Home » » Penjelasan Sistematika Dokumen I KTSP SMA

Penjelasan Sistematika Dokumen I KTSP SMA


SISTEMATIKA PENJELASAN

COVER
Memuat :
1. Lambang Provinsi Sumatera Barat
2. Judul KTSP
3. Tahun Pelajaran (sesuai Tahun Pelajaran yang sedang berjalan)
4. Nama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat
5. Alamat sekolah

HALAMAN IDENTITAS SEKOLAH
Memuat :

1. Nama dan alamat lengkap sekolah
2. NSS
3. Nomor Telepon, Fax dan Email Sekolah
4. Nama Kepala Sekolah
5. Nomor Telp/HP dan Email
6. Nama Ketua TPK sekolah
7. Nomor telp/HP dan email
8. Nilai Akreditasi Terakhir (Nilai angka, Predikat dan tahun akreditasi)
9. Nilai KTSP Tahun lalu (Nilai angka dan Predikat)

HALAMAN PENGESAHAN
 Memuat :

1. Rumusan kalimat pengesahan
Contoh : Setelah memperhatikan pertimbangan, saran dan masukan Komite Sekolah, maka dengan ini Kurikulum SMA Negeri 1 ………….. disyahkan untuk diberlakukan pada tahun pelajaran 2018/2019 dan akan dilakukan penyempurnaan pada tahun berikutnya.

2. Menetapkan Kepala sekolah,Tanda tangan kepala sekolah disertai stempel sekolah
3. Mengetahui Ketua Komite sekolah, Tanda tangan komite sekolah disertai stempel komite
4. Mengesahkan dan Tempat untuk tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat ( Drs. Burhasman, MM. Pembina Utama Madya NIP.19580424 198403 1 006 )

BACA. PADUAN PENYUSUNAN KURIKULUM SMA

KATA PENGANTAR
Memuat :

1. Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala Rahmat-Nya dalam penyusunan dokumen KTSP
2. Rasional/dasar hukum perlunya dokumen KTSP sekaligus sebagai acuan penyusunan dokumen KTSP
3. Ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu tersusunnya dokumen KTSP
4. Harapan penyempurnaan dokumen KTSP untuk masa yang akan dating

DAFTAR ISI

1. Memiliki daftar isi sesuai dengan kerangka dokumen KTSP yang dikeluarkan oleh TPK Provinsi Sumatera Barat tahun 2018
2. Memiliki sistematika penulisan yang sesuai dengan kerangka dokumen KTSP yang dikeluarkan oleh TPK Provinsi Sumatera Barat tahun 2018 (Judul Bab, Sub Bab dan penomoran), sesuai dengan sistematika dan nomor halaman yang ada di dalam dokumen.

BAB I PENDAHULUAN

A. Rasional Menguraikan tentang :

1. Hasil evaluasi KTSP tahun sebelumnya, berupa saran perbaikan dari validator tahun yang lalu serta tindak lanjutnya dan evaluasi pelaksanaan KTSP selama 1 tahun yang lalu.
2. Tuntutan perubahan kurikulum secara Internal : meliputi (1). Karakteristik satuan pendidikan, (2). Kondisi kebutuhan peserta didik, 3) tuntutan Lingkungan . secara eksternal meliputi adanya kebijakan penyempurnaan kurikulum oleh pemerintah berdasarkan peraturan yang berlaku.
3. Evaluasi diri sekolah sebagai hasil dari membandingkan kondisi nyata sekolah (potret sekolah saat ini) dengan kondisi ideal yang diharapkan berdasarkan SNP (SKL, ISI, Proses, Penilaian dan Pengelolaan)
4. Potensi akademik dan non akademik yang dimiliki sekolah serta karakteristik yang menjadi kekhasan sekolah

B. Dasar Hukum

Berisi landasan hukum yang terkait dengan pengembangan dan penyusunan KTSP mulai dari UU Sisdiknas, Peraturan Pemerintah, Peraturan menteri Pendidikan dan aturan/ketentuan Pemerintah daerah/badan/lembaga lain yang relevan dengan kurikulum yang digunakan, minimal memuat:

