Langkah Efektif Membentuk Disiplin Sekolah

Langkah Efektif Membentuk Disiplin Sekolah

Semua sekolah mengharapkan sekolah yang tertib, aman dan teratur , karena dengan kondisi demikianlah  peserta didik dapat belajar dengan baik sehingga dapat mencapai prestasi.  Kedisiplinan peserta didik dapat betumbuh/meningkat jika iklim sekolah menunjukkan kedisiplinan dan keteraturan .

Jika semua guru dan pegawai disiplin maka peserta didik pun akan ikut disiplin. Guru-guru dan pegawai akan disiplin apabila pemimpinnya dalam hal ini kepala sekolah yang pertama menunjukkan disiplin. Kepala sekolah sangat berperan penting dalam membentuk iklim sekolah yang kondusif dan disiplin. Kalau kepala sekolah tidak disipilin maka dipastikan sekolah tidak akan pernah disipilin. Karena kepala sekolah sebagai peminpin adalah orang yang memberi pengaruh besar terhadap yang dipimpinnya.
                      BACA: TIPS MEMBANGUN KERJA SAMA DI SEKOLAH 

Tentunya sekolah yang disiplin tidak terjadi dengan sendirinya tapi harus dikondisikan sedemikian rupa , memerlukan energi, semangat dan konsistensi. Oleh karena itu iklim disiplin harus dimulai dari perencanakan yang baik, kemudian organisasikan,   dilaksanakan ,dan dilakukan  monitoring dan evaluasi.

Merencanakan Disiplin di Sekolah

1.
 Penyusunan rencana harus melibatkan guru, tenaga administrasi dan orang tua peserta didik. Ketika mereka ikut merencanakan maka mereka ikut bertanggungjawab atas kelancaran pelaksanaannya.

2.
Rencana yang disusun harus sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Justru untuk mencapai visi itulah maka semua warga sekolah harus disiplin.

3.
Rencana yang disusun harus jelas, padat sehingga mudah dipahami, memuat secara jelas daftar perilaku yang dilarang beserta sangsinya. Dalam hal ini sanksi yang dibuat haruslah sanksi yang mendidik dan telah disepakati oleh siswa, guru, tenaga administrasi dan orang tua.

4.
Rencana yang disusun meningkat menjadi sebuah peraturan sekolah yang telah disepakati bersama , maka dilakukan sosialisasi melalui rapat, surat pemberitahuan kepada semua orang tua, sosialisasi ulang ke guru , tenaga administrasi dan  kesemua peserta didik. Jika perlu bentuk tim kampanye untuk hal tersebut, buat slogan, panpangkan aturan dengan jelas yang dapat di lihat oleh semua warga.

5.
Semua kegiatan yang terkait dengan peserta didik, harus di arahkan ke dalam pembentukan disiplin

Bagaimana melaksanakan aturan yang sudah ditetapkan sekolah ?

Agar aturan dapat terlaksana dengan baik maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut:

1.
Sekolah perlu memasyarakatkan aturan tersebut sehingga mendapat dukungan berbagai pihak, hal ini memerlukan waktu, jadi harus matang dan tersosialisasi dengan baik.

2.
Kepala sekolah perlu menyakinkan  guru, peserta didik, dan orang tua bahwa aturan tersebut akan menumbuhkan disiplin semua warga sekolah dan hal itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi sekolah.

3.
Kepala sekolah perlu memberikan kepercayaan kepada guru, tenaga administrasi untuk melaksanakan kedisiplinan sehari-hari.

4.
Kepala sekolah tentunya harus dapat menjadi teladan , berperilaku disiplin sesuai dengan peraturan  di setiap empat dan waktu,

5.
Sekolah perlu menyiapkan prosedur/mekanisme yang jelas tentang penangan kasus dan harus disepakati bersama , sehingga tidak ada yang tumpang tindih penanganan kasus.

6.
Pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan, harus segera di atasi dengan memberikan sanksi secara dengan konsisten. Guru sangat berperan memberi peringatan jika ada gejala penyimpangan dari siswa.

7.
Sekolah perlu memberikan penghargaan kepada guru, tenaga administrasi, dan peserta didik yang berperilaku disiplin sesuai dengan peraturan yang disepakati. Penghargaan tidak selalu bentuk financial akan tetapi bisa bentuk piagam atau kata-kata/pengumuman ketika ada acara tertentu.

8.
Melibatkan orang tua peserta didik, sehingga mereka ikut mendorong anaknya untuk senantiasa mematuhi disiplin.

10.
Bangun rasa kepedulian, dan kebersamaan di sekolah, dengan menyakinkan bahwa sekolah adalah milik bersama, sehingga ketertinggala dan  kemajuan sekolah menjadi tanggungjawab bersama.

