Home » » 10 Variasi metode diskusi yang kreatif

10 Variasi metode diskusi yang kreatif


Metode diskusi dalam pembelajaran adalah metode yang sudah lama digunakan oleh guru, metode ini dapat mengembangkan sikap kebersamaan, menghargai teman, keterampilan bertanya , melatih kematangan sosio-emosional, kemampuan berkomunikasi, keberanian dan kemampuan memberikan gagasan serta berlatih untuk memecahkan masalah.

Sayangnya metode diskusi masih banyak yang melakukan secara konvensional (peserta didik dibagi 3-5 orang kemudian diberi topik untuk didiskusikan) . Jika beberapa kali hal ini dilakukan tentunya akan menimbulkan kebosanan , dan tidak akan memberikan hasil yang lebih baik.


Untuk mengatasi hal tersebut, guru perlu melakukan variasi sehingga pembelajaran menjadi efektif, dan dapat mencapai tujuan. Berikut ini disajikan beberapa alternative dalam penggunaan metode diskusi.


1. Group Discussion (Diskusi Kelompok)


Diskusi kelompok ini ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk saling mengemukakan pendapat dalam mengenal, memahami dan memecahkan suatu permasalahan yang telah dipersiapkan guru.


Jumlah peserta dalam diskusi kelompok ini idealnya 3-5 orang, penentuan peserta kelompok dapat dilakukan secara acak atau ada kategori tertentu yang dipandang guru dapat memacu pemahaman peserta. Kegiatan diskusi kelompok diharapkan akan dapat membatu peserta didik yang malu berbicara dalam kelompok besar.


2. Whole Group ( Seluruh Peserta)


Whole group melibatkan semua peserta didik dalam satu kelas, agar diskusi terlaksana dengan baik maka dilakukan setting tempat duduk dengan formasi setengah lingkaran atau berbentuk “U” yang dipimpin oleh guru.


Kegiatan seperti ini akan membuat suasana informal atau lebih fresh, sehingga peserta didik dapat secara terbuka mengemukakan pendapat / mendiskusikan satu atau beberapa topik. Tentunya materi yang akan dibahas sudah dipersiapkan guru secara matang dengan berbagai variasi pertanyaan.


3. Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Fokus)


Diskusi kelompok fokus adalah diskusi kelompok yang lebih difokuskan pada satu masalah atau bidang tertentu. Yang membedakan dengan diskusi kelompok biasa adalah pembagian kelompok dan topik yang dibahas. Peserta kelompok biasanya bersifat homogen atau yang mempunyai pengalaman /pengetahuan yang hampir sama atau sejenis.


Penerapannya dalam pembelajaran dapat dengan menentukan topik/materi untuk masing-masing kelompok secara berbeda atau sama untuk dibahas dikelompoknya secara mendalam.


4. Panel Discussion (Diskusi Panel)


Panel diskusi digunakan untuk membahas materi atau permasalahan tertentu. Guru memberikan topik kepada peserta diskusi,kemudian 2 atau 3 orang diminta menyajikan permasalahan atau pendapatnya tentang topik yang dikemukakan guru. Selanjutnya, seluruh peserta diminta untuk memberikan tanggaban dan terlibat untuk mendiskusikannya.


5. Debat Informal


Debat informal dilakukan dengan cara kelompok besar (satu kelas) dibagi menjadi dua kelompok yang sama jumlahnya, satu kelompok disebut kelompok “pro” dan yang lainnya disebut kelompok “kontra”. Kemudian guru memberikan topik diskusi atau permasalahan yang sama kepada dua kelompok tersebut dengan tugas yang berbeda.


Secara bergantian kelompok tersebut akan mengemukakan pendapatnya terhadap tugas yang dikerjakan dan kelompok lain memberikan tanggaban. Dengan demikian maka topik tersebut akan diperdebatkan, sampai akhirnya guru bersama peserta dapat memberikan kesimpulan.