1. Undang-undang No 20 thn 2003 tentang Sisdiknas
2. Perpres No. 87 Tahun 2017 ttng Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
3. PP No 19 tahun 2005 tentang SNP dan/atau PP No 32 tahun 2013 dan PP No. 13 thn 2015 ttng Perubahan PP No 19 tahun 2005 tentang SNP
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24Tahun 2006Tentang Pelaksanaan Permendiknas No.22 dan 23 Tahun 2006
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 06 Tahun 2007 Tentang Perubahan Permen No.24 Tahun 2006
6. Permendiknas no 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
7. Permendikbud No 61 thn 2014 tentang Penyusunan KTSP
8. Permendikbud No. 59 thn 2014 tentang Kerangka Dasar Kurikulum SMA
9. Permendikbud No 20 tahun 2016 dan/atau Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang SKL
10. Permendikbud No 21 tahun 2016 dan/atau permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi
11. Permendikbud No 22 tahun 2016 dan/atau Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses
12. Permendikbud No 23 tahun 2016 dan/atau Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian
13. Permendikbud No 24 tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Inti dan kompetensi Dasar
14. Permendikbud No. 23 thn 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti
15 Pemendikbud No. 111 thn 2014 ttng penyelenggaraan BK di Sekolah
16. Permendikbud No 62 tahun 2014 ttng Pelaksanaan Ekstra Kurikuler
17. Permendikbud No 63 tahun 2014 ttng Pelaksanaan Ekstra Kurikuler Pramuka
18. Permendikbud No 18 Tahun 2016 ttng Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru
19. Peraturan daerah………..(yang relevan)


C. Tujuan Penyusunan KTSP

Berisi uraian tentang pentingnya dokumen KTSP bagi sekolah (Berpedoman pada peraturan yang terkait dengan penyusunan KTSP, Permendikbud No. 61 Tahun 2014)
Berisi uraian tentang
a. Pentingnya dokumen KTSP bagi sekolah
b. Langkah kerja yang dilaksanakan

BAB II TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

A. Latar Belakang

Menggambarkan proses lahirnya Visi, misi dan tujuan mengacu pada Tujuan Pendidikan Nasional dan mengakomodasi kebutuhan daerah/lingkungan dan peserta didik
Visi, misi dan tujuan satuan pendidikan dirumuskan dengan cara sebagai berikut :
Mereview (meninjau kembali) masalah yang dihadapi, baik internal maupun eksternal dengan pendekatan analisis Strengths, Weakness, Opportunities, danThreats (SWOT); dengan cara menganalisis konteks tentang kekuatan, kelemahan yang dimiliki oleh sekolah. Serta melihat peluang dan ancaman yang terjadi di sekeliling sekolah

B. Visi Satuan Pendidikan
     Pedoman Penyusunan Visi
1) Pengertian
Visi merupakan keinginan dan pernyataan moral yang menjadi dasar atau rujukan dalam menentukan arah dan kebijakan pimpinan dalam membawa gerak langkah sekolah. menuju masa depan yang lebih baik, sehingga eksistensi atau keberadaan sekolah. dapat diakui oleh masyarakat. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistik dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu. Ini sejalan dengan pendapat Akdon (2006: 94) yang menyatakan bahwa “Visi adalah pernyataan yang diucapkan atau ditulis hari ini, yang merupakan proses manajemen saat ini yang menjangkau masa yang akan datang”

2) Rumusan Visi
Visi yang tepat bagi satuan pendidikan akan menjadi accelerator (pemercepat) kegiatan instansi pemerintah bersangkutan, meliputi perencanaan strategi, perencanaan kinerja tahunan, pengelolaan sumber daya, pengembangan indikator kinerja, pengukuran kinerja, dan evaluasi pengukuran kinerja sekolah. tersebut.

3) Syarat perumusan visi
a) Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan.
b) Visi dapat memberikan arahan, mendorong warga sekolah untuk menunjukkan kinerja yang baik.
c) Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan
d) Menjembatani masa kini dan masa yang akan datang.
e) Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik.
f) Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.