11.
Perlu melibatkan OSIS untuk berkontribusi dalam menegakkan disiplin sekolah, maka perlu dari pihak peserta didik dibentuk tim untuk disiplin.

12.
Membuat peta siswa yang bermasalah untuk memperoleh pembinaan kusus. Ketika ada masalah, harus segera di atasi, lakukan prosedur sesuai aturan.

13.
Kepala sekolah perlu melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan peraturan, mengunjungi kelas secara berkala , mengadakan briefing bersama dengan guru untuk mengevaluasi secara berkala tentang pelaksanaan peraturan

14.
Secara periodik perlu dilakukan evaluasi, untuk mengetahui apakah peraturan tersebut masih cocok atau perlu dilakukan revisi.

Harus disadari, menjadikan sekolah yang tertib, aman dan teratur penuh disiplin tidaklah mudah, pasti banyak tantangan dari dalam dan dari luar sekolah , namun demikian seorang peminpin yang cerdas dan bertanggungjawab akan selalu ada ide dan mampu menjalin kerjasama.

Karena banyaknya tantangan inilah maka kepala sekolah dituntut memilik kompetensi kewirausahaan, yang memiliki sikap pantang menyerah, berani mengambil resiko, kreatif dan proaktif terhadap perubahan. Semoga kita memiliki iklim disiplin yang baik.

Menata Sistem Informasi Manajeman Di Sekolah

Salah satu kegiatan yang sangat penting di sekolah namun sering terlupakan adalah pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Secara umum sekolah sudah banyak yang melaksanakannya,  akan tetapi bukti fisik yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sudah terlaksana dengan baik  belum dapat diperlihatkan, khususnya pada saat akreditasi sekolah. Selain hal tersebut sesuai perkembangan pendidikan dan informasi yang cepat berubah maka  sudah saatnya sekolah memberikan perhatian serius tentang sistem informasi manajeman.

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan oleh Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan beberapa hal yang harus dilengkapi  sekolah antara lain:

1.     Mengelola sistem informasi manajemen yang mermadai untuk  mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan  akuntabel;
2.     Menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan muda   diakses;
3.     Menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk  melayani permintaan informasi rnaupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam   dan didokumentasikan;
4.    Melaporkan data informasi sekolah/madrasah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan  Propinsi /Kabupaten/Kota

Selain hal di atas dikatakan juga agar komunikasi antar warga sekolah/madrasah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif. Untuk dapat melakukan kegiatan di atas maka perlu mengingat kembali pengertian  SIM itu sendiri sehingga sekolah dapat menempuh langkah-langkah yang harus dikerjakan atau mengelolanya.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem yang secara terpadu mengaitkan manusia dengan mesin (peralatan) untuk menyajikan informasi guna mendukung pimpinan organisasi dalam mengelola dan mengambil keputusan. Menurut Mc. Leod seorang ahli dalam sistem informasi manajemen mengartikan bahwa  Sistem Informasi Manajemen adalah  suatu sistem berbasis computer yang menyediakan informasi/data bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan serupa. Informasi digunakan oleh pengelola atau pun staf lainnya pada saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.

Dari pengertian di atas ada beberapa hal atau unsur-unsur di dalam SIM yang harus kita perhatikan yaitu:
1. Data dan informasi  sekolah
2. Pendekatan sistem
3. Proses pengolahan data
4. Sistem peralatan/Komputerisasi 

Informasi/data  yang baik merupakan hal penting dalam pengambilan suatu keputusan, kualitas infromasi sangat menentukan keputusan yang diambil. Oleh karena itu informasi yang baik dan siap pakai sangat diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan, maupun perencanaan sekolah di tahun selanjutnya.

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik informasi yang baik dan siap digunakan dalam pengambilan keputusan atau perencanaan sekolah:

Akurat
Syarat utama informasi dikatakan siap pakai adalah akurat. Informasi yang diterima harus benar, merefleksikan fakta yang sebenarnya, tepat, dan sebaiknya merupakan hasil analisis statistik yang baik.

Tepat Waktu
Selain akurat informasi harus tepat waktu, dalam arti informasi harus tersedia pada saat yang dibutuhkan. Misalnya, kepala sekolah harus mengetahui berapa jumlah siswanya saat ini secara akurat berapa perempuan dan laki-laki di tiap tingkat.

Relevan
Selanjutnya karakteristik informasi siap pakai adalah relevan, dalam arti informasi yang disampaikan memiliki hubungan terkait dengan keputusan yang akan diambil. Misalnya, hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan kepala labour dan  kepala perpustakaan adalah latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan yang pernah diikuti, usia,, dan kompetensi.  