6. Buzz Group


Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4) orang untuk mendiskusikan suatu topik yang telah ditentukan guru. Kemudian guru memberikan waktu untuk masing-masing kelompok mendiskusikan topik tersebut secara bebas. Tempat duduk di atur sedemikian rupa sehingga peserta dapat berhadapan muka.


Diskusi seperti ini memberikan kesempatan kepada peserta/individu untuk menguji dan memperdalam pemikirannya dalam memecahkan suatu persoalan dan diharapkan dapat membangun rasa percaya diri pada tiap peserta. Hasil-hasil diskusi mereka akan dikumpulkan guru dan dianalisa sampai dimana peserta dapat mencapai pengetahuan yang ditargetkan oleh guru.


7. Syndicate Group


Adalah suatu kelompok besar dibagi menjadi kelompok kecil dengan anggota tidak lebih dari 5 orang. Guru menjelaskan permasalahan secara umum, kemudian setiap kelompok kecil diberi tugas mempelajari materi tertentu yang berbeda dengan kelompok kecil lainnya. Guru terlibat memberi bimbingan untuk tiap kelompok dalam mengerjakan tugasnya. Setelah waktu yang ditentukan tiba, maka setiap kelompok menyajikan hasil diskusinya dalam siding pleno untuk dibahas bersama secara mendalam.


8. Fish Bowl (Diskusi Lingkaran dalam lingkaran)


Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok; Guru dapat menunjuk salah satu kelompok yang disebut kelompok “dalam” kemudian ditugaskan untuk mendiskusikan satu masalah tertentu. Kelompok lainnya disebut kelompok “luar” yang tugas mereka adalah mendengarkan, melakukan analisis dan menerjemahkan apa yang dibahas, didiskusikan dan dibicarakan menjadi tindakan nyata.


Istilah kelompok dalam dapat disebut sebagai panitia pelaksana dan kelompok dalam menjadi panitia pengarah. Agar hal ini terlaksana dengan lancar maka formasi duduk harus dirubah, kelompok dalam membentuk lingkaran kecil, dan mereka berdikusi dengan suara yang jelas sedangkan kelompok luar membentuk lingkaran besar yang siap mendengarkan diskusi kelompok kecil.


Baca : 31 Model Pembelajaran Untuk Mendorong Siswa Kreatif   


9. Role Play (Bermain peran)


Peserta dibagi beberapa kelompok untuk melakukan peran tertentu atau menyajikan peran melalui dialog-dialog tertentu yang menekankan kepada sikap, sifat dan karakter yang perlu dianalisis dan dipikirkan. Sebelum kegiatan dilakukan guru terlebih dahulu mempersiapkan scenario dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam simulasi.


Dalam Bermain peran ini harus dipilih topik tertentu yang dapat mengungkapkan kondisi nyata yang akan digunakan sebagai bahan diskusi. Setelah masing-masing atau kelompok yang ditunjuk selesai melakukan peran, dilanjutkan dengan menganalisis peran tersebut. Masing –masing peserta diminta untuk mengemukakan perasaan mereka tentang peran yang dimainkan.


10. Simulasi (Simulation)


Simulasi adalah kegiatan meniru atau perbuatan pura-pura/menyerupai atau tidak dalam kondisi sesungguhnya. Tujuannya adalah melalui kegiatan simulasi menanamkan konsep atau memahami sesuatu materi bahasan melalui pengalaman berbuat.


Maka simulasi sangat tepat dalam meningkatkan keterampilan tertentu atau melakukan sesuatu dalam kondisi tidak sebenarnya. Guru dapat membagi beberapa orang peserta didik untuk melakukan simulasi terhadap materi yang bersifat keteerampilan, misalnya mempraktikkan pemakaian alat, simulasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah dll.


Dari sepuluh variasi metode diskusi ini guru dapat memilih yang cocok untuk membahas materi sesuai dengan tuntutan kompetensi ayang akan diperoleh peserta didik. Metode tersebut tentunya tidak kaku masih dapat dikembangkan dan divariasikan guru, perlu juga penggunaan alat bantu pembelajaran ataupun media pembelajaran . Silahkan dipraktikkan.


0 komentar:

Post a Comment