4) Kriteria Visi
Rumusan Visi yang baik mempunyai kriteria (ciri-ciri) sebagai berikut :
a) Berbentuk pernyataan yang ringkas dan mudah dipahami
b) Mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
c) Mengacu tuntutan SKL Satuan Pendidikan
d) Bersifat inspiratif dan menantang untuk mencapainya;
e) Sesuatu yang ideal yang ingin dicapai dimasa yang akan datang yang membawa eksistensi/ keberadaan suatu pendidikan;
f) Menarik bagi seluruh warga sekolah dan pihak-pihak yang terkait (stakeholders);
g) Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas;
h) Mampu menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis yang terdapat dalam suatu organisasi;
i) Memiliki orientasi terhadap masa depan, sehingga segenap jajaran satuan pendidikan ikut berperan dalam pencapaiannya;
j) Mampu menumbuhkan komitmen seluruh warga sekolah;
k) Menjamin kesinambungan kepemimpinan dan kebijakan organisasi serta menjembatani keadaan masa sekarang dan masa yang akan datang;
l) Memungkinkan untuk perubahan atau penyesuaian dengan perkembangan/perubahan tugas dan fungsi.

Contoh Visi Sekolah
a. Sekolah yang terletak di kota besar, peserta didiknya berasal dari keluarga mampu, berpendidikan tinggi, yang memiliki harapan anaknya menjadi orang hebat, lulusannya melanjutkan ke sekolah favorit yang lebih tinggi, dapat merumuskan visinya:

UNGGUL DALAM PRESTASI, BERAKHLAQUL,KARIMAH, TERAMPIL DAN MANDIRI

b. Sekolah yang terletak di daerah pedesaan yang umumnya tidak maju dari sekolah perkotaan dan banyak peserta didiknya tidak melanjutkan ke sekolah favorit atau berprestasi, dapat merumuskan visinya:
TERDIDIK, TERAMPIL, DAN MANDIRI BERDASARKAN IMAN TAQWA

c. Sekolah yang terletak di pinggiran kota (urban) yang umumnya tingkat kemajuannya menengah dibanding sekolah di perkotaan atau pedesaan, masyarakatnya pekerja, perilaku moral rendah, dan banyak peserta didiknya tidak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, dapat merumuskan visinya
BERAKHLAQULKARIMAH, MANDIRI, DAN TERAMPIL BERDASARKAN IMTAQ.
Ketiga contoh visi tersebut, sama-sama benar sepanjang dalam koridor tujuan
pendidikan nasional, sesuai dengan tujuan dari setiap jenjang sesuai dengan
peraturan pemerintah.

Visi yang pada umumnya dirumuskan dalam kalimat yang filosofi seperti contoh di atas seringkali memiliki aneka tafsir, setiap orang dapat menafsirkan secara berbeda-beda sehingga dapat menimbulkan perselisihan dalam implementasinya.
Bahkan jika terjadi penggantian pimpinan sekolah maka kepala sekolah yang baru tidak jarang memberi tafsir yang berbeda kepada kepala sekolah sebelumnya. Oleh karena itu agar tidak memberikan tafsir yang berbeda, visi sebaiknya diberi penjelasan berupa indikator-indikator visi

B. Misi Satuan Pendidikan Pedoman Penyusunan Misi

1) Pengertian
Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau harus dilaksanakan sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tertentu untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, berdasarkan masukan dari seluruh warga sekolah.