Lengkap dan Memadai
Karakteristik selanjutnya adalah informasi/data  yang terkumpul maupun diterima  harus lengkap dan memadai dalam kuantitas dan kualitas sesuai laporan yang dibutuhkan.

Up to Date
Informasi juga harus Up to Date, hal ini karena lingkungan selalu mengalami perubahan setiap saat. Perubahan dapat menimbulkan kesempatan tersendiri. Perubahan tersebut tidak dapat dicegah melainkan harus di antisipasi dengan baik. Oleh karena itu informasi yang diperoleh terbaru dan mengakomodir perubahan-perubahan yang terjadi dan memudahkan manajemen mengambil keputusan yang tepat.

Dapat Diandalkan
Informasi harus handal dan dapat dipercaya, juga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi yang tidak jelas sumbernya akan tidak handal dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dengan demikian sumber informasi harus terpercaya/ diperoleh dengan cara tepat, dan diroses dengan cara yang benar, serta pendistribusiannya dapat dipercaya.

Dapat Dimengerti
Karakterisitik informasi selanjutnya adalah dapat dimengerti, informasi harus dapat dibaca dan dipahami dengan baik agar informasi tersebut berguna bagi para pembuat keputusan, meskipun pengguna informasi dianggap memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami informasi tersebut. Jika informasi mudah dimengerti oleh pengguna informasi maka proses pembuatan keputusan dapat dipercepat.

Dapat Dibandingkan                                                               
      Informasi harus dapat dibandingkan dengan keadaan perusahaan saat ini, masa lalu, dan masa yang akan datang, serta kemampuan potensial yang dimiliki kepada pihak asing.

          Agar data /informasi seperti di atas maka sekolah perlu menyiapkan hal-hal berikut:
Membentuk Tim atau orang yang ditugaskan dalam mengelola SIM dengan menerbitkan  surat keputusan yang terdiri dari:
1.  Desainer     : Orang yang mampu menganalisis masalah dalam lembaga
2. Pemogram  : Orang yang menyusun program sesuai dengan ke inginan desainer
3. Pustakawan: Orang yang menangani data dan penyimpanannya
4. Teknisi         : Orang yang merawat perangkat keras dan jaringan computer
5. Operator     : orang yang bertugas memasukkan dan merawat file (berkas)

Pembentukan tim  di atas sangat tergantung kepada keadaan sekolah, dan dimungkinkan untuk jabatan rangkap. Selanjutnya petugas yang ditunjuk dijabarkan rinciannya.
Sistem kerja dari SIM yang dikelola tersebut terdiri atas unsur input, proses dan output.

Input adalah masukan-masukan data yang akurat dari bidang kurikulum, kesiswawaan, kepegawaian, sarana dan prasarana, keuangan dan hubungan sekolah dengan masyarakat. Demikian juga  dengan data delapan standar nasional pendidikan, kondisi awal dan   pencapain tiap standar harus dilengkapi  dalam data input per tahun.

Proses dapat dilakukan manual atau bantuan computer, namun sesuai dengan perkembangan masa kini hendaknya semua data sudah diproses dengan sistem computer. Agar hal ini dapat tercapai maka diperlukan prosedur yang jelas, ketersediaan peralatan, ketersediaan data/informasi, dan pemeliharaan sistem.

Output : merupakan informasi yang disajikan untuk kepala sekolah atau pihak lain yang membutuhkan sebagai bahan dalam membuat keputusan ,  perencanaan  dan pertanggungjawaban sekolah.

Alur penanganan informasi disekolah diawali  dari kegiatan berikut :

Perencanaan data : menetapkan tujuan, jenis dan waktu pengumpulan data.
Pengorganisasian data : menetapkan tugas dan ruanglingkup data yang ditangani oleh sekolah
Pengumpulan dan penyiapan data: menentukan metode, menentukan sumber, menyusun pengumpulan data dan pelaksanaan pengumpulan data.
Pengolahan data : menentukan format sajian, menyesuaikan permintaan informasi, dan mengamankan informasi.
Penyajian laporan: menganalisis dan menginterpretasikan hasil olahan data serta mengamankan hasilnya.

Dengan demikian data dan informasi di sekolah dapat akurat sebagai sumber pengambilan keputusan, perencanaan ke depan, peningkatan mutu dan pertanggungjawaban bahwa sekolah sudah terkelola dengan baik. Semoga.

Tips Mempersiapkan Akreditasi Sekolah




Akreditasi sekolah/madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan profesional.dalam hal ini adalah Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah(BAN/S/M).Bahan menentukan kelayakan tersebut dilihat dari ketercapain/terpenuhinya 8 standar pendidikan yang terlihat dari kondisi riel dan dibuktikan dokumen atau administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.  

