Home » » Bagaimana cara Melaksanakan Program Induksi di Sekolah?

Bagaimana cara Melaksanakan Program Induksi di Sekolah?

     
Program induksi wajib di ikuti oleh guru pemula . Program Induksi adalah kegiatan orientasi, pelatihan, pengembangan, dan praktik pemecahan  berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran bagi guru pemula pada  satuan pendidikan di tempat tugasnya. 

Yang disebut guru pemula ada tiga kategori pertama, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah  daerah; Kedua, Pegawai Negeri Sipil  (PNS) yang  mutasi dari jabatan lain yang ingin jadi guru;  ketiga, Bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.  

Hasil akhir dari program induksi ini diperoleh sertifikat tanda lulus program induksi dan sertifikat tersebut digunakan untuk mengusulkan guru tersebut untuk memperoleh  jabatan fungsional guru.

Konsekuensi guru yang tidak mengikuti program induksi adalah guru tersebut tidak dapat memiliki status jabatan fungsional guru seperti : guru pertama, muda, guru madya dan dan guru utama.  

Guru yang tidak memiliki jabatan fungsional tersebut tidak mendapat  tunjangan fungsional guru dan tidak dapat disertifikasi sebagai guru profesional. Selain itu kenaikan pangkat mereka tidak boleh menggunakan sistem kredit tapi dimungkinkan naik pangkat reguler seperti PNS umum. 

Dengan demikian menjadi tanggungjawab kepala sekolah untuk memperhatikan guru yang diangkat pertama kali atau guru pindahan yang bukan berasal dari guru (instansi lain) untuk melaksanakan program induksi di sekolah.

Dari sisi waktu pelaksanaan  program induksi bagi guru pemula dimulai dari pertama kali dia diangkat di sekolah tempat tugasnya,  kemudian diberikan 1 tahun pertama (10 bulan) mengikuti kekgiatan induksi, apabila dengan tenggang waktu tersebut tidak lulus maka diberi perpanjangan 1 tahun lagi (total 2 tahun). 

Jika  di tahun ke dua masih tidak  lulus maka yang bersangkutan tidak berhak memiliki jabatan fungsional guru walaupun melaksanakan tugas  seperti guru lainnya. Dalam pelaksanaan program induksi,   sesuai aturan harus melibatkan tiga unsur dalam kegiatan tersebut  yaitu kepala sekolah, guru pembimbing yang telah berpengalaman dan pengawas sekolah.

Tujuan diadakannya program Induksi bagi Guru Pemula dari sisi profesional ada dua yaitu: agar guru pemula  dapat beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah dan pemula agar mampu melaksanakan pekerjaanmya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah.

Tahapan program induksi

1. Tahap persiapan
Tahap persiapan program induksi dilakukan oleh kepala sekolah. Ketika ada guru pemula ditempatkan di sekolah maka kepala sekolah melakukan pertama, analisis kebutuhan guru pemula; kedua menyusun pedoman pelaksanaan program induksi, ketiga penunjukan program pembimbing.

2. Tahap  Pengenalan sekolah dan lingkungannya. (pada bulan ke -1)
Tahap ini dilakukan pada bulan pertama, kepala sekolah menerima guru pemula dan melakukan wawancara kemudian ditunjuk pembimbing untuk memperkenalkan sekolah dan mempelajari buku panduan yang telah disusun sekolah kemudian  secara bersama menyusun rencana pengembangan keprofesian, silabus dan RPP dan penilaian hasil belajar

3. Tahap Pelaksanaan dan observasi pada ( bulan ke – 2)
Pembimbing melaksanakan observasi pembelajaran yang meliputi pra observasi, observasi dan pasca observasi.