2) Tujuan Perumusan Misi
Misi satuan pendidikan adalah pangkal dari perencanaan strategi suatu satuan pendidikan. Misi satuan pendidikan akan menggiring penentuan tujuan dan sasaran yang akan dicapai oleh satuan pendidikan, untuk itu perlu dirumuskan secara cermat dan memungkinkan untuk dicapai serta dapat diukur pencapaiannya. Perumusan misi satuan pendidikan merupakan hal yang mendasar meskipun sulit, namun harus diupayakan.
Perumusan dan penetapan misi satuan pendidikan harus secara eksplisit menyatakan apa yang akan dicapai atau fungsi apa yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk mencapai tujuan satuan pendidikan.
Penetapan misi sebagai pernyataan cita-cita satuan pendidikan dan seluruh komponen yang terkait yang akan menjadi landasan kerja yang harus diikuti oleh seluruh komponen sekolah guna mewujudkan tujuan satuan pendidikan.
3) Kriteria Misi
Menjabarkan pencapaian visi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas, mencakup:

a) Merupakan upaya pencapaian visi yang jelas dan terukur,
b) Menggunakan kata kerja, merupakan kegiatan yang akan dilakukan pada kurun waktu tertentu
c) Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah ( akademik dan non akademik )
d) Menjadi dasar bagi penetapan tujuan sekolah
e) Menjadi dasar program pokok satuan pendidikan
f) Rumusannya sejalan dengan visi satuan pendidikan;
g) Rumusannya jelas dengan bahasa yang lugas;
h) Rumusannya menggambarkan pekerjaan atau fungsi yang harus dilaksanakan;
i) Dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu;
j) Memungkinkan untuk perubahan/penyesuaian dengan perubahan visi.

Contoh Misi :
 Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap peserta didik berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
 Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah.
 Mendorong dan membantu setiap peserta didik untuk mengenali potensi dirinya sehingga dapat dapat dikembangkan secara optimal.
 Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
 Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah warga sekolah dan kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah

C. Tujuan Satuan Pendidikan Pedoman perumusan Tujuan Satuan Pendidikan

1) Pengertian
Tujuan satuan pendidikan adalah, gambaran tingkat kualitas yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu maksimal 4 (empat) tahun oleh setiap satuan pendidikan dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Tujuan satuan pendidikan merupakan penjabaran dari pernyataan misi, tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat menunjukkan kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang (Akdon, 2006: 143). Tujuan juga berfungsi mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi, oleh karena itu tujuan harus dapat menyediakan dasar yang kuat untuk menetapkan indikator. Pencapaian tujuan dapat dijadikan indikator untuk menilai kinerja sekolah

Tujuan Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas, mencakup:
a) Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka pendek
b) Mengacu pada visi, misi dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat
c) Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan yang terukur
d) mendeskripsikan hal-hal yang perlu diwujudkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Tujuan harus serasi dan mengklarifikasikan visi, misi, dan nilai-nilai satuan pendidikan.
e) Pencapaian tujuan akan dapat memenuhi atau berkontribusi memenuhi misi, program dan sub program sekolah..
f) esensinya tidak berubah, kecuali terjadi pergeseran lingkungan, atau dalam hal isu strategik hasil yang diinginkan.
g) biasanya secara relatif berjangka panjang
h) menggambarkan hasil program
i) menggambarkan arah yang jelas dari sekolah..
j) menantang, namun realistik dan dapat dicapai.

Contoh Tujuan :
Menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berbudaya
 Pada tahun 2019 rata-rata USBN mencapai nilai minimal 70,00.
 Pada tahun 2019 proporsi lulusan yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi minimal 40%
 Pada tahun 2019 memiliki tim kesenian yang tampil pada acara setingkat propinsi.

D Strategi Gerakan Literasi Menguraikan pelaksanaan Gerakan Literasi;

1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana pra sarana literasi)
2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMA)
3. Lingkungan Akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah)

E. Strategi pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter

Menggambarkan kristalisasi nilai Utama Religius, Nasionalisme, Integritas, Gotong Royong, dan Mandiri melalui :
1. PPK Berbasis Kelas: pendidikan karakter yang dilakukan melalui proses belajar mengajar setiap mapel (tergambar dalam RPP mulai analisis SKL, KI dan KD), optimalisasi Muatan Lokal,
2. PPK Berbasis ekstrakurikuler dan Program PHBI/PHBN Integritas: pendidikan karakter yang dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler dan Program PHBI/PHBN
3. PPK berbasis kemitraan dan partisipasi Orang tua/masyarakat Mandiri: Penguatan pendidikan karakter melalui kolaborasi dan kerjasama antar orang tua/ Masyrakat, komunitas dan lembaga pendidikan di luar sekolah
4. PPK berbasis Pembiasaan/rutinitas berfokus pada pembiasaan dan pembentukan budaya yang merepresentasikan nilai-nilai yang menjadi prioritas lembaga pendidikan. Pembiasaan ini diintegrasikan dengan jadwal mingguan sekolah