Agar akreditasi dapat terlaksana dengan baik, lancar dan memberikan hasil maksimal maka ada beberapa langkah yang harus dikerjakan sekolah :

Langkah -1
Sekolah melakukan sosialisasi ke semua steakholders sekolah, siswa , guru, tenaga administrasi, komite sekolah/tokoh masyarakat yang dapat membantu dan menfasilitasi persiapan akreditasi sekolah.

Langkah- 2..
Sekolah perlu membentuk tim kerja yang mempersiapkan semua dokumen dan bukti fisik secara nyata, akurat dan dapat dipertangungjawabkan. Tim tersebut diterbitkan surat keputusan sehingga memiliki legal formal, boleh dalam bentuk kepanitiaan yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan anggota, atau susunan dalam bentuk lainnya.

Langkah -3
Panitia yang ditunjuk melakukan rapat, dan ditetapkan pembagian tugas yang jelas, siapa dan mengerjakan apa. Dalam hal ini boleh dibagi masing –masing menurut standar pendidikan.Kemudian diskusikan prosedur yang harus ditempuh dan dokumen yang harus dipersiapkan.

Langkah-4
Kepala sekolah atau panitia perlu menentukan target kerjanya, tentukan batas waktu penyelesaian tanggungjawab masing-masing.

Langkah-5
Masing-masing angota yang ditunjuk, diberikan standar yang menjadi tanggungjawabnya untuk dipelajari, berdiskusi tentang instrument dengan memperhatikan petunjuk teknis penilaian yang disediakan (dokumen dapat di download) kemudian mulai mengumpulkan dokumen data/fakta dan pembenahan terhadap sarana/prasarana sekolah.

Langkah-6
Semua dokumen yang dikumpulkan oleh anggota yang ditunjuk dimasukan kedalam map besar, diberi label dan standar. Kalau memungkinkan setiap butir instrument ditempelkan bersama bukti fisiknya;

Langkah-7
Perlu dilakukan monev oleh kepala sekolah untuk mengetahui proses pekerjaanya, kendala yang ditemukan dan hasil yang sudah dicapai. Dalam hal ini lakukan pertemuan secara berkala satu kali dua minggu atau disepakati bersama;

Langkah -8
Semua dokumen yang telah terkumpul ditempatkan dalam satu tempat dan di atur sedemikian rupa sehigga mudah nantinya diperiksa oleh tim akreditasi yang menverivikasi data.  
Berikut ini adalah beberapa daftar dokumen bukti fisik yang sangat penting yang harus disiapkan sekolah dalam rangka akreditasi sekolah/ madrasah:

1. Dokumen Standar Isi

• KTSP Dokumen I, II dan III
• Referensi pengembangan Kurikulum (berupa buku panduan dalam penyusunan KTSP)
• Kalender pendidikan,
• SK tim pengembang kurikulum
• Silabus pembelajaran
• Berita acara pengembangan KTSP dan silabus tiap mata pelajaran dan daftar hadir
• Berita acara penetapan KKM dan daftar hadir
 Dokumen RPP (terlihat pengembangan kompetensi spiritual, sosial, pengetahuan dan ketretampilan)
• Buku pelajaran
• Berita acara rapat dan daftar hadir (guru, komite dan tokoh masyarakat)
• Program pengembangan diri (program layanan bimbingan konseling dan program ekstrakurikuler)
• Dokumen tugas siswa (Tugas terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur)
·   Notulen rapat 
·    Jadwal Pelajaran
·    Dan lain-lain

2. Standar proses

•Dokumen RPP
• Dokumen monev dan laporan pemantauan proses pembelajaran disertai catatan kepala sekolah
• Dokumen laporan pelaksanaan supervisi proses pembelajaran dan tindak lanjut pada setiap aspeknya.
• Catatan hasil evaluasi proses pembelajaran oleh kepala sekolah.
• Dokumen laporan pengawasan proses pembelajaran
• Dokumen tindak lanjut hasil evaluasi

3. Standar kompetensi lulusan

• Dokumen  RPP
• Tugas siswa
• Tata tertib sekolah
• Piagam penghargaan siswa
• Dokumen ujian nasional
·  Dan lain-lain

4. Standar pendidik dan kependidikan

• Dokumen semua Ijajah guru/TU   dan sertifikat pendidik (lengkapi dengan rekapnya)
• Dokumen rapat guru (surat undangan, daftar hadir, notula rapat)
• Daftar hadir guru selama 1 semester (rekap kehadiran)
• Sertifikat pendidik dan jadwal mengajar
• Ijazah kepala sekolah dan sertifikat pendidik
• Surat keterangan pengalaman mengajar kepala sekolah minimal 5 tahun
• Dokumen pengelolaan selama 3 tahun terakhir (dokumen jumlah siswa, prestasi siswa  pengembanagan profesi guru, pengembangan kurikulum, perkembangan sarana dan prasarana, kerjasama dengan pihak terkait)
• Pembukuan pengeloaan keuangan bidang kewira usahaan
• Dokumen surat perjanjian, piagam atau dokumen lain.
• Dokumen supervisi
• Ijazah tenaga administrasi
• Ijazah tenaga perpustakaan
• SK Kepala Sekolah (penjaga, tenaga kebersihan, pesuruh, dll)

