sesuaikan program dengan kondisi sekolah termasuk jumlah peserta dan keefektifan program tersebut jika dilaksanakan. Banyak jenis program yang dapat diplih misalnya: worshop/lokakarya, IHT, bintek, pelatihan, FGD, pendampingan, seminar, coaching, mentor, tutor sebaya dan lain-lain

5. Periksa Skenario/Langkah-langkah Kegiatan
Ada 4 langkah kegatan pada setiap siklus : Persiapan, Pelaksanaan, Monev dan Refleksi.

a. Persiapan
Tulis semua persiapan apa yang kita perlukan dalam kegiatan tersebut misalnya:
1) Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat yang akan membantu pelaksanaan kegiatan
2) Membentuk kepanitiaan (kalau diperlukan)
3) Menyusun panduan kegiatan worksop (misal)
4) Menyiapkan materi-materi kegiatan (jika merangkap narasumber)
5) Membuat surat undangan untuk  nara sumber (kalau ada) dan peserta
6) menyiapkan bahan peralatan tempat
7) dan lain-lain 

b. Pelaksanaan Tindakan
Tulis semua peran calon kepala sekolah pada saat melaksanakan kegiatan misalnya :
a. Mengarahkan, menggerakkan peserta untuk mengikuti kegiatan “workshop” dengan sepenuh hati
b. Mengawal pelaksanaan “workshop” dengan penuh tanggungjawab.
c. Memberikan pendampingan/layanan  kepada guru-guru dengan semangat pantang menyerah
d. Dst.  yang menjadi peran calon kepala sekolah pada saat pelaksanaan kegiatan

c. Monitoring & Evaluasi
Monitoring adalah pemantauan rutin terhadap pelaksanaan kegiatan program untuk mengetahui perkembangan dan mengidentifikasi apakah kegiatan dijalankan sesuai perencanaan atau tidak. Jika terjadi pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan, segera diatasi supaya tidak terjadi kesalahan yang lebih fatal. Monitoring umumnya dilakukan ketika proses sedang berlangsung.
Evaluasi adalah penilaian terhadap pencapaian indikator keberhasilan. Evaluasi umumnya dilakukan  ketika kegiatan hampir atau telah selesai. Hasil evaluasi digunakan untuk pengambilan keputusan.

Monitoring dan evaluasi biasanya dilakukan pihak eksternal, dalam hal ini kepala sekolah atau guru senior yang ditugasi kepala sekolah untuk memonitoring dan mengevaluasi tindakan calon kepala sekolah.
Minimal ada tiga jenis monitoring pada saat pelaksanaan kegiatan

a. Monev activities untuk calon kepala sekolah itu sendiri.
Untuk memonitoring calon kepala sekolah dapat dilakukan dengan bantuan peserta atau kepala sekolah/pengawas. Calon kepala sekolah harus menyusun lembar monitoring dengan mempedomani indikator dari tujuan 1. Persiapkan lembar monevnya boleh memakai skala Likert, Tursdton, semantic difrensial atau yang lain.  Bagikan untuk peserta/kepala sekolah/pengawas  untuk di isi setiap akhir siklus dengan terlebih dahulu penjelasan.

b. Monev untuk peserta  
Monev untuk peserta di isi oleh calon kepala sekolah /narasumber setiap akhr siklus
c. Monev Penyelenggaraan 
Instrumen monev ini isi oleh peserta yang diberikan pada saat kegitan
d. Monev narasumber ( jika nara sumber bukan calon) : 
Instrumen ini di isi oleh peserta yang diberikan pada saat kegiatan

Tangungjawab/kegiatan  calon kepala sekolah dalam monev ini msalnya :
1) menyusun instrument monev
2) menyiapkan instrument monev
3) membagikan instrument monev
4) mengumpulkan instrument monev
5) merekap dan menganalisis data
6) membuat grafik hasil monev, dll.


d. Refleksi

Refleksi merupakan serangkaian kegiatan yaitu:

1. Merenungi dan mencermati setiap tahapan yang telah dilakukan.
2. Mencermati hasil monev dari kepala sekolah atau guru senior
3. Menganalisis hasil yang telah dan belum dicapai dengan proses tindakan yang telah dilakukan, kemudian membuat rekomendasi untuk  ditindak lanjuti pada siklus kedua.
Jika hasil refleksi belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, maka perlu disusun rencana tindak untuk siklus kedua berdasarkan kelemahan atau kekurangan pada siklus pertama. Jika hasil refleksi telah mencapai indikator yang ditetapkan, siklus kedua juga dapat terus dilakukan dengan meningkatkan atau menambah indikator keberhasilan.

6. Sumberdaya
Sumber daya meliputi sumber daya manusia dan non-manusia yang diberdayakan untuk mendukung tindakan agar tujuan dapat tercapai.
Sumber daya manusia misalnya : kepala sekolah, pengawas sekolah, nara sumber , guru senior,, dan lain sebagainya.
Non manusia : buku, internet, LCD, komputer, peraturan menteri/juknis   dan lain sebagainya.


7. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data adalah cara untuk mengumpulkan data/ informasi tentang perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program/ tindakan sebagai bahan masukan tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan program/ tindakan.
Misalnya :  interview(wawancara), studi dokument, observasi, kuesioner (angket) dan lain-lain.

8. Nilai-nilai Kepemimpinan:
Tuliskan nilai-nilai kepemimpinan spiritual, kewirausahaan dan kepemimpinan pembelajaran yang diterapkan pada langkah-langkah pelaksanaan program.
Nilai spiritual, misalnya visioner, yakin, cinta altruistik (saling menghargai, melayani, memaafkan, mementingkan kepentingan orang lain dari diri sendiri, merasa bahagia jika melihat orang lain bahagia, dll).
Nilai kewirausahaan, misalnya pantang menyerah, kerja keras, kreativitas  dan inovatif.
Nilai kepemimpinan pembelajaran, misalnya peduli/ fokus pada pembelajaran, terlibat aktif pada pengelolaan kurikulum, pengembangan guru, dan lain-lain.

Dokumen RTK yang dilampirkan dalam laporan /Fortofolio:

1. Jurnal kegiatan OJL
2. RTL dan Matriks RTK
3. Lembar AKPK yang telah dibagikan
4. Panduan pelaksanaan RTK
5. Lembar monev yang telah terisi dan di olah ( mewakili  5 orang) terdiri dari:
   a. Monev activities
   b. Monev peserta
   c. Monev penyelenggaraan
   d. Monev nara sumber
6. Undangan untuk nara sumber/peserta
7. Contoh hasil kegiatan peserta  
8. Daftar hadir peserta
9. Materi sajian
10. SK panitia  kegiatan yang diberntuk
11. Foto-foto kegiatan 

Baca Juga : B. Prosedur Pelaksanaan Supervisi Akademik Untuk Guru Yunior 

1 komentar:

Post a Comment