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Muatan Kurikulum Nasional 1. Menguraikan Prinsip-Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
b. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
e. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).
f. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan

2. Daftar mata pelajaran disusun/dikelompokkan sesuai dengan Permendiknas/ permendikbud yang berlaku (Permendikbud No. 59 thn 2014 tentang muatan Kurikulum SMA atau permendiknas no 22 thn 2006 tentang standar Isi)

3. Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran sesuai dengan Permendiknas/ permendikbud yang berlaku (Permendikbud No. 59 thn 2014 tentang muatan Kurikulum SMA atau permendiknas no 22 thn 2006 tentang standar Isi

B. Muatan Kurikulum Daerah/Muatan Lokal Menguraikan :

1. Jenis Muatan Lokal (Pendidikan Al Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau yang diintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran maupun yang berdiri sendiri)
2. Strategi pelaksanaan Mulok, Strategi integrasi Mulok Pendidikan Al Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau pada KI-KD mata pelajaran yang relevan

C. Muatan Kekhasan Satuan Pendidikan
Merupakan program kecakapan hidup (PKH), program keunggulan lokal dan global yang menguraikan :

1. Penerapan pendidikan kecakapan hidup yang menggambarkan kewirausahaan dan ekonomi kreatif dalam bentuk uraian program dan strategi pelaksanaan
2. Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan lokal/global dalam bentuk uraian program dan strategi pelaksanan

D. Pengembangan Diri
Merupakan Layanan BK , Layanan TIK dan Ekstra Kurikuler, menguraikan :

1. Layanan Bimbingan dan Konseling (BK)
a. Jenis program layanan konseling
b. Strategi pelaksanaan layanan konseling
c. Evaluasi dan pelaporan kegiatan layanan konseling

2. Jenis dan strategi Program Layanan TIK
3. Kegiatan ekstra kurikuler Wajib dan Pilihan
a. Jenis program Ekstra Kurikuler
b. Strategi pelaksanaan program Ekstra Kurikuler
c. Penilaian dan Pelaporan kegiatan ekstra kurikuler

E. Pengaturan Beban Belajar Menguraikan :

1. Sistem yang digunakan (sistem paket atau SKS)
2. Pengaturan alokasi waktu pembelajaran per jam tatap muka, jumlah jam pembelajaran/minggu, jumlah minggu efektif per tahun pelajaran, jumlah jam pelajaran per tahun dan pengaturan sistem beban belajar yang digunakan dengan mengacu kepada peraturan yang berlaku
3. Pengaturan beban belajar tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KM) sesuai Standar ISI dan kalender pendidikan
4. Rasional/dasar pemikiran pemanfaatan penambahan jam pelajaran/minggu dengan mengacu pada aturan standar ISI berdasarkan kebutuhan sekolah dan kondisi peserta didik
5. Memuat tabel daftar penambahan jam pelajaran

F Penjurusan/ Peminatan Menguraikan ;

1. Deskripsi dan kriteria penjurusan/peminatan
2. Program penelusuran bakat, minat dan prestasi peserta didik
3. Mekanisme penjurusan/peminatan
G. Ketuntasan Belajar Menguraikan :
1. Mekanisme, prosedur dan analisis penetapan KKM
2. Daftar KKM semua mata pelajaran per semester/tingkat
3. Upaya yang dilakukan sekolah untuk mencapai KKM ideal