5. Standar sarana dan prasarana

• Surat izin mendirikan bangunan
• Surat izin penggunaan bangunan
• Standar bangunan dan kelengkapannya
• Luas lahan dan akte kepemilikan
• Laporan pemeliharaan bangunan
• Buku teks pelajaran
  Ketersediaan prasarana perlu mendapat perhatian seperti:Ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang labotatorium IPA, ruang pimpinan, ruang guru, tempatibadah dan kelengkapannya, ruang UKS, jamban, gudang, ruang sirkulasi, tempat bermain/olahraga
·   Dan lain-lain

6. Standar pengelolaan

• Dokumen visi, misi dan tujuan sekolah
• RKS/RKJM dan RKT/RKAS
• Program supervisi dan bukti pelaksanaanya
• Program monitoring dan Evaluasi
• Notulen rapat lengkap tanda tangan kepala sekolah dan di stempel
• KTSP, Kalender pendidikan,
• Struktur organisasi dan rincian tugasnya ,
• Pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan,
 Peraturan akademik, tata tertib guru/tatatertib siswa, kode etik guru,
• Biaya operasi sekolah, program pembelajaran, penilaian hasil belajar siswa
• Dokumen layanan konseling,
• Program pembinaan prestasi,
• Program ektrakurikuler,
• Daftar alumi
• Proram pendayagunaan pendidik (pembagian tugas, penentuan sistem penghargaan, pengembangan profesi, promosi dan penempatan, mutasi)
• Program pengawasan dan bukti sosialisasi program
• Laporan evaluasi diri sekolah (EDS)
• Laporan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
• Agenda kerja kepala sekolah,
• Dokumen pengelolaan sistem informasi manajemen
• Dokumen pembelanjaan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dan daftar peneriman  tahun sebelumnya
• Dokumen penerimaan siswa baru

7. Standar pembiayaan

• Dokumen investasi sarana dan prasarana
• RKAS
• Buku kas umum, buku kas harian, buku bank, buku pajak
• Daftar gaji
• Laporan keuangan 3 tahun terakhir lengkap dengan bukti pengeluaran
• Pedoman pengelolaan keuangan
·   SK Pernunjukan Bendahara 

8. Standar penilaian

• Silabus pembelajaran
• RPP
 Arsip tes, nilai tes, nilai pengamatan, dan nilai tugas terstruktur maupun mandiri.
• Analisis hasil belajar
• Buku penghubung guru dan orang tua dan bukti kerja siswa.
• Program remedial dan pengayaan serta revisi perangkat pembelajaran
• Arsip hasil evaluasi belajar yang telah ditandatangani guru dan kepala sekolah/madrasah.
• Catatan hasil mengkomunikasikan penilaian dari guru ke guru yang bersangkutan
• Dokumen rapat ,(surat undangan, berita acara rapat, hasil rapat, surat Keputusan kepala sekolah/madrasah tentang kepanitiaan ujian tengah semester, ulangan akhir semester dan ujian akhir semester, rapat kenaikan kelas)
• Laporan pencapaian hasil belajar
• .Dokumen ujian, Bukti penyerahan  ijazah dan lain-lain. 



Kelengkapan lainnya adalah instrumen akreditasi yang telah terisi (evaluasi diri), Instrumen pengumpul data dan informasi pendukung akreditasi telah terisi, materai 6000 dua buah untuk ditempel dalam berita acara. 

Berdasarkan pengalaman walaupun administrasi untuk akreditasi di atas sangat banyak tapi apabila  dikerjakan dengan tim yang kompak ,  tidak akan terasa terbebani saat akan menghadapi proses akreditasi. Karena administrasi tersebut merupakan administrasi kegiatan sehari-hari, bulanan maupun tahunan. Oleh karena itu siapkan dari sekarang juga sebelum proses akreditasi dimulai.


31 Model Pembelajaran untuk Mendorong Siswa Kreatif

 Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas.  Dalam model pembelajaran terdapat  strategi  pencapaian kompetensi  peserta didik dengan pendekatan,  metode, dan teknik pembelajaran. Hal yang perlu diketahui guru dalam menerapkannya adalah  bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling efektif  untuk semua mata pelajaran atau untuk semua materi  tapi sangat tergantung kepada karakteristik mata pelajaran dan tuntutan kompetensi yang dimuatnya.