4. Tahap penilaian
Tahap penilaian dilakukan pada bulan (2-9) dan bulan ke-10. Penilaian ini dilakukan dua tahap oleh pembimbing sebagai assessment for learning dan tahap dua dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah sebagai assessment of learning. Penilaian tersebut menggunakan instrumen pengamatan untuk program induksi (ada pada pedoman pelaksanaan program induksi)  , dan hasil akhir pengamatan/penilaian tersebut didiskusikan bersama antara pembimbing, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

5. Tahap pelaporan dan rekomendasi
Pada tahap ini kepala sekolah membuat laporan pelaksanaan program induksi yang didalamnya tercantum nilai perolehan guru pemula, dilampiri dengan surat pernyataan bahwa yang bersangkutan telah secara nyata mengikuti program induksi dan rekomendasi dari kepala sekolah untuk dapat diajukan penerbitan sertifikat program induksi bagi guru pemula tersebut. 

Guru pemula dinyatakan lulus apabila memperoleh minimal baik, denganmenggunakan rentang penilaian   Baik, Cukup, Sedang dan Kurang.  Amat  Baik, jika skor penilaian antara 91-100; Baik, jika skor penilaian antara 76-90; Cukup, jika skor penilaian antara 61-75; Sedang, jika skor penilaian antara 51-60; Kurang, jika skor penilaian kurang dari 50.

Berikut Contoh : Laporan Guru Pemula yang harus ditandatangani kepala sekolah dan pengawas sekolah

Departemen Pendidikan dan KebudayaanKabupaten/Kota____________________
Laporan Hasil Perkembangan Guru Pemula



Nama:
Sekolah/madrasah:
Pendidikan:
Kabupaten/Kota:
Institusi pendidikan:
Provinsi:
Kelas yang dikelola:
Jumlah jam per minggu:
Mata Pelajaran yang diampu:
SB = Sangat Baik B = Baik PP = Perlu Peningkatan
No
Kompetensi
SB
B
PP
Catatan kepala sekolah
1
Kompetensi pedagogis

1.1. Memahami latar belakang  peserta didik



1.2. Memahami teori belajar



1.3. Mengembangkan kurikulum



1.4. Melaksanakan kegiatan
       pengembangan pendidikan



1.5. Mengembangkan potensi 
       peserta didik



1.6. Berkomunikasi dengan peserta didik



1.7. Mengelola penilaian & penilaian



2
Kompetensi kepribadian
2.1. Berperilaku sesuai dengan 
       norma, kebiasaan, dan hukum 
       di Indonesia



2.2. Berkepribadian matang dan  stabil



2.3. Memiliki etika kerja dan
       Komitmen serta kebanggaan
       menjadi guru



3
Kompetensi sosial
3.1. Berperilaku inklusif, objektif, dan
       tidak pilih kasih



3.2. Berkomunikasi dengan guru,   staf 
       pegawai sekolah /  madrasah,orang      
       tua, dan masyarakat



4
Kompetensi profesional
4.1. Pengetahuan dan pemahaman
       tentang struktur, isi dan standar 
       kompetensi mata   pelajaran,serta 
       tahap-tahap pembelajaran



4.2. Mengembangkan profesionalitas
       melalui refleksi diri




Rekomendasi: bahwa ________________dinyatakan kompeten*/tidak kompeten** untuk menjadi guru.
Kepala Sekolah/madrasah
Nama:
NIP


Tanda tangan:

Tanggal:
Pengawas Sekolah/madrasah
Nama:
NIP


Tanda tangan:

Tanggal:
*    berhak memperoleh Surat Keterangan yang menyatakan BERHASIL
** berhak mengikuti perpanjangan induksi bagi guru pemula yang baru mengikuti program induksi tahun   pertama, atau berhak memperoleh surat keterangan yang menyatakan TIDAK BERHASIL bagi guru
    pemula yang telah mengikuti perpanjangan program induksi.
Asli untuk guru                                                      Salinan untuk pengawas sekolah/madrasah
Salinan untuk kepala sekolah/madrasah              Salinan untuk dinas pendidikan
      






















0 komentar:

Post a Comment