H. Rancangan Penilaian Menguraikan ;

Strategi pelaksanaan penilaian dengan mengacu kepada Permendiknas/permendikbud tentang penilaian. Uraian mencakup :
1. Akademik (a). Jenis Penilaian b). Teknik penilaian c). Penjadwalan penilaian d). Mekanisme dan prosedur penilaian e). Bentuk hasil penilaian )
2. Penilaian akhlak mulia dan kepribadian : a). Jenis penilaian b). Teknik penilaian c). penjadwalan penilaian d). Mekanisme dan prosedur penilaian e). Bentuk hasil penilaian
3. Pelaksanaan program remedial dan pengayaan

I. Kenaikan Kelas Menguraikan :

1. Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan sekolah dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku: a). dari kelas X ke kelas XI, b). dari kelas XI ke kelas XII
2. Mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik

J. Kelulusan

Berisi deskripsi tentang kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dengan mengacu pada Permendikbud nomor 4 tahun 2018 tentang penilaian hasil belajar oleh pemerintah dan satuan pendidikan serta POS UN. Uraian mencakup :

1. Kriteria kelulusan dari satuan pendidikan
2. Pelaksanaan Ujian Sekolah
3. Pelaksanaan Ujian Nasional
4. Target dan program peningkatan kualitas kelulusan yang akan dicapai pada tahun pelajaran yang berjalan
5. Rekap hasil Ujian Nasional 3 tahun terakhir dan perbandingan dengan Ujian Sekolah

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

A. Permulaan Awal Tahun Pelajaran Menjelaskan penetapkan awal tahun pelajaran dimulai dan kegiatan sekolah di awal tahun pelajaran baru

B. Pengaturan Waktu Belajar Efektif Menjelaskan jumlah minggu, hari, jam efektif untuk Pembelajaran per bulan/semester untuk semua tingkat

C. Pengaturan Waktu Libur Menjelaskan hari libur jeda tengah semester, libur antar semester, libur akhir tahun pelajaran, libur nasional, libur keagamaan dan dan hari-hari libur khusus

D. Penjabaran Matrik Kalender Pendidikan Sekolah Menjabarkan kalender pendidikan sekolah dalam bentuk matrik dengan mengacu pada kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Provinsi, yang menggambarkan secara lengkap aktivitas sekolah untuk 1 tahun pelajaran

LAMPIRAN

1. SK TPK Sekolah Memuat uraian tugas dan rencana kerja (action plan) yang menggambarkan proses pengembangan dan penyusunan dokumen KTSP yang melibatkan seluruh komponen kepala sekolah, Komite, guru, pengawas, peserta didik dll

2. Hasil Rekomendasi KTSP tahun lalu Melampirkan instrumen validasi tahun sebelumnya beserta lembar disposisi

3. Sampel silabus dan RPP Melampirkan silabus dan 1 (satu) RPP untuk 2 mata pelajaran pertingkat kelas perpeminatan/penjurusan

4. Contoh analisis penetapan KKM 1 (satu) per mata pelajaran. Format sesuai ketentuan yang bisa menggambarkan pengolahan komponen intake, kompleksitas dan daya dukung

5. KD Mulok (K.2006), Pengembangan Indikator KD utk Integrasi Berupa matrik untuk muatan lokal yang diintegrasikan ke mata pelajaran. Baik yang menambah KD atau yang mengembangkan materi berdasarkan indikator

6. RPP Mulok yang sudah diintegrasikan Lampirkan 1 RPP pada KD mata pelajaran yang dipilih, yang mengintegrasikan mulok Alquran dan BAM. Pada KD dan kegiatan pembelajaran dalam RPP tersebut harus tergambar secara jelas bentuk mulok yang diintegrasikan dan strategi pelaksanaan

7. Program PKH, PBKL, PBKG/MoU Program yang sudah disahkan/dikukuhkan oleh kepala sekolah

8. Peraturan Akademik Sekolah Dokumen peraturan akademik yang sudah dikukuhkan dengan Keputusan Kepala Sekolah

9. Regulasi Non Akademik a. PPDB
b. Mutasi siswa
c. Tata tertib sekolah
10. Program Masa Orientasi Peserta Didik Baru Dokumen Program MOPDB


0 komentar:

Post a Comment