Pemilihan model pembelajaran untuk diterapkan guru di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal :  tujuan pembelajaran , sifat materi pelajaran ,  ketersediaan fasilitas,  kondisi peserta didik , alokasi  waktu yang tersedia. Dengan demikian guru harus selektif memilih dengan mempertimbangkan hal-hal  tersebut di atas.

Ciri Model pembelajaran yang baik.
  Adanya keterlibatan intelektual – emosional  peserta didik melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap
  Adanya keikutsertaan peserta didik secara aktif dan kreatif selama pelaksanaan model pembelajaran
  Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator dan motivator kegiatan belajar peserta didik
  Penggunaan berbagai metode, alat dan media pembelajaran
     
       Berikut ini disajikan 30 model pembelajaran yang diharapkan guru dapat memilih sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.

1. Examples non examples
Contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan tuntutan kompetensi/indikator

Langkah-langkah :
Ø  Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran ;
Ø   Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui LCD;
Ø  Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis gambar ;
Ø  Melalui diskusi kelompok 2-3 orang peserta didik, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas ;
Ø  Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya;
Ø  Mulai dari komentar/hasil diskusi peserta didik, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai;
Ø  Kesimpulan
                                            BACA : 10 VARIASI METODE DISKUSI YANG KREATIF
2. Picture and picture
       Langkah-langkah :

Ø  Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai;
Ø   Menyajikan materi sebagai pengantar ;
Ø  Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi ;
Ø  Guru menunjuk/memanggil peserta didik secara bergantian untuk memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis;
Ø  Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut;
Ø  Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai ;
Ø  Kesimpulan/rangkuman .

3. Numbered heads together    (Kepala bernomor.  spencer kagan, 1992)
      Langkah-langkah :

Ø  Peserta didik dibagi dalam kelompok, setiap peserta didik dalam setiap kelompok mendapat nomor ;
Ø  Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya ;
Ø  Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/ mengetahui jawabannya ;
Ø  Guru memanggil salah satu nomor peserta didik dan peserta didik yang nomornya dipanggil melaporkan hasil kerjasama diskusi kelompoknya.;
Ø   Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain, dst
Ø  Kesimpulan

4. Cooperative script (dansereau cs., 1985)

     Langkah-langkah :
Ø  Guru membagi peserta didik untuk berpasangan;
Ø   Guru membagikan wacana/materi untuk dibaca dan dibuat ringkasannya;
Ø   Guru dan peserta didik menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar;
Ø   Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Peserta didik yang lain:
                - Menyimak/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
                - Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan 
                - Menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya ;
Ø    Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas;
Ø  Kesimpulan peserta didik  bersama-sama dengan Guru;
Ø  Penutup

5. Kepala bernomor struktur
(modifikasi dari number heads)

Ø Peserta didik dibagi dalam kelompok. Setiap peserta didik dalam setiap kelompok mendapat nomor ;
Ø Penugasan diberikan kepada setiap peserta didik berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai. Misalnya : peserta didik nomor satu bertugas mencatat soal. Peserta didik  nomor dua mengerjakan soal dan peserta didik nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya;
Ø Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Peserta didik  disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa peserta didik bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini peserta didik dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka ;
Ø Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain;
Ø Kesimpulan

6. Student teams-achievement divisions
   Tim siswa kelompok prestasi  (slavin, 1995)

   Langkah-langkah :
Ø Membentuk kelompok yang anggotanya + 4 orang secara  heterogen (prestasi, jenis kelamin, suku, dll);
Ø Guru menyajikan pelajaran;
Ø  Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok ;
Ø Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu ;
Ø Memberi evaluasi ;
Ø Kesimpulan

7. Jigsaw (model tim ahli)
   (aronson, blaney, stephen, sikes, and snapp, 1978)

Langkah-langkah :
Ø Peserta didik dikelompokkan ke dalam + 4 anggota tim;
Ø  Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda ;
Ø Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan ;
Ø Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka ;
Ø Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian menjelaskan kepada teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh;
Ø  Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi ;
Ø Guru memberi evaluasi ;
Ø Penutup

8. Roblem based instruction
(pembelajaran berdasarkan masalah)

Langkah-langkah :
Ø  Guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih;
Ø  Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.);
Ø  Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan, pengumpulan data, hipotesis, dan pemecahan masalah;
Ø  Guru membantu peserta didik dalam merencanakan/menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya;
Ø   Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

9.Artikulasi
Langkah-langkah :

Ø  Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai;
Ø   Guru menyajikan materi sebagaimana biasa;
Ø   Untuk mengetahui daya serap peserta didik, dibentuklah kelompok berpasangan dua orang;
Ø   Menugaskan salah satu peserta didik dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya;
Ø   Menugaskan peserta didik secara bergiliran/diacak menyampaikan penjelasan  teman pasangannya. Sampai sebagian peserta didik sudah menyampaikan penjelasannya;
Ø   Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami  peserta didik;
Ø   Kesimpulan/penutup

10. Mind mapping
Langkah-langkah :

Ø  Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai ;
Ø  Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh peserta didik dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban;
Ø   Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang;
Ø   Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi ;
Ø  Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru;
Ø  Dari data-data di papan peserta didik diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru;
Ø  penutup

11. Make - a match 
Mencari pasangan  (lorna curran, 1994)

Langkah-langkah :
Ø  Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban;
Ø   Setiap peserta didik mendapat satu kartu;
Ø   Tiap peserta didik memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang;
Ø   Setiap peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban);
Ø  Setiap peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin;
Ø   Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya ;
Ø  Demikian seterusnya;
Ø   Kesimpulan/penutup

12. Think pair and share
(frank lyman, 1985)

Langkah-langkah :
Ø  Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai;
Ø  Peserta didik diminta untuk berfikir tentang materi/ permasalahan yang disampaikan guru;
Ø Peserta didik diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing;
Ø Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya;
Ø  Berawal dari kegiatan tersebut, Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para peserta didik ;
Ø Guru memberi kesimpulan;
Ø  Penutup

13. Debate

Langkah-langkah :
Ø Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra;
Ø  Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh    kedua kelompok di atas;
Ø  Setelah selesai membaca materi, Guru menunjuk salah satu anggota kelompok  pro untuk berbicara saat itu, kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra.    Demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik bisa mengemukakan pendapatnya;
Ø Sementara peserta didik menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide   dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide yang diharapkan;
Ø Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap ;
Ø Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak peserta didik membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.

14. Role playing
Langkah-langkah :

Ø Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan;
Ø  Menunjuk beberapa peserta didik untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM;
Ø Guru membentuk kelompok peserta didik yang anggotanya 5 orang;
Ø  Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai;
Ø  Memanggil para peserta didik yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan;
Ø  Masing-masing peserta didik berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan;
Ø  Setelah selesai ditampilkan, masing-masing peserta didik diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok;
Ø Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
Ø  Guru memberikan kesimpulan secara umum ;
Ø Evaluasi ;
Ø Penutup

15. Group investigation
(sharan, 1992)

Langkah-langkah :
Ø  Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen;
Ø   Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok ;
Ø  Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain;
Ø  Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif  yang bersifat penemuan ;
Ø  Setelah selesai diskusi, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok;
Ø   Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan ;
Ø  Evaluasi;
Ø  Penutup

16. Talking stick

Langkah-langkah :
Ø  Guru menyiapkan sebuah tongkat ;
Ø Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membaca dan mempelajari materi;
Ø Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, peserta didik menutup bukunya;
Ø Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada peserta didik, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan peserta didik yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru;
Ø Guru memberikan kesimpulan;
Ø  Evaluasi;
Ø  Penutup

17. Bertukar pasangan

Langkah-langkah :
Ø  Setiap peserta didik mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau peserta didik memilih sendiri pasangannya).
Ø  Guru memberikan tugas dan peserta didik mengerjakan tugas dengan pasangannya.
Ø  Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain.
Ø  Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.
Ø  Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.
Ø  Penutup


18. Snowball throwing

Langkah-langkah :
Ø  Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
Ø  Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
Ø  Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
Ø  Masing-masing peserta didik diberi satu lembar kertas, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
Ø  Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu peserta didik ke peserta didik yang lain selama ± 15 menit
Ø  Setelah peserta didik dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
Ø  Penutup

19. Student facilitator and explaining

      Langkah-langkah :
Ø  Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Ø  Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
Ø  Memberikan kesempatan peserta didik untuk menjelaskan kepada peserta didik lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep.
Ø  Guru menyimpulkan ide/pendapat dari peserta didik.
Ø  Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
Ø  Penutup

20. Course review horay
      Langkah-langkah :
Ø  Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Ø  Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
Ø  Memberikan kesempatan peserta didik tanya jawab
Ø  Untuk menguji pemahaman, peserta didik disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing peserta didik
Ø  Guru membaca soal secara acak dan peserta didik menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (Ö) dan salah diisi tanda silang (x)
Ø  Peserta didik yang sudah mendapat tanda (Ö) vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya
Ø  Nilai peserta didik dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh
Ø  Penutup

21. Demonstration
      (Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen)

Langkah-langkah :
Ø  Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Ø  Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
Ø  Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan
Ø  Menunjuk salah seorang peserta didik untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.
Ø  Seluruh peserta didik memperhatikan demontrasi dan menganalisisnya.
Ø  Tiap peserta didik mengemukakan hasil analisisnya dan juga pengalaman peserta didik didemontrasikan.
Ø  Guru membuat kesimpulan.

22. Explicit instruction
      Pembelajaran langsung   (rosenshina & stevens, 1986)

Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan cara belajar peserta didik tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan  dengan pola selangkah demi selangkah
Langkah-langkah :
Ø  Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik
Ø  Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan
Ø  Membimbing pelatihan
Ø  Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
Ø  Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan
               
23. Cooperative integrated reading
And composition (circ)
Kooperatif terpadu membaca dan menulis (steven & slavin, 1995)

Langkah-langkah :
Ø  Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen
Ø  Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
Ø  Peserta didik bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada selembar kertas
Ø  Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
Ø  Guru membuat kesimpulan bersama
Ø  Penutup

24. Inside-outside-circle
      (lingkaran kecil-lingkaran besa
(spencer kagan)

Peserta didik saling membagi informasi pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur”
Langkah-langkah :
Ø  Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar
Ø  Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam
Ø  Dua orang peserta didik yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan
Ø  Kemudian peserta didik yang berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara peserta didik yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
Ø  Sekarang giliran peserta didik yang berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya

25. Tebak kata
Media :
Buat kartu ukuran 10 X 10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak.
Buat kartu ukuran 5 X 2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga).

Langkah-langkah :
Ø  Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi ± 45 menit.
Ø  Guru menyuruh peserta didik berdiri berpasangan di depan kelas
Ø  Seorang peserta didik diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang peserta didik yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga. Peserta didik yang membawa kartu 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10 x 10 cm. Jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan tsb.
Ø  Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan, peserta didik boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya.
Ø  Dan seterusnya
Contoh Kartu
Aku sebuah perusahaan
Tanggung-jawabku tidak terbatas
Aku dimiliki oleh 1 orang
Struktur organisasiku tidak resmi
Bila untung dimiliki, diambil sendiri
                                     NAH … SIAPA … AKU ?

26.  Word square
Media :
   * Buat kotak sesuai keperluan
   * Buat soal sesuai kompetensi yang ingin dicapai
Langkah-langkah :
Ø  Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai.
Ø  Guru membagikan lembaran kegiatan sesuai contoh
Ø  Peserta didik menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban
Ø  Berikan poin setiap jawaban dalam kotak

27. Take and give
Media :
Ø  Kartu ukuran ± 10 x 15 cm sejumlah peserta. Tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda dengan kartu yang lainnya), materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
Ø  Kartu contoh sejumlah peserta didik
Ø  CONTOH Kartu :

Langkah-langkah :
Ø  Siapkan kelas sebagaimana mestinya
Ø  Jelaskan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai
Ø  Untuk memantapkan penguasaan peserta tiap peserta didik diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) lebih kurang 5 menit
Ø  Semua peserta didik disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling memberi informasi. Tiap peserta didik harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh.
Ø  Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give).
Ø  Untuk mengevaluasi keberhasilan berikan peserta didik pertanyaan yang tak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain).
Ø  Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan
Ø  Kesimpulan

28. Concept sentence
Langkah-langkah :
Ø  Guru menyampaikan kompentensi yang ingin dicapai.
Ø  Guru menyajikan materi secukupnya.
Ø  Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen.
Ø  Guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan.
Ø  Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat.
Ø  Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh Guru.
Ø  Kesimpulan.

29. Complete sentence
Media : Siapkan blangko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap
Langkah-langkah :
Ø  Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Ø  Guru menyampaikan materi secukupnya atau peserta didik disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya
Ø  Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen
Ø  Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap (lihat contoh).
Ø  Peserta didik berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia.
Ø  Peserta didik berdiskusi secara berkelompok
Ø  Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah diperbaiki. Tiap peserta didik membaca sampai mengerti atau hapal
Ø  Kesimpulan

30. Time token 
       (arends 1998)
Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial, untuk menghindari peserta didik mendominasi pembicaraan atau peserta didik diam sama sekali
Langkah-langkah :
Ø  Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL)
Ø  Tiap peserta didik diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. Tiap  peserta didik diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan.
Ø  Bila telah selesai bicara kupon yang dipegang peserta didik diserahkan. Setiap bebicara satu kupon.
Ø  Peserta didik yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis.
Ø  Dan seterusnya

31. Dua tinggal dua tamu 
      (two stay two stray)
Memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainnya. (Spencer kagan 1992)
Caranya :
Ø  Peserta didik bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4 (empat) orang
Ø  Setelah selesai, dua orang dari masing-masing menjadi tamu kedua kelompok yang lain
Ø  Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka
Ø  Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain
Ø